Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Culunku Ternyata CEO

Suami Culunku Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Kehidupan di Kantor / CEO
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Tolong...bagi yang hanya penasaran jangan buka bab!!!

Sultan Rafsanjani, CEO muda nan tampan, cerdas serta berasal dari keluarga kaya raya, rela menyamar menjadi pria culun dan menyembunyikan identitasnya demi mengejar gadis pujaannya.

Hingga suatu hari dirinya diminta menjadi kekasih pura-pura oleh gadis tersebut hanya untuk memberikan kado istimewa buat ulangtahun eyangnya.

Bersediakah Sultan atau dia malah memanfaatkan keadaan dan meminta menjadi kekasih sungguhan?

Ataukah justru hal lain tak terduga akan terjadi?


Ikuti kisahnya hanya di sini;

"Suami Culunku Ternyata Sang Pewaris" karya Moms TZ, bukan yang lain!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28.

Mobil hitam itu melaju membelah jalanan sore yang mulai padat. Sultan menyetir dengan tenang, satu tangannya memegang kemudi, sementara tangan kirinya menggenggam erat jemari sang istri yang duduk di sampingnya. Sedangkan Kahiyang sendiri menyandarkan kepalanya di bahu kokoh suaminya. Matanya terpejam nyaman, menikmati rasa aman yang begitu mendalam. Bagi Sultan, momen ini adalah kemenangan terbesarnya; bukan tentang menjatuhkan Anton, melainkan melihat istrinya kembali tenang dan bebas dari rasa takut.

"Kamu nggak mau tanya apa-apa, Ayangku?" tanya Sultan pelan, memecah keheningan sambil menatap jalan di depannya.

Kahiyang mengangkat wajahnya, menatap profil samping suaminya yang tampak begitu tampan dan menawan. Ia menggeleng pelan sambil tersenyum lembut.

"Nggak perlu tanya, Raf. Aku sudah tahu semuanya. Kamu melakukan semua ini supaya aku aman, dan kamu melakukannya dengan cara yang benar, nggak sembarangan. Aku bersyukur banget punya suami sehebat dan sebaik dirimu," jawabnya tulus, tangannya menggenggam erat lengan kekar pria itu.

Sultan tersenyum bangga, lalu mencium punggung tangan istrinya. "Yang penting kamu paham, Ayang. Aku mengumpulkan semua jejak keburukannya bukan semata-mata karena dia kurang ajar sama kamu. Tapi supaya dia jatuh dan hancur akibat perbuatannya sendiri."

"Aku nggak mau menggunakan kekuasaanku sembarangan. Biarlah semua orang tahu, bahwa perusahaan lah yang menegakkan aturan itu dan menghukum siapa saja yang berbuat salah."

Kahiyang mengangguk setuju, hatinya semakin damai mendengar penjelasan itu. Ia sadar betul, di balik ketenangan Sultan, ada kerja keras dan strategi jitu yang disusun suaminya diam-diam demi melindunginya.

Tak terasa mobil pun sampai di kediaman mereka. Pintu pagar terbuka otomatis menyambut kedatangan tuan dan nyonya rumah. Begitu mobil terparkir di halaman, Kahiyang turun dengan langkah ringan, terasa jauh berbeda dari hari sebelumnya.

Malam harinya, selesai makan malam bersama, Kahiyang duduk bersandar di sofa panjang samping Sultan. Ingatannya kembali pada kejadian tadi sore, tatapan mata Pak Anton saat digiring keluar, rasa takjub rekan-rekannya yang terpancar dari raut wajah mereka.

"Raf..." panggilnya seraya mendekat lalu menyandarkan kepalanya pada bahu lebar suaminya.

"Ada apa, hmm...?" Sultan menoleh, merangkul bahu Kahiyang agar lebih nyaman

"Aku nggak nyangka jabatan dan kekuasaan yang dimiliki dan dibanggakan Pak Anton bisa hilang dalam sekejap mata. Semuanya terjadi hanya karena dia nggak pandai menjaga sikapnya," gumam Kahiyang, seolah bicara pada dirinya sendiri.

Sultan tertawa kecil, suara beratnya terdengar rendah. Dia sudah tahu semuanya sejak menyamar menjadi Rafa. "Jabatan dan kekuasaan itu cuma titipan, Ayangku. Kalau dia sombong, menggunakannya untuk menindas, merugikan orang lain, atau berbuat maksiat, maka akan menghancurkannya jauh lebih cepat daripada saat dia mendapatkannya. Dia lupa satu hal paling dasar bahwa di atas langit masih ada langit."

Kahiyang mengangguk setuju seraya melingkarkan kedua tangannya pada pinggang suaminya. "Kamu benar, Raf. Aku bersyukur sekali dia sudah pergi. Aku yakin, mulai besok, suasana kerja pasti akan menjadi lebih tenang."

"Pasti. Dan mulai besok, akan ada pemimpin baru di sana. Aku sudah instruksikan Ardan untuk menempatkan seseorang yang bersih dan tegas. Kamu bisa bekerja dengan nyaman. Aku pastikan nggak ada lagi orang yang berani merendahkanmu."

Kahiyang menatap suaminya lekat-lekat, matanya berbinar penuh rasa cinta dan kagum lalu mengangguk mantap.

"Iya, aku percaya padamu, pada suami culunku ini. Dia pasti akan selalu menjaga dan melindungiku lebih dari apapun."

Sultan tersenyum puas, lalu mengusap pipi halus istrinya. "Karena kamu adalah istriku. Istri seorang Sultan Rafsanjani. Siapapun yang berurusan denganmu akan berhadapan denganku."

Malam semakin larut, kehangatan di rumah itu seakan menyelimuti mereka berdua. Sultan merangkul pinggang ramping istrinya lebih erat, seolah tak ingin membiarkan jarak sedikit pun di antara mereka. Diciumnya pucuk kepala Kahiyang dengan lembut, lalu berbisik lirih tepat di samping telinga wanita itu.

"Rasanya masih seperti mimpi... kamu sekarang istriku, milikku seutuhnya. Setiap detik bersamamu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku. Aku janji, akan selalu jadi tempat paling aman dan nyaman untukmu, selamanya."

Kahiyang mendongak perlahan, menatap manik mata suaminya begitu dalam dan penuh cinta. Jemarinya menyentuh pipi tegas Sultan, mengusapnya dengan penuh kasih sayang.

"Kamu adalah anugerah terindah dalam hidupku. Memiliki kamu... rasanya aku punya segalanya. Berada di dekatmu aku merasa begitu damai dan dicintai," ucapnya pelan penuh ketulusan.

Sultan tersenyum teduh, lalu mengecup kening Kahiyang lama, perlahan turun ke hidung hingga akhirnya mendarat di bibir wanitanya dengan sentuhan yang begitu lembut, penuh rasa syukur dan cinta yang membuncah—ciuman manis milik dua hati yang berjanji untuk saling menjaga seumur hidup.

.

.

.

Jauh di tempat lain, di sel tahanan sementara kepolisian, Pak Anton duduk membungkuk di sudut ruangan yang dingin dan sempit. Semua kemewahan, jabatan, dan rasa berkuasanya kini tinggal kenangan pahit. Di balik jeruji besi itu, penyesalan memenuhi segenap jiwanya. Namun, terlambat menyadari satu kesalahan yang akhirnya merenggut segalanya dari hidupnya selamanya.

"Siapa sebenarnya suami Kahiyang, sehingga bisa menjatuhkan seseorang dalam sekejap? Kalau Tuan Ardan adalah tangan kanannya, itu artinya....?" Pak Anton menggeleng kuat-kuat.

"Tidak mungkin kalau suaminya adalah Tuan Sultan Rafsanjani..."

Pak Anton terus menggelengkan kepalanya frustasi. Kali ini dia melakukan kesalahan besar menjadikan Kahiyang sebagai targetnya.

.

.

.

Keesokan harinya, suasana di ruangan divisi audit keuangan kantor cabang Rafsanjani benar-benar berbeda. Udara pagi seakan terasa lebih segar, menyapa wajah-wajah penuh senyuman. Kabar tentang nasib Pak Anton sudah menyebar luas, menjadikan pelajaran berharga bagi siapa saja.

Kahiyang masuk dengan langkah tenang dan anggun. Saat melewati ruang kerja yang tadinya milik Pak Anton, ia hanya melirik sekilas. Tempat itu sudah dibersihkan dan akan segera ditempati pemimpin baru.

Selbi langsung berdiri menyambutnya, wajahnya berseri-seri luar biasa.

"Ayang... ya ampun, rasanya dunia cerah banget hari ini, ya? Nggak akan ada lagi tatapan seram dan suasana yang menegangkan. Kita bisa bernapas lega sepuasnya!" serunya antusias.

Kahiyang tertawa renyah, tawa yang lepas dan bahagia. "Iya, Sel. Semua sudah berlalu."

Selbi mengangguk-angguk semangat, lalu mencondongkan badan sambil berbisik. "Oh, ya. Katanya pemimpin baru akan datang hari ini dari kantor pusat. Aku harap kali ini lebih baik dari Pak Anton."

Kahiyang tersenyum penuh arti. Ia tahu persis siapa yang mengatur semua itu. Di balik layar, suaminya masih terus memantau -- memastikan lingkungan tempat kerja istrinya berada tetap aman, nyaman, dan terlindungi.

"Kita berdoa saja semoga pimpinan baru nanti sesuai harapan kita. Dan yang penting kita kerja jujur dan benar, insya Allah pasti aman," jawabnya bijak.

...

Pagi itu, setelah menyelesaikan serah terima jabatan dengan pemimpin baru, Ardan berdiri sejenak di dekat pintu keluar divisi audit keuangan. Netra tajamnya sempat menatap sekilas ke arah Kahiyang yang tampak serius dengan pekerjaannya. Dia tersenyum tipis. Tugasnya selesai, dan perintah tuannya terlaksana sempurna. Keamanan Nyonya Kahiyang terjamin, dan pelajaran keras sudah diberikan kepada siapa saja yang berani melanggar batasan.

Ardan berbalik pergi, bergegas kembali melapor pada Sultan. Karena baginya, dan bagi seluruh jajaran di bawah naungan Rafsanjani Holdings Company, ada satu aturan mutlak yang tak boleh dilanggar oleh siapa pun. Baik dari level terendah sampai tertinggi; Jangan pernah, dalam keadaan apa pun, mengganggu apalagi menyakiti Kahiyang. Karena menyentuhnya sama saja dengan menggali kuburan sendiri di hadapan Sultan Rafsanjani.

1
Agunk Setyawan
ntar kalo Udah tau semaput lagi🤣🤣
Agunk Setyawan: pinsan mom🤣
total 2 replies
Oma Gavin
makanya punya mulut jgn lemes banget sekarang kicep
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biasalah itu😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
baru aja minum obat ya? 🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin😂
total 1 replies
vj'z tri
loh kok tumben pinter /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terpaksa
total 1 replies
vj'z tri
wahhh saran w ambil pacul terus gali lubang kubur Lo sekarang /Hammer/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
vj'z tri
bukan anda salah bukan nenek moyang tapi suami moyang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
vj'z tri
ayo mami bikin huru hara biar ada yg kejang kejang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
🤣🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm/kompor nya meleduk beneran
Nar Sih
beruntung nya kmu ayang punya suami seperti rafka
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pengin dong
total 1 replies
Patrick Khan
lanjut
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lg nulis
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah semua udah terselesaikan masalah di kantor, sekarang tinggal nunggu resepsi pernikahan mereka...
lanjuut thor
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lg nulis
total 1 replies
Nar Sih
sdh tenang sekarang kerja nya ya ayang,anton atasan yg jht sdh tertangkap
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm😂
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kasian kamu Anton kali ini salah pilih mangsa 😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo😂
total 1 replies
Patrick Khan
kaget kan kau anton🤣🤣
Aditya hp/ bunda Lia
mantaaap ... makanya cuci tuh otak kamu Anton biar bersih dari pikiran dan niat2 busuk
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya kebusukan anton sdh terbongkar ,dan siap,,nyeselll kmu anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pastinya
total 1 replies
Nar Sih
kebohongan mu yg mungkin kmu seorang koruptor pasti sgra terbongkar anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Esther
Banyak laporan palsu ya Pak Anton ?
Siap2 saja sebentar lagi akan kehilangan jabatan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
siap,,dgn nasib mu yg bkln hancur anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Esther
Anton cari mati, tuh kamu sudah ditandai sama Rafa bos mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tul tul tul
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!