Indonesia
NovelToon NovelToon
Terpaksa Cinta

Terpaksa Cinta

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Putri

Riri Saputri kembali berpacaran, kini dia harus terpaksa berpacaran dengan seorang pria bernama Dhito. Dhito adalah sahabat dari sahabatnya Riri, dia seorang pemain futsal handal di sekolahnya dulu. Mereka mulai saling mengenal melalui media sosial. Tiba - tiba saja Dhito mengungkapkan perasaannya pada Riri saat dia baru saja putus dengan kekasih sebelumnya. Lalu apakah hubungan mereka akan bertahan lama? Bagaimana perjuangan Dhito untuk terus bertahan dengan Riri? Apakah akhirnya Riri mencintai Dhito atau akhirnya Riri akan memutuskan hubungan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Keluh Kesah Dhito

Jujur, setelah dapat nasehat dari para sahabat - sahabatku. Aku memang keras kepala, yang pasti aku tidak mendengar omongan mereka. Aku terus saja mempertahankan hubunganku karna melihat ketulusan Dhito dan karna aku kasihan jika aku mengakhiri hubungan ku dengan dia pasti dia akan sedih.

"Kamu lagi apa Ri?" Tanya Dhito lewat chat BBM.

"Haii.. Aku baru aja sampai rumah nih. Kamu masih di kantor?" Balasku cepat.

"Alhamdulillah, iya ini masih di kantor. Nanti habis maghrib aku pulang. Aku mau cerita..." 

"Mau cerita apa? Mau telpon atau chat? Aku mau ganti baju dulu yaa... Baru banget sampai rumah nih."

"Emang bisa di telpon? Yaudah sana kamu ganti baju dulu. Kalo udah selesai kabarin aku yaa.." 

"Chat aja ya hehehe... Gapapa kan? Tunggu sebentar yaa Dhit."

"Yaudah okee sayang. Gapapa kok." 

Aku pun segera bersih - bersih dulu sebelum akhirnya aku mendengar curhatan Dhito. Aku belum siap untuk sering berkomunikasi lewat telpon jika di rumah. Karna sampai saat ini pun Mama tidak tau aku berpacaran dengan Dhito. 

Setelah satu jam lalu aku langsung membalas pesan Dhito lagi, "Okee aku udah siap."

"Udah? Aku mau cerita sama kamu. Ini soal aku yang bingung harus lanjut masuk kuliah atau gak.."

"Loh, kamu mau lanjut kuliah jadinya? Terus kerjaan kamu gimana?" 

"Jadi gini loh Ri, aku ini di kasih saran sama temen - temen aku buat kuliah nantinya. Tapi yaa aku nyambi sambil kerja gitu. Ya tetep kerja Ri.. Aku mau biaya sendiri, kan kamu tau keadaan aku gimana, adik - adik aku banyak. Belum lagi kan aku masih punya adik kecil banget. Jadi mungkin satu atau dua tahun lagi aku baru ambil kuliah."

"Kamu mau ambil jurusan apa?"

"Ekonomi aja deh kayaknya, cuma aku tuh masih bingung mau ambil kuliahnya dimana?"

"Di deket rumah kamu ada kampus kan tuh? Daripada kamu nyari yang jauh jauh Dhit."

"Iya juga ya... Tuhkan kalo aku gak cerita sama kamu gak mungkin aku dapet saran ini."

"Coba kamu tanya - tanya aja dulu jurusan ekonomi disitu masuknya berapa. Bayarannya gimana.. Jadi kan uang dari hasil kerja kamu bisa kamu sisihini buat kuliah kamu nantinya." 

"Iyaa bener kamu, aku tuh bingung banget pas temen - temen aku nyaranin kuliah."

"Kenapa kamu tiba - tiba pengen kuliah Dhit?"

"Aku juga mau setara lah sama kamu, kamu kuliah masa aku gak..."

"Yaampun Dhit, kok kamu mikirnya gitu sih. Dengan kamu kerja aja kamu tuh udah bertanggung jawab sama diri kamu sendiri dan keluarga kamu loh. Karna kamu anak pertama dan laki - laki. Masalah pendidikan itu mah bonus aja..."

"Tetep aja, aku mau memantaskan diri kalo aku mau serius sama kamu Ri."

"Kamu bener - bener mau serius ya sama aku?" 

"Iyaa Ri beneran aku mau serius. Masa aku bercanda sih, gimana yaa... Aku tuh udah ngerasa yakin sama kamu Ri."

"Kenapa kamu bisa yakin sama aku Dhit?"

"Yaa aku gak tau yaa Ri, aku ngerasa kamu tuh cocok aja sama aku. Pembicaraan kita tuh nyambung gitu Ri..."

"Kamu baik Dhit, makanya aku tuh jujur yaa kenapa tetep mau bertahan sama kamu walaupun sampai sekarang aku belum cerita soal kamu ke Mama sama Bapak."

"Aku jauh dari kata baik Ri, makasih yaaa kamu masih terus mau bertahan sama aku. Gapapa Ri, aku ngerti kok kenapa kamu belum bisa cerita ke Mama sama Bapak kamu.  Aku bakal sabar nunggu kok Ri."

"Gak Dhit, kamu tuh baik banget. Makanya kadang aku ngerasa kayak jahat banget sama kamu karna saking baiknya kamu. Makasih yaa Dhit, kamu masih mau sabar nunggu."

"Kamu juga baik kok Ri, kamu gak jahat. Jangan ngomong kayak gitu. Iyaa sama - sama Ri."

"Aku akan terus doa yang terbaik untuk kita nanti ke depannya yaa Dhit." 

"Iyaa Ri..."

Aku terus berusaha mau terus baik - baik saja hubungannya dengan Dhito, walaupun akhirnya nanti aku akan memutuskan hubunganku dengan Dhito. Sekali lagi maaf yaa Dhit.

1
Nini 🐻
aku mampir kak kalau berkenan mampir juga ya ke karyaku "Pain is Art" makasih☺️
Ig: aputrisaraswati
semangat yaa kaaaa....
Ig: aputrisaraswati
aamiin aamiin terimakasih yaaaa
Ni sya ♡
Kisah ini mirip banget sama kisahku kak, Dia selalu berusaha mengenalkan ortu dan adik2nya...dia udh seserius itu...tapi sampe saat ini aku masih ragu sama dia...ga tau knp ....



maaf malah curhat hehe
Ni sya ♡
Amin....yang terbaik untuknya...dan untuk penukis cerita ini
Milda Milad putri
Halo. Assalamualaikum semua. Terima
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!