Indonesia
NovelToon NovelToon
Matahari Terbit

Matahari Terbit

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yunikbener

Kamelia gadis manis dengan kulit kuning langsat berbadan mungil bekerja dengan keras untuk membantu perekonomian keluarga. Apapun pekerjaan dia lakoni selama itu dalam frame khalal untuk membantu ibunya yang seorang janda harus menyekolahkan adik laki lakinya yang masih duduk di sekolah menengah pertama. Hingga suatu ketika Kamelia bertemu dengan laki laki yang sangat mencintainya, memaksa Kamelia untuk menjadi pendamping laki laki itu. Dari situlah awal dari perubahan hidup Kamelia. Di cintai oleh laki laki posesif dengan perangai yang keras membuat Kamelia terkadang merasa hidup bagai di dalam penjara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunikbener, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Tak terasa sembilan bulan sudah usia kandungan Kamelia, kini pasangan suami istri itu tinggal menunggu hari kebahagiaan menyambut lahirnya putra mereka. Dengan penuh semangat mereka mempersiapkan segala kebutuhan bayi, bahkan Vincent sudah mem booking ruangan di rumah sakit untuk istrinya melahirkan nanti. Bu narti ibu dari Kamelia sampai geleng geleng kepala melihat tingkah menantunya itu.

"Aaaaa Aaaaa" Kamelia menjerit sambil menjambak rambut Vincent.

"oek oek oek oek"

Vincent meneteskan air matanya, tubuhnya lemas melihat bayi laki laki berlumuran darah itu. Vincent berulang kali mencium pipi istrinya sambil mengucap kata trimakasih.

"Trimakasih sudah berjuang, trimakasih sudah bertahan" kata kata itulah yang Vincent ucapkan berulang kali pada istrinya.

Tangan Vincent bergetar ketika perawat menyerahkan anaknya. Sungguh rasa grogi dan takutnya melebihi saat pertama kali ia berperang menghadapi para musuhnya.

"Selamat datang di dunia pangeran matahari. Kamu ibarat matahari yang terbit membawa kehangatan dan keterangan hidup untuk kami. Kamu ibarat matahari yang kembali terbit setelah tenggelam di gelapnya malam, kamu terbit kembali dengan segala hal yang positif. Matahari yang dulu penuh dengan dunia gelap dan kemaksiatan kini sudah hilang terhapus dan terbit kembali dengan matahari yang membawa segala hal kebaikan. Semoga Tuhan menjadikanmu anak yang sholeh berbakti pada orang tua dan segala hal kebaikan" setelah mengatakan itu Vincent lalu menempelkan anaknya di dada sambil mengatakan kata amiin.

Kamelia dan juga para dokter dan perawat dengan kompak mengamiinkan doa doa Vincent.

...----------------...

"Istri Vincent telah melahirkan seorang anak laki laki bos"

"Kamu sudah cari tau di mana anak dan istrinya di rawat?"

"Sudah bos, tapi kami tidak bisa mendekat karena mereka melakukan penjagaan yang sangat ketat. Bahkan wartawan pun tidak diijinkan mendekat bos"

"hmm.... bukankah dia sudah mengundurkan diri dari geng Matahari?"

"Betul bos. Penjaga itu adalah orang orang Vincent sendiri bos, tidak ada satupun orang dari Matahari yang ikut melakukan penjagaan"

"Kamu sudah pastikan?"

"Sudah bos. Vincent sudah benar benar meninggalkan matahari bos, dengar dengar dia sudah insaf bos"

"Ha ha ha ha ha ha ha benarkah itu?"

"Saya yakin informasi itu benar bos"

"Bagus! berarti kita akan lebih mudah mengalahkan mereka, matahari tanpa Vincent tentu bukan tandingan kita. Kamu terus awasi Vincent, pastikan kembali berita tentang dia yang insaf!"

"Baik bos"

...----------------...

"Tuan Mario, anda memanggil saya?"

Mario menghela nafas, ia berjalan ke arah jendela dan memandang jauh di sana.

"Kamu sudah benar benar yakin dengan semua informasi yang kamu berikan?" Mario berkata sambil melirik berkas di atas mejanya.

"Sangat yakin tuan"

"Lalu bagaimana menurutmu?"

Laki laki itu menunduk tak berani menjawab pertanyaan dari tuannya.

"Katakan saja Beji, katakan apa yang ingin kamu katakan"

"Maaf tuan, terkadang hati kita memang belum puas kalau belum bisa membalaskan dendam. Tapi tuan, membalas dendam itu tidak akan pernah ada habisnya, setelah tuan berhasil membalas dendam akan muncul dendam dendam yang lain tuan. Apalagi, sekarang matahari mempunyai seorang pangeran"

"Maksud kamu, kau menyuruhku merelakan kematian adik ku. Begitu?"

"Maaf tuan, percayalah semua itu adalah takdir"

"Aku akan pikirkan saranmu Beji, sekarang kamu bisa keluar"

Di dalam kegelapan malam Mario merenungkan apa yang telah Beji sampaikan. Hati nuraninya membenarkan apa yang telah di katakan oleh Beji.

1
Prasetya Wibowo
jangan baperan donk thor..cukuo kita 2 aja yg baperan bc nya..itu cm sedikit badai yakin kami tetap mendukungmu.. semangat !!!
Sach Zang'er
bucin banget
Ingatkan Aqu
bucin parah
Ingatkan Aqu
pemaksaan
Ingatkan Aqu
aduhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!