"Tolong jangan tinggalkan aku! dan jangan pernah pergi lagi dari hidup aku!"
"Aku akan mencoba untuk menerima kamu dan berusaha mencintai kamu!"
"Bodohnya aku sudah menyia nyiakan wanita seperti kamu, aku tidak pernah anggap kamu ada di sisi aku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon via Amel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29. gerebek
"terus kenapa kamu melarang aku memberitahu ibu?" tanya Rendra
"karena aku tidak mau nanti ibu berfikir yang tidak tidak sama aku" jawab Sarah
"terserah kamu setuju apa tidak, yang pasti aku akan memberitahu ibu nanti, karena aku akan menginap di sini untuk beberapa hari, sampai kamu mau ikut aku kembali pulang ke rumah."kata Rendra
"Tidak bisa begitu dong mas!" jawab Sarah
"Kenapa tidak bisa? ingat ya Sarah kamu ini masih istri aku, dan aku juga masih suami kamu. jadi kamu tidak boleh melawan apa kata suami kamu." kata Rendra penuh percaya diri
"maaf mas! sepertinya aku sudah tidak bisa lagi untuk berpura pura menjadi istrinya mas Rendra, akan lebih baik jika mas Rendra menceraikan aku saja." jawab Sarah
"Sarah! Tolong beri aku satu kali kesempatan, aku akan perbaiki semuanya, aku minta maaf untuk masalah yang kemarin, aku benar benar sudah di jebak oleh Fina dan teman temannya. Mereka memasukkan obat kedalam minumanku dalam dosis yang cukup tinggi, sehingga aku tidak sadarkan diri untuk beberapa hari. Kamu harus percaya sama aku, aku sudah tidak mempunyai rasa apapun sama Fina, a..aku.. Aku hanya..." kata Rendra
"hanya apa mas?" tanya Sarah, penasaran
"Aku hanya cinta sama kamu, entah sejak kapan rasa itu tumbuh di dalam hati aku, dan aku baru sadar saat kamu pergi meninggalkan aku. Aku cinta sama kamu sar," kata Rendra yang berusaha mengungkapkan apa yang selama ini dia rasakan, sudah sangat lama Rendra memendam rasa ini, tetapi dia belum memiliki waktu yang tepat untuk mengungkapkannya kepada Sarah.
Deg
Seketika jantung Sarah seperti berhenti berdetak. Sarah benar benar tidak menyangka jika Rendra diam diam mencintai dirinya, mengingat Rendra memiliki sikap yang dingin seperti es balok terbuka dia menyimpan rasa cinta kepada Sarah. Sarah tidak tahu lagi harus menjawab apa, karena sepertinya Sarah juga memiliki rasa yang sama dengan apa yang di rasakan Rendra, dan bahkan semua wanita jika bertemu dengan Rendra pasti juga akan langsung jatuh cinta kepada Rendra.
"sar! Sarah!" panggil Rendra , yang membuat Sarah tersadar dari lamunannya
"i..iya mas" jawab Sarah, gugup
"lupakan saja perkataanku tadi, jika itu membuat kamu tidak nyaman, tetapi untuk saat ini tolong kamu jangan minta untuk mengakhiri pernikahan kita ya. Aku masih belum bisa jauh dari kamu." kata Rendra
"embb... Sebenarnya aku juga cinta sama mas Rendra, makanya aku pergi waktu itu, aku ingin menenangkan diri, aku tidak bisa menahan diri untuk melihat mas Rendra bersama dengan Fina." jawab Sarah jujur
"benarkah?" tanya Rendra, yang sangat bahagia mendengar jawaban dari Sarah, dan langsung memeluk tubuh Sarah
"humb" jawab Sarah mengganguk
"Aku minta maaf atas kejadian kemarin, aku janji tidak akan membuat kamu sakit hati dan kecewa lagi. Tolong maafkan aku ya?" kata Rendra
Sarah tidak menjawab perkataan Rendra, dia hanya membalas pelukan dari Rendra.
Dan akhirnya kedua pasangan itu saling berpelukan untuk melepas rindu, mereka sangat lega karena sudah bisa mengungkapkan apa yang mereka pendam selama ini.
Sampai akhirnya mereka tersadar jika ada suara langkah kaki yang hendak masuk kedalam rumah.
sarah pun melepas pelukan Rendra dan duduk sedikit menjauh dari Rendra.
Mereka berdua menoleh kearah pintu untuk melihat siapa yang datang, dan ternyata itu adalah Sinta dan ibu Yani.
"ibu sudah pulang?" tanya Sarah
"sudah Sar, oh iya nak Rendra kalau mau istirahat bisa tidur di kamarnya Sarah, nanti Sarah biar tidur sama saya." kata ibu Yani
"iya bu, terima kasih. Dan sebenarnya saya ingi bicara sesuatu hal sama ibu," kata Rendra
"bicara sama ibu? Ada apa ya?" tanya ibu Yani penasaran lalu duduk di kursi depan Sarah
"saya minta maaf, karena baru sekarang memberitahu ibu tetang hal ini, dan saya juga minta maaf karena sudah menikahi anak ibu dengan lancang, tanpa meminta restu kepada ibu." kata Rendra
"maksud nak Rendra?" tanya ibu Yani yang masih bingung dengan perkataan Rendra
"Sebenarnya saya dan Sarah sudah menikah satu bulan yang lalu, dan itu terjadi dengan sangat mendadak, saya benar benar minta maaf bu" jawab Rendra
"kenapa? Apa Kalian kena gerebek warga? Apa jangan jangan Sarah ham.." kata ibu Yani
"Aku masih perawan bu, tidak hamil duluan." Jawab Sarah memotong perkataan ibu Yani
"iya bu, kita kena gerebek warga, karena saat itu para warga melihat kita sedang berpelukan, padahal sebenarnya saya menolong Sarah karena jatuh." jawab Rendra yang tiba tiba memiliki ide yang konyol, karena tidak mungkin juga jika Rendra memberitahu yang sebenarnya, jika awal mereka menikah karena perjanjian nikah kontrak
"Astaga Sarah, kamu ini benar benar ceroboh, lihat dari hasil kecerobohan kamu, merugikan orang lain kan? Sampai dia harus terpaksa menikahi kamu." kata ibu Yani yang merasa tidak enak dengan Rendra karena kecerobohan anaknya
"Saya tidak terpaksa kok bu, saya benar benar tulus menikahi Sarah, saya mencintai Sarah, dan ini bukan salah Sarah kok bu, tolong jangan marahi dia" jawab Rendra, membuat Sinta terkejut dan ikut bergabung duduk di samping ibu Yani
"Bersyukurlah kamu sar, mendapatkan suami yang perhatian, tampan, dan juga baik. Ibu merestui pernikahan kalian, karena yang menjalani kan kalian, jadi ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kalian." kata ibu Yani
"terimakasih bu, ibu sudah mau menerima saya sebagai menantu ibu?" jawab Rendra
"Sarah, jangan bilang kamu pulang kerumah karena kabur dari suami kamu?" tanya ibu Yani
"ti..tidak bu" jawab Sarah berbohong
"terus, kenapa kamu tidak memberitahu ibu mengenai pernikahan kamu." tanya ibu Yani
"saya yang meminta Sarah untuk tidak memberitahu kepada ibu, karena saya sendiri yang ingin langsung bicara sama ibu, mengenai Sarah yang pulang duluan kesini, itu karena saya masih ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan, tetapi Sarah ngotot ingin pulang duluan karena sudah sangat rindu kepada ibu dan adik adiknya." jawab Rendra, yang tidak ingin ibu Yani curiga, karena Sarah tidak bisa mencari alasan
"Sepertinya Rendra sangat pintar mencari alasan, sebaiknya aku harus lebih hati hati padanya. Agar dia tidak bisa membohongi aku" gumam Sarah dalam hati
"kalau kalian menikah satu bulan yang lalu, kenapa Sarah bilang kalau dia masih perawan? Apa Sarah tidak mau melayani nak Rendra?" tanya ibu Yani dengan polosnya
Rendra dan Sarah tidak bisa menjawab pertanyaan ibu Yani, mereka hanya bisa saling tatap dengan muka kebingungan.
"hahahha. Ibu hanya bercanda kok, ibu tau yang di maksud Sarah tadi pas kepergok warga kan, kalau sekarang pasti dia sudah tidak lagi. Iya sudah kalian istirahat dulu sana, kalian tidak langsung pulang kan?" kata ibu Yani
"kita pulang besok bu," kata Rendra