cerita rahasia masa lalu Nadira yang mengubah jati dirinya dari orang orang masa lalunya.
"kembalilah jika ingin mengubah segalanya"
~Vian~
"semuanya tak semudah seperti yang kalian katakan"
~Nadira~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon celye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 (sarapan bersama)
...Happy reading all........
"Kenapa kamu tau kalau mommy udah balik lagi?" Tanya Bella begitu penasaran, juga dengan Cilla yang masih belum bergerak dan ingin mendengar alasan anaknya itu.
"Nggak tau aunty, cuma shaka ikut aja sama Daddy." Polos Shaka membuat bella tercengang dan Cilla yang menahan napas sesak.
"Kak, ini kasih celana dulu, yang tadi udah kotor." Cilla langsung datang seolah tak tau tentang apa yang di obrolkan Bella dan Shaka tadi.
"Iya sini." Bella menyambut baby Zerina yang sudah merentangkan tangannya pada bella.
"Shaka mau sarapan apa sayang? Bicara mommy bikinin." Cilla mengusap sambut shaka sayang setelah Bella pergi ke kamar untuk mengganti pakaian baby Zerina.
"Mommy bisa masak?" Tanya Shaka tak yakin karen tampang Cilla yang tak meyakinkan.
"Ya bisa dong, mommy kamu ini bisa masak banyak macam mie instan." Bangga Cilla pada dirinya sendiri dengan bercanda.
"Tuh kan." Shaka mendengus, sudah di bawa terbang tinggi di jatuhkan lagi.
"Ya nggak dong mommy hanya bercanda, Shaka mau mommy masakin apa?" Tanya Cilla dengan mencium gemas pipi Shaka membuat Shaka cemberut karena Cilla yang belum cuci muka.
"Mommy jangan cium cium, mommy belum cuci muka." Shaka cemberut dengan mengusap pipinya membuat Cilla tergelak melihat reaksi Shaka.
"Sorry boy." Cilla memeluk Shaka gemas.
"Jadi, Shaka mau sarapan apa?" Tanya Cilla membuat Shaka berpikir.
"Sandwich aja mom, lagi pengen makan sandwich." Shaka berucap dengan mata yang berbinar binar pada Cilla.
"Okay." Cilla riang.
"Tunggu sebentar ya, mommy bikin dulu." Cilla pamit sebelum melipir ke dapur membuat sarapan untuk anaknya.
Sedangkan sarapan untuk Bella dan Steven, itu sudah di pesan oleh Bella lewat pesanan online karena Steven yang tiba tiba ingin makan makanan western dan Bella yang sedang sangat malas membuatnya.
Setelah beberapa menit di dapur Cilla memanggil Shaka yang masih bermain.
"Ayo kita makan." Ajak Cilla pada Shaka dengan mengiring Shaka ke meja makan.
Tak lama setelah Shaka duduk Steven, Bella dan baby Zerina datang dengan membawa beberapa makanan yang baru di antar.
Mereka makan dengan menu masing masing namu dengan penuh canda tawa menghiasi pagi ini.
"Shaka ini nggak papa bolos sekolah lama?" Tanya Bella yang heran melihat Shaka yang selalu bolos sekolah.
"Daddy udah minta izin sama guru Shaka aunty, Shaka mau sama mommy selagi mommy juga nggak masuk kantor." Terang Shaka membuat Cilla yang mendengar itu merasa bersalah dan juga merasa terharu mendengarnya.
"Oma kamu nggak marah?" Tanya Bella dengan hati hati sambil melirik Cilla yang sudah terlihat tegang bersiap mendengar jawaban sang anak.
"Nggak tau, soalnya semuanya Daddy yang urus aunty." Shaka membuat badan Cilla sedikit lemas mendengarnya.
"Aku akan di maki lagi." Batin Cilla ketakutan.
Bella yang melihat Cilla terlihat gelisah menghela napas sedikit berat karena Cilla masih belum bisa untuk membuat rasa takut nya pada oma Lia.
"Shaka mau jalan jalan nggak nanti sama aunty?" Tanya Bella mengalihkan pembicaraan.
"Mau tapi sama baby Zerina juga aunty, mommy juga." Terang Shaka.
"Uncle nggak kamu ajak?" Tanya Steven dengan suara yang di buat menyedihkan.
"Uncle kan kerja." Shaka bingung.
"Ya ngga papa kan libur satu hari doang." Steven ingin ikut.
PLAK
"Duh baby, kok Daddy di pukul hmm?" Steven terkejut saat Beby Zerina yang ada di pangkuannya
memukul lengan kekarnya.
"No no! Kja ddy kja!" Protes baby Zerina dengan tidak jelas ingin menyuruh Steven tetap pergi bekerja.
"Iya baby Daddy kerja kok." Steven mencium pipi gembul baby Zerina membuat baby Zerina langsung menangis karena tidak suka di cium Steven.
"Duh, sini sama mommy." Bella mengambil baby Zerina yang menangis sambil merentangkan tangannya pada Bella.
"Cul cup cup sayang, biar nanti mommy suruh daddy cukur brewok nya." Ucap Bella membuat Steven spontan mengusap rahangnya yang di tumbuhi brewok.
"Memangnya nggak risih uncle?" Tanya Shaka dengan terus memandang brewok Steven.
"Nggak malahan uncle tambah ganteng kalo kayak gini sampai aunty kamu ke semsem sama ketampanan uncle." Bangga Steven membuat Cilla ingin muntah mendengarnya dan Bella yang tak memperdulikan kata kata Steven itu.
Memang benar Bella mau menerimanya dengan syarat dia harus memiliki brewok agar terlihat lebih sedikit dewasa.
"Tapi menurut Shaka uncle kok nggak ganteng ya, malahan Daddy Shaka lebih ganteng." Ucap polos Shaka membuat Steven melunturkan senyum bangganya dan menatap Cilla sinis karena mulut Shaka pasti sudah menurun dari Cilla.
"Good job sayang." Bangga Cilla pada Shaka membuat Shaka tersenyum lucu di mata Cilla.
"Udah hampir jam tujuh kamu nggak mau berangkat kerja hon?" Tanya Bella yang melihat Steven masih betah duduk bersama mereka.
"Astaga aku hampir lupa Hon, aku pamit dulu." Steven tersadar kala Bella mengingatkan nya.
Steven berdiri dari duduknya dan cilla yang langsung menutup mata Shaka karena Steven yang mengecup singkat bibir Bella Tama tau tempat.
"Kenapa mata Shaka mommy tutup?" Tanya Shaka bingung.
"Nggak papa, soalnya tadi ada penampakan nanti mata suci kamu tercemar." Asal Cilla membuat Bella sedikit malu mendengarnya karena dia tau Cilla sedang menyindir nya.
"Penampakan sama mata yang tercemar apa hubungannya mom?" Bingung Shaka menatap Cilla.
"Ya ada." Cilla meraih gelas susu yang sudah di buatnya.
"Tapi apa--"
"Nih minum susu kamu, setelah itu siap siap kita pergi jalan." Cilla lebih dulu memotong ucapan Shaka membuat Bella yang mendengar itu tertawa karena Cilla yang kebingungan menjawab pertanyaan sederhana dari Shaka.
Baby Zerina menatap mommy nya dengan bingung karena terus tertawa membuatnya juga ikut tertawa lucu menampilkan giginya yang sudah tumbuh.
Pukul sembilan para mommy mommy muda itu baru siap dan langsung berangkat menuju salah satu rumah sakit untuk menemani Cilla.
Tiba di poli kejiwaan Cilla langsung di panggil masuk oleh seorang suster.
"Aunty, kenapa kita kesini? Mommy sakit lagi ya?" Tanya Shaka dengan sedih juga bingung karena tempat yang berbeda dari biasanya.
"Mommy kenapa aunty? Kenapa Shaka nggak boleh temenin mommy di dalam?" Tanya Shaka yang hendak menangis.
"Mommy nggak kenapa kenapa kok Shaka, Shaka tenang ya mommy cuma bentar." Bella menenangkan Shaka yang matanya sudah berkaca kaca menatap penuh sedih ke arah pintu ruangan yang di masuki Cilla tadi.
"Tapi kenapa mommy nggak mau Shaka temenin?" Tanya Shaka dengan lirih suara yang bergetar menahan tangis.
"Di dalam anak kecil nggak boleh masuk sayang." Bella mencoba memberi alasan yang semakin tak di terima oleh Shaka.
Bella mend*esah menyesal telah mengajak anak anak untuk menemani Cilla.
Bahkan seharusnya mereka sekarang sudah berada di mall untuk bermain bukan di rumah sakit, dan salahkan saja Bella yang pelupa jika lagi ini ada jadwal kontrol Cilla.
...To be continued....