Indonesia
NovelToon NovelToon
So Who Did Is?

So Who Did Is?

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Bullying dan Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Gywnee

Seorang wanita bernama Fumika yang harus menerima cacian, makian, dan bullyan karena tuduhan terhadap kakaknya. Ayahnya meninggal karena stress dengan memikirkan anak sulungnya dan Fumika harus bertahan hidup sendirian di usianya yang masih muda.
Dia berusaha merubah dirinya menjadi lebih kuat, untuk membalas dendam ke orang-orang yang telah menyakitinya dan keluarganya.
Tujuan utamanya adalah membuktikan jika kakaknya tidalah bersalah atas tuduhan itu.
Bagaimana perjuangan Fumika, apa dia bisa merubah keadaan hidupnya dan kakaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gywnee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

"Kau ini ngapain?" Tanya Alvan dengan heran, dia membawa lilin yang sudah dia nyalakan dan dia jongkok didepan Mika yang tersungkur di lantai itu.

"Petir besar tadi, kau tahu suasananya benar-benar kayak di film horor," Jawab Mika dengan heboh. Alvan menghela nafas, lalu dia duduk di sofa dan Mika ikut duduk di samping Alvan. Alvan menaruh lilin itu di meja.

"Yang horor itu kau. Rambut panjang mu kayak hantu!" Ucap Alvan dengan dingin.

"Iya kah? mungkin terlalu panjang. Rambut panjang tidak pantas untukku kan ya?" Tanya Mika dengan sedih.

"Pantas." Jawab Alvan. Mika menoleh ke Alvan dengan senang.

"Iya kah?" Tanya Mika dengan senang, Alvan diam dan memalingkan wajahnya. Lalu Alvan menoleh ke siku Mika yang memar itu, dia kesal karena selalu saja di tubuh Mika ada lukanya.

"Kau ini kenapa selalu terluka sih?" Tanya Alvan dengan kesal.

"Hm? kau bilang apa? aku tidak dengar??" Tanya Mika dengan penasaran. Alvin diam dia tidak menjawab apapun.

"Alvan aku...aku merasa senang karena kau jadi teman ku loh," Ucap Mika sambil tersenyum.

"Berapa kali kau bilang begitu," Ucap Alvan dengan nada dingin.

Mika terkekeh, "Pokoknya aku merasa hidupku tidak hampa lagi karena aku merasa punya teman, semenjak kakak ku pergi banyak orang yang menjauhiku, mereka membully ku dan menyuruhku pergi karena mereka bilang jijik denganku, aku benar-benar kesal dengan mereka saat itu, tapi aku berpikir jika aku tidak boleh dekat-dekat dengan orang lagi, intinya aku tidak mau membangun hubungan dengan siapapun lagi. Aku kesal dan marah dengan keadaan...kakak ku tidak melakukan apapun tapi dia tuduh orang itu..." Mika meneteskan air matanya saat berbicara, sedangkan Alvan hanya diam mendengarkan.

"Ah maaf Alvan aku bicara apa sih....aku ngantukk..." Ucap Mika sambil mengusap air matanya lalu dia menyender di bahu Alvan dan dia tidur. Alvan hanya diam, tapi dia juga merasakan kesedihan, kehampaan yang Mika alami selama ini. Setelah itu Alvan merebahkan Mika, dan dia mengambilkan Mika selimut. Dan setelah lampunya menyala, Alvan mengambil salep untuk mengoleskan ke siku Mika yang memar karena jatuh tadi, Alvan jongkok di samping Mika.

Ada apa denganku ini? kenapa aku merasa ingin melindungi dia....sadarlah Alvan itu bukan urusanmu!. (Batin Alvan).

Keesokan harinya, Mika pulang pagi sekali dari rumah Alvan karena dia harus mengganti baju dan menyiapkan buku untuk pelajaran hari ini, setelah itu dia berangkat ke sekolah dengan wajah ceria, dan hari ini Mika menggerai rambutnya karena dia senang mendengar ucapan Alvan jika dia pantas dengan rambut panjangnya.

Alvan melihat Mika yang berjalan di depannya, dia tersenyum kecil melihat penampilan baru Mika. Tapi Alvan tidak mau menyapanya dia ingin diam hari ini.

Mika duduk di bangkunya sambil membaca buku, dan tiba-tiba cewek-cewek yang sering menggaggunya datang.

"Kau pacaran sama Alvan?" Tanya salah satu dari mereka.

"Tidak." Jawab Mika dengan acuh. Lalu salah satu dari mereka memukul kepala Mika dengan keras.

"Sok banget sih, uhhhh rambut panjang mu bagus juga ya..." Ucapnya sambil menjambak rambut Mika, lalu Mika memegang tangan cewek itu dan menikamnya dengan keras, "Awhh sakit bodoh!" Bentaknya dengan kesal.

"Pergi!" Tegas Mika dengan kesal, lalu dia melepaskan tangan cewek itu dan cewek itu menatap Mika dengan kesal.

"Lihat saja nanti!" Geramnya lalu mereka pergi. Dan Dita ke bangku Mika.

"Mika baik-baik saja kamu?" Tanya Dita dengan cemas. Mika mengangguk tersenyum.

"Mika maaf ya aku tidak bisa membantu mu apa-apa..." Ucap Dita dengan sedih.

"Tidak apa-apa," Jawab Mika sambil tersenyum, Dita mengangguk tersenyum.

"Mika kamu cantik dengan rambut panjang mu," Puji Dita.

"Iya kah? makasih ya Dita," Ucap Mika sambil tersenyum.

Apa Alvan akan memujiku juga hari ini? (Batin Mika).

Setelah jam pelajaran selesai, Mika keluar kelas karena mau bertemu dengan Alvan, dia ingin menunjukkan penampilannya hari ini, tapi saat Mika di depan kelas Alvan dia tidak melihatnya disana, dia mencari di kantin tidak ada, dan di ruang taekwondo juga tidak ada.

"Kemana dia," Gumam Mika dengan heran.

"Mika," Panggil Dita dengan wajah cemas.

"Iya?" Tanya Mika.

"Alvan mencari mu di gedung olahraga." Ucap Dita, Mika menatap Dita dengan tajam, dia yakin itu jebakan untuknya. "Di gedung olahraga?" Tanya Mika.

Ruang guru. Alvan keluar dari ruang guru dengan wajah sedih. Lalu dia menghela nafas dengan kesal.

"Mama kenapa tidak bilang apa-apa padaku," Gumam Alvan dengan kesal.

Lalu Mika masuk ke gedung olahraga, saat Mika masuk Dita langsung menutup pintunya dari luar.

"Maaf Mika," Ucap Dita dengan sedih.

Mika menghela nafas, "Mereka ini." Gumamnya dengan kesal.

"Hallo FuMika," Sapa cewek sekelas Mika. Dan tiba-tiba dari belakang kaki Mika di tendang sampai Mika jatuh di lantai. Dan hampir 1 kelasnya ada disini kecuali Dita.

"Mika, maaf tapi kami semua muak dengan mu," Ucap salah satu dari mereka.

"Berani-beraninya kau yang mewakili pertandingan taekwondo di sekolah lain?" Ucap cowok itu dengan kesal.

"Dan kau sok-sokan dekat sama Alvan, kau tahu Alvan terlalu bagus untuk ukuran cewek seperti mu." Sahut cewek itu.

"Dan juga apa kau menjual diri ke wali kelas sampai nilai mu tidak pernah turun sejak kelas 1 dulu," Sahut lainnya.

Mika berdecih tersenyum, "Pengecut, beraninya keroyokan! kalau kalian membenciku karena itu maaf aku tidak bisa berkata-kata apapun karena memang kenyataannya kalian cuma sekumpulan kecoa yang tidak berguna!" Ucap Mika dengan kesal. Mereka semakin geram dengan Mika, dan mereka mengeroyok Mika, tentu saja Mika tidak bisa melawan balik karena dia hanya seorang diri.

"Rambut mu itu jelek," Ucap cewek itu dengan kesal, lalu mereka tetap menyiksa Mika lalu....

BRAKKKK!!!!!

Mereka menoleh ke arah pintu itu dan melihat ada guru olahraga disana.

"Kalian ini ngapain???" Teriak guru itu dengan kesal karena melihat keadaan Mika.

"Pak kita cuma main-main kok," Jawab salah satu dari mereka.

"KALIAN SEMUA IKUT SAYA KE KANTOR!" Teriak guru itu dengan kesal. Lalu Alvan datang karena Dita yang memanggilnya.

"Mika kamu juga," Ucap guru itu.

"Bapak sebaiknya urusi mereka dulu, mereka ini sering mengganggunya. Mika saya yang urus!" Ucap Alvan.

"Baiklah kalau begitu," Jawab guru itu lalu mereka semua berjalan keluar dan Alvan tidak menatap mereka sama sekali. Setelah mereka keluar Alvan jongkok di depan Mika, dan Mika menundukkan kepalanya. Alvan melihat potongan rambut Mika yang berserakan di lantai dan lagi-lagi tubuh Mika memar.

"Mika," Ucap Dita sambil meneteskan air matanya. Mereka memotong rambut panjang Mika sampai diatas bahu, bukan hanya itu mereka juga menggunting asal seragam Mika. Dan Mika hanya diam dan menundukkan kepalanya. Alvan hanya diam dan menatap Mika.

"Teman sekelas mu? anak-anak kelas lain 4 cowok itu? anak-anak cewek dari kelasku? mereka semua yang mengganggu mu?" Tanya Alvan. Mika mendongak ke Alvan, dia terkejut bagaimana bisa Alvan tahu jika mereka semua yang mengganggunya.

"Iya atau bukan?" Tanya Alvan dengan geram.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!