Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Sang CEO Tampan

Cinta Sang CEO Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ansifa

Tak pernah terpikir dalam benak seorang Prisia Narendra jika dia harus bekerja dengan bos yang super duper menyebalkan.

Apalagi bosnya itu selalu bersikap aneh, dan selalu seenaknya sendiri tanpa mempertimbangkan orang lain.
Ancaman dan ancaman terus yang Selalu diberikan Seorang Bryan Teeradon padanya, ancaman akan hukuman yang sangat merugikan bagi seorang wanita. Ciuman paksa yang akan diberikan oleh Bosnya itu.

Terkadang Bryan memikirkan apakah ia dengan Prisia dipertemukan takdir yang selalu mengikat. Mereka sebelum menjadi atasan dan bawahan pernah bertemu dalam kondisi yang tidak menyenangkan pertemuan di bandara yang membuatnya harus marah karena wanita itu menumpahkan kopi dibajunya dan pertemuan kedua saat mereka dikantor menjadi bos dan sekertaris. Niat hati Bryan ingin balas dendam pada wanita itu yang telah membawa kopernya yang berisi aset berharga seorang pria, tetapi berjalannya entah kenapa rasa dihati muncul mengusik niat awal yang begitu menggoyakan jiwanya yang sebelumnya telah terisi sebuah nama..

Bagaimana kelanjutannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ansifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 29

Pagi ini Bryan bangun dengan malas, ia bangkit dari tidurnya dengan malas-malasan. Berjalan kearah tirai besar yang menutupi jendela Apartemen miliknya. Membuka tirai itu, sehingga mempunyai ruang untuk cahaya masuk kedalam kamar miliknya. Seperti biasa suasana Apartemennya tampak sepi, maklum hanya tinggal sendiri. Sebenarnya Bryan memiliki rumah di Indonesia, tapi ia malas pergi kerumahnya. Di Sana ada orang tuanya yang terus-menerus menanyakannya dirinya untuk segera menikah, pasti hal itu terus yang mereka tanyakan setiap saat ketika Bryan pulang ke rumah. Sehingga Bryan memutuskan untuk membeli Apartemen saja dan tinggal di sana.

Bryan berjalan keluar kamar menuju dapur, saat sampai di depan kulkas ia membuka kulkas itu mengambil sebotol air dan meminumnya. Entah kenapa tiba-tiba saja ingatannya menjurus pada tadi malam saat sekertaris nya pulang bersama laki-laki lain padahal dia sudah mengajak sang sekertaris untuk pulang bersama. Sayang perempuan itu menolaknya, rasanya saat mengingat itu semua membuat kesalnya seakan menjalar ke ubun-ubun. Bryan meremas botol plastik itu kuat-kuat, menahan emosi atas kekecewaan dirinya semalam.

"Bagaimana bisa perempuan itu menolak ku semalam? " kata Bryan pada dirinya sendiri sambil menaruh kerah botol itu di meja dapur.

Matahari sudah semakin tinggi, Bryan tidak mau membuang waktu berharganya untuk memikirkan sesuatu yang merusak pikirannya pagi-pagi begini. Dia memutuskan untuk berjalan ke kamar mandi, membersihkan dirinya lalu segera berangkat ke kantor. Melihat sebagaimana sekertaris nya itu bisa bahagia ketika lepas darinya kemarin.

Lima belas menit berlalu Bryan sudah selesai mandi, ia bergegas berganti pakaian. Memakai kemeja putih dan jas berwarna biru dongker menambah tingkat ketampanan dirinya semakin naik. Bryan berdiri didepan cermin melihat setelan rapi yang ia gunakan, ditambah rambut klimis yang membuatnya semakin hot untuk menggugah nafsu para kaum hawa. Merasa begitu tampan dirinya membuat seulas senyum menawan nan penuh kebanggaan menghiasi bibirnya itu.

Selesai bercermin, ia melangkah keluar kamar. Saat membuka pintu hidungnya yang tajam mencium sesuatu yang begitu menggugah selera, langsung membuat perutnya keroncong. Tidak seperti biasanya perutnya tampak keroncong seperti ini, dan yang paling aneh kenapa tiba-tiba saja di apartemen miliknya tercium aroma sedap makanan. Mana ada makanan pagi hari di Apartemen miliknya,? siapa yang membuat pikir Bryan.

Tak mau terus bertanya-tanya tentang siapa yang telah membuat makanan di dapur miliknya. Bryan segera bergegas mendekat mengikuti indra penciumannya yang semakin dekat mencium tajam bau makanan.

"Pantas saja, ada aroma makanan ini" kata Bryan saat sudah sampai di meja makan dan melihat seorang perempuan paruh baya tengah menata piring dimeja.

"Mama ngapain sih kesini" kata Bryan malas sambil menarik kursi untuk ia duduki.

"Jam segini baru selesai mandi, gimana bisa dapet istri" kata Rossa membahas pembicaraan lain. Daripada menanggapi Mamanya.

"Bahas itu lagi" Bryan tampak lelah menanggapi perkataan ibunya. Yang selalu saja membahas istri, istri dan istri terus dalam setiap pembicaraan mereka ketika bertemu.

"Kamu kalau nggak mau mama bahas itu, ya bawa calon istri kamu ke Mama" Rosa menyendokkan nasi ke piring anaknya.

"Kak Nadin, apa tidak bilang sesuatu ke mama" kata Bryan sambil mengambil sepotong paha ayam didepannya.

"Bilang, Tapi mama gak percaya. Sebelum mama ketemu sendiri sama orangnya. Soalnya kamu sering kali membohongi kakak kamu dan kakak kamu percaya-percaya saja sama omongan kamu"

Bryan menghela nafas kasar, dia sudah malas berdebat dan berbicara seperti ini dengan Mamanya. Percuma saja Mamanya pasti masih tidak percaya sebelum melihat sendiri dan tahu sendiri.

"Kapan Mama datang? "tanya Bryan mengalihkan pembahasan pada akhirnya.

"Saat kamu masuk kamar tadi" jawab Rosa yang langsung menarik kursi didepan anaknya dan mendudukkan bokongnya disitu.

Mereka berdua hanya diam tidak ada pembicaraan di meja makan. Bryan terus saja makan tidak ingin mengobrol lagi, ia ingin segera selesai makan dan berangkat ke kantor. Dia sudah kesiangan dan tidak ingin semakin kesiangan dengan berdebat serta berbicara dengan ibunya yang terus saja membuat dirinya berfikir keras.

Sementara Rosa tidak makan dia hanya memperhatikan putranya itu cemas-cemas prihatin. Tentu saja dia berfikir seperti itu selama ini dia tidak pernah tahu Bryan menjalani hubungan dengan siapa, dulu dia mengira Bryan menjalin hubungan dengan Lena tapi saat ditanya Bryan menjawab mereka hanya berteman. Dan Bryan mengatakan dia dekat dengan Lena karena disuruh Raka, Raka yang mencintai Lena. Makanya Rosa selalu berfikir anaknya itu normal atau tidak, ya maklum pikiran seorang ibu kan selalu paranoid terhadap anaknya.

"Kenapa melihatku seperti itu? " Bryan menyadari sedari tadi ibunya memperhatikannya saja.

"Jangan berpikiran aneh dengan anakmu sendiri Ma" kata Bryan kesal. Ia langsung menghentikan acara makanya, meraih gelas yang berisi minuman dan langsung mendorong kursi ke belakang, ia telah selesai makan dan akan segera pergi.

"Pokoknya mama, nggak mau tahu dua hari lagi kamu bawa wanita kehadapan Mama di acara kakak ipar mu. Mengerti " Teriak Rosa saat anaknya itu sudah berjalan pergi memasukkan sebelah tangannya ke saku.

Bryan hanya mengangkat kedua tangannya, tanpa berbalik melambaikan tangan tanpa melihat Mamanya yang seperti frustasi dengan dirinya.

°°°°°

"Saya rasa cukup tentang presentasi yang telah perwakilan perusahaan anda sampaikan" Bryan diam sebentar untuk melanjutkan ucapannya.

"Baiklah, terimakasih atas kerjasama yang anda tawarkan. Mari kita saling bekerja sama" kata Bryan pada akhirnya. Ya Bryan kini tengah memimpin rapat antara Perusahaannya dan Hadi raksa sebuah perusahaan milik negara. Kolega bisnis itu tersenyum, menyalami tangan Bryan yang lebih dulu terulur. Bryan balik tersenyum terpaksa, karena saat ini pikirannya tengah bercabang entah kemana dia sendiri saja bingung sedari tadi. Dan pandangannya terus saja tidak fokus menatap orang didepannya malah fokus penglihatan dirinya hanya tertuju pada sang sekertaris yang sibuk membalikkan berkas untuk di tandatangani oleh pihak Hadi Raksa.

"Terimakasih pak atas kerjasama nya" Mereka langsung bangkit dari duduknya saat semua berkas telah selesai di tanda tangani oleh kedua belah pihak.

Bryan mengangguk dan tidak terlalu merespon mereka. Sudah dibilang saat ini fokusnya hanya satu tertuju pada Prisia yang tersenyum ramah di pintu mengantar para perwakilan perusahaan Hadi Raksa keluar.

"Bapak mau makan sesuatu?, Soalnya habis istirahat ini bapak bakal ada pertemuan lagi dengan pihak Suryatama grup pak" Prisia yang tadi berada di depan pintu berjalan kearah Bryan duduk menghampiri laki-laki itu yang tengah memandang dirinya. Prisia tertegun sekilas, berjalan kikuk mendekat kearah Bryan. Menanyai pria itu.

"Kamu mau makan apa? " Bryan malah balik bertanya, membuat Prisia bingung untuk menjawab.

"kenapa diam, jawab saja kau mau makan apa? " kata Bryan lagi membuat Prisia tersadar dari ke ter diaman nya.

°°°

T.B.C

1
ira
cie Bryan cemburu 🤣🤣🤣
ira
nah takut jg Bryan d tgl plng Prisia🤣🤣🤣
ira
awalnya pacar pura-pura tahunya jadi beneran 🤣🤣🤣
ira
perasaan suka itu namanya 😁🤭
ira
Rasya ini adik rasa kakak ya🤣🤣
ira
cemburu ya Bryan 😁🤣
ira
apa mungkin sia mau d jodohkn ya
ira
Baru kali ini ada CEO santai banget 😁😁
ira
cie Bryan ngaku² jdi pacarnya sia🤣🤣🤣
ira
seharusnya jngn kata tolol itu kasar bnget knp tdk kata bodoh aja yg d gunakan Thor 😁
ira
ternyata perduli kh s Bryan kpd sia😁😁
ira
masih nyimak alurnya
ira
seru nih bakal ada ribut² nya
ira
kalian berdua akan bertemu kembali lagi 🤣🤣🤣
ira
baru mampir 😁 seperti nya seru jg cerita nya
Yhuyun Bima
selamat pak bryan anda sebenar lagi akan menjadi bapak.
Yhuyun Bima
itu tndany cinta banget sama sia
Yhuyun Bima
mantap sia semoga cepat hamil lagi.../Joyful//Joyful//Joyful/
Mensi Siti
maaf Thor. sedikit koreksi. Labuan bajo bukan labuhan🙏
Sastri Dalila
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!