Vony gadis lugu dari pedesaan, muda dan cantik. ia di jual oleh bibinya dan menikah dengan pria duda bernama Hades Prawira yang menderita impoten.
Setelah menikah Vony justru iba dan berjanji akan membantu Hades untuk sembuh. di tengah pernikahan Vony tahu jika yang membuat Hades impoten adalah mantan istrinya sendiri Kasandra. Wanita itu sengaja menyuntikan obat khusus berdosis tinggi pada Hades hingga menyebabkan ia menderita impoten.
Mampukan Vony mengembalikan keperkasaan Hades serta meluluhkan hati pria yang sedingin salju itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 Undangan
Beberapa hari ini Vony sibuk di kampus bersama teman-temannya untuk menyiapkan sebuah pertunjukan drama di atas panggung. pertunjukan kali ini, Vony akan berperan sebagai pemeran utama wanita. ia adu akting dengan teman sekelasnya bernama Dikta. keduanya sudah menghapal naskah dan memerankan dalam gladi bersih malam ini.
Setelah selesai gladi bersih, semua kru dan para pemain teater berkumpul di atas panggung. mereka berharap pertunjukan besok lancar dan tidak ada gangguan apapun. semua saling bergandengan tangan berdiri melingkar lalu berdo'a sesuai keyakinan masing-masing.
Setelah selesai latihan, Vony duduk menunggu taksi yang sudah ia pesan. di tangannya menggenggam sebuah undangan VIP untuk pertunjukan besok.
Undangan itu tentu untuk Hades. tapi Vony ragu Hades bisa datang. Hades terlihat sibuk sekali bahkan akhir-akhir ini ia pulang larut malam. sudah dua hari Vony tidak bertemu Hades di meja makan. setiap Vony mau berangkat ke kampus, Hades sudah lebih dulu berangkat ke kantor. lalu malamnya Hades pulang ketika Vony sudah tertidur lelap.
Taksi tiba, Vony segera masuk ke dalam mobil. di sepanjang perjalanan pulang, Vony terus mengingat Hades.
Apa aku jatuh cinta padanya? apa aku benar-benar mencintai pria dingin itu?
Vony hanya bisa menerka perasaannya sendiri. Hades tak pernah memberi Vony kesempatan untuk mendekati dirinya. bahkan sampai hari ini mereka masih tidur terpisah di kamar masing-masing.
Mungkin Kasandra benar, secepatnya Hades akan membuang ku dari kehidupannya.
Taksi tiba di depan pagar tinggi mansion mewah milik Hades Perwira. Vony turun dari mobil taksi dan berjalan perlahan memasuki halaman.
Mobil kesayangan Hades sudah terparkir di halaman, itu artinya dia sudah pulang. Vony melangkah memasuki ruang utama, di lihatnya Hades sedang meeting dengan Aldo. wajah mereka terlihat serius, Vony memutuskan untuk langsung ke kamar saja dan tidak ingin mengganggu Hades dengan sekedar menyapanya.
"Tunggu!"
Suara Hades menghentikan langkah Vony yang hampir menaiki anak tangga.
"Kemari"
Lagi-lagi suara Hades terkesan dingin dan datar pada Vony.
Vony berjalan mendekat, ia hanya menunduk.
"Kenapa kau pulang malam terus beberapa hari ini?"
"Ada tugas dari kampus" jawab Vony singkat. sebenarnya Vony ingin memberikan tiket pertunjukan pada Hades tapi ia mengurungkannya.
Selain sangat sibuk, Hades pasti juga tidak akan berkenan melihat pertunjukan itu. disana ramai akan banyak orang, sementara Hades benci keramaian.
"Tugas?" Hades memicingkan kedua matanya mencoba menelisik apakah benar ada tugas atau Vony pergi dengan teman-teman kampusnya. pergaulan di kota berbeda dengan di desa.
Hades tidak ingin Vony terpengaruh teman-temannya yang mungkin gemar pergi ke club atau tempat terlarang lainnya.
"Maaf permisi, aku mau ke kamar dulu" kata Vony.
Baru akan melangkah, Vony kembali lagi ke hadapan Hades. ia memutuskan memberikan undangan untuk pementasan teater di kampusnya.
"Ini undangan pementasan drama di kampus, kau tidak perlu datang jika tidak bisa. aku mengerti tapi aku tetap memberikan undangan itu agar kau percaya jika aku bekerja keras akhir-akhir ini untuk pementasan itu" kata Vony sembari mengulurkan undangan berbalut pita kecil untuk Hades.
Hades menerima undangan itu. ia hanya diam tidak langsung menyanggupi untuk datang.
Vony melangkah pergi ke kamarnya, Hades kembali duduk di sofa ia menatap undangan di tangannya.
Undangan itu untuk pukul tujuh malam, sedangkan besok Hades ada makan malam dengan para kolega nya yang baru tiba dari luar negeri.
Aldo menangkap kebimbangan di wajah bos-nya.
"Anda ingin pergi ke pementasan itu?" tanya Aldo.
Hades masih diam berpikir, ia belum memutuskan akan datang atau tidak.