Indonesia
NovelToon NovelToon
Genius Keturunan Klan Phoenix

Genius Keturunan Klan Phoenix

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Riu Han melangkah keluar dari pintu teleportasi yang menghubungkan Alam Bawah ke Dunia Atas, namun terpisah dari dua sahabatnya, Genbu si Kura-kura Hitam dan Bai Wing si Harimau Putih, karena sistem pengiriman yang acak. Sendirian di hamparan bunga asing, ia bergegas menuju arah kepulan asap untuk mencari petunjuk.

Kedatangan Riu Han ternyata memancarkan Aura Giok Nirvana yang telah hilang selama dua puluh tahun, menarik perhatian dua penguasa di tempat itu — masing-masing mengutus orang kepercayaan mereka, Bai Mo dan Zi Lan, untuk mengawasi sosok yang membawa aura tersebut.

Sementara itu, Riu Han tiba di sebuah pondok kayu dan bertemu dengan Su Zan Si, seorang pemburu tunggal yang ternyata juga berasal dari Alam Bawah. Su Zan Si dengan ramah memberikan arahan serta penjelasan penting: mengapa kekuatan dan gerakan Riu Han terasa terbatas di sini, bagaimana energi tubuhnya akan menyesuaikan diri, serta gambaran luas tentang dunia ini yang terdiri dari Empat Wilayah dan puluhan alam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Lang Siue — Pedang Hitam yang Menunggu

Riu Han masih berada di dalam Cincin Ruang. Setelah mengobrol panjang lebar dengan Long Siu, kini ia memahami banyak hal tentang Negeri Empat Wilayah. Ketika Long Siu kembali beristirahat, Riu Han melangkah keluar dari rumah batu tempat sahabatnya itu berdiam.

"Kakek Qin, keluarlah. Ada yang ingin kutanyakan," panggilnya.

Tak lama, sesosok orang tua berpakaian serba putih muncul di sampingnya.

"Riu Han, apa yang bisa kubantu?" tanya orang tua itu.

Riu Han menatapnya lekat. "Kakek, bukankah di antara pusaka dan harta karun, ada tingkatan tertinggi bernama Kelas Abadi? Katakan padaku, apa sebenarnya tingkat Pedang Hitam itu?"

Qin Siue menatap Riu Han, lalu mengalihkan pandangannya ke langit di dalam Cincin Ruang. Di sini tidak ada siang atau malam yang tetap — semuanya mengikuti alam di luar. Langitnya serupa, hanya tanpa matahari dan bulan. Setelah cukup lama menatap ke atas, Qin Siue menghela napas.

"Riu Han, kau tentu sudah tahu bahwa setiap harta dibagi ke dalam tingkatan dan kelas — dari yang terendah hingga tertinggi. Setiap tingkat memiliki empat kelas: Bawah, Tengah, Atas, dan Tinggi. Khusus untuk tingkat Abadi, ada satu kelas lagi di atasnya — Kelas Tertinggi. Setiap harta karun tingkat Abadi memiliki roh sendiri. Saat pertama kali diciptakan, kebanyakan berada di Kelas Bawah. Seiring waktu, mereka tumbuh dan menguat, menyerap energi dan waktu, persis seperti seorang kultivator."

"Dua hartamu — Tungku Ajaib dan Alat Penempaan Ajaib — sama-sama berada di tingkat Abadi Kelas Tinggi, satu jenjang di bawahku. Cincin Ruangmu justru berada di tingkat Abadi Kelas Tertinggi. Dan Pedang Hitam... ia setaraf denganku — tingkat Abadi Kelas Tertinggi. Hanya saja pedang itu bersifat sombong. Ia menganggapmu belum cukup kuat, sehingga belum menerimaimu sepenuhnya. Itulah sebabnya ia belum pernah menampakkan diri di hadapanmu."

"Pedang Hitam dan aku berasal dari tuan yang sama, lahir bersama, terbuat dari bahan yang serupa. Hanya fungsinya yang berbeda: ia diciptakan untuk penyerangan mutlak, sedangkan aku untuk pertahanan mutlak. Dalam pertarungan langsung, ia lebih unggul menyerang; aku lebih unggul bertahan. Kita bagaikan dua saudara kembar — satu bernama Qin Siue, satu lagi bernama Lang Siue. Kita adalah dua naga, hitam dan putih."

"Meski Lang Siue angkuh, aku yakin suatu hari nanti ia akan menerimamu. Saat itu terjadi, kekuatan sejatinya akan terungkap. Kini, ikatan darahmu telah memberimu sedikit akses pada ketajamannya. Namun jika ikatan jiwa terjalin, ketajaman pedang itu akan berkembang ribuan kali lipat, dan kekuatannya akan setara dengan penguasa ranah Abadi."

Riu Han tertegun. Jika Pedang Hitam mampu mengeluarkan kekuatan setara ranah Abadi, dan Cincin Ruang pun demikian... bukankah itu berarti selama ia berada di dalam sini, tak ada satu pun yang mampu melukainya?

Ia tersenyum menyadari kenyataan itu. Qin Siue ikut tersenyum, paham apa yang sedang dipikirkan tuannya.

"Kau benar. Ikatan kita membuat pertahanan tempat ini setara dengan ranah Abadi. Namun Riu Han, jika bukan dalam keadaan hidup dan mati... tak perlu juga kau sembunyi seperti kura-kura, bukan?"

"Hei, jaga ucapanmu! Jika Genbu di sini, ia pasti tersinggung. Itu sama saja menyebutnya penakut yang hanya pandai bersembunyi," protes Riu Han.

Keduanya tertawa lepas.

"Namun ketahuilah, pertahananku berbeda dengan kura-kura," lanjut Qin Siue. "Kura-kura kuat di luar, namun rapuh di dalam — cangkang melindungi tubuh yang lunak. Sedangkan aku... di luar tak tertembus, di dalam pun kau dan aku memegang kekuasaan mutlak. Tanpa izin kita, tak ada siapa pun yang mampu mengangkat jari di ruangan ini, sekuat apa pun mereka."

Riu Han mengangguk. Di sini, ia dan Qin Siue adalah tuan sejati. Bahkan Lang Siue yang perkasa pun masih seperti bayi di bawah naungan tempat ini. Musuh yang masuk tanpa izin, selama kekuatan mereka belum menyamai Qin Siue, tak ubahnya semut di hadapan Riu Han.

"Kakek Qin, kau dan Lang Siue bagaikan saudara kandung. Menurutmu, sekuat apa aku harus berkembang baru ia mau muncul dan mengakuiku?"

Qin Siue menunduk sejenak, seakan merenung, lalu mengangkat wajahnya.

"Sebenarnya, aku rasa ia mulai menyukaimu. Hanya saja gengsinya terlalu besar untuk mengakuinya. Mungkin... saat kau mencapai ranah Raja Dewa, ia akan datang sendiri menemuimu."

Ranah Raja Dewa...

Riu Han merenung. Tidak terlalu jauh, namun juga belum dekat. Berapa lama waktu yang dibutuhkannya untuk sampai ke sana? Di Negeri Empat Wilayah ini, ia masih pendatang. Ia belum tahu seberapa tinggi bakatnya dibandingkan para penduduk asli.

Biarlah waktu yang menjawab, pikirnya. Ia akan terus melangkah, terus berkultivasi, hingga tiba saatnya Lang Siue tak lagi sanggup menutup mata. Dan jika hari itu tiba... ia akan memiliki tiga harta tak tertandingi: Cincin Ruang Qin Siue yang tak tertembus, Pohon Sumber yang menyuburkan segala kehidupan, dan Pedang Hitam Lang Siue yang membelah langit.

1
Annisa Lupiyanah
keren👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Ceritanya makin mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍👍
Lanjut Up Thor..
𝕸𝕬𝕾𝕿𝕰𝕽𝕾 𝕷𝕰𝕰, 𝕬𝕸𝕶
Luar Biasa, Mantap
sibaweh abduh
cerita yang sangat baik thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur Ceritanya bagus dan menarik untuk dibaca, Mantap 👍👍
Bg Byl
Cerita yg menarik dg alur yg mengalir baik dan tata bahasa yg bagus. keren 👍❤️
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Petualangan Riu Han makin mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍
syarif ibrahim
makin sakti nih.... 👍
syarif ibrahim
akhirnya.... terobati sudah kerinduan selama 20 tahun.... 👍
syarif ibrahim
kaget... ternyata sudah habis ceritanya..... up lagi Thor....... 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Ceritanya makin mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!