Indonesia
NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN MAFIA

MENIKAH DENGAN MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Anak Genius / Romansa Fantasi
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Untuk keluar dari penjara keluarga, Charoen Torrer harus menerima pinangan dari seorang mafia ternama. Walau hanya jadi istri sementara, tetapi demi kebebasannya. Char menerima tawaran itu tanpa berpikir dua kali.

Tanpa ia tahu ke depannya, hidupnya jauh lebih rumit di banding rumah yang rasanya seperti penjara itu. Bagaimana Char dicintai secara ugal-ugalan oleh suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 29

Sore menjelang, lima dokter spesialis telah memeriksa kehamilan Char. Rudolph duduk mendengar apa saja yang dialami cucu menantunya itu.

"Jadi bagaimana Dok?" tanyanya penasaran sekaligus cemas.

Laura tersenyum, "Kandungannya baik-baik saja. Tetapi usahakan agar calon ibu tidak terus-menerus ada di tempat tidur," jelas Laura menjawab.

"Ah ... Tapi anda lihat sendiri rumah ini ...," Rudolph membuka tangan memperlihatkan isi rumah yang seluruhnya dilapisi beludru dan karpet empuk.

"Kau bisa tidur enak walau tanpa kasur Dok!" lanjutnya pasrah.

Laura tertawa mendengarnya, sementara empat lainnya hanya tersenyum.

"Saya maklumi Tuan. Tuan muda akan menjadi seorang ayah. Ia ingin yang terbaik untuk sang ibu agar nyaman dan aman walau dalam rumahnya sendiri," sahut Laura santai.

"Tetapi rasa aman itu juga perlu diimbangi dengan tanggung jawab. Jika otot-otot Nyonya Romanov tidak digerakkan dan terlalu dimanja. Janin tambah lama akan tambah besar, tubuh dan ototnya juga butuh penyesuaian. Bagaimana bisa menampung lima bayi jika tubuh dari rahim tak sehat dan kuat?"

Perkataan Dokter Laura sukses membungkam Rudolph. Pria tua itu tertegun, lalu mengangguk-angguk setuju dengan raut wajah yang berubah menjadi sangat serius.

"Kau benar, Dok," ujar Rudolph sambil mengetukkan tongkatnya perlahan ke lantai beludru. "Cucuku itu terlalu posesif sampai otaknya agak geser. Nanti aku sendiri yang akan menegurnya!"

Tepat saat itu, Alexander turun dari lantai empat dengan langkah lebar. Begitu melihat kelima dokter spesialis masih berkumpul di ruang tengah, mata kelabunya memicing tajam.

"Bagaimana hasilnya? Ada masalah dengan Char?" tanya Alexander tanpa basa-basi, suaranya dingin dan sarat kecemasan.

"Kondisi Nyonya Charoen dan kelima janinnya sangat sehat, Tuan Muda," jawab Dokter Laura tenang. Namun, ia tak gentar menatap mata intimidatif milik penguasa Seradam itu. "Tapi ada satu hal penting yang harus Tuan ingat."

"Apa?"

"Nyonya Charoen bukan orang sakit yang harus terus terbaring di tempat tidur," tegas Laura tanpa ragu.

"Beliau butuh olahraga ringan, jalan santai di taman, dan menggerakkan otot-ototnya. Jika Tuan terlalu memanjakannya sampai beliau tidak bergerak, itu justru berbahaya saat usia kehamilannya makin membesar nanti. Tubuhnya harus kuat untuk menopang lima bayi sekaligus!" lanjutnya.

"Kau dengar itu Alex. Istrimu butuh olahraga atau gerakan ringan! Bukan kau kelilingi kasur biar dia tidur di setiap langkah!" semprot Rudolph.

Alexander hanya melirik kakeknya tajam, pria tua itu langsung diam sambil memberengut kesal.

"Tuan Besar benar, Tuan. Tempat ini bukan tempat untuk ibu hamil yang sehat, tetapi untuk ibu yang malas," sahut Laura tanpa gentar dengan wajah datar suami pasiennya itu.

"Aku hanya menjaganya agar tak celaka," sahut Alexander datar dan tanpa dosa.

"Tapi justru itu yang membuat Nyonya celaka," sahut Laura dengan nada tegas dan tak main-main.

Tangan Alexander mengepal kuat-kuat. Ia memang tak suka jika ada yang protes bagaimana caranya memperlakukan seseorang.

"Jika anda memang sangat ingin menjaga Nyonya. Jagalah dengan rasa tanggung jawab dan mendengar nasihat dokternya!" sahut Laura tenang. Ia sangat bisa mengendalikan wali pasien yang keras kepala seperti Romanov muda ini.

Alexander mendengkus gusar, walau harus meruntuhkan semua ego dan keangkuhannya. Ia menerima saran dari Laura.

'Baiklah, aku akan melepas semua balutan beludru ini," ujarna berat.

Laura hanya tersenyum, sementara empat lainnya lepas tangan. Membiarkan rekannya menghadapi Romanov, karena jujur mereka sudah menahan takut setelah masuk daftar sebagai dokter yang memeriksa kehamilan istri dari sang penguasa Kota Seradam.

Setelah lima dokter spesialis pergi, Alexander memerintahkan Raph memanggil tukang untuk melepas semua beludru di rumah itu. Rudolph menatap cucu laki-lakinya dengan tatapan takjub, baru kali ini seorang Alexander menerima masukan orang lain. Ia perlahan menyunggingkan senyum tipis.

'Ah, Char. Kau mengubah kanebo kering ini perlahan-lahan jadi manusia seutuhnya,' gumamnya senang dalam hati.

Tak lama, tukang yang diinginkan Alexander datang. Dua puluh orang pekerja langsung bergerak mencopot kain dan karpet yang menutupi hampir seluruh lantai satu itu.

"Ayo gerak cepat!" teriak Raph memandori tukang-tukang yang bekerja sambil memutar revolver di ujung jarinya.

Dua puluh pria itu mengerahkan semua tenaga mereka untuk mempercepat pekerjaan. Bayaran lima ratus dolar per orang jika berhasil menyelesaikan satu jam pekerjaan ini.

Lima menit pertama...

Beludru di tangga sudah terlepas.

Sepuluh menit kemudian...

Karpet tebal di ruang tengah sudah digulung.

Lima belas menit...

Sofa yang sebelumnya terbungkus beludru mulai kembali terlihat bentuk aslinya.

Raph berdiri di tengah ruangan.

Tangannya masih memainkan revolver dengan santai.

Melihat senapan berputar di jari Raphael dan uang lima ratus dolar membayang di depan mata, dua puluh tukang itu bekerja seperti kesurupan. Tak sampai lima puluh menit, gulungan karpet beludru setebal busa kasur sudah berpindah ke dalam truk penampungan. Lantai marmer putih mewah Villa Denhills kembali berkilau diterpa cahaya lampu gantung gading.

Alexander berdiri di lantai mezzanine, mengawasi proses pembersihan itu dengan kedua tangan di dalam saku celana. Tatapannya masih terlihat tidak rela.

"Raph," panggil Alexander dingin.

"Saya, Tuan Muda," sahut Raphael yang langsung menghentikan putaran revolver di jarinya dan menyarungkannya kembali ke balik jas.

"Beli seratus pasang sandal rumah berbahan karet empuk paling mahal di negara ini. Sebar di setiap sudut ruangan. Pastikan Charoen tidak menginjak marmer ini bertelanjang kaki," perintah Alexander tanpa kompromi.

"Baik, Tuan Muda. Pesanan akan tiba dalam tiga puluh menit."

Rudolph yang memperhatikan dari sofa hanya terkekeh menggelengkan kepala. Biarpun beludru gila itu sudah disingkirkan, jiwa protektif cucunya tetap saja tidak bisa dihilangkan seratus persen.

"Kau ini!" kekehnya pasrah.

Char bangun dari istirahatnya, tubuhnya terasa segar dan nyaman. Ia bangkit perlahan, lalu mengusap kasur bulu angsa dilapisi kain halus, membuatnya sangat nyaman.

Char berdiri dan hendak bangkit, tiba-tiba pintu terbuka lebar. Char sedikit kaget.

"Sayang!' protesnya kesal sambil mengelus dadanya menenangkan ritme jantungnya yang berdetak cepat.

Mata Alexander langsung membesar saat melihat istrinya mengelus dada. Ia dengan cepat berlari dan meminta maaf pada Char.

"Sayang, maafkan aku. Aku tak bermaksud membuatmu terkejut!" ujarnya penuh kecemasan tinggi.

Char tercenung, untuk kesekian kalinya ia mendapati mata Alexander yang penuh kecemasan. Ia merasa bersalah membuat sang penguasa begitu mengkhawatirkan nya.

Char menakup pipi suaminya, mengecup bibirnya lama penuh perasaan. Dengan cepat dan sangat ahli, Alexander menautkan bibirnya juga. Ketika permainan makin dalam, tiba-tiba ....

Kriuk....!

Bunyi perut Char terdengar sangat keras. Ia langsung menghentikan aksi ciuman panas itu dan memeluk leher Alexander untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.

Sementara Alexander terkisap mendengar suara perut istrinya.

"Alex," panggil sang istri sangat pelan.

"Dear, apa kau mendengar sesuatu?" tanya Alexander menggoda istrinya.

"Alex!" rengek Char sekali lagi, ia tak mau melepas rangkulannya di leher sang suami.

Alexander mengelus punggung istrinya lembut.

"Kalau begitu, kita makan. Kau ingin makan di kamar atau di sini, Dear?"

Tiba-tiba interkom kamar berbunyi. Suara Rudolph sangat keras terdengar.

"Alex! Bawa istrimu ke bawah dan biarkan dia melatih otot-ototnya!"

Alexander melonggarkan lengan Char yang memeluk lehernya dengan gerakan lembut. Pelukam Char pun terlepas, nampak jelas wajah istrinya yang memerah karena malu.

Kriuk!

Bunyi itu ada lagi, membuat Char merengek kesal pada sang suami.

"Hahaha! Baiklah, baiklah!' sahut pria itu lembut.

"Gendong," rengek Char manja.

Dengan sigap, Alexander menggendong istrinya dengan mudah. Char merapatkan kepalanya ke leher sang suami.

Ketika berjalan keluar kamar dan turun ke lantai bawah. Char mendekatkan bibirnya ke telinga sang suami.

"I love you and thank you," ungkapnya jujur.

"I love you too, Dear," balas Alexander tak kalah tulus.

Sementara di tempat lain, Livia menjerit di sebuah ruangan khusus penanganan sakit jiwa.

"I hate you Raphael Angelo!"

bersambung

Yes ...

Next?

1
S.R ciplux
gak punya malu.
Deyuni12
idikh
pengen nabok rasanya biar otak si Grace sedikit berfungsi
Anita Barus
Grace terlalu kepo ya cenderung tak tau diri .dasar si sirik dengki .turunan nya Mak lampir ini
vania larasati
lanjut kak
Lou AK
grace itu mulutnya perlu dibungkam Elexander shg diam dan bahkan tdk bisa apa-apa. mulutnya kok busuk n otaknya
vania larasati
lanjut kak
Deyuni12
hahahaha
char lucu
Anita Barus
😍😍😍char lupa kalau dia sedang nge Gembol 5 bayi dlm perut nya 🤣🤣🤣payah .
Anita Barus
torrer memang bodoh mengabaikan putri nya sendiri malah LBH condong PD keponakan busuk nya si grace.tolol dan tamak itu
Deyuni12
lanjuuuut
makin seru n penasaran
vania larasati
lanjut kak
Deyuni12
Alex cemburuuuu
vania larasati
lanjut kak
Anita Barus
demi sang jabang bayi alexander.sang penguasa terpaksa mengalah 😄😄😄
Deyuni12
huaaaaa
Anita Barus
akhirnya char mengarakan bahwa ia hamil PD ke dua org tua nya .
vania larasati
lanjut kak
Anita Barus
Grace sepupuyg iri dengki dan tak tau diri di ciduk Alexander baru di buang ke laut baru tau rasa Lo
S.R ciplux
bawa sekalian ke RSJ aja
S.R ciplux
suka gak bosan. bikin penasaran dengan kelanjutan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!