Hati siapa yang tidak hancur, saat sebuah hari istimewa yang diharapkan akan berbuah kebahagiaan. Tapi apa yang di dapatkan oleh Amber Wilson sang wanita tangguh ini, sebuah kesedihan dan perasaan kecewa, ketika sang kekasih tak kunjung datang tepat dihari pernikahan mereka. Sang kekasih yang begitu ia cintai mendadak menghilang dan tanpa jejak.
Hari-hari Amber ia habiskan hanya untuk menunggu sang kekasih, ia masih sangat berharap kekasih hatinya itu datang dan kembali padanya, tapi lagi-lagi ia harus menelan kekecewaan.
Sebulan kemudian Amber di kejutkan atas kedatangan sosok ayah kandungnya dan memaksanya menikahi pria tua pilihan sang ayah demi sebuah kerjasama, lagi-lagi hidup Amber merasa hancur saat sang ayah menjadikan dirinya tumbal untuk memperkaya kekayaan sang ayah tanpa memperdulikan perasaan hancur sang anak.
Amber yang disekap dan dikurung sang ayah, berhasil berlari diri saat dihari pernikahannya bersama seorang pria tua kaya. Amber berlari dari kejaran orang-orangan suruhan ayahnya dengan gaun pengantin yang membuatnya kesusahan untuk melawan.
Amber yang berhasil kabur dari kejaran dari ornag suruhan sang ayah atas pertolongan seorang pria yang pernah memiliki perasaan padanya, dialah pria yang membantu Amber untuk bangkit kembali, membawa Amber bergabung dalam sebuah kelompok tentara militer khusus, untuk pembunuh bayaran dan juga mata-mata elite.
Amber menghabiskan hari-harinya berlatih untuk mendapatkan kesempatan untuk masuk dalam pasukan elite khusus.
Tapi harapannya harus sirna saat dirinya dinyatakan hamil. Dunia Amber terasa hancur atas kejayaan yang harus ia terima, dirinya hamil hasil cintanya bersama pria yang berusaha ia lupakan dan ia benci itu. Amber pun harus memilih antara karirnya atau janin yang ada di dalam rahimnya.
Amber pun lebih memilih janin yang sedang tumbuh didalam rahimnya itu daripada karir yang selama ini ia impikan.
Atas kecerdasan dan ketangguhan dirinya akhirnya Amber mendapatkan kesempatan untuk ikut dalam kelompok tentara militer elite khusus.
Walaupun dirinya rela berpisah dari putri kecil yang ia titipkan kepada sahabatnya. Putri kecil yang memiliki wajah persis dengan sang mantan kekasih.
6 tahun kemudian Amber, yang kini berubah menjadi sosok pembunuh bayaran khusus untuk para penjabat negara, keluarga kerajaan dan juga para pengusaha terkaya di dunia.
Amber mendapatkan misi untuk membunuh salah satu pewaris tahta, dalam keluarga kerajaan salah satu di Inggris. Amber juga mendapatkan tugas untuk mematai- matai keluarga kerajaan itu yang memiliki sebuah usaha ilegal. Amber pun menyamar sebagai bodyguard khusus untuk istri sang pangeran yang menjadi targetnya kali.
Siapa yang menduga kalau target Amber kali ini adalah mantan kekasihnya yang begitu ia cintai, ayah dari anaknya. Hati Amber kembali terluka saat mengetahui kalau sang kekasih telah menikah tepat dihari pernikahan mereka dan yang paling membuat Amber terluka ternyata kekasihnya sudah menghamili wanita lain.
Mampukah Amber melanjutkan misinya ditengah rasa sakit hati yang ia rasakan? Ayolah siapa yang akan tahan melihat kekasih yang dulu kita cintai bermesraan dan bercumbu di depan mata kita sendiri. Haruskah Amber membunuh targetnya yang tak lain adalah ayah biologis dari anaknya, ataukah ia menyerah dan kembali dalam pelukan kekasihnya.
Saksikan terus kisah dari Amber dan Bram yang tak lain adalah seorang pangeran dan juga pewaris tahta dari salah satu kerajaan di negara Inggris.
Akankah cinta mereka bersatu di tengah konflik yang mereka hadapi? Dan bagaimana nasib putri mereka? Akan Amber memberitahu kepada Bram kalau dirinya memiliki anak darinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uma_bhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 30
"Kita mau kemana,?" Amber yang begitu penasaran dengan jalanan yang mereka lewati yang dipenuhi bebatuan.
"Ke tempat pelatihan dan mengenal dirimu sebagai anggota tim baru." Jawab Ken.
"Benarkah? Jadi kau menerimaku sebagai anggota tim mu.?" Seru Amber sambil bertepuk tangan.
"Hum! Setelah di pikir-pikir, kami memang harus memiliki tim wanita, apalagi seperti dirimu."
"Seperti aku.!? Amber menunjuk wajahnya sendiri.
"Hum. Wanita tangguh dan garang seperti mu." Sahut Ken dan menarik pelan hidup mancung Amber.
"Terimakasih,atas pujianmu, tuan Keenan Lerian.
"Sama-sama, sweety," balas Ken dan mereka berdua tertawa, sambil melanjutkan langkah mereka untuk menuju tempat pelatihan khusus anggota tim Daredevil black.
" Kenapa kalian berlatih sejauh ini.?" Amber memindai sekelilingnya yang ditumbuhi banyak pepohonan tinggi dan juga tumbuhan liar.
"Karena butuh konsentrasi untuk menjadi yang terbaik, dan butuh pelatihan khusus untuk menjadi anggota tim Daredevil black." Sahut Ken.
"Satu lagi. Semuanya perlu keberanian, karena kau harus melewati berbagai tantangan." Lanjut Ken.
"Tidak masalah, aku sangat menyukai tantangan," seru Amber dengan wajah berbinar.
"Tapi aku yang tidak terima," lirih Ken.
"Kau mengatakan sesuatu.?" Amber menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Ken.
"Tidak! Elak Ken.
"Kita lanjut."
"Apa, masih jauh.?"
"Sedikit lagi."
Keduanya pun melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan kaki, melewati berbagai hutan lebat dan juga beberapa perbukitan bebatuan.
Mereka juga melewati sungai yang begitu jernih yang berbeda di tengah-tengah hutan rimba itu.
Tanpa lelah Amber mengikuti langkah Ken. Ia bahkan menghirup udara segar di sana dan juga bermain air di sungai yang mereka lewati.
Mungkin butuh dua jam berjalan kaki untuk sampai ke tujuan mereka.
Ken bisa saja memakai mobil khusus untuk memasuki tempat pelatihan, tapi ia tidak akan melewatkan kesempatan untuk berjalan bersama Amber sambil berpegangan tangan. Biar Ken di sebut mengambil kesempatan dalam kesempatan.
Dia tidak perduli, dia hanya menghabiskan waktu bersama wanita impian.
Dari jauh Amber sudah melihat beberapa rumah kayu. Dan juga asap mengudara. Amber menajam kan pandangannya kearah lokasi tersebut. Yang memang sangat tersembunyi.
Manik Amber di sajikan oleh pemandangan yang menantang. Dimana seorang anggota tim, berlatih dengan saling bertarung. Ada juga yang berlatih senjata api. Ada juga yang berlatih memanjat keatas pohon tinggi dan melompat-lompat seperti seekor tupai.
"Wow, keren." Gumam Amber.
"Kau menyukai tempat ini.?" Tanya Ken. Ia berharap Amber ketakutan dan mengurung niatnya untuk ikut dalam tim khusus.
"Sangat." Jawaban Amber membuat Ken lemas seketika.
"Padahal, aku berharap kau ketakutan dan mengurangkan niat mu," imbuh Ken.
"Itu tidak akan terjadi," sahut Amber.
"Karena aku sangat menyukai tempat ini. Aku bahkan ingin tinggal di sini.!" Celetuk Amber antusias.
"Apa? Ken beraksi.
"Tinggi disini.?
"Oh no!
"Daripada harus bolak balik berjalan kaki, kan lebih baik tinggi di sini." Ucap Amber.
"Dan tempat ini dipenuhi laki-laki, sweety.!" Ken menahan geramannya.
"Aku, tidak perduli." Tolak Amber.
"Sweety.!!
"Kalian berjalan kaki.?" Glenn menukik alisnya binggung melihat kedatangan Ken dan Amber.
"Apa ada yang bisa kita gunakan untuk kesini,?" Amber menyela bingung.
"Ada? Itu." Glenn mengedikkan kepadanya kearah samping dan disana ada beberapa mobil khusus.
Amber memicingkan matanya kearah Ken yang membuang wajahnya kesamping.
"Ck! Modus." Cibir Glenn.
"Kau, mengerjai ku, Ken.!" Geram Amber tertahan.
Ken hanya menyengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Dasar menyebalkan,"
...karna bram sdh cinta sm camelia