Bagaimana rasanya menjadi seorang tasya alivia kirani.Seorang gadis yang secara sadar meminta sahabatnya gea untuk membuat kekasihnya deryl putra wijaya jatuh cinta kepada gea.Apa sebenarnya yang terjadi pada tasya sehingga dia melakukan hal itu?melepaskan sesuatu yang masih ingin kita genggam bukanlah sesuatu yang mudah apalagi keduanya saling mencintai.Dan apakah deryl akan mengetahui rahasia besar seorang tasya sebelum semuanya terlambat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Awalliah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30.Tamu tak di undang
Nyonya Serena yang sedang kedatangan tamu pun tampak terkejut karena tiba tiba saja Deryl sudah sampai di rumah,sedangkan dia tidak mendapatkan kabar apapun mengenai kepulangan Deryl hari ini.Dia bangkit kemudian berjalan menghampiri anak sulungnya lalu memeluknya.
“Kenapa kamu tidak memberi tau mama kalau kamu pulang?kalau tau kan mama sama bri bisa menjemput kamu di bandara?”tanya mama Serena.Namun yang menjadi pusat perhatian Deryl sekarang adalah seorang gadis yang sedang duduk berdiri dan menghadap kepadanya.
“Selamat siang pak Deryl..”sapanya dengan senyuman manisnya.Namun sikap yang ditunjukan oleh Deryl tidak seperti biasanya,dia kelihatan lebih dingin dan juga menatap penuh curiga.Tatapan mata itu seolah ingin menunjukan ketidaksukaannya melihat kehadiran gadis tersebut.Si sulung Bri yang peka pun bisa merasakan hal itu,dia sudah bisa menangkap ada rasa tidak nyaman yang ditunjukan oleh kakaknya.Walaupun sebenarnya dia juga merasa kurang cocok dengan gadis yang menjadi tamu mamanya tersebut.Dia juga dipaksa untuk ikut bergabung menemani mamanya mengobrol,padahal sejak awal dia sudah menolak karena merasa malas.Dia berdalih dengan alasan banyak tugas kuliah tapi mamanya tetap memaksa,alhasil mau tidak mau dia pun menuruti keinginan mamanya.
“Mah..kenapa Gea bisa ada disini?”tanya Deryl tak suka.Bukannya menjawab pertanyaan Gea,Deryl malah bertanya hal lain pada mamanya.Seketika pertanyaan anaknya tersebut,menciptakan kerutan halus di kening mamanya.
“Dia sengaja mama undang kesini,kebetulan kan hari ini weekend jadi mama pengen jalan jalan sama Gea dan Bri jua.”jawab mama Serena.Sedangkan Bri tampak terkejut dengan pernyataan mamanya itu,padahal mamanya tadi tidak bilang apa mengenai akan pergi keluar.Tapi kenapa sekarang malah membawa bawa namanya pikir Bri.
“Mama..aku kan sudah bilang aku sedang banyak tugas,jadi kalau mama mau pergi kalian pergi berdua saja.”keluh Bri dengan bibirnya yang cemberut.
“Iya mam,tidak perlu memaksa Bri.Dia akan tetap di rumah bersama aku.”Deryl ikut membela adiknya.Dia pikir adiknya akan lebih baik berdiam di rumah daripada harus pergi dengan Gea yang dimana Deryl sudah merasakan curiga dengan kedekatan Gea dan mamanya.Tapi dia tidak mau gegabah,dia akan mulai mencari tahunya pelan pelan.
Dalam hatinya Gea merasa kesal,karena Deryl malah asyik ngobrol dengan mama dan adiknya,sedangkan dia seperti tidak dianggap.Tapi sebisa mungkin dia tetap berusaha tenang dan memasang wajah terbaiknya.
“Oia papa mana ma?”tanya Deryl sambil sesekali matanya menyapu seluruh isi ruangan,karena sejak dari tadi dia tidak melihat papanya.
“papamu sedang ada pertemuan dengan teman lamanya diluar.”sahut nyonya Serena.
“Baiklah,kalau gitu aku ke kamar dulu ya mah.Ayo de ikut kakak”Deryl langsung menarik tangan Bri dan berjalan melewati Gea begitu saja dan langsung berjalan menuju lantai dua ruamhnya.Gea hanya bisa menatap punggung kekar itu dengan wajah sedih,bisa bisanya dia tidak dilirik sedikitpun.
“Gea,maafkan sikap Deryl yah.Mungkin dia kelelahan dan ingin cepat cepat istirahat.”ujar nyonya Serena yang kembali duduk bergabung dengan Gea melanjutkan obrolan mereka yang sepertinya sangat seru.
Sedangkan di dalam kamar,Deryl langsung meletakkan kopernya lalu menghempaskan tubuhnya di atas sofa.
“Sejak kapan wanita ular itu ada di rumah?”
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan like,komen dan vote kalian yah biar aku makin semangat nulisnya!!!
: