"ngapain lo disini? Rumah gue nggak nampung gelandangan kaya lo." ucapnya dingin.
"i-ini ayo sarapan, aku yang bakalan bantu-bantu di rumah ini mulai sekarang." jawab safira.
"tanpa lo suruh juga gue bakal sarapan, udah sana pergi." usirnya.
Dan di detik itu safira baru paham, pantas saja tidak ada yang mau berteman dengan orang itu.
Lagi pula siapa yang mau berteman dengannya? Udah galak, kepedean, ditambah nyebelin lagi.
------------------------------------------------------
Safira namanya, gadis lugu dengan kecerdasan di luar batas yang berhasil mengobrak-abrik hati seorang genta.
jika kalian mengira safira dan genta bertemu kemudian jatuh cinta pada pandangan pertama dan keduanya berakhir bersama.
atau kisah gadis lugu dengan badboy yang kemudian jatuh cinta tanpa sengaja.
maaf, itu semua salah.
bahkan kisah cinta mereka terlalu rumit untuk sekedar dijelaskan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon borealisis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 30
Safira tengah berkutat di dapur, gadis itu membuatkan bubur untuk maurin yang tengah sakit.
Malam tadi maurin sudah diperbolehkan pulang karena kondisi nya tidak terlalu parah.
Setelah selesai dengan buburnya, safira berjalan menuju kamar maurin.
"oma?" panggil safira.
Maurin membuka matanya perlahan, dan tersenyum melihat keberadaan safira di sampingnya.
"oma makan dulu ya, ini safira udah bikinin bubur buat oma." ucap safira.
"makasih ya saf, maaf oma ngerepotin."
"nggak oma, ini udah jadi tugas safira buat jagain oma." ucap gadis itu.
Maurin bangkit dari tidurnya dengan dibantu safira.
"biar safira suapin ya oma,"
Maurin mengangguk dan menerima suapan demi suapan yang diberikan safira.
"bubur buatan kamu enak saf," puji maurin.
"makasih oma, sekarang oma di minum ya obatnya." ucap safira sembari memberikan segelas air putih untuk maurin.
Maurin mengangguk dan meminum obatnya, wanita paruh baya itu kemudian kembali berbaring dan menutup matanya.
Genta masuk ke dalam kamar maurin dan melihat safira yang ada di dalam.
"oma udah makan?" tanyanya.
"udah kak,"
"gue pergi dulu ya saf," ucap genta.
"kak genta mau kemana?" tanya safira.
"persiapan ujian, kelas 12 lagi sibuk buat persiapan ujian." jawab genta.
Safira mengangguk mengiyakan, gadis itu melihat genta yang mencium pipi maurin.
"safira minta maaf buat kejadian kemarin ya kak," lirih safira.
"nggak papa lo nggak usah ngerasa bersalah kaya gitu, gue nitip oma ya saf." ucap genta.
Cowo itu keluar dari kamar maurin dan menutup pintunya.
🌸🌸🌸
"SAF," panggil rara dari lantai bawah.
"safira mana sih," kesal rara.
Gadis itu mencari safira di kamarnya namun tidak ada, ia teringat oma nya.
"mungkin di kamar oma," ucap rara.
Gadis itu berjalan menuju kamar maurin dan membukanya, ia melihat pemandangan di depannya dengan wajah datar.
Di sana safira tengah tertidur sembari menemani maurin.
"saf," panggil rara dengan menggoyangkan lengan safira.
Safira tersentak dari tidurnya dan terkejut melihat rara di sampingnya.
"kenapa ra?" tanya safira.
"gue laper, lo belum masak ya?"
"astaga aku lupa maaf ya ra, kalo gitu aku buatin makan bentar." safira berdiri dan keluar dari kamar maurin.
Rara menatap kepergian safira, gadis mengedarkan pandangannya dan melihat obat maurin yang berada di atas nakas.
Gadis itu kembali menatap maurin dengan alis nya yang terangkat sebelah.
Sedangkan di sisi lain, safira baru saja menyelesaikan masakannya.
"udah jadi saf?" tanya rara yang baru datang.
"udah ra, nih kamu makan." jawab safira.
"makasih ya,"
"sama-sama ra, oma belum bangun kan?" tanya safira memastikan.
"belum, oh iya kamu tolong jagain oma dulu ya aku mau ke rumah temen bentar."
"iya kamu tenang aja ra, kalo gitu aku ke kamar oma dulu ya." pamit safira yang diangguki rara.
Rara melihat safira yang berjalan menjauh darinya hingga menghilang dari pandangannya.
"selamat menikmati safira,"
🌸🌸🌸
Safira masuk ke dalam kamar maurin dan melihat wanita tua itu tengah duduk di atas kasur.
"oma udah bangun, mau makan oma?" tanya safira.
"oma masih kenyang safira," jawab maurin.
"safira temenin oma disini ya, kalo butuh apa-apa bilang aja sama safira ya oma." ucap gadis itu.
"terima kasih ya saf, kamu anak baik."
"sama-sama oma,"
"oh iya, genta mana?" tanya maurin.
"kak genta ada urusan di sekolahnya, dia lagi sibuk ngurusin buat kelulusan nanti oma." jelas safira.
Maurin mengangguk dan menatap langit-langit kamarnya.
"oma minum obat ya, sekarang udah siang soalnya." ucap safira.
"oma lagi males minum obat saf," jawab maurin.
"oma nggak boleh kaya gitu, sekarang diminum ya obatnya biar nggak sakit lagi." bujuk safira.
Akhirnya maurin menyerah, wanita itu menerima obat dari tangan safira dan meminumnya.
"SAF," panggil seseorang dari lantai bawah.
"kak genta udah pulang oma, sekarang oma istirahat dulu ya nanti safira balik lagi kesini." ucapnya.
Gadis itu keluar dari kamar maurin dan melihat genta sedang berada di lantai bawah.
"kenapa kak?" tanya safira.
"gue laper," jawab genta.
"laper ya tinggal makan, aku udah masak kok tadi."
"temenin gue makan maksudnya," jelas genta.
Safira merasakan pipinya memanas, sikap genta akhir-akhir ini sangat di luar pemikirinnya.
"tumben banget kak,"
"udah cepet ambilin gue makan,"
Safira mengangguk dan mengambilkan nasi juga beberapa lauk ke atas piring.
"nih kak,"
"thanks,"
"tadi gimana di sekolah? lancar-lancar aja kan? aku juga pengen sekolah jadinya," ucap safira.
"enakan di rumah, kelas dua belas pusing banget mikirin ini itu." jawab genta kesal.
"kak genta yang sabar, jangan putus asa juga kan mau jadi mahasiswa nantinya." ucap safira dengan senyumnya.
Genta tersenyum tipis mendengar itu, entahlah rasa pusing dan cape seakan hilang ketika melihat senyum gadis itu.
"oma gimana keadaannya?" tanya genta.
"oma baik-baik aja kok, tadi udah dikasi obat juga kayanya lagi tidur sekarang." jawab safira.
"bagus kal-"
"SAFIRA,"
Ucapan genta terhenti ketika mendengar teriakan dari kamar maurin.
"oma,"
Genta berlari menuju lantai atas dengan diikuti safira di belakangnya.
Cowo itu mendadak kaku melihat keadaan maurin yang tengah memegangi dadanya mencoba mengusir rasa sesaknya.
"o-oma kenapa?" tanya safira khawatir.
"panggil dokter saf," suruh genta.
Safira mengangguk dan mengambil ponselnya untuk menghubungi dokter langganan mereka.
"bertahan oma,"
sad Ending, thor...
😔😭😭
Thanks, thor....
semangat ttp&Ttp semangat!!!
pergi aj saf dr rmh itu....
udah salahnya sendiri, malah nuduh safira,..nyolot pulak tuh!!
Smg aman dan oma cpt sembuh
semangat, thor!!!! 😘💪
oma ma cucu sekongkol nih???
kalo mmg ceritanya 'beda'..
ayolah cussss baca.... ☺