Indonesia
NovelToon NovelToon
Reza

Reza

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:79.6k
Nilai: 5
Nama Author: ririn dewi88

Saat hatiku sedang kacau datang seorang laki-laki yang selalu saja membuat rusuh di sekolah. Dia adalah Reza Saputra, dia laki-laki yang memang cukup tampan, tapi dia suka sekali bertengkar lalu membuat masalah bahkan tawuran pun selalu dia lakukan.

Kami memang satu sekolah, tapi aku tidak pernah mau mengenal dia. Tapi Reza terus mengejarku sampai kami berdua mempunyai suatu hubungan. Tapi entah karena aku memang perempuan sial atau bagaimana setiap laki-laki yang dekat denganku pasti pada akhirnya menghilang.

Aku kehilangan Reza. Aku kehilangan dia untuk selamanya, akan ku ceritakan semuanya bagaimana kisah kami berdua yang harus berpisah karena sebuah tragedi, yang membuat aku sampai sekarang trauma dan rasanya aku tidak akan pernah bisa melupakannya.

Namaku Dila Bintara Nashwa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn dewi88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Kenapa Reza

Zea yang sudah pulang dari rumah sakit dia langsung pergi ke rumahnya Reza. Dia tidak peduli mau Reza marah mau Reza melakukan apapun padanya yang terpenting Zea mau bertemu dengannya, Zea harus menjelaskan semuanya.

Zea tak mau dimusuhi begitu saja oleh Reza. Zea kembali lagi ke kota ini untuk Reza, Zea tak mau membuat Reza kecewa lagi.

Tapi ternyata yang membuka pintu bukan Reza tapi malah Bibi. Zea langsung masuk begitu saja ke dalam rumah, tapi bibi dengan cepat langsung menahannya. Bibi sudah mendapatkan perintah dari den Reza kalau misalnya Zea datang maka bibi harus bertindak tidak usah takut katanya.

Jangan pernah takut akan dipecat, karena yang mempekerjakan dirinya adalah den Reza kan dan keluarganya, bukan nona Zea yang angkuh ini.

"Maaf Nona, Nona tidak bisa masuk begitu saja ke dalam rumah. Kalau mau ada yang disampaikan bisa pada bibi saja, nanti bibi akan sampaikan langsung pada den Reza "

"Kenapa, aku sering bolak-balik ke rumah ini kenapa kamu jadi ngatur-ngatur aku sekarang. Mau aku masuk mau aku ga itu terserah aku, awas jangan halangi jalanku ya "

"Den Reza udah berangkat sekolah dari tadi, mendingan Nona pulang saja daripada nanti bermasalah lagi dengan den Reza. Bukannya Nona baru pulang dari rumah sakit kenapa tidak langsung pulang ke rumah, seharunya yang pertama Nona datangi adalah Rumah nona sendiri "

"Jangan ngatur-ngatur ya. Saya mau ketemu sama Reza sekarang juga. Awas kalau ga saya mau tunggu di dalam kamarnya. Saya gak akan pernah pergi sebelum ketemu sama Reza, kamu jangan pernah ikut campur "

"Ga bisa gitu Nona, anda tidak bisa melakukan hal itu. Mari keluar biar saya antar takutnya nona tersesat "

Bibi langsung menarik tangan Zea. Zea yang memang masih sakit tidak bisa melakukan apa-apa dia tidak bisa melawan bibi. Bibi menariknya dengan sangat kuat sekali.

"Kamu awas ya lihat saja apa yang aku akan lakukan padamu, berani sekali kamu mengusirku dari rumah ini. Aku berhak ada disini "

"Saya sudah dapat perintah dari den Reza jika ada Nona Zea saya berhak untuk mengusir nona Zea, dan saya tidak akan pernah takut lagi dengan Nona Zea karena yang mempekerjakan saya tuh bukan nona Zea. Jadi silakan pergi dan jangan pernah kembali lagi ke sini. Den Reza tidak akan mau bertemu lagi dengan Nona Zea apa yang nona lakukan itu sangat membuat orang menjadi trauma, jangan pernah lakukan itu lagi Nona pada orang lain, bagaimana kalau nona ada di posisinya"

Pintu langsung ditutup begitu saja oleh bibi, Zea tentu saja kesal berani sekali bibi ini padanya biasanya Bibi selalu patuh padanya. Tak pernah membantah seperti ini.

Zea yang memang sudah sangat kesakitan karena tadi ditarik paksa oleh Bibi segera pulang. Baiklah hari ini dia tidak bisa bertemu dengan Reza, tapi hari-hari berikutnya Zea harus bertemu dengan Reza.

...----------------...

Reza menyusut hidungnya yang tiba-tiba saja mimisan. Reza menatap pantulan wajahnya di cermin kamar mandi sekolah.

Reza memegang wastafel dengan sangat erat sekali. Reza segera mencuci wajahnya dan kembali mengusap darah yang keluar dari hidungnya ini. Kenapa harus disekitar, biasannya juga tak pernah.

"Kuat Za, jangan pernah buat orang lain khawatir "

Setelah yakin tidak akan ada darah yang keluar lagi, Reza keluar dari dalam kamar mandi. Di sana juga sudah ada Dila yang menunggunya.

"Udah ke kamar mandinya, kok lama sih kamu ngapain aja didalam "

Reza langsung mengacak-acak rambut Dila "Kenapa kangen ya, aku tadi cuman cuci muka kayaknya ngantuk banget gitu jadi aku terus-terusan cuci wajahku ini "

Dila mengangguk-anggukan kepalanya sambil membereskan kembali rambutnya yang sudah dibuat berantakan oleh Reza.

"Kamu kok pucat banget ya, kamu lagi sakit ya "tanya Dila yang memang melihat kalau Reza pucat sekali, seperti tidak biasa-biasanya.

"Tidak aku sama sekali tidak sakit, lihat aku sehat "sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi.

"Kamu jangan tutupin sesuatu dari aku Za, kamu beneran ga sakit kan kamu baik-baik aja kan" tanya Dila dengan sangat khawatir sekali.

"Aku baik-baik aja, aku kalau sakit pasti bilang sama kamu dong ga mungkin engga "

Dila sebenarnya tidak yakin tapi Dila tidak mungkin kan terus mencecar Reza untuk berbicara yang sebenarnya. Biarkan saja dulu lah nanti Reza yang berbicara langsung padanya.

Dila tidak mau gegabah terus memaksa Reza untuk jujur padanya, apa yang sebenarnya sedang terjadi padanya. Takutnya Reza malah risih.

"Za sini "teriak Abil dari meja paling ujung .

Reza segera menarik Dila ke arah sana. Ternyata Abil sudah memesankan mereka makanan, memang Reza sih yang tadi menyuruh Abil untuk memesan makanan sedangkan Reza menjemput dulu sang pujaan hati.

Abil mengerutkan keningnya saat melihat Reza yang duduk, lalu dia langsung memegang dahi Reza "Za baik-baik aja kan, kok pucat banget sih panas enggak. Tapi kok pucat banget sih mukanya, cobalah deh Dil lihat bener kan pacar lo itu kayak yang sakit"

Dila langsung menganggukan kepalanya dengan cepat, akhirnya ada yang menyadarinya sekali dirinya "Iya aku juga tadi tanya kayak gitu sama Reza, tapi kata dia nggak apa-apa tapi mukanya kok pucat banget sih"

"Kalian berdua ini kompak banget, emang udah biasa kali gue kayak gini. udah gue ini nggak apa-apa gue baik-baik aja kok. Lo kayak nggak tahu gue sih Abil, kulit gue kan emang kayak gini"

Abil memicingkan matanya, Abil benar-benar curiga dengan Reza ini. Tapi Reza langsung mengusap wajah Abil dengan tangannya.

"Udah jangan pikirin gue, gue tuh nggak apa-apa gue baik-baik aja "jawab Reza sambil menatap Abil lalu menatap pacarnya yang sepertinya memang sangat khawatir.

Reza menggenggam kedua tangan Dila dan tersenyum lebar padanya "Aku baik-baik aja, kamu bisa lihat aku nggak papa kalau emang aku sakit mungkin tubuh aku akan panas, tadi Abil udah cek kan suhu tubuh aku nggak apa-apa, kalaupun aku sakit aku bakal lemas tapi sekarang aku nggak lemes sama sekali. Udah ya kamu makan sekarang sebentar lagi jam istirahat mau habis loh, emangnya kamu mau nanti kelaparan"

Dila menggelengkan kepalanya, Dila mencoba tersenyum pada Reza meskipun sangat sulit entah kenapa perasaan Dila mengatakan kalau Reza itu tidak baik-baik saja, kalau Reza itu sedang menyembunyikan sesuatu yang besar darinya bahkan Abil saja bisa merasakannya kan.

Tapi Dila berdoa semoga saja Reza tidak kenapa-napa, semoga saja yang dikatakan Reza tadi benar.

1
Rina Anggraeni
lanjuttt
Erchapram
Sebagai orang tua yg juga punya anak seusia Reza dan semua tokoh disini. Aku beneran gak suka sikap dan sifat mamanya Dila. Memaksa anak buat berhubungan dgn laki2 yg tukang selingkuh. Anaknya perempuan lho, dan seorang Ibu itu perempuan. Kok bisa2nya mamanya Dila seperti itu.
Erchapram
Suka banget cerita begini. Pertahankan rajin updatenya ya. Semangat Othor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!