Indonesia
NovelToon NovelToon
Mnemosynes Blood Mate

Mnemosynes Blood Mate

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Misteri
Popularitas:528
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

[SEASON 3]

"Aku sudah menandai lehernya. Dia milikku!" — Jonah (Vampir Dingin)

"Jangan membual! Dia adalah Mate sejatiku!" — Josiah (Vampir Playboy)

"Mustahil kami bertiga memiliki satu Mate yang sama!" — Jonas (Demon Sulung)

"Lepaskan dia, atau klanmu akan kuhancurkan." — Cedric (Bangsawan Elf)

Elisa mengira dia hanya gadis panti miskin dengan kekuatan aneh memanipulasi ingatan. Namun dalam semalam, dunianya runtuh saat ia dikepung oleh tiga pangeran kegelapan Salvatore yang tampan namun mematikan. Mereka semua mengklaim Elisa sebagai belahan jiwa (Blood Mate) yang tertulis di takdir kuno.

Saat berusaha kabur, Elisa justru tak sengaja membuka gerbang menuju Alfheim—dunia Elf Hutan—di rumah Cedric, bos restorannya yang misterius.

Siapa sebenarnya Elisa? Mengapa para makhluk abadi ini begitu terobsesi pada darahnya? Di tengah ingatan masa lalunya yang perlahan terhapus, permainan berburu di antara mereka baru saja d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Tanda Mate Di Tengkuk Sang Dewi

"Bibi Marrie, kenapa Anda terus-menerus diam mematung di tempat itu dan malah nekat membuntuti pergerakan kami hingga masuk ke dalam area kamar pribadi?" tanya Scarlett dengan nada suara ketus penuh intimidasi bangsawan yang tidak lagi berusaha ia sembunyikan.

"Memangnya seluruh beban tanggung jawab pekerjaan Anda sebagai kepala pelayan senior di dalam kastil Paman Justin tidak sedang menumpuk sibuk saat ini?"

Scarlett tentu saja sangat menghafal dan mengenali siapa sesungguhnya identitas anatomi Marrie. Wanita pucat itu adalah kepala pelayan senior yang tercatat sudah mengabdi setia selama ratusan tahun lamanya di dalam kastil tengah Hutan Luminara—kompleks kediaman megah milik sang Raja Vampir penguasa malam, Justin Salvatore.

"Saya hanya sedang bergerak menjalankan sebuah perintah mutlak yang keluar langsung dari mulut Tuan Muda Josiah Salvatore, Nona Scarlett," jawab Marrie dengan nada suara yang teratur, datar, dan senantiasa memancarkan hawa dingin supranatural.

"Perintah konyol untuk melakukan hal apa lagi kali ini? Apakah si pangeran playboy gila itu sengaja menyuruh Anda datang ke tempat ini untuk membawa tubuh Elisa pergi dari jangkauanku?"

Scarlett mendengus sinis penuh nada sarkasme, sepasang manik mata ungunya berkilat terang memancarkan pendar sihir—sebuah pertanda absolut bahwa emosi jiwanya saat ini mulai terpancing hebat.

"Sepupuku yang satu itu benar-benar sudah tidak memiliki kewarasan sehat di kepalanya! Jika sampai Paman Justin mengetahui kelakuan buruk putranya yang berani mengincar darah seorang anak manusia fana, kalian semua di kastil dipastikan akan berada dalam masalah politik yang teramat besar."

Scarlett bangkit berdiri dari posisinya, melangkahkan kakinya mendekati tubuh Marrie dengan memancarkan aura wibawa agung seorang putri bangsawan berdarah murni Pegasus.

"Sebaiknya Anda segera angkat kaki pergi dari dalam kamar ini sekarang juga, Bibi Marrie! Sampaikan pesan tegasku ini pada Josiah, Elisa Morpheana mulai detik ini akan tinggal menetap di dalam gedung panti asuhan ini di bawah sumpah perlindungan penuh dari Keluarga Pendragon. Selamanya. Titik tanpa ada negosiasi."

"Namun, mohon maaf yang sebesar-besarnya, Nona Scarlett... saya sama sekali tidak memiliki otoritas untuk bisa kembali pulang ke kastil dengan tangan kosong—"

"CUKUP, Bibi Marrie!" potong Scarlett dengan nada suara tegas, lantang, yang tidak lagi menerima sisa bantahan atau instruksi apa pun.

"Enyah pergi dari sini sekarang juga, atau aku sendiri yang akan menggunakan sihirku untuk menelepon Paman Justin agar menyeret tubuh Josiah pulang paksa ke kastil! Dan jika sampai malam itu benar-benar terjadi, Anda sendiri yang akan ikut terseret masuk ke dalam lubang hukuman berat dari dewan para tetua Immortal."

Mendengar ancaman politik yang teramat fatal tersebut, Marrie akhirnya hanya bisa mengembuskan sebaris napas pasrah. Ia membungkukkan tubuh kakunya memberi penghormatan terakhir.

"Baik, Nona Scarlett. Saya mohon permisi undur diri."

Ia lalu membalikkan badannya, berlalu pergi melangkah meninggalkan area kamar tidur dengan ritme langkah kaki yang teramat senyap laksana hantu malam.

Scarlett mengunci kembali pintu kamar ek raksasa tersebut, lalu berjalan kembali menghampiri Elisa yang posisinya masih duduk manis di atas permukaan ranjang empuk.

Ia meraih sebuah kotak premium berisi unit ponsel pintar baru berlogo mahal dan sepotong gaun sutra berwarna navy (biru dongker) yang tampak teramat anggun.

"Elisa, semua barang ini sengaja kusiapkan khusus untukmu. Jika ke depan ada hal darurat atau bahaya apa pun yang mengancam jiwamu, segera hubungi aku. Di dalam perangkat itu sudah tersimpan nomor kontak pribadiku."

Elisa menerima kotak ponsel tersebut dari tangan Scarlett. Dalam sekejap mata, sepasang mata cokelat gelap manusianya seketika berbinar terang dilingkupi rasa takjub.

Sejak bertahun-tahun lalu, ia memang memiliki keinginan yang teramat besar untuk bisa memiliki sebuah perangkat ponsel pribadi, namun impian fana itu tidak pernah sekalipun kesampaian. Kesadaran manusianya harus selalu dipaksa memprioritaskan alokasi dana untuk membiarkan perut belasan adik-adik pantinya tetap terisi makanan, sebelum akhirnya mukjizat berupa bantuan dari keluarga besar Pendragon datang menolong garis hidup mereka.

"Apakah... apakah seluruh barang-barang mewah ini benar-benar diberikan hanya untukku, Scar?"

"Iya, semuanya murni disiapkan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupmu, Elisa. Di dalam bilik lemari pakaian itu juga sudah tersusun rapi jajaran pakaian baru untukmu, termasuk seluruh perlengkapan sekolah barumu ke depan. Bahkan, baju-baju lama dan seluruh barang berhargamu yang sempat diselamatkan oleh tim yayasanku dari panti lama saat ini sudah aman tersimpan di dalam koper tuamu itu," ucap Scarlett sembari mengarahkan telunjuk tangannya menunjuk ke arah pojok sudut ruangan.

"Sekali lagi... terima kasih banyak atas segala kebaikanmu, Scarlett."

"Hm, sama-sama. Sekarang, aku akan membantumu untuk berganti pakaian gaun baru ini."

"Ah, sepertinya tidak usah merepotkanmu, Scar. Aku... aku bisa memakai pakaian ini sendiri secara mandiri di kamar mandi. Lagipula, aku merasa agak pemalu."

"Jangan pernah berani menyimpan rasa malu atau canggung di hadapanku, El. Mulai detik ini, anggap saja diriku sebagai adik perempuan kandungmu sendiri, karena mulai hari ini struktur keluarga kita telah resmi terikat bersama. Aku juga sudah terbiasa melakukan tugas mendandani adik perempuan kecilku, Lyra."

Scarlett dengan gerakan tangan yang sigap dan penuh kehangatan bergegas membantu melepaskan kaitan kancing gaun hijau daun lama milik Elisa yang sudah robek tercabik.

Elisa tampak terpaksa menuruti pergerakan fisik sahabat barunya itu karena merasa teramat tidak enak hati jika harus terus-menerus menolak ketulusan niat baik dari sang putri bangsawan.

Lalu, Scarlett bergerak memutar posisi tubuhnya ke arah belakang, membantu mengangkat tumpukan helaian rambut cokelat panjang bergelombang milik Elisa saat gadis itu bersiap hendak mengenakan kain baju barunya.

Namun, tepat di detik saat helaian rambut itu terangkat sepenuhnya ke atas udara, sepasang manik mata ungu jernih milik Scarlett Pendragon seketika membelalak sempurna dilingkupi rasa syok dan horor yang teramat luar biasa masif.

Seluruh pergerakan saraf tangannya mendadak membeku kaku di tempat.

Pandangan mata ungunya terkunci mati, terpaku lurus menatap ke arah permukaan kulit mulus di area tengkuk leher belakang Elisa.

Tepat di atas permukaan kulit tersebut, kini tampak terukir dengan sangat jelas dan nyata sebuah tanda pola abstrak bercahaya—sebuah wujud guratan Kelelawar Emas purba yang senantiasa memancarkan kilauan pendar sihir tipis yang teramat sakral. Itu... bukanlah sebuah tanda tato fana biasa.

Itu adalah visualisasi dari "Tanda Darah Ikatan" (Blood Mate Mark) kasta tertinggi yang hanya dimiliki secara mutlak oleh garis keturunan darah murni kerajaan klan Vampir tertinggi di dunia malam.

Di dalam struktur dunia Immortal, jika tanda kelelawar emas tersebut bukan dicetak oleh taring milik sang penguasa tertinggi, Raja Vampir Justin Salvatore, maka tanda sakral tersebut dipastikan terlahir secara absolut dari gigitan taring sang pangeran mahkota Salvatore—Jonah Salvatore.

"Elisa..."

Suara Scarlett mendadak bergetar hebat dilingkupi rasa ngeri yang luar biasa masif saat ia melepaskan cengkeraman rambut sang gadis fana.

"Sejak... sejak kapan sepasang matamu memiliki guratan tanda emas kerajaan ini di tengkuk lehermu?!"

Bab 17: Kebohongan yang Rapuh dan Bayang-Bayang Kutukan

"Tato? Tunggu dulu, Scar... sejak kapan aku memiliki guratan tanda tato di leherku?!"

Elisa panik setengah mati. Memorinya yang samar-samar mendadak berputar pada kepingan insiden penculikan gila oleh para makhluk abadi yang baru saja ia alami sepanjang hari ini.

Dengan napas yang memburu cemas, ia mulai menggosok-gosok tanda emas berbentuk kelelawar itu secara paksa menggunakan ibu jarinya hingga permukaan kulit lehernya memerah. Ia sangat berharap tanda sakral itu tak lebih dari sekadar stiker mainan murah milik salah satu adik kecil pantinya, yang tidak sengaja menempel di kulit lehernya saat mereka berpelukan erat di area lobi tadi.

"Sudahlah, El. Tindakanmu itu hanya akan berakhir sia-sia belaka. Kau hanya akan membuat permukaan kulit leher mulusmu memerah lecet," ucap Scarlett Pendragon seraya mengulurkan tangannya, mengambil sebuah botol cairan foundation baru dari atas meja rias marmer. "Aku akan membantu menutupinya menggunakan kosmetik ini jika kau memang mengizinkannya."

Elisa tidak memberikan jawaban verbal. Seluruh kesadaran manusianya masih tampak teramat syok dan linglung, menatap pantulan cermin besar dengan batin yang berkecamuk hebat.

Scarlett kemudian beralih, menggerakkan sisir kayu untuk merapikan dan mengepang helaian rambut bergelombang cokelat milik Elisa dengan teramat lembut. Jauh di dalam lubuk batinnya, sang putri bangsawan Pegasus sebenarnya mengetahui dengan sangat pasti apa arti esensi dari tanda bercahaya tersebut.

Itu adalah tanda kepemilikan mutlak (Blood Mate Mark) milik Jonah Salvatore, kakak kembar dari Josiah sekaligus sepupu kandung Scarlett sendiri [⚡]. Beberapa saat yang lalu, ketika ketiga sepupu kembarnya berkumpul di halaman belakang kediaman Pendragon, Jonah sendiri yang mendeklarasikan secara blak-blakan bahwa ia telah menancapkan taringnya, menghisap darah Elisa, dan mengukir tanda abadi tersebut di vena leher sang gadis [⚡].

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!