Di rumah dia hanyalah ibu rumah tangga biasa, wanita lembut yang sayang anak dan cekatan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Namun, bagaimana bila ternyata dia menyimpan rahasia yang tak biasa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#18
#18
Dhuar!
Dhuar!
Dhuar!
Ledakan hebat terjadi susul menyusul, asap hitam mengepul berbaur dengan sepinya udara malam, mobil Louis yang terparkir di depan gerbang, terlempar beberapa meter dari lokasi kejadian ledakan.
“Komandan!” jerit Louis begitu berhasil bangkit keluar dari mobil yang telah terguling di jalanan.
Louis berlari kencang dengan nafas memburu tak karuan, ia kembali ke pusat ledakan, namun, sayang tak satu orang pun yang berhasil keluar dari dalam gedung.
Louis menangis dan meraung di tempatnya berdiri, ia menjambak rambutnya sendiri, masih belum percaya dengan apa yang dilihat oleh kedua matanya. Kesal, marah, namun, tak bisa melakukan apa-apa, karena kantor pusat ekspedisi itu telah terbakar habis, bersama dengan senjata-senjata yang ada di dalamnya.
•••
Di tempat lain.
Tengah malam Alan dikejutkan dengan berita yang datang dari lokasi kejadian ledakan, baru saja asisten pribadinya datang melapor.
“Perlihatkan padaku rekaman CCTV terakhir sebelum ledakan terjadi!” geram Alan Romanov.
“Baik, Tuan.”
Wajah Alan kaku menyiratkan kemurkaan yang luar biasa.
Apakah kali ini harus gagal lagi? Padahal rencananya nyaris sempurna. Dirinya akan mewujudkan keinginan membangun kembali nama besar The King, dengan sniper andalan mereka Lynx.
Tapi, saat gudang senjata nyaris siap, dan Lynx hampir ditemukan, justru gudang senjata tersebut meledak lebih dulu.
Beberapa saat kemudian, asisten Alan kembali dengan sebuah tablet di tangannya.
Alan dengan serius memperhatikan rekaman kejadian tersebut slide demi slide. “Siapa bangsat ini?”
Sang IT langsung memberikan informasi. “Menurut database kita, pria itu bukan warga negara Rusia. Dia adalah komandan pasukan khusus dari Indonesia, dia dan anak buahnya yang dulu menggagalkan transaksi senjata kita, serta menggagalkan rencana kita meledakkan gedung kedutaan.”
Alan tak bicara lagi, baru kali ini ada orang benar-benar bernyali besar mengusik hidupnya. Tak hanya sekali, tapi terhitung sudah ketiga kalinya.
Alan mengepalkan kuat-kuat, otot wajah dan rahangnya bergetar hebat, hingga nyaris meledakkan seluruh isi kepalanya.
“Pastikan bangsat itu sudah benar-benar mati terkubur di sana!”
“Baik, Tuan.”
Para pengawal itu, buru-buru berlari keluar menjalankan perintah atasan mereka.
•••
Di Jakarta.
Pagi sudah berlalu, tapi di markas Zion kini sedang menggelar rapat darurat, seiring dengan datangnya berita ledakan dari Moskow. Berita itu disampaikan Louis satu jam yang lalu, dan hingga saat ini belum bisa dipastikan keberadaan Zion, apakah benar-benar menjadi korban ledakan, atau ada hal lain yang belum mereka ketahui.
Ini benar-benar kehilangan yang sungguh mengejutkan, setelah sebelumnya mereka harus menerima kabar bahwa panglima besar meninggal. Dan dari hasil penyelidikan pelakunya adalah warga negara asing bernama Thomas Wilden, yang berhasil masuk ke Indonesia dengan paspor wisata.
Pertanyaannya, bagaimana caranya Thomas berhasil menyelundupkan senjata? Apakah ada seseorang yang memasok senjata untuknya? Lalu, siapa yang telah menghabisi Thomas? Saat ini sedang diselidiki dengan serius oleh dokter dokter forensik militer. Kabarnya peluru yang membuat nyawa Thomas melayang, menembus dari sisi leher sebelah kanan hingga menembus ke bagian kiri.
Sungguh peristiwa yang langka, karena sepanjang mereka bekerja di bidang militer, belum pernah ada peluru yang bisa bekerja sedemikian rupa.
Orang-orang terbaik di militer dan kepolisian, bekerja sama demi mengungkap siapa pelaku yang telah menghabisi pria yang menembak panglima besar.
•• tanggung, nih ada 500 kata lempar sekalian, biar penasarannya makin di ubun2...
•• hayooo, othor tanya, kalian maunya Zion gimana? selamat pulang ke indo? di sandera? Atau hilang tanpa kabar?