Beberapa bulan terakhir ini, sudah terjadi penemuan beberapa jasad manusia yang sudah termutilasi, salah satu jasad, ada yang berasal dari warga tersebut. Warga sekitar menjadi panik dan mulai waspada dan mengawasi setiap gerak gerik orang asing yang mencurigakan. Akankah ada orang yang bisa menguak tuntas misteri kali ini? terus ikuti alur ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ochayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Takut
"Sebenarnya aku malu terlihat cupu seperti ini dihadapan Lia, padahal, dulu aku tidak pernah merasakan takut seperti ini, tapi Bapak itu? entah kenapa membuatku menjadi seperti ini? aku merasa kalau Bapak itu akan terus mengincarku karena kucing ini." batin Daniel ketika melihat Lia sedang memperhatikannya.
"Lia, maafkan aku ya, hari ini aku merepotkanmu.." ucap Daniel berdiri dari persembunyiannya.
"Iya.. tidak apa-apa Daniel, kamu tidak perlu sungkan seperti itu.. Aku tidak merasa direpotkan kok, ya sekarang kamu boleh tidur di kamar almarhum anakku." sahut Lia berjalan menunjukkan kamar almarhum anaknya pada Daniel. Daniel pun mengikutinya.
Kemudian, mereka berdua ngobrol sebentar.
"Aku heran sama kamu, kenapa kamu lebih memilih menyelamatkan kucing itu dari pada nyawamu sendiri?" tanya Lia yang duduk di kursi, sedangkan Daniel sedang membersihkan tempat tidur almarhum anak Lia.
"Aku hanya merasa kasihan pada kucing ini, dia tidak layak menjadi korban kebrutalan Bapak itu. Hanya demi mendapatkan uang instan, Bapak itu benar-benar melakukan hal gila seperti itu."
"Ya mungkin karena Beliau sedang butuh suntikan dana."
"Tapi tidak harus dengan cara seperti itu juga."
"Ya sudah, aku mengantuk, kamu tidur gih, aku juga mau tidur." ucap Lia berjalan pergi meninggalkan Daniel di dalam kamar. Sedangkan Daniel tidur sambil memeluk kucing itu.
...******...
Keesokan harinya, Lia yang baru saja bangun dari tidurnya, meregangkan tubuhnya di depan rumah, tiba-tiba dikejutkan oleh beberapa warga yang berlarian menuju ke suatu tempat, seperti hendak melihat sesuatu.
Lia kemudian mengikuti warga tersebut, dan betapa terkejutnya Lia, saat melihat seekor sapi mati di tengah jalan dengan luka yang sama seperti luka di tubuh kucing yang beberapa hari ini mati.
Lia kemudian berasumsi, bahwa ini semua pelakunya adalah Bapak itu, karena dilihat dari lukanya sama persis dengan kucing-kucing yang mati.Lia kemudian kembali pulang dan memberikan informasi tersebut pada Daniel.
"Daniel, sepertinya Bapak itu kecewa karena tidak bisa menangkap kucing yang kamu pegang, jadi Beliau terpaksa memakan sapi yang aku lihat itu." ucap Lia berjalan mendekati Daniel yang sedang duduk di kursi depan tv.
"Kalau begitu, tolong temani aku untuk melihat kondisi rumahku, hari ini saja, ya.." sahut Daniel memohon.
Lia kemudian menyetujui permintaan Daniel dan melihat kondisi rumah Daniel, Lia dan Daniel terbelalak saat melihat kondisi rumah Daniel yang terlihat banyak bagian-bagiannya yang rusak parah.
"Ha....?" ucap Daniel dan Lia kompak.
"Daniel, maafkan saya, saya sudah beberapa kali berusaha untuk mencarimu dan menelfon nomormu, tapi tidak ada tanggapan apa-apa. Para warga juga heran dengan kondisi rumah kamu Daniel, seperti baru saja diterjang angin puting beliung." ucap Pak RT mendekati Daniel yang bengong.
"Iya Pak, kemarin saya sedang sibuk Pak, jadi hp saya sengaja saya matikan."
"Saya kira, kamu terjebak di dalam rumah, apa ada yang perlu Bapak bantu Daniel?"
"Tidak perlu pak, terimakasih."
Pak RT dan para warga kemudian bergantian bergotong royong untuk mengamankan barang berharga Daniel.
"Padahal, tadi aku sudah menolak pertolongan dari pak RT, tapi warga sekitar yang inisiatif untuk membantu berkat kerjasama dan juga perintah pak RT."
"Daniel, kenapa hanya rumah kamu yang rusak parah seperti itu? Pasti ini ada kaitannya dengan Bapak penggila kucing itu?" ucap Lia yang sedang ikut gotong royong dan berada di samping Daniel.
"Mungkin..? beliau pasti marah besar padaku, karena aku."
"Mulai sekarang, kamu harus berhati-hati Daniel."
"Iya Lia. Aku akan mencari tempat kos baru saja dulu, nanti untuk masalah pembenahan rumah bisa di cicil."
"Iya Daniel, semangat, kalau kamu perlu bantuan, panggil saja aku."
Daniel kemudian menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis pada Lia. Lia pun menjadi salting.
...*******...
Ketika di malam hari, Daniel yang tidak memiliki rumah lagi, terpaksa tidur di mushola terdekat, sambil membawa boneka kesayangannya.
"Daniel, kenapa kamu tidur di sini?" tanya Lia yang baru saja melakukan solat i mushola itu.
"Iya Lia, terpaksa, karena rumahku belum masih dalam perbaikan." sahut Daniel sambil melihat wajah Lia.
"Untuk malam ini, kamu tidur di rumahku dulu lagi, dan besok aku akan membatu ki mencari tempat kos."
"Iya terimakasih atas bantuannya, tapi untuk masalah mencari tempat kos, biar aku saja, kamu tidak perlu repot-repot."
Daniel dan Lia kemudian berjalan menuju rumah Lia.