Indonesia
NovelToon NovelToon
Tahta Kaisar Iblis

Tahta Kaisar Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

​Di dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah, kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang benar, melainkan oleh siapa yang masih hidup.

​Xuan Chen, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang sebelah mata, memilih melangkah di Jalan Demonic yang penuh darah. Berbekal rahasia Mata Dewa Iblis yang sanggup menembus segala hukum alam dan menaklukkan Qi Demonic yang liar, dia menginjak-injak aturan moralitas palsu dunia kultivasi.

​Dari murid luar yang diburu hingga menjadi sosok yang ditakuti seluruh sekte, ini adalah kisah perjalanan dingin Xuan Chen menginjak setiap penentangnya, merebut kembali takdirnya, dan meniti jalan berdarah menuju puncak lima kaisar agung penguasa alam semesta.

​"Qi Demonic ataupun Qi murni hanyalah kekuatan. Seberapa jauh kekuatan itu membawamu bergantung pada seberapa bijak kau mengendalikannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: PENYERGAPAN

​Satu batang dupa telah terbakar habis sejak gerbang batu raksasa ditutup dari luar. Di bawah naungan kanopi pohon-pohon purba berdaun hitam yang pekat, sinar fajar tak mampu menembus sepenuhnya, menyisakan remang-remang yang dingin dan lembap.

​Dari kejauhan, samar-samar terdengar jeritan pendek yang mendadak terputus.

​Xuan Chen menghentikan langkahnya di atas dahan pohon raksasa, berdiri tegap bersama Lu Feng. Matanya yang tajam menatap ke kedalaman rimba yang berkabut.

​“Jeritan itu terlalu cepat,” batin Xuan Chen dingin. “Ini bukan pertarungan memperebutkan Token Darah. Benda itu tersebar acak di area yang luas. Ini adalah penyergapan terorganisir untuk memotong jumlah pesaing sejak awal.”

​Melihat kelompok-kelompok kecil yang sengaja mencegat di jalur utama, Xuan Chen makin yakin bahwa gagasan membentuk aliansi sementara bukanlah hal asing. Kebanyakan murid menyadari bahwa bertahan sendirian di awal-awal adalah tindakan riskan.

​Srekkkkkkk!

​Semak belukar di bawah dahan mereka tersingkap halus. Tiga figur melangkah keluar dengan tenang, memblokir jalan setapak di bawah.

​Tidak ada raungan barbar atau gertakan kasar. Pria di barisan terdepan , rambutnya terikat rapi dengan jepit kayu cendana. Wajahnya rupawan, kulitnya pucat, dan sepasang matanya memancarkan ketenangan. Dia melipat kedua tangannya di balik punggung, menatap ke atas dahan tempat Lu Feng dan Xuan Chen berdiri.

​Dia adalah Han Xiu, praktisi puncak Ranah Penempaan Tubuh Lapisan Empat dari wilayah timur murid luar.

​"Lu Feng," sapa Han Xiu dengan suara lembut dan ramah, seolah-olah sedang menyapa teman lama di kedai teh. "Senang melihatmu masih bernapas dengan baik pagi ini."

​Lu Feng terkesiap sejenak. Sorot matanya menunjukkan sedikit keterkejutan saat mengenali sosok di bawahnya, namun dalam sekejap mata, ekspresi santai dan seringai khas Lu Feng kembali menyelimuti wajahnya.

​"Ah... Han Xiu," kekeh Lu Feng, melompat turun dari dahan dengan gerakan ringan dan mendarat tiga langkah di hadapan Han Xiu. "Tak menyangka seorang kultivator elegan sepertimu sudi mengotori sepatu sutramu hanya untuk mencegatku di pintu masuk."

​Han Xiu tersenyum tipis, menggeleng pelan. "Di sekte kita, menyelesaikan urusan lama sebelum berburu Token Darah adalah langkah yang efisien, Adik Lu. Kau mengambil Hak Jatah Obat milik kelompokku bulan lalu. Bukankah adil jika hari ini kau membayarnya dengan tangan kananmu?"

​Xuan Chen menyusul melompat turun, mendarat tanpa suara di samping Lu Feng. Jubah hitamnya melambai pelan, matanya menilai Han Xiu dan dua pengikutnya yang berdiri tegap di belakang.

​"Junior baru?" tanya Han Xiu pelan, mengalihkan pandangan beningnya ke arah Xuan Chen. "Sangat tenang. Tapi sayang, dia memilih berdiri di samping orang yang salah."

​Han Xiu memberi isyarat kecil dengan jentikan jarinya. "Urus junior itu.

​"Baik, Senior Han," sahut dua murid Lapisan Tiga di belakangnya secara bersamaan. Suara mereka datar, tanpa ada luapan emosi gila atau caci maki. Mereka melangkah maju dengan gerakan tubuh yang sangat terukur.

​Xuan Chen merenggangkan otot-otot lehernya hingga terdengar derik halus. Sejak kekuatan fisiknya melompat ke Lapisan Tiga di bawah tekanan spiritual Tetua Mo, dia belum pernah memeras potensi ototnya dalam pertarungan jarak dekat langsung.

​"Dua Lapisan Tiga..." bisik Xuan Chen pelan, menyapu pandangannya pada kedua musuh. "Tanpa senjata, tanpa omong kosong. Kebetulan sekali... mari kita lihat seberapa padat kerapatan tulangku sekarang."

​BAM!

​Pertarungan fisik pecah seketika!

​Lu Feng melesat lebih dulu menuju Han Xiu! pertarungan di Ranah Penempaan Tubuh ini murni mengandalkan ketahanan jaringan otot, kecepatan saraf, dan dampak hantaman fisik.

​Lu Feng melancarkan serangan cakar berantai yang mengincar arteri leher dan persendian bahu Han Xiu! Angin pukulan dari cakar Lu Feng berdesir tajam di udara.

​Han Xiu tidak bergeming. Dengan kelenturan tubuh yang luar biasa, dia menggeser tumitnya setengah inci, membiarkan cakar Lu Feng lewat menyapu udara kosong di depan dadanya. Di saat yang sama, Han Xiu mengayunkan dorongan telapak tangan terbuka tepat ke arah ulu hati Lu Feng!

​Brak!

​Lu Feng menangkis dorongan itu menggunakan silangan kedua lengannya. Benturan kekuatan fisik Lapisan Empat membuat gelombang angin kecil menyapu dedaunan kering di sekitar kaki mereka. Lu Feng terdorong mundur satu tapak, namun seringai licik di wajahnya justru makin melebar.

​"Kecepatan yang bagus, Han Xiu!" seru Lu Feng, memutar poros pinggangnya untuk melancarkan tendangan menyapu dari bawah.

​"Kau terlalu banyak membuang tenaga, Adik Lu," balas Han Xiu tenang, melompat ringan menyeberangi tendangan tersebut sambil mengarahkan tusukan dua jari lurus ke titik saraf mata Lu Feng.

​Sementara pertarungan tingkat Lapisan Empat berlangsung sengit di sisi kanan, dua murid Lapisan Tiga milik Han Xiu telah mengepung Xuan Chen!

​Serangan mereka sangat presisi. Murid pertama menerjang dari depan dengan pukulan kombinasi ke arah rahang dan rusuk, sementara murid kedua memutar ke belakang, melancarkan tusukan telapak tangan ke arah tulang belakang Xuan Chen!

​Xuan Chen tidak melompat mundur. Dalam pertarungan fisik jarak dekat, mundur berarti memberikan ruang bagi musuh untuk membangun momentum.

​Sret!

​Xuan Chen memiringkan tubuhnya dengan sudut yang sangat tipis. Tinjuan murid pertama meleset hanya selebar kertas dari pipinya. Di momen mikroskobis itu, Xuan Chen melangkah masuk ke dalam jarak tembak musuh, merapatkan dadanya ke bahu lawan!

​Brak!

​Siku kanan Xuan Chen meluncur pendek namun sarat akan kekuatan pendorong dari seluruh otot kakinya, menghantam telak di ulu hati murid pertama.

​"Ugh...!" Murid itu memuntahkan udara secara paksa, matanya membelalak saat alur napasnya terputus seketika.

​Sebelum murid pertama roboh, Xuan Chen menangkap pergelangan tangan lawan tersebut, memutar tubuhnya 180 derajat dan menjadikan tubuh murid pertama sebagai perisai manusia!

​Bruk!

​Tusukan telapak tangan dari murid kedua yang menyerang dari belakang justru menghantam telak punggung rekannya sendiri.

​​Dua murid Lapisan Tiga itu bergerak kompak. Yang satu menyerang dari depan dengan pukulan kombinasi, sementara yang satu lagi memutar cepat ke belakang, mengincar tulang belakang Xuan Chen dengan tusukan telapak tangan.

​Xuan Chen menyipitkan mata. Melawan dua orang di ranah yang sama secara bersamaan bukanlah perkara mudah. Kekuatan fisik mereka seimbang, dan satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal.

​"Bocah sombong! Kau pikir bisa menghadapi kami berdua sekaligus?!" bentak murid di depan seraya mengayunkan tinjunya yang membawa angin keras.

​Sret!

​Xuan Chen menggeser kakinya, memiringkan tubuh dengan sudut tipis. Tinjuan itu meleset tipis dari pipinya, namun serangan dari arah belakang sudah meluncur deras! Xuan Chen tidak sempat menghindar sepenuhnya.

​Brak!

​Hantaman telapak tangan murid kedua mengenai bahu kiri Xuan Chen. Rasa sakit menjalar seketika, membuat bahunya bergetar dan langkahnya terdorong dua tapak ke depan.

​"Cih!" Xuan Chen menahan ringisan, matanya menajam.

​Murid di depannya tertawa mengejek, "Hanya segini kemampuanmu?! Kau bahkan tak bisa menahan serangan gabungan kami!"

​"Jangan beri dia napas! Habisi dia sekarang!" teriak murid kedua dari belakang, kembali menerjang dengan sabetan siku.

​Di bawah tekanan dua lawan satu, Xuan Chen dipaksa memeras seluruh insting dan refleks fisiknya. Dia sadar, jika pertarungan ini diseret terlalu lama, kekuatan fisiknya akan terkuras habis.

​“Aku harus memutus kerja sama mereka!” batin Xuan Chen dingin.

​Saat serangan berikutnya meluncur, Xuan Chen tidak mundur. Dia justru melangkah maju menantang bahaya! Pukulan keras murid pertama mendarat di dada kirinya, membuat napas Xuan Chen sesak dan darah segar merembes di sudut bibirnya.

​Namun, Xuan Chen sengaja menerima pukulan itu demi mengunci posisi lawan!

​"Apa?!" Murid pertama terperanjat saat menyadari tinjunya sengaja dibiarkan mendarat.

​Sebelum murid itu sempat menarik tangannya, Xuan Chen memanfaatkan momen kelengahan tersebut. Dengan sisa tenaga fisik Lapisan Tiga yang dipadatkan, tangan kanan Xuan Chen meluncur cepat bagaikan catok besi, mencengkeram erat kerongkongan musuh di depannya!

​Kreeekkkk!

​Dengan satu sentakan brutal, Xuan Chen meremukkan saluran pernapasan murid pertama!

​Murid kedua yang berada di belakangnya membeku seketika. Matanya membelalak lebar melihat rekannya mendadak kejang dan terkulai dalam cengkeraman Xuan Chen.

​“Bajingan! Bagaimana bisa dia sengaja menahan pukulanku hanya untuk membunuh ?!” batin murid kedua bergetar hebat. Hawa dingin merayap cepat ke seluruh tubuhnya. Dia baru menyadari bahwa pemuda di depannya ini adalah seorang pemangsa bertangan dingin yang tidak peduli pada rasa sakitnya sendiri demi menghabisi musuh!

​"Monster..." bisik murid kedua dengan bibir gemetar, ketakutan hebat melumpuhkan gerakannya selama satu tarikan napas.

​Xuan Chen tidak menyia-siakan satu detik kelengahan itu. Dengan memutar tubuhnya, dia melemparkan mayat murid pertama ke arah murid kedua untuk merusak keseimbangannya, lalu melesat maju melancarkan tendangan lurus tepat ke rahang musuh yang sedang panik tersebut!

​Brak!

​Leher murid kedua terpuntir patah, tubuhnya terlempar menghantam tanah basah dan tak bernyawa lagi.

​Xuan Chen berdiri tegak, menyapu darah kering di bibirnya dengan punggung lengan baju. Napasnya sedikit memburu, dan bahu kirinya terasa nyeri akibat hantaman tadi. Pertarungan itu tidak mudah, tetapi keputusannya untuk bertindak kejam dan menggunakan taktik berdarah dingin berhasil menumbangkan duanya.

​Lu Feng yang sedang beradu fisik dengan Han Xiu mendadak menghentikan gerakannya, melompat mundur dua tapak. Dia melirik ke arah dua mayat di tanah, lalu menatap Xuan Chen dengan kilatan rasa takjub bercampur kewaspadaan yang makin dalam.

​“Bocah ini... Dia bertarung seperti binatang buas yang terlatih. Dia bahkan tidak ragu mengorbankan tubuhnya sendiri untuk menciptakan celah mematikan!” batin Lu Feng, napasnya tertahan sejenak.

​Sementara itu, Han Xiu—yang sedari tadi bersikap anggun dan tenang—untuk pertama kalinya kehilangan kendali atas raut wajahnya. Matanya membelalak, menatap Xuan Chen dengan sedikit getaran di pupil matanya.

​"Kau... bertarung dengan cara bertaruh nyawa seperti itu?!" ucap Han Xiu dengan suara yang tak lagi sehalus sebelumnya.

​Xuan Chen menatap Han Xiu lurus, binar matanya sedingin es di puncak gunung.

​"Di jalan demonic," bisik Xuan Chen datar, merenggangkan jemarinya yang bernoda darah. "Siapa yang paling tidak takut mati... dialah yang akan tetap hidup. Sekarang, giliranmu, Senior Han."

***

1
Day Chuk
Xuan Chen punya Cheat di mata 🤣
Kausafiksi: Hehehe benar
total 1 replies
Septiana Athorid
makin seru
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
Day Chuk
lanjut 🙏
Kausafiksi: 👍 siap
total 1 replies
Day Chuk
aku pikir su ling yang akan jafi rekan nya thour
Day Chuk: Hahahha sibuk ngapain thor
total 2 replies
:P @.Ar.world(づ ̄ ³ ̄)づ
mampir ya bro ke buku novel gua (。・ω・。) btw novel mu enak juga ya ceritanya tapi sayangnya fotonya hanya ia mau aku bantu kasih karakter laki laki untuk mu gratis
Kausafiksi: terimakasih sudah mampir 🙏😁

novel mu juga bagus,

semangat😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kamar 405 harus nya pakai nama sajah, kesan fantasi timur nya kurang

tapi so cerita nya menarik.
Kausafiksi: terimakasih saran nya, akan aku pertimbangkan 🙏
total 1 replies
Septiana Athorid
naggung thor, 10 bab langsung biar puas 😁
Septiana Athorid: sehari 2 kali thor
total 2 replies
Day Chuk
lanjut thor di tunggu🙏
Kausafiksi: update satu hari sekali ya jam 19:00 di tunggu sajah 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
bagus cerita nya, anti hero, gue suka yang langsung yanpa bertele tele thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!