Shaera Wendaru Seorang Putri Bangsawan Yang Mempunyai Kedudukan Dan Pengaruh Di Desanya.
Shaera Pribadi Yang Hangat, Lemah Lembut, Pendiam Dan Feminim Membuat Ia Menjadi Sosok Putri Yang Banyak Diidamkan.
Tapi Shaera Sudah Menetapkan Hatinya Untuk Seorang Pria Yang Begitu Berpengaruh Di Desanya Saat Ini.
Wira Satyadharma Sosok Pria Pekerja Keras. Sosok Yang Sejak Kecil Sebatang Kara Dan Sering Diremehkan Orang Lain.
Tapi Dengan Kerja Keras Nya Wira Dapat Membuktikan Dirinya Pada Orang-Orang Yang Merendahkan Nya Dan Meragukannya.
Kini Wira Menjadi Sosok Nomor Di Desanya.
Pribadinya Yang Ramah, Penyayang, Penuh Semangat Membuat Semua Orang Senang Berteman Dengannya.
Tapi Tidak Peka Dan Salah Mengartikan Perasaanya Sendiri Membuat Ia Akan Kehilangan Sesuatu Yang Membawanya Ke Jurang Penyesalan Tiada Akhir.
"Aku Akan Selalu Ada Di belakangmu Untuk Selalu Mendukung mu." Shaera
"Jangan Katakan Itu, Kau Itu Pendamping Hidupku Tempatmu Ada Di Sampingku." Wira
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isi Hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30.
"terima kasih Dave, aku tidak tahu harus berbuat apa jika kau tak membantu." ucap shaera saat mereka baru keluar dari gedung tempat tinggal baru anak panti.
"sama-sama, ra kau tidak usah sungkan untuk meminta bantuan ku." sahut Dave.
"tetap saja aku harus berterima kasih kepadamu dave, karena jika tidak ada kau. entah apa yang akan terjadi kepada kami." shaera begitu bersyukur karena Dave memberi bantuan saat paman Billy tak bisa membantunya.
"tidak masalah ra, santai saja. aku juga senang dapat membantu." Dave memang mengetahui rencana Wira untuk menghancurkan gendung panti asuhan tempat shaera mengahjar. ia mengetahui semua itu dari ravin dan kakek Ammar.
bagaimana bisa Dave bersekongkol dengan ravin dan kakek Ammar? Dave mengenal kakek Ammar karena kakek Ammar adalah rekan bisnis keluarganya dari situlah Dave kenal dan mulai dekat dengan kakek Ammar.
sementara ravin, asisten Wira itu tidak setuju dengan semua rencana Jahan atasannya itu, yang terus-menerus mengganggu keluarga Wendaru. karena Wira tak senang melihat keluarga itu hidup damai.
sementara dirinya merasa tidak tenang setelah perceraiannya dengan shaera, apalagi Adnan merahasiakan kekurangan putrinya itu alasan Wira mengganggu keluarga Wendaru sampai saat ini. melihat ketidak Adilan itu membuat ravin diam-diam mencari bantuan dari Dave dan memberitahukan semua rencana yang tengah dilakukan oleh Wira pada Dave.
Dave menerima ravin dan membantunya untuk menolong keluarga Wendaru. tapi Dave tidak bisa membantu menyadarkan Wira dari kesalahannya.
kakek Ammar yang mengintai gerak-gerik dari cucnya Wira selama ini mengetahui rencana Dave dan ravin untuk menentang kesalahan yang Wira lakukan. dan kakek Ammar setuju dan ikut dengan semua tindakan yang dilakukan Dave yang menjaga dan membantu keluarga Wendaru, ravin yang melaporkan semua gerakan Wira dan tugas menyadarkan Wira biar kakek Ammar yang melakukan nya.
karena ia merasa bertanggung jawab untuk mendidik cucunya dan mengembalikan cucnya itu ke jalan yang benar.
"sudah sampai" seru Dave saat mereka sudah sampai di depan halaman rumah shaera.
Dave mengantar shaera pulang dari gedung baru panti asuhan.
"terima kasih Dave atas hari ini. dan maaf kau jadi harus mengantarku pulang juga." shaera tak enak karena terus merepotkan Dave.
"tak masalah ra, aku senang bisa membantu." sahut Dave.
"kalau begitu masuk dulu, biar ku buatkan minum untukmu." tawar shaera saat melepas sabuk pengaman dan ingin keluar dari mobil.
"maaf ra, lain kali saja aku mampir. karena aku masih ada urusan yang harus aku kerjakan." tolak Dave.
"oh.. begitu, baiklah kalau begitu aku juga akan mentraktirmu makanan yang enak sebagai tanda terima kasih ku."
"tak usah dipikirkan. tapi aku makannya banyak lho, ra.. haha" sahut Dave sambil berkelakar.
"tidak masalah. kalau begitu aku masuk dulu. kau hati-hati dijalan."
"hmm.." setelah berpamitan Dave langsung menjalankan mobilnya.
"syukurlah satu masalah telah selesai." batin shaera lalu masuk ke dalam rumah dengan senyum bahagia di wajahnya.
***
"sial!!! bagaimana bisa ia menemukan tempat untuk menampung anak-anak dari panti asuhan itu?!!" Wira benar-benar murka mendengar penjelasan Jack yang gagal membuat penghuni panti asuhan lontang-lantung dijalan.
"yang saya dengar, tuan muda dari keluarga Smith yang membantu nona Wendaru menampung anak-anak panti di gedung milik keluarga Smith." sahut Jack.
"sial!!! jadi Dave yang melakukan ini. untuk apa dia jadi pahlawan kesiangan dengan membantu wanita itu?!" Wira menanggapi penjelasan Jack dengan nada tinggi.
"apa dia juga tau aku dalang dari semua kekacauan ini?!" tanya Wira.
"saya belum tau tuan, segera saya akan segera mencaritahunya." sahut Jack.
"apapun yang terjadi jangan seret nama ku. kau mengerti?!" tekan Wira.
"saya mengerti tuan." Jack segera pamit untuk melaksanakan perintah tuannya.
"sial!!! aku gagal membuat wanita itu kehilangan pekerjaannya. tapi tak apa aku masih punya satu rencana dan ini tidak boleh gagal.
dan jika rencana ini berjalan dengan lancar maka jangankan putri keluarga Wendaru, bahkan nama keluarga mereka pun tidak akan pernah ada lagi. hahaha..." Wira begitu senang ketika memikirkan rencana jahatnya kepada keluarga Wendaru berhasil ia laksanakan.
ia tak sabar melihat keluarga mantan istrinya itu hancur tak tersisa.
"kau akan tahu siapa sebenarnya Wira Satyadharma itu." Wira bermonolog.
***
"lakukan dengan benar. dan ingat jangan sampai diketahui oleh siapapun." perintah Laura pada anak buah yang ia bayar.
"berikan ia sedikit kejutan, karena aku ingin wanita mati secara perlahan-lahan. kalian mengerti?!" sambung Laura.
"baik nona, kami permisi." sahut para orang suruhan Laura.
"hari-hari penuh penderitaan bagimu akan segera dimulai, wanita jalang... hahah" Laura merencanakan hal jahat dengan membayar orang suruhan yang dtugaskan untuk mengganggu dan meneror Nasya, agar ia tak lagi berani menggangu hubungannya dengan Wira.
Laura menganggap bahwa Nasya lah sumber dari masalah hubungan nya dengan Wira.
walaupun Wira sudah memperingati Laura untuk tak mengganggu Nasya, hal itu tak digubris oleh Laura. karena Laura benar-benar ingin menguasai Wira untuknya sendiri dan Nasya adalah pengganggu untuk keinginannya.
***
"apa benar tak bisa diselamatkan lagi?" dengan lesu Adnan memeriksa dokumen laporan tentang pembangunan rumah sakit.
"sayang nya seperti itu tuan." sahut Billy.
"mau bagaimana lagi, kita hentikan pembangunan dan cairkan uangku dari bank untuk membayar pekerja dan bahan baku." Adnan begitu frustasi menghadapi kegagalan ini.
"tapi tuan..."
"jangan banyak berpikir bil, kita tak punya banyak waktu. karena jika kita mengulur waktu maka semakin buruk situasinya. kau mengerti kan?" perintah Adnan tak ingin dibantah
"akan segera saya urus tuan."patuh Billy. ia begitu sedih melihat keterpurukan tuannya itu.
"aku percayakan ini padamu." sambung Adnan.
"baik tuan." Billy pergi melaksanakan perintah tuannya.
"kau benar-benar keterlaluan Wira. walaupun aku tak memiliki apapun saat ini aku tetap bagian keluarga Wendaru yang tak kenal menyerah dalam semua hal. jika kau hancurkan aku seratus kali aku akan bangkit seribu kali. bukan aku yang akan menangis darah, tapi kau lah yang akan menangis darah karena penyesalan tiada akhir dan aku tak akan pernah berbelas kasih padamu." walaupun begitu lelah dan frustasi tapi tatapan Adnan begitu menggebu saat membahas tentang mantan menantunya.
"selagi kau masih punya ayah, ayah berjanji akan menjauhkan mu dari malapetaka yang bernama Wira itu." gumam Adnan sambil melihat foto putrinya yang tersenyum yang ia simpan diruang kerjanya.
.
.
.
.
Tbc
saat penyesalan itulah Shaera tk akan bisa mudah dengan memaafkanmu...
dsar laki² gk waras yang duka celap celup bnyak lobang...gregt bnget kasih penyakit lch biar tau rasa greget banget Wira...
next semngt semngt sukses selalu
gregt bnget cm kelakuan Wira..
next semngt sukses selalu
next semngt sukses selalu
gregt bnget cm kelakuan Wira...
next semngt sukses selalu
next semngt sukses selalu