Indonesia
NovelToon NovelToon
MY BROKEN WINGS

MY BROKEN WINGS

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

...Malam itu,setelah seluruh rangkaian acara akad nikah selesai....

Dokter memperbolehkan pengantin baru untuk pulang ke rumah.

Ia meminta agar sementara ini, Devandra istirahat.

Devandra menganggukkan kepalanya dan setelah itu ia mengajak keluarga kecilnya untuk pulang.

...Dengan dikawal tim keamanan Thomas, mereka semua bertolak menuju penthouse mewah milik Devandra....

...Sesampainya di penthouse yang biasanya lengang kini terasa begitu hidup, hangat, dan penuh gelak tawa....

..."Sekarang Mama nggak sendirian lagi." goda Rizal sambil menyenggol lengan adiknya saat mereka berjalan bersama menyusuri koridor rumah....

..."Hushh! Kakak kumat deh usilnya!" bisik Sandra sambil menepuk pelan bahu abangnya,...

...Devandra tersenyum tipis menyaksikan tingkah kedua anak sambungnya....

...Ia memeluk pinggang Ratri dari samping, lalu dengan lembut merangkul istrinya masuk ke dalam kamar utama mereka—kamar yang kini resmi menjadi milik berdua....

...Pintu kamar terkatup rapat, menyisakan keheningan yang nyaman dan romantis....

...Ratri membantu Devandra melepas kemeja putihnya dengan sangat hati-hati agar tidak menyentuh atau menarik perban di lengan kiri suaminya....

...Dengan telaten, ia mengganti pakaian Devandra dengan kemeja piyama katun yang longgar dan nyaman untuk tidur....

..."Terima kasih, Sayang." bisik Devandra penuh kehangatan....

...Ia menatap wajah wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya....

...Ratri menyunggingkan senyum manis yang memancarkan rasa bahagia yang sempurna....

..."Iya, Mas. Sama-sama," jawab Ratri lembut, melingkarkan tangannya di pinggang Devandra sambil menyandarkan kepalanya di dada pria yang telah menjadi pelindung hidupnya....

..."Sayang, kamu yakin mau berhenti terbang?" tanya Devandra ...

...Ia tahu betapa Ratri mencintai dunianya di angkasa selama bertahun-tahun ini....

...Ratri menganggukkan kepalanya sambil menatap suaminya tanpa ada keraguan sedikit pun....

..."Iya, Mas, aku yakin. Saat aku diculik kemarin, di dalam kegelapan itu, yang ada di pikiranku cuma kalian. Aku cuma ingin selamat dan hidup bersama kalian bertiga."...

...Hati Devandra berdesir hangat mendengar penuturan jujur istrinya....

...Kemudian ia merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukan hangatnya, mengecup puncak kepala Ratri dengan penuh kasih sayang....

..."Aku janji akan bekerja keras dan membahagiakan kalian bertiga," janji Devandra tulus di dekat telinga Ratri....

...Ratri tersenyum tipis di dalam dekapan suaminya. Namun tiba-tiba, raut wajahnya berubah teringat sesuatu....

..."Mas, aku jadi ingat, kemarin aku membelikan oleh-oleh khas Bali untuk kamu, Rizal, dan Sandra. Tapi, semuanya pasti sudah hilang waktu aku diculik" bisik Ratri dengan nada lemas dan menyesal....

...Devandra terkekeh pelan melihat ekspresi kecewa istrinya....

...Ia mengangkat dagu Ratri lembut, lalu menunjuk ke arah sudut lemari pakaian yang berdiri di dalam kamar....

..."Semuanya ada di sana, Sayang," ucap Devandra santai....

...Ratri membelalakkan matanya kaget. "Lho? Kok bisa?"...

..."Tim keamanan kita menemukan tas oleh-olehmu beserta pet pilotmu yang berserakan di lorong bandara sewaktu memeriksa CCTV," ucap Devandra sambil tersenyum hangat....

..."Mereka mengamankan semuanya dan langsung dikirimkan ke Thomas."...

...Ratri menghela napas lega, senyum bahagianya kembali terukir sempurna....

...Rasa hangat memenuhi dadanya menyadari betapa setiap detail kecil tentang dirinya selalu dijaga dengan begitu baik oleh suami dan timnya....

...Sementara itu, jauh dari kemewahan penthouse tempat Ratri dan Devandra merayakan kebahagiaan mereka, suasana kontras terlihat di sebuah rumah kost sempit yang sepi dan dingin. Hanya ada Tasya dan Gabriel di sana....

...Kedua kakak beradik itu duduk bergeming di lantai semen tanpa alas....

...Penyesalan yang terlambat kini menggerogoti hati mereka, meninggalkan rasa hampa yang amat sesak....

..."Sekarang kita tidak punya apa-apa, Kak." ucap Tasya dengan suara bergetar. ...

...Pandangannya kosong menatap sudut ruangan yang kosong....

..."Aku menyesal, aku benar-benar menyesal karena dulu sudah memperlakukan Mama Ratri semena-mena seperti itu."...

...Gabriel menunduk dalam-dalam, menyembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangannya yang gemetaran....

...Bahunya berguncang pelan menahan tangis yang tak lagi bisa ia tahan....

..."Aku juga menyesal, Tasya." bisik Gabriel penuh kehancuran....

..."Kita menghancurkan masa depan kita sendiri karena kesombongan dan sifat serakah kita. Sekarang Mama sudah bahagia dengan kehidupan barunya, dan kita hanya tinggal menikmati buah pahit dari perbuatan kita sendiri."...

...Di dalam keremangan malam, kedua saudara itu kini harus menerima kenyataan pahit bahwa kasih sayang dan ketulusan seorang ibu yang pernah mereka sia-siakan tak akan pernah bisa mereka dapatkan kembali....

...Tok tok tok!...

...Ketukan di pintu kontrakan yang lapuk itu memecah keheningan malam yang cengkeram....

...Tasya dan Gabriel saling pandang dengan raut cemas dan bingung, bertanya-tanya siapa yang bertamu ke tempat kumuh mereka di jam seperti ini....

...Dengan ragu, Gabriel bangkit dan membuka pintu perlahan....

...Matanya membelalak kaget ketika melihat sosok Thomas....

..."Ada apa, Mas?" tanya Gabriel gugup, sementara Tasya menyusul berdiri di belakang abangnya dengan wajah pucat....

...Tanpa mengucap sepatah kata pun, Thomas menyodorkan dua kotak makanan hangat serta beberapa lembar uang kertas pecahan ratusan ribu yang tertata rapi di atasnya....

..."Ini titipan dari Nyonya Ratri Devandra," ucap Thomas dingin namun tetap sopan....

...Tasya dan Gabriel terpaku, menatap barang di tangan Thomas dengan dada bergemuruh hebat....

...Rasa malu dan sesak seketika menghantam mereka hingga tak sanggup membendung air mata....

..."Nyonya berpesan, semoga kalian bisa melanjutkan hidup dengan baik, tanpa ada lagi rasa bersalah atau dendam." ucap Thomas....

...Gabriel menerima titipan itu dengan tangan gemetaran, lalu membungkukkan badannya dalam-dalam di selang isak tangisnya....

..."Terima kasih, Thomas. Tolong sampaikan terima kasih dan permohonan maaf kami yang sebesar-besarnya untuk Tante Ratri dan Om Devandra," bisik Gabriel terputus-putus....

...Thomas hanya mengangguk tipis tanpa berucap lagi, lalu berbalik pergi meninggalkan lorong kontrakan yang sepi....

...Di balik pintu yang perlahan terkatup, Tasya dan Gabriel terduduk lemas meratapi kebaikan hati wanita yang pernah mereka sakiti, namun tetap memberi mereka secercah harapan di tengah kehancuran mereka....

...Gabriel mengangguk pelan, menyapu air matanya lalu mengusap bahu adik perempuannya yang masih sesenggukan....

...Ia membuka salah satu kotak makanan yang dibawa Thomas, aroma nasi hangat yang menggugah selera langsung memenuhi ruangan sempit itu....

..."Ayo, kita makan dulu," ucap Gabriel lembut, menyodorkan kotak nasi itu ke arah Tasya....

..."Besok kita mulai cari pekerjaan apa saja yang penting halal. Kita harus bisa berdiri di atas kaki sendiri."...

...Tasya mengambil sendok dengan tangan bergetar, menyuap makanan itu perlahan....

...Air matanya menetes saat ia menikmati nasi hangat yang sedang ia makan seperti dulu....

...Pahitnya kenyataan kini benar-benar harus mereka telan....

...Dengan Indra dan Imelda yang mendekam di balik jeruji besi akibat seluruh kejahatan dan skandal mereka, seluruh aset disita, dan modal keuangan mereka hancur total....

...Gabriel dan Tasya tidak punya pilihan lain selain merelakan impian mereka yang tidak bisa meneruskan kuliah lagi....

...Gelar akademis dan gengsi sosial yang dulu selalu mereka banggakan kini menguap tanpa bekas....

...Yang tersisa hanyalah kerasnya kehidupan nyata yang harus mereka jalani dari nol....

..."Maafin aku ya, Kak. Gara-gara kita menuruti kemewahan semu Papa dan Mama Imelda, kita jadi seperti ini," bisik Tasya di tengah kunyahannya....

..."Sudah, Sya. Jangan disesali lagi," sahut Gabriel mantap, mencoba tegar demi adiknya....

..."Ini pelajaran hidup kita. Besok hari, kita buktikan kalau kita bisa berubah dan hidup jujur, meskipun harus mulai dari bawah."...

...Malam itu, di dalam kontrakan sepi, dua saudara yang dulu terbuai kesombongan itu akhirnya belajar arti kerja keras, ketulusan, dan rasa syukur yang sebenarnya....

1
Angraeny Angraeny
seratus apa sepuluh juta
Sayekti 0519
luarr biasa... mantap thooor
Sayekti 0519
Rizal daftar pilot kan keren
Sayekti 0519
mimpiii.....
Sayekti 0519
siksa aja dulu, udah benyok ks kepolisian
Sayekti 0519
mata d balas mata,jual anaknya k klup malam.biar rasa si anjing indra
Sayekti 0519
tolong tangkap si indra,siksa sampai ngaku patahkan tangan sama kakinya.bila perlu matanya jg
Sayekti 0519
rumah mobil dan yg lain d jual tinggal lah d luar negeri aja.biar amaan
sri hastuti
akhirnya happy end, makasih thor, bagus critanya 👍👍👍
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Muft Smoker
tasya Dan Gabriel udh bisa Mandiri ,,
keluarga baru ratri juga udh bahagia ,,
semoga si indra ma Imelda gx perlu deh kluar dr penjara ,, ganggu aj nnti dy bisa nya ,,
Muft Smoker
lihat tasya Gabriel ,,
org yg km sakiti ,,
msh peduli Dan cemas dg kondisi kalian ,,
Muft Smoker
lengkap sudaah kebahagiaan mereka ,,
alhamdullah tasya Dan Gabriel juga udh punya pekerjaan masing2 ,,
bahagia selalu kalian semua
Muft Smoker
waah devandra kecil udh debut kayakny
Muft Smoker
akhirny mereka sadar Dan mau berubah menjadi lebih baik lgii ,,
semoga jalan kalian di permudah ,,
krn semua org pernah berbuat salah ,,
hingga mereka berdua pun pantas mendapat kesempatan kedua buat berubah ,,
Muft Smoker
laaanjut kak ,,
Muft Smoker
yeeey akhirny ,,
semoga setelah ini cuma kebahagiaan yg mereka rasakan ,,
Muft Smoker
akhirny ratri Selamat ,,
udh deg2an ,,
Muft Smoker
aduuuuh kak ,, sypa lgii ini ,,
baru juga masalah satuu beres ,, dtg masalah lain ,,
semoga ratri cepat di temukan Selamat sampai lgi di Jakarta ,, ,,
sri hastuti
waduh thor ,baru bahagia sebentar ,blm menikmati ,sdh spt itu , 😡😡😡
Muft Smoker
kenyataan yg gx sesuai ekspetasii begitu menyakitkan bukan ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!