Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Yang Ternoda

Cinta Yang Ternoda

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:49k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Cinta gadis yang telah bertunangan diajak ke sebuah pesta penyambutan tahun baru oleh sahabatnya semasa kuliah.

Cinta tidak tau kalau itu adalah akal bulus Hesty saudara tirinya yang ingin memisahkannya dengan Christ tunangannya.

Mereka menjebak Cinta dengan memberi obat perangsang dalam botol air mineral. Hingga akhirnya kesucian Cinta direnggut oleh seseorang yang mencoba menolongnya.

Bagaimana kisah Cinta mempertahankan pertunangannya dengan Christ? Juga Zion lelaki asing yang telah menodainya. Apakah rencana jahat Hesty terbongkar.

Yuk! ikuti kisah Cinta, dalam Cinta yang ternoda!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Rahasia Pak Barita.

Dengan langkah tergesa, Erika memasuki kawasan kantor Zion. Dari wajahnya jelas terlihat kalau dia sedang tidak baik-baik saja. Ekspresi wajahnya berubah-ubah, sepertinya sedang menahan emosi.

"Zion!" tanpa menghiraukan larangan sekretaris Zion di depan pintu, Erika langsung mendorong pintu ruang kerja Zion.

Zion yang tengah bersama kliennya terkejut dengan kedatangan bibinya yang mengindahkan etika.

"Ada apa, Bi?" tanya Zion berusaha menahan emosinya.

"Ada apa, ada apa! Kamu benar-benar tega Monang! Menghancurkan reputasi Bibi," Erika melemparkan map ke atas meja Zion. Berkas dalam map itu jatuh berserak hingga ke bawah meja.

"Bibi, apa-apaan ini!" Zion masih berusaha menekan emosinya.

"Kamu jahat Zion. Gara-gara kamu semua bisnis Bibi, gagal." teriak Erika seraya menuding Zion.

"Hati-hati bicara, Bi. Padahal Bibi, yang

datang mengacau ke sini. Maaf, Pak, pertemuan kita ditunda dulu." ucap Zion mohon pengertian kliennya yang nampak kebingungan.

"Baiklah Pak Monang, saya permisi dulu. Saya tunggu khabar dari Bapak."

"Sebenarnya apa mau, Bibi, kenapa tidak berhenti cari masalah dengan saya." Zion bicara datar setelah tamunya pergi. Menatap tajam pada bibinya dan memindai gerak gerik bibinya yang duduk di sofa.

"Kamu telah berlaku licik pada Bibi, dengan hasil test itu."

"Bibi masih saja membahas soal itu, sebenarnya apa kepentingan Bibi dengan test itu. Hanya untuk menyingkirkan aku, Bibi, lakukan segala hal. Bibi terlalu jauh mencampuri urusan saya, Bi." Zion menumpahkan kemarahannya.

"Apa yang kau lihat dari perempuan itu, sampai kamu membelanya mati- matian." Erika masih saja ngotot.

"Karena dia adalah istriku.Juga anak dalam kandungannya itu adalah darah dagingku! Test itu sudah menjelaskan mengapa masih Bibi pungkiri." Rahang Zion mengatup keras usai bicara. Erika yang tadinya mau menggertak malah jadi ciut nyalinya, melihat Zion yang menahan amarah.

"Oke, Bibi anggap masalah itu selesai. Tapi Bibi tidak akan menyerahkan saham itu."

"Terserah, berarti Bibi menjilat ludah yang sudah Bibi muntahkan." Zion tersenyum mengejek. Membuat merah wajah Erika.

"Kamu lancang kali ngomong seperti itu. Tidak punya adab sama orang tua. Bibi akan bicarakan soal saham itu pada Bapak." Zion hanya tersenyum sinis melihat sikap bibinya yang tetap angkuh.

Zion tidak bermaksud menguasai saham bibinya dan sepupunya Johan. Hal itu dia lakukan hanya untuk menantang rasa ego Bibinya, yang selalu meremehkannya.

Zion dan Oppungnya sudah sepakat menahan saham itu, untuk membuat efek jera pada Erika dan Johan. Entahlah apa rencana itu akan berjalan mulus.

Pak Barita yang sudah sembuh dari sakitnya sudah terlihat kembali di kantornya. Pak Barita belum bisa sepenuhnya menyerahkan semua urusan pada cucunya. Beliau masih harus mendampingi Zion.

Tok, tok, tok!

Suara pintu diketuk tiga kali. Dari cara mengetuk yang kasar Pak Barita sudah menduga kalau itu, Erika.

Belum juga disahut, Erika sudah nyelonong masuk. Dengan wajah ditekuk kusut, Erika duduk dihadapan Pak Barita.

Pak Barita diam saja, tetap memeriksa berkas dihadapannya.

"Ada apa?" ucap Pak Barita setelah sekian menit. Pak Barita tetap fokus dengan berkas-berkas dimejanya.

"Bapak dengar kau mengacau di kantor, Monang?" delik Pak Barita, melihat putrinya dari balik kaca matanya yang melorot.

"Aku masih kesal dengan anak itu, beraninya dia menipuku soal test itu."

"Aneh, kamu selalu saja merasa jadi korban. Padahal kamulah yang selalu cari masalah. Berkat keculasanmu kamu harus kehilangan hak milikmu." sindir Pak Barita.

"Aku tidak mau menyerahkan saham itu Pak."

"Semudah itu kamu menjilat ludah yang kau muntahkan. Tidak bisa! Bapak telah buat laporan kalau 50% dari sahammu dan Johan telah dialihkan," ucap Pak Barita bicara tegas, "bersyukurlah Monang masih bermurah hati, tidak mengambil semua saham kalian."

"Pengelolaan butik juga Bapak tarik. Selama ini kamu tidak pernah becus mengurus butik itu. Lagi pula butik itu adalah milik ibunya Monang." Kedua bola mata Erika membulat mendengar kata demi kata yang meluncur dari Bapaknya.

"Bapak! Teganya Bapak melakukan semua itu pada Erika. Selama ini Erika telah bersusah payah mengurus butik itu."

"Bersusah payah? Bukannya kamu selalu membuat rugi, kalau Bapak tidak menutupi kerugiannya. Butik itu sudah bangkrut." Erika terdiam tidak berkutik. Bapaknya benar-benar murka. Tapi bukan Erika namanya kalau tidak keras kepala juga dan berusaha berkelit dari kesalahan yang dia lakukan.

"Bapak jahat, selama ini Bapak selalu mengabaikan Erika dan Johan. Yang ada dalam hati Bapak hanya Monang dan Monang. Bapak sekolahkan Monang sampai ke luar negeri. Bapak bangun bisnisnya di Jakarta. Tapi pada Johan, apa yang telah Bapak lakukan. Bapak tidak pernah mau mendukung karirnya." isak Erika.

"Kamu adalah orang yang tidak tau bersyukur! Selama ini kamu tidak tau apa yang telah Bapak korbankan untuk kamu dan Johan. Kamu lupa apa yang telah kamu lakukan sepuluh tahun lalu. Jika tidak, kamu telah membusuk dengan anakmu itu di penjara!" kecam Pak Barita menatap wajah putrinya dengan nyalang.

Diambilnya sebuah map berisi berkas dari laci meja kerjanya.

"Ini adalah bukti-bukti kejahatan yang telah kamu lakukan sepuluh tahun lalu. Kamu masih bilang Bapak tidak perduli pada kamu dan Johan. Sepuluh tahun Bapak harus menebus rasa bersalah karena ulah mu!"

"Maksud Bapak apa?" ucap Erika pucat pias. Kejadian sepuluh tahun lalu bagai slide film terpampang di depan matanya. Saat dia menyuruh Johan merusak mobil yang akan dikemudikan ayah Monang.

Hingga akhirnya kecelakaan itu terjadi, kedua orang tua Zion meninggal. Zion luput dari kecelakaan maut itu karena batal ikut.

Tidak seorangpun yang mencurigainya selama ini. Ternyata, Bapaknya yang telah melindunginya. Jadi, selama ini Bapaknya menyimpan semua rahasia itu.

"Bapak tidak ingin kehilangan kamu juga setelah orang tua Monang, wafat. Bapak berharap kamu bertobat dan menyesali perbuatanmu itu. Tapi kamu makin merajalela. Kamu serakah!" tuding Pak Barita, membuat Erika jadi ketakutan.

"Apa yang akan dilakukan Monang, jika dia tau bahwa bibinya yang telah membunuh orang tuanya. Oppungnya bahkan melindungi pembunuh itu. Ayo, jawab!" Sergah Pak Barita lantang.

"Bapak, maafkan aku. Maafkan Erika, Pak." Erika langsung berlutut dihadapan Bapaknya. Menangis sesegukan meminta ampun.

Brakk!

Pintu terbuka tiba-tiba, Zion muncul diambang pintu dengan wajah bersemu merah. Tadinya dia hendak melaporkan pada kakeknya karena gagal bertemu kliennya karena ulah bibinya.

Namun, saat mendengar suara kakeknya yang marah-marah didalam, Zion menguping pembicaraan Oppungnya.

Zion sangat kaget mendengar ucapan kakeknya itu tentang kejadian yang menimpa kedua orang tuanya sepuluh tahun yang lalu. Sama sekali tidak menduga kalau pelakunya adalah bibinya sendiri.

Mirisnya, Oppungnya malah melindungi bibi dan saudara sepupunya.

"Monang!?" Seru Pak Barita kaget tidak menduga kedatangan Zion. Erika juga tidak kalah kagetnya, apalagi saat melihat ekspresi wajah Monang.

"Jadi, selama ini Oppung tau siapa pembunuh, orang tuaku!" ****

1
ayu cantik
suka
Evy
pasti nanti bertemu cinta dan Zion.. bawahan dan atasan..
Evy
Gitu banget tunangan cinta.kenapa tidak bantu selidiki kasusnya dulu.main langsung putus hubungan pertunangan.. diminta pula cincin Dan kalung... pelit tu jadi laki...
Jessica
Luar biasa
Linda pransiska manalu: makasih dukungannnya ya Bund.
total 1 replies
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sangat mantap sekali 👍✌️
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘❤️
Yunerty Blessa
sebuah karya yang mantap ❤️
Yunerty Blessa
Zion bai sekali.... beruntung Cinta mendapatkan........
Yunerty Blessa
Christ memberi sebuah baju untuk menjadi kenangan...
Yunerty Blessa
entah seperti apa perasaan Cinta ketemu Christ....mantan tunangannya.....
Yunerty Blessa
rasakan Hesty duduk dalam penjara... itulah balasan yang setimpal dengan hasil perbuatan mu.....
Yunerty Blessa
padan muka kau Hesty....tidak tahu malu..... mimpi mau jadi orang kaya 😏😠
Yunerty Blessa
Hesty perempuan munafik....tidak tahu malu...😠
Yunerty Blessa
sweet nya sepasang suami isteri 😘
Yunerty Blessa
semoga bahagia selalu Zion dan Cinta.....
Yunerty Blessa
semoga cepat sembuh kak thor....
semangat terus....
Yunerty Blessa
kena kau Hesty....kau yang menjebak malah beruntung buat Cinta.....
Yunerty Blessa
rasakan pukulan maut Zion....
Yunerty Blessa
biar mampus kau Erika dan Johan dalam penjara 😠 tega nya demi harta sanggup membunuh saudara sendiri.....apa alasan Oppung melindungi mereka......
Yunerty Blessa
akhirnya Zion bisa buka puasa juga..
Yunerty Blessa
malahan kau yang akan syok nanti nya Erika dan Johan 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!