Karma is real ... but you have to make it happen. Itulah slogan si cantik Elenora dalam membalaskan dendam sang ibu kepada gundik ayahnya. Terlahir buruk rupa membuat Elenora dikucilkan dan sering di bully sejak kecil. Namun menjadi itik buruk rupa tidak lantas membuat Elenora kehilangan semangat untuk membalas dendam. Saat itik itu berubah menjadi angsa yang cantik, ia siap menggoda siapa pun, termasuk suami majikannya sendiri. "Kamu cantik, Elenora." "Apa Tuan tidak takut kalau Nyonya tahu?" "Tidak, aku lebih takut bila kehilangan dirimu, Pembantuku Yang Cantik!" "Anda hanya bergurau, mana mungkin seorang pria sempurna mencintai pembantu seperti saya?" "Kamu perlu bukti? Aku akan menikahimu!" ucap Vincent tanpa ragu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devy Meliana Sugianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasakan Juga
Nora cukup terharu mendengar betapa tegasnya Vincent dalam mengutarakan keinginannya menceraikan Cillia. Dengan begini Nora semakin mudah menggapai keinginannya merebut kembali perusahaan sang mama dari tangan keluarga Jahyadi. Namun di sisi lain, muncul sebuah hambatan kembali. Kali ini dari orang tua Vincent yang langsung menentang keinginan anaknya bercerai.
"Pokoknya mama harap hal memalukan itu tidak terjadi! Ayo, Pa, kita pergi!" Kania bangkit berdiri.
"Ma!! Pa!!" cegah Vincent, namun mereka berdua sudah meninggalkan ruangan kerja Vincent.
"Damn it!" Vincent merasa kesal, mau sampai kapan ia harus menuruti semua perkataan papa mamanya?? Vincent sudah dewasa, seharusnya ia berhak menentukan hidupnya dan pilihannya sendiri.
Nora keluar dari kolong meja, ia bergegas memeluk tubuh tegap Vincent dari belakang. Dengan lembut Nora mengelus pundaknya dan menenangkan harimau yang terluka itu.
"Sialan!! Mereka selalu memaksakan kehendak tanpa memikirkan perasaanku." Vincent mengumpat.
"Sabar, Vi, mereka juga orang tuamu." Nora menasehati Vincent.
"Aku malu padamu, Nora!" Vincent tersenyum kecut. Sebagai pria ia tak bisa mengambil keputusan sendiri, itu hal yang memalukan saat wanita yang ia cintai mendengar semuanya.
"Jangan malu, aku tidak pernah memandangmu rendah hanya karena hal itu, Vi. Aku mencintaimu, juga segala hal tentangmu, mau itu baik atau buruk, aku tetap mencintaimu, Sayang." Nora mengelus elus kepala Vincent.
Vincent memeluk tubuh Nora semakin erat, ia mencari ketenangan dalam pelukan Nora. Menghirup aroma manis dari parfume dan juga mendengar degupan Nora membuat emosi Vincent perlahan mereda.
"Sudah lebih baik?" tanya Nora.
"Yap."
"Syukurlah."
"Thanks, My Love."
Nora duduk di pelukan Vincent, menikmati kecupan kecupan hangat yang bersarang pada lehernya. Nora menggigit bibir bawahnya, meski pun terlihat menikmati cumbuan Vincent, pikirannya menerawang jauh. Ia harus lekas memikirkn cara untuk menyingkirkan Cillia karena perusahaan keluarganya mulai bergoncang.
"Bagaimana kalau kamu jabarkan saja kejelekan Nyonya Cillia pada Mama dan Papa kamu, Vi."
"Dia jauh lebih percaya dengan ucapan menantunya di bandingkan denganku!" jawab Vincent, bagi Kania yang tak memiliki anak perempuan, kehadiran Cillia cukup menghiburnya. Cillia bisa mengambil hati Kania, mereka sering berbelanja bersama, pergi ke salon, dan juga perawatan mahal memperbaiki tekstur wajah.
"Bagaimana kalau Mbok Sidah yang mengatakan semuanya. Selama ini beliau selalu menahan diri karena mengkhawatirkan perasaanmu, Vi." Nora yang dekat dengan Mbok Sidah tahu kalau wanita tua ini adalah mata mata Kania. Namun ia tak pernah melaporkan semua yang terjadi di dalam rumah karena memikirkan perasaan anak asuhnya.
"Kamu benar, Nora! Kalau mama tahu betapa menyebalkannya Cillia ia pasti akan mengijinkanku bercerai." Vincent mengangguk setuju.
Nora memeluk Vincent dan menyeringai, ia harus segera mengambil langkah untuk menjatuhkan Cilli dan menggeser posisinya sebagai Nyonya Pratama.
...****************...
Fajar mulai menyingsing saat Cillia kembali ke rumah, ia melihat suaminya tidur dengan lelap. Cillia merasa frustasi karena akhir akhir ini ia sama sekali tak mendapatkan kasih sayang baik secara verbal mau pun sentuhan. Cillia membanggakan suaminya yang tampan dan kaya pada semua teman temannya. Mereka iri karena Cillia berhasil mendapatkan seoranh suami yang sempurna.
Namun ... saat di dalam rumah, mereka tak ubahnya seperti tengah berperang dingin. Cillia sudah berusaha merubah dirinya di depan Vincent, ia selalu meluangkan waktu untuk sarapan bersama, juga meminta mbok sidah mengirimkan makan siang setiap hari. Kenapa masih saja kurang di mana Vincent. Masalah ini membuat Cillia frustasi, ditambah lagi sang papa yang terus mendesaknya meminta bantuan suntikan dana bagi perusahaan.
Cillia memilih menghabiskan malamnya untuk mabuk di club, namun Suaminya ini bahkan sama sekali tidak menghubungi atau menelepon barang sekejap mata untuk memastikan keadaan Cillia. Apa dia baik baik saja? Kenapa sampai larut malam belum juga pulang.
Well, tentu saja Vincent tak ambil pusing karena saat saat bersama dengan Nora menjadi jauh lebih panjang.
"Dasar suami menyebalkan!" Cillia beranjak pergi dan bergegas mandi. Ia harus menghilangkan aroma alkohol dan rokok yang menempel pada tubuhnya.
Cillia yang mabuk tidak menyadari kalau Nora merekam kepulangannya dengan ponsel, pukul empat pagi, lihat bagaimana tanggapan keluarga Pratama saat tahu kalau anak menantunya menghabiskan waktu di luaran dengan liar sampai pagi.
Nora bergegas mengambil ponselnya, ia menghubungi Bom Bom ... ingin menyelidiki kegiatan apa saja yang Cillia lakukan bila ada di luar sana. Siapa tahu lewat kegiatan kegiatan hariannya Nora bisa menemukan kelemahan Cillia yang lain, yang jauh lebih fatal.
Keesokan paginya, Cillia masih merasa pegar hingga dia begitu lesu saat menemani Vincent sarapan.
"Kamu dari mana saja semalam?" tanya Vincent. Ia sangat kesal dengan Cillia yang berusaha memaksakan dirinya menemani sarapan.
"Eum ... aku hanya mengobrol dengan para gadis di cafe sampai lupa waktu." Cillia berbohong, Vincent tentu saja tidak sebodoh itu sampai tak bisa membedakan mana aroma kopi dan mana aroma alkohol.
"Sebenarnya aku tidak peduli kamu mau pulang pagi atau bahkan tidak pulang sekali pun. Aku hanya kesal melihat wajah lusuhmu di meja makan, memaksakan diri untuk sarapan denganku." ketus Vincent.
"Aku melakukannya untukmu, Vin."
"Aku nggak minta! Pergilah ke kamar, cuci muka atau tidur lagi aku tak peduli! Kamu ini pagi pagi sudah membuat moodku rusak." Vincent dengan dingin mengusir Cillia.
Nora yang meladeni keduanya terlihat sangat bahagia dengan tontonan menarik ini. Ah, bolehkah dia tertawa??? Dia sangat ingin tertawa.
Kegeraman semakin menguasai hati Nora bila mengingat mamanya juga diperlakukan dengan cara yang sama oleh Sarah. Bisa Nora bayangkan bagaimana wajah mamanya dulu, kesedihannya, dan juga kekecewaannya. Nora begitu yakin kalau dengan senyum mencemooh Sarah juga tertawa atas penderitaan Tamara seperti Nora saat ini.
"Kamu kenapa jahat sekali akhir akhir ini?? Aku hanya ingin menjadi istri yang baik. Aku ingin menebus kesalahanku yang menuduhmu menghilangkan kalungku. Maaf, Vin, aku tak menyangka kalau kalung itu hanya terjatuh di dalam lemari." Cillia berusaha menjelaskan, ia bahkan sampai tersungkur di depan kaki Vincent.
"Diamlah, Cillia!!" Vincent membentak Cillia.
"Vincent aku ..."
"Lupakan!! Aku saja yang pergi!!" Vincent menyahut jasnya dan meninggalkan ruang makan untuk pergi ke kantor.
"Kamu kesal karena aku menemanimu?? Hahahaha ... sialan!! Aku bahkan berusaha untuk bangun pagi setiap hari demi dirimu!!" Cillia menangis di meja makan, ia menggebrak gebrak meja marmer mewah itu karena terlalu keki dengan kelakuan dingin suaminya.
Nora menatap kesedihan hati Cillia dengan perasaan penuh sukacita. "Benar, seharusnya begitu, rasakan derita yang mamaku alami, Cillia, rasakan deritanya bila pria yang kamu banggakan dan cintai menolakmu. Menolakmu karena wanita lain. Tunggu tanggal mainnya, Cillia!! Soon ... aku akan membuatmu merasakan neraka yang jauh lebih menyiksa dari pada saat ini."
...****************...
ada adegan juga Kate nya tel*njang pakai kalung itu tapi di lukis sama jake...
kalau di sini Nora berenang sambil naked pakai kalung safir biru nya...
selamat hari raya idul Fitri mhn maaf lahir bathin ya thor