Dark Romance !!
Bukan untuk anak kecil !!
Black flag man x innocent girl !!
Hubungan toxic !!
Seperti pepatah air susu di balas air ketuban, begitu juga dengan apa yang terjadi pada Dhelpine, sehingga membuat hidup wanita itu berubah menjadi buruk.
Malam itu, Dhelpine menyelamatkan seorang pria yang tak sadarkan diri di tengah badai salju yang begitu mengerikan. Dhelpine memutuskan mengobati dan menyelamatkan pria bernama Enoch itu.
Tanpa mengetahui jika Enoch adalah sosok yang sangat berbahaya. Dia salah satu sindikat pendiri pasar ilegal, dan juga sosok psikopat berbahaya.
Dan peristiwa penyelamatan oleh Dhelpine, justru membuat obsesi tersendiri bagi Enoch pada gadis cantik nan lugu itu, yang berakhir menjadikan Dhelpine sebagai pemuas ranjangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Dua iblis itu masih ada
Dhelpine pikir setelah sampai di rumah, dia bisa merasa lega, tapi itu hanya akan menjadi angan-angannya saja, saat melihat Harvey dan Cain masih berada dirumah itu dan menyambutnya dengan ramah.
“Selamat datang bibi, kami membelikan puding tart yang sangat enak untukmu.” Ujar Harvey membawa puding berbentuk kue tart dengan isian strawberry dan juga susu di bagian bawahnya.
Dhelpine memandang puding itu, dan tersenyum kecil, lalu menerimanya.
“Terima kasih, ini terlihat sangat lezat, aku ingin mencicipinya.” Ujar Dhelpine dengan senang.
“Nanti dulu sayang, istirahatlah dulu !!” Enoch yang baru datang membawa koper berikan pakaian Dhelpine dan dirinya, masuk ke dalam rumah dan melihat kedekatan kekasihnya dan kedua keponakannya.
“Tapi ini enak~ Kau mau mencobanya ??” Tanya Dhelpine menoleh ke arah kekasihnya, sambil tersenyum.
Enoch awalnya terdiam sejenak, lalu melirik ke arah dua keponakannya.
“Kalian tidak memasukkan apapun, di dalamnya bukan ??”
“Paman~ Apa kau mencurigai kami ?? Aku hanya ingin memberikan puding kepada bibi baru kami.” Ujar Harvey dengan nada sedih di sana, membuat Enoch membuang nafasnya kasar.
Pandai sekali berakting mereka ini !! Aku bahkan bisa melihat tatapan lapar dari balik senyuman mereka !! Batin Enoch dengan sinis di bagian akhirnya, seakan tidak menyukai tatapan dari Cain dan Harvey kepada kekasihnya.
“Coba kau suapi aku dulu, sayang.” Ujar Enoch masih memberikan tatapan curiga, membuat Harvey menghela nafasnya, dan Cain memutar matanya malas.
Dhelpine kemudian memotongnya menjadi bagian kecil dan menyuapi kekasihnya, Enoch kemudian merasakan puding itu dan menelannya dengan perlahan, seakan ingin memastikan jika tidak ada obat apapun dari dalam puding itu.
“Aman, kau boleh memakannya.” Ujar Enoch saat sudah yakin, tidak ada apapun di dalam puding.
“Paman, kau ini kenapa kejam sekali pada kami ?? Memang apa yang kami rencanakan pada bibi ??” Ujar Cain kini membuka suara, seakan tidak suka jika terlalu di curigai berlebihan.
“Orion saja aku curigai, apalagi kalian yang adalah anak-anaknya !! Sudah, aku akan membawa koper kita naik, dan segera turun lagi, sebelum kedua iblis itu mencoba menyentuhmu.” Ujar Enoch dengan sinis di sana, lalu mengubah nadanya menjadi lembut di bagian akhir, saat berbicara pada Dhelpine.
“Baiklah, aku akan menunggumu disini.” Ujar Dhelpine tersenyum lembut kepada Enoch.
Lalu Enoch naik ke atas kamar, dan Dhelpine akhirnya duduk di ruang depan, bersama Harvey dan Cain di sana.
Kedua lelaki itu mendekati Dhelpine dan mencoba berbicara dengan wanita itu.
“Bagaimana Bibi ?? Kau suka ?? Aku bertanya pada Paman Enoch, tentang apa kesukaanmu, jadi aku membelikan untukmu.” Ujar Harvey tersenyum manis di sana.
“Benarkah, biar aku cicipi dulu.” Ujar Dhelpine memotong bagian yang cukup besar, mengambilnya dengan tangan yang satu, dan hendak menaruh nampan puding itu.
“Biar aku bantu, bibi.” Harvey langsung meraih nampan puding itu, dan menaruhnya di atas meja di depan mereka.
“Terima kasih.” Ujar Dhelpine, lalu mulai menikmati puding itu secara perlahan. Dhelpine membulatkan matanya, dan terlihat sangat senang dengan rasa dari puding itu.
Harvey dan Cain tersenyum geli melihat ekspresi lucu dari Dhelpine padahal dalam hati mereka semakin mengagumi kepolosan dan keluguan dari bibi mereka itu.
Sangat cantik~ Dan polos~ Menggemaskan sekali batin Harvey terkekeh licik di dalam hatinya.
“Ini enak sekali~ Aku sangat suka.” Ujar Dhelpine menikmati puding itu.
“Begitukah bibi ?? Aku senang, itu artinya kami tidak salah memilih.” Ujar Cain menatap ke arah wajah Dhelpine, lalu matanya melirik ke bawah, tepatnya pada bulatan besar di sana yang menyembul dari baju wanita itu.
Mata Cain berbinar, besar sekali gunungnya~ rasanya ingin aku remas, dan jilat batin Cain berusaha menahan diri sendiri, agar tidak terlihat seperti sosok lelaki yang mesum dan arogan.
“Jadi, kapan kalian akan kembali ?? Apakah ayah kalian berlibur begitu lama, dan melupakan kedua putranya ??” Ujar Enoch muncul dengan pertanyaan sedikit sinis dan ketus di sana, Harvey melirik ke arah Enoch dan tersenyum manis.
“Paman, aku masih ingin disini~”
“Hah ?! Apa maksudmu tidak !!”
“Paman~ Apa kau mau memisahkan kami dari bibi cantik ini ?!” Ujar Harvey dengan nada merajuk di sana, seketika Harvey menarik tangan Dhelpine yang bersih dan memeluknya.
“Aku merindukan Mommy.. Dan Bibi Dhelpine mengingatkanku pada Mommy~” Ujar Harvey dengan manjanya, membuat Dhelpine sedikit bingung.
“Apa maksudmu ?? Merindukan Mommy ?? Bukankah dia ada di rumah ??”
Harvey menggelengkan kepala, dan ekspresinya begitu murung dan sedih, “Mommy telah pergi meninggalkanku, saat usiaku 8 tahun, bibi~ Dan kau mengingatkanku padanya, jadi aku ingin disini lebih lama denganmu.” Ujar Harvey dengan nada merajuk dan begitu manja di sana.
“Hish !! Kalian hanya akan mengganggu kebersamaanku dengan kekasihku !! Jadi, tidak !!”
“Aku juga merindukan Mommy. Dan apa aku tidak boleh ikut disini tinggal untuk beberapa hari ?? Bibi, apa kau tega mengusir kami berdua ??” Cain kini ikut bersuara, dan bahkan menampilkan raut wajah memelas, seperti kucing yang hendak di buang.
Enoch menghela nafasnya berat, dia menatap ke arah Dhelpine, lalu saat kekasihnya menatap ke arahnya, Enoch menggelengkan kepalanya pelan. Seakan memberikan kode kepada Dhelpine, agar tidak terpengaruh.
Di saat Dhelpine merasa kebingungan, karena Harvey malah sengaja mengusap kepalanya pada lengan Dhelpine, seperti seekor kucing yang minta di belai, dan Enoch yang memberikan tatapan agar dirinya tidak terpengaruh, membuat wanita itu bimbang, hingga..
Sebuah dering handphone terdengar, Enoch meraih benda itu dari sakunya, dan membaca sebuah nama di layar.
“Panjang umur !! Lelaki gila itu akhirnya menelpon !!” Celetuk Enoch dengan kesal, dia menerima telepon itu, dan mengaktifkan mode speaker.
“Berapa tahun lagi kau pergi ?! Apakah kau lupa, kedua putramu di rumahku !!” Ujar Enoch berbicara pada sosok di seberang dengan sinis. Lalu terdengar suara tawa dari Orion.
“Kau ini terburu-buru sekali mengembalikan kedua putraku~ Toh mereka juga keponakanmu, jangan bersifat seperti musuh pada mereka.”
“Cih, aku tidak memiliki kesempatan untuk bercinta dengan kekasihku, jika mereka masih berkeliaran di rumah ini !!”
“Aku masih banyak urusan, justru aku menelfonmu karena aku ingin memperpanjang waktu penitipan kedua anakku padamu.”
“Hey apa maksudmu ?! Bagaimana jika mereka sekolah ?!”
“Mereka bukan anak TK, Enoch. Mereka bisa memasak sendiri untuk sarapannya, mereka hanya perlu kamar dan tempat untuk menginap, masalah ke sekolah aku kirimkan sopir pribadi untuk mengantarkan mereka.”
Enoch menghela nafasnya secara kasar di sana.
“Seberapa gila sebenarnya adikmu itu, hingga membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk ke psikiater ?!”
“Jangan salah, setelah ini dia masih harus berkonsultasi lebih ke psikiater setiap harinya, dan tebak, semua itu ulah siapa ??”
“Ulahmu, dan dia sendiri.”
“Cih !! Sudah aku repot, sampai jumpa !!”
“Hey, kau- Argh !!” Enoch menggeram kesal, saat Orion sengaja menutup teleponnya langsung, membuat Harvey dan Cain tersenyum penuh kemenangan.
💚💛💚💛💚💛💚
Pinter akting banget ini, si Harvey dan Cain, jaga-jaga Dhelpine jangan sampai terjerembab ke dalam akting mereka 🤣🤣
Mana bapak sama anak kompak lagi, kayanya udah rencana sebelumnya, biar bisa nginap lebih lama di rumahnya Enoch 😏😏
enoch ayooo cepet dateng😂
visual nya nya enoch lebih mirip ke per dady an🤣🤣🤣