Ardila gadis yang selama ini mendapatkan pilih kasih dari keluarganya, harus kembali berhadapan dengan sang kakak ketika dirinya telah berumah tangga.
Sang kakak mengambil dan berselingkuh dengan suami yang begitu dia cintai
Mampukah dia melewati badai dari semua permasalahan yang tengah menghimpitnua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prasangka Diandra
Seminggu setelah kasus foto hotel Naya selesai, Ruko Tebet kembali super rukun.
Vania sekarang jadi OB ruko (sukarela), Lastri jadi tukang kebun, Raka dan Arka gak berantem lagi untuk memperebutkan Naya sedangkan Sari dan Tari rajin belajar.
Tapi ada 1 orang yang diam-diam murung karena memikirkan sesuatu yang dia dengar tadi, dia adalah kakak kandung Naya yaitu Diandra
Kenapa?
Karena kemarin, Diandra tidak sengaja mendengar obrolan Naya sama Kak Maya di lantai 2 dan dia menyangka jika adiknya sudah berubah dan memilih orang lain dibandingkan dirinya sedangkan mereka sudah Yatim piatu .
Kedua orang tua mereka mengalami kecelakaan saat sidang perceraian Naya dan Bimo tanpa dia tahu dan dia baru saja sadar jika orangtuanya sudah meninggal saat dia kembali
"Nay, ruko ini kan 3 lantai, tapi shelter kita makin rame, udah 5 ibu dan 6 anak. Kamar udah penuh. Gimana kalau kita atur ulang pembagian kamarnya?". Tanyanya pelan
"Iya Kak, aku juga bingung. Lantai 3 kan ada 2 kamar besar. 1 kamar buat Sari, Tari, Bagas. 1 kamar lagi..."
Diandra cuma dengar sampai situ, lalu keburu dipanggil Bu Sinta, jadi gak dengar lanjutannya.
Padahal lanjutan obrolan Naya adalah:
"1 kamar lagi buat Kak Diandra yang paling besar, biar Kak Diandra nyaman, karena Kak Diandra yang paling tua dan butuh privasi".
Tapi karena Diandra cuma dengar setengah, dia langsung overthinking!
Pikiran Diandra: "Naya mau usir gue? Naya mau kasih kamar gue ke orang lain? Karena gue mantan jahat? Karena gue dulu rebut Bimo? Karena gue gak berguna?"
Sejak itu, Diandra jadi dingin ke Naya.
- Naya masak, Diandra gak makan.
- Naya ajak rapat, Diandra diam.
- Naya tanya "Kak, kenapa?", Diandra jawab "Gak apa-apa."
Naya bingung dengan semua tindakan dan kelakuan kakaknya yang seakan menjauh darinya dan menyimpan sebuah rahasia, entah apa itu
Puncaknya, malam Jumat.
Naya umumkan di depan semua penghuni ruko.
"Oke semua, karena shelter makin rame, Kak Maya dan aku sudah atur ulang kamar lantai 3. Jadi..."
Diandra langsung berdiri, mata berkaca-kaca, suara gemetar.
"Jadi aku yang harus keluar ya? Aku yang harus pergi ya?". Ucapnya dengan lantang.
Dia tidak membiarkan Naya menyelesaikan ucapannya dan langsung memotongnya tanpa tahu jika dia salah paham dan tidak mendengar semua yang dia tahu saat itu
Semua kaget menatap kearahnya dengan tatapan bingung dan tidak percaya karena dia mengambil kesimpulan seenaknya
Diandra nangis kencang, semua trauma lamanya keluar.
"Aku tahu! Aku tahu aku dulu jahat! Aku rebut suami kamu! Aku hina kamu mandul! Aku salah! Tapi aku sudah tobat! Aku sudah kerja jadi admin gratis di sini! Kenapa kamu masih mau usir aku, Dek? Aku gak punya tempat lain! Kalau aku keluar dari sini, aku mau kemana?, orang tua kita sudah meninggal, hanya kamu keluarga aku satu-satunya
Sari dan Tari kaget lihat Kak Diandra nangis kayak anak kecil.
Naya bengong menatap kakaknya dengan kening mengkerut. "Kak... Kak Diandra... siapa yang mau usir Kakak?"
Diandra teriak. "Tadi aku dengar! Kamu sama Maya bilang kamar aku mau dikasih ke orang lain!"
Naya baru paham jika kakaknya itu Salah paham karena hanya mendengar setengahnya saja
Naya langsung peluk Diandra erat-erat, di depan semua orang.
"Kak... Kak Diandra dengerin aku... gak ada yang mau usir Kakak..."
Kak Maya juga maju dan jelasin sambil membantu Naya untuk menenangkan Diandra yang kini histeris ketakutan karena merasa akan dibuang oleh adiknya itu
"Diandra, kamu salah dengar, Sayang. Tadi Naya bilang, kamar paling besar di lantai 3 itu buat kamu! karena kamu kakak tertua, kamu butuh privasi! Kamar Sari, Tari dan Bagas yang kecil, kamar kamu yang besar! Bukan kamu yang diusir!"
Diandra terdiam. Air matanya berhenti mendengar ucapan Maya itu, dia kemudian mengalihkan pandangannya kepada sang adik dan melihat adiknya mengangguk pelan menyetujui apa yang dikatakan maya
"Apa? Kamar besar... buat aku?".
Naya angguk sambil nangis dan sedih karena kakaknya tidak percaya padanya
"Kak... aku gak pernah anggap Kakak beban... Kakak itu kakak aku... satu-satunya keluarga kandung aku... mana mungkin aku usir Kakak... aku malah mau kasih yang terbaik buat Kakak..."
Naya bawa Diandra ke lantai 3 yang dia sudah siapkan untuk sang kakak.
Kamar paling besar, sudah dihias! Ada kasur baru, lemari baru, meja rias, dan di dinding ada tulisan:
*KAMAR KAK DIANDRA - KAKAK TERTUA TERHEBAT*
Diandra melihat itu, langsung ambruk nangis di lantai.
"Maafin aku, Dek... aku... aku masih ngerasa bersalah... aku ngerasa gak pantas dapat kamar bagus... aku ngerasa kamu masih benci aku... makanya aku overthinking..."
Naya peluk Diandra dari belakang sambil menopang dagunya pada bahu sang kakak sambil menatap kearah kamar itu dengan senyuman tulus
"Kak, kalau aku benci Kakak, ngapain aku bawa Kakak dari kontrakan sempit ke ruko 3 lantai ini? Kalau aku benci Kakak, ngapain aku belain Kakak waktu Lastri mau jual Sari dan Tari?"
"Kak, kita adik kakak. Kita pernah berantem hebat. Tapi kita juga pernah serumah, sepiring berdua waktu kecil. Aku gak akan usir Kakak. Sampai kapan pun."
Sari, Tari, Bagas, Lastri, Vania, Raka, Arka yang ngintip dari tangga, semua me melihat betapa dekatnya mereka, apalagi permasalahan pernikahan yang menjadi duri
Vania yang dulu musuh bebuyutan, malah yang teriak paling kencang.
"Kak Diandra, jangan pergi! Kita di sini semua saudara!"
Raka dan Arka juga terharu dan menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan Vania barusan
Malam itu, Diandra dan Naya tidur bareng di kamar baru Diandra, kayak waktu kecil dulu, cerita-cerita semua yang mereka alami sampai jam 2 pagi.
Konflik kakak adik selesai. Bukan dengan marah, tapi dengan pelukan.
Besoknya, Diandra jadi admin yang paling rajin, karena dia merasa benar-benar dihargai.
Rukun bersaudara akhirnya tercapai.
semoga dpt jodoh yg bner bner baik ya, gk kayak Raka Dan Arka.
mending yg kaya sekalian kn 😁
Bimo juga bukan orang kaya selingkuh juga kan😄🤣.
jgn nyerah ya nay...
salam kenal