Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Mengalah

Ketika Cinta Mengalah

Status: tamat
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:54.5k
Nilai: 5
Nama Author: Erna Sikumbang

Amelia tidak menyangka bahwa ibunya mempunyai banyak hutang. Untuk melunasi hutang-hutangnya, ibunya menjodohkannya dengan lelaki bernama Said Brawijaya. Amel tidak ingin menikahi lelaki pilihan ibunya karena ia sangat membenci laki - laki itu sejak saat sekolah menengah. Laki - laki brengsek yang melecehkannya saat waktu SMA. Amel berusaha mencari jalan agar tidak jadi dijodohkan. Amel mempunyai pacar yang bernama Riko Chandra. Mereka pasangan saling mencintai. Ibu Amel akan merestui hubungan mereka jika Riko mampu membayar hutang-hutangnya yang sangat banyak. Riko yang hanya karyawan biasa tidak punya tabungan sebanyak hutang ibu Amel. Amel terus mencoba memperjuangkan cintanya kepada Riko. Tapi saat itu Riko dilema karena beratnya perjuangan cinta mereka. Akankah Riko pasrah pada cintanya? Akankah Amel menyerah pada hubungan mereka? Apakah akhirnya Amel memilih Said lelaki yang dibencinya atau memperjuangkan cintanya dengan Riko?

Yuk baca novel Ketika Cinta Mengalah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Sikumbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesal

Amel nampak murung ketika bekerja dikantor. Ia memaksakan senyumnya ketika berhadapan dengan nasabah. Senyum palsunya menghiasi bibirnya seharian ini.

Amel sudah dua hari tidak bertegur sapa dengan Riko. Bahkan mereka juga tidak berkomunikasi via telepon.

Selama dua hari ini pula Riko tidak lagi tersenyum kepadanya. Bahkan Riko juga terang - terangan sering makan siang dengan Dela.

Seperti siang ini, Amel masih sedang makan di kantin tidak jauh dari kantor. Riko datang dengan Dela yang duduk juga disebelah meja Amel.

Amel hanya diam seolah - olah tidak peduli. Ia sama sekali tidak mengarahkan pandangannya kepada Riko. Amel hanya makan sambil sesekali mengobrol dengan temannya Rindu bagian customer servis.

Pembicaraan Riko dengan Dela sampai ke telinga Amel. Riko memang sengaja mengambil duduk disebelah meja Amel agar bisa memanasi Amel.

Sejak malam itu dia kesal dengan Amel yang pergi bertemu laki - laki lain tanpa memberi tahu dirinya.

"Benaran loh, Film tadi malam itu seru" Ucap Riko dengan suara agak keras agar didengar oleh Amel.

"Kapan kita nonton lagi, pokoknya kita harus sering nonton bareng deh, kita punya selera yang sama." Ujar Dela dengan sumringah.

"Atur aja waktunya, kapan - kapan kita juga bisa nongkrong atau ngopi dimana gitu." Ucap Riko memandang Amel sekilas. Dalam hatinya makin geram ketika melihat wajah Amel tidak ada ekspresi apapun.

"Boleh, aku ada tempat ngopi rekomended, nanti jika nggak sibuk kita atur waktu." Ucap Dela.

"Kamu atur aja, saya pasti siap kapanpun." Ucap Riko.

"Kamu nggak ada yang marah?" Tanya Dela menatap Riko.

" Siapa yang mau marah sama jomblo kayak gini." Ucap Riko membuat hati Amel meradang.

Amel mulai sakit hati dengan pembicaraan dua insan yang duduk disebelahnya. Hatinya sakit sekali ketika Riko diam - diam menemui gadis lain.

Bahkan yang lebih sakitnya, laki - laki itu mengaku jomblo pada gadis dihadapannya.

Amel berdiri meninggalkan makanannya yang belum habis. Ia berjalan menuju kasir untuk membayar makanan yang ia makan.

Amel lansung berjalan meninggalkan kantin menuju tempat kerjanya.

Ia berjalan dengan lesu, rasanya ia tidak kuat untuk melangkah kakinya.

"Ternyata aku memang tidak ada artinya bagi kamu." Ucap Amel dengan mata berlinang berjalan dengan lunglainya.

" Mel bareng dong." Teriak Rindu mengejar langkah Amel.

"Mel kok buru - buru banget, aku belum selesai makan loh." Ujar Rindu ketika dirinya sudah sejajar dengan Amel.

"Maaf, aku sedang buru - buru, mau ke toilet, sakit perut." Ujar Amel dengan langkah terburu-buru.

Amel meninggalkan Rindu yang masih bengong dengan sikap Amel. Dia merasakan ada yang aneh dengan sikap temannya itu. Rindu berjalan mengikuti langkah Amel dengan cepat menuju tempat kerja mereka.

Sedang di kantin tadi, Riko tampak agak sedih ketika Amel pergi tanpa menghabiskan makanannya. Hatinya begitu gelisah ketika gadisnya itu pergi tanpa ekspresi.

"Kamu marah? Kamu cemburu?" Tanya Riko dalam hatinya.

Dela heran melihat atasannya itu melamun entah memikirkan apa. Ia mencoba untuk mengajak Riko bicara. Namun Riko masih saja larut dalam lamunannya. Tiba-tiba Riko berdiri dari tempat duduknya.

"Maaf Del, saya duluan, saya ingat ada pekerjaan urgent." Ucap Riko bergegas menuju kantornya.

Riko berjalan dengan agak cepat menuju kantornya. Ia ingin melihat secara lansung, sedang apa gadis pujaan hatinya saat ini. Ia ingin memastikan apakah wanita itu baik - baik saja.

Sesampainya di tempat kerjanya, Riko tidak menemukan Amel. Ia sudah bolak-balik di area teller bekerja. Riko juga sudah memeriksa tempat lainnya tapi tidak menemukan Amel.

Riko bisa saja sebenarnya bertanya kepada teman-temannya Amel atau teman sesama teller. Tapi ia tidak ingin membuat karyawan lain berpikir yang aneh-aneh tentang itu. Riko juga tidak punya alasan lain untuk memanggil Amel karena mereka dibagian kerja yang berbeda.

Riko berjalan menuju toilet untuk mencuci mukanya yang agak kaku. Ia merasa wajahnya kaku dua hari ini karena tidak pernah senyum lagi dengan gadis pujaan hatinya.

Ketika mau masuk kedalam toilet, ia berselisih dengan Amel yang baru saja keluar dari toilet. Riko ingin mengakhiri masa sulitnya dengan menegur Amel. Akan tetapi Amel sama sekali tidak menatapnya.

Merasa di abaikan, perasaan Riko semakin berkecamuk tidak jelas. Ia tidak sadar telah menarik tangan Amel menuju salah satu ruang.

Amel merasa terkejut ketika ditarik oleh Riko. Ia mengedarkan pandangannya berharap tidak ada yang melihatnya.

"Ngapain sih narik - narik segala, diliat yang lain gimana?" Tanya Amel dengan kesal.

"Biarin aja, biar semua orang tau hubungan kita." Ucap Riko sembarangan.

"Udah ah lepas, aku mau kerja." Ucap Amel mencoba melepaskan tangan Riko.

"Nanti pulang kita bareng, aku mau kita selesaikan salah paham diantara kita." Ucap Riko menatap gadisnya dengan hati membuncah.

" Aku nggak bisa." Jawab Amel.

" Kenapa tidak bisa? Kamu sibuk dengan laki-laki itu?" Tanya Riko dengan nada kesal.

"Laki-laki mana? Jangan ngacok, yang sibuk mungkin kamu, sibuk nonton sama Dela." Ucap Amel juga kesal. Hatinya masih sakit mengingat kejadian tadi saat makan siang.

"Pokoknya kita pulang bareng, jika nggak aku akan ajak kamu pulang ketika ada karyawan yang lain." Ucap Riko.

Riko menatap gadis pujaan hatinya dengan Rindu. Ia sangat merindukan gadis yang ada didepannya saat ini.

Amel hanya menundukkan kepalanya ketika Riko memandangnya. Ia tidak berani menatap laki - laki yang ada didepannya. Tiba-tiba Riko mengecup kening Amel. Lalu ia berjalan meninggalkan Amel dengan wajah yang tegang.

"Tunggu aku, kita pulang bareng." Ucap Riko berjalan meninggalkan Amel.

Sedangkan Amel terdiam dengan tubuh yang menegangkan ketika Riko mengecup keningnya dengan cepat.

"Beraninya dia mengecup keningku saat dikantor, dimana isi kepalanya." Tanya Amel dengan kesal.

Amel berjalan menuju tempat kerjanya karena waktu makan siang sudah habis. Amel kembali melayani nasabah dengan ramah.

Sesekali ia melihat Riko yang mondar-mandir di area dia bekerja. Laki-laki itu juga mengedipkan matanya ketika pandangan mereka bertemu.

"Dasar, ngapain dia mondar-mandir di area sini." Gerutu Amel dengan pelan.

"Siapa yang mondar-mandir Mel?" Tanya teman seprofesinya disebelah kanannya.

"Bos kamu." Ucap Amel ngasal.

"Bos, masa sih. Kok aku nggak liat? Yang aku liat dari tadi mondar-mandir manager bisnis." Ucap temannya yang bernama Paula.

" Sama saja, dia mata - mata bos kita, kan sama-sama manager." Ucap Amel berbohong kepada Paula.

"Benarkah?" Tanya Paula yang merupakan karyawan training.

Amel menganggukkan kepalanya dengan cepat. Dalam hatinya ia merasa tertawa ketika Paula percaya saja dengan ucapan ngasalnya itu. Amel lalu fokus lagi melayani nasabah sampai jam kerja berakhir.

1
Ilah Alfiah
oh mimpi buruk ya
Denis blora
ceritanya bagus Thor...hanya saja kenapa Amel dibuat terlalu cengeng...buatlah Amel menjd perempuan yg tegas..
hanya masukan aja Thor...lanjut💪💪
Anonim
huhu rasain kamu riko
Anonim
Riko saiko kayaknya
Ilah Alfiah
hebat Amel gercep jadi gak kecolongan deh sama wanita ular kepala dua itu ah dasar ulet keket tuh si Reina mah
Ilah Alfiah
babat habis mel bibit pelakor mah jangan dibiarkan berkembang biak 💪💪💪
lisan
said unboxing
Amel dpt tiket ke surga
PutraNajwa
semoga gak ada pelakor ya mak othor.
Ayu Abiva
Aruhh sedeng seruna malah ilang ceritana
Ayu Abiva
Lagi seru ini mana lamjutana thor
Dra Hotmarisi uli
Ayo Thor buka dong tanggung cerita asyikk dan menarik membuat yang membaca jadi pengen tau kisah selanjutnya...
Dra Hotmarisi uli
punya suami seperti Said ini enak juga tajir melintir....mertua baik waduk Amel menjadi wanita yang bahagia...
Bayu Nugroho
senengnya punya mm mertua yg baik dn pngrtian.selayaknya ibu kandung.
joyji
ih lgi seru nya....
Lisa Lalisa
cbcbjccj
Ilah Alfiah
emang enak baru juga naik jabatan udah gak jadi ajah ya karena harus masuk penjara
lisan
bagus ceritanya lanjut Thor

Said ternyata baik
Amel harusnya bersyukur sdh baik sama dia
Ilah Alfiah
pecat ajah tuh si Rico sama si Bella dan si Robert yang udah nyebarin berita tentang Amel said
lisan
bagus dan ingin tahu krlamitannya
lisan
bagus ceritanya
lanjut Thor
gregetan sama Riko
sebaiknya Amel bilang aja sama Said kalau dia diancam Riko
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!