" kak....ayo kita bercerai" cut Nasyifa.
Empat kata itu berhasil menghentikan langkah tegap dan tegas seorang pria tampan, tubuhnya sempat menegang sesaat,namun secepatnya ia berhasil menyembunyikan rasa terkejut, perlahan ia berbalik, menatap dengan tenang wajah wanita cantik yang kini berhadapan dengan nya.
Tatapan nya tak tertebak,wajah nya dingin,seakan ia tak pernah tertarik dengan wanita cantik nan anggun di hadapannya, yang di matanya hanyalah seorang wanita manja dan cengeng,dan itu adalah istrinya.
" Kenapa? apakah kamu sudah bosan main-main nya? apakah gelar nyonya muda Harvey masih belum cukup untuk mu Hem?Alvaro Harvey.
Tak ada jawaban yang keluar dari mulut wanita cantik di hadapannya, yang ada hanyalah wajah yang semakin menunduk dalam, dengan bahu sedikit bergetar.
" Berhenti membuat ulah,dan jangan lagi aku mendapatkan laporan kamu mengobrak-abrik dapur" ucap nya tegas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4
" Syifaa.... disini" perhatian Syifa beralih pada suara melengking yang memanggil namanya,suara yang begitu akrab di telinga nya.
" Nadine.... Alhamdulillah,aku kira kamu ga bisa jemput" Nasyifa menghampiri sahabatnya dengan wajah bahagia, sesaat ia melupakan semua beban yang berada di pundaknya.
" Mana bisa aku pergi tanpa kamu,yuk buruan,udah mepet ini, temen-temen udah pada ngumpul, kamu udah dapat kabar kan kalau malam ini kita berangkat ke Bali,kita di undang ke acara anniversary yayasan, besok malam"
" Berangkat ke Bali? Kenapa kamu ga bilang dari sebelum aku terbang ke sini sih? Seharusnya kan aku bisa langsung ambil tiket ke Bali aja,kamu bareng yang lain,kita bisa ketemuan di sana" Nasyifa memasang wajah cemberutnya.
Nadine tersenyum tanpa merasa bersalah,tangan nya terangkat mencubit gemas pipi chubby Syifa,ia tau sahabatnya itu sedang cemberut, walaupun saat ini Syifa tengah memakai cadarnya.
" Sorry..aku beneran ga kepikiran ke situ,aku cuma kepikiran ambil tiket jatah kamu ke kepala sekolah " Nadine memberikan alasannya.
" Dasar, seharusnya kalau dari jakarta kan aku bisa naik kereta api dari Surabaya aja,pasti akan lebih seru dan hemat juga " Nasyifa merasa sangat menyayangkan apa yang terjadi saat ini.
" Ia sih, tapi semua ini beneran di luar prediksi BMKG,aku juga dapat informasi nya tadi selesai ngajarin anak-anak,entah gara-gara aku terlambat datang atau mungkin kita yang emang kurang update, akibat terlalu ga peduli dengan mereka-mereka yang aktif di group yayasan" Nadine menanggapi dengan santai.
Syifa menggeleng mendengar jawaban sahabatnya" kamu ini,pake alasan di luar prediksi BMKG segala,dikira bencana alam,ya udah sih, dimana mobil kamu?".
Nadine tersenyum santai, tangan nya segera meraih sebelah lengan Syifa dan menggandeng nya, menariknya menuju arah dimana mobilnya berada.
" Mau langsung ke bandara atau ke rumah dulu?" Nadine terlebih dahulu bertanya tujuan Syifa sebelum ia melajukan mobilnya.
" Ke rumah aja dulu ya, sempat ngak kira-kira? aku ga ada bawa baju untuk ke pesta" Syifa menunjukkan pakaian yang tengah ia pakai, pakaian syar'i berwarna coklat tua senada dengan hijab dan cadarnya.
" Kamu mau pakai apa aja tetap cantik dan jadi pusat perhatian,apalagi kalau sampai wajah kamu kelihatan,auto kami ga di anggap sama sekali" Nadine selalu begitu memuja wajah cantik sahabat nya,jika orang yang belum tau tentang kedekatan mereka, mungkin orang akan berfikir bahwa Nadine termasuk salah satu penyuka sesama jenis,ia benar-benar begitu mengagumi paras sahabat nya.
" Mulai lagi deh,lebay nya,aku turun ni ya" Syifa menanggapi pujian Nadine dengan nada ngambek,itu adalah drama yang biasa dua bersahabat itu mainkan.
" kalau udah turun mau telfon kak Faaz biar di jemput? " goda Nadine seraya melirik nakal wajah cantik Syifa.
Mendengar nama itu di sebut,wajah Syifa berubah,antara sendu dan kaku,ia masih belum siap jika bertemu dengan pria itu,apa yang harus ia katakan?, bahkan ia belum tau,pikiran nya penuh, dengan berbagai pertanyaan,mengapa ia bisa secara impulsif mengambil keputusan besar itu pagi tadi? apakah ia lupa bahwa mungkin seumur hidup itu akan sangat lama? .
Merasa suasana hening,Nadine melirik , melihat sahabatnya yang sepertinya tak memberikan respon,biasanya sahabat nya itu akan tersipu malu jika Nadine menyebutkan nama sepupunya,Faaz,nama yang belakangan menjadi pria yang lebih dekat dengan Syifa, melalui jalur ta'aruf, sahabat nya dan sepupunya itu bertunangan.
" kalian ada masalah? kak Faaz buat kamu sedih?" Nadine langsung bertanya seraya sedikit mengurangi kecepatan laju mobilnya.
Faaz adalah sepupu dekat Nadine, pria tampan yang dulunya terkenal playboy,putra seorang pengusaha sukses yang jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat Nadine membawa Syifa ke acara ulang tahun pernikahan kakek nenek mereka,sejak saat itulah Faaz mati-matian mengejar Syifa, hingga akhirnya dengan sungguh-sungguh Faaz menunjukkan keseriusan nya dengan datang langsung melamar Syifa pada Om dan Tante nya,pasangan paruh baya yang mereka tau adalah paman dan bibi Syifa.
Dengan cepat Syifa menggeleng" kami belum ada komunikasi sejak semalam,aku udah bilang kemarin kalau pagi tadi aku akan ke jakarta untuk menghadiri pernikahan mbak Mila, mungkin karena itu dia ga menghubungi ku".
Nadine mengangguk mendengar jawaban Syifa, jari-jari nya mengetuk-ngetuk stir mobil dalam genggaman nya.
" Jadi itu alasan kamu jadi murung ? keliatan ga bersemangat gitu, padahal kita akan ke Bali loh" walaupun Bali bukan kota asing bagi mereka,tapi dua bersahabat itu benar-benar begitu menyukai pulau indah itu.
Syifa tak langsung menjawab,ia tengah berfikir keras tentang pernikahan nya, Nadine adalah sahabat terdekatnya sejak ia SMA hingga kuliah , Syifa memikirkan dan menimbang apakah ia harus bercerita jujur pada Nadine atau ia akan merahasiakan nya terlebih dahulu, hingga ia merasa benar-benar sudah siap untuk bercerita? tapi bagaimana jika nanti Nadine tau? Bagaimana jika Nadine kecewa pada nya, bagaimanapun selama ini Nadine selalu menjadi garda terdepan setiap kali ia menghadapi masalah.
Tapi jika ia menceritakan nya sekarang, bagaimana jika ternyata pernikahan itu hanya sementara saja,Syifa benar-benar hanya ingin menyelamatkan harga diri kedua keluarga itu,Syifa bahkan sudah berfikir akan meminta pernikahan itu di akhiri ,Syifa memang berniat akan berkata jujur pada Nadine,namun bukan sekarang,namun nanti setelah ia bertemu dan bicara empat mata dengan Ken,ia harus bertanya pada Ken tentang keputusan yang akan pria itu ambil.
Sebenarnya Syifa merasa sangat berdosa karena ia merasa seakan ia telah mempermainkan sebuah pernikahan,suatu ikatan suci dan sakral,namun ia juga sadar bahwa wanita yang sebenarnya ingin ken nikahi adalah Kamila,kakak sepupunya,bukan dirinya.
Jika mereka sepakat,maka ia dan Ken masih bisa mengajukan pembatalan pernikahan ke kantor urusan agama dan status mereka akan kembali seperti semula, keduanya tak akan menyandang gelar janda dan duda,toh semua itu di perbolehkan selama sejak setelah ijab qobul keduanya belum pernah melakukan hubungan suami istri.
sekali sembur langsung jadi 😂