Indonesia
NovelToon NovelToon
Biar Aku Yang Pergi

Biar Aku Yang Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Sejak awal, Arini tahu posisinya. Dia bukan pilihan pertama.

Dia hanya "rumah singgah" bagi Rayhan yang hatinya masih tertinggal di masa lalu, di pelukan Sahira.

Bertahun-tahun Arini bertahan, berharap Rayhan akan memilihnya.

Sampai suatu hari Sahira kembali, sakit, dan butuh Rayhan lebih dari siapapun.

Di persimpangan itu Arini dihadapkan dua pilihan: bertarung mempertahankan, atau pergi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sikap Yang Aneh

Rayhan menatap Arini dengan geram dan sangat kesal, perempuan ini sudah tahu bagaimana dia tidak mau pernikahan ini tapi mengapa dia masih keras kepala juga.

"Arin, kita sudahi ini, jangan seperti ini". Ucapnya pelan berusaha berkata lembut agar Arini mau mengabulkannya.

"Terserah apa katamu Ray, selesaikan dengan ayahmu karena yang memaksa semua ini adalah beliau, dan selama itu tidak kamu lakukan maka pernikahan ini tetap seperti ini".

"Arini jangan egois". Ucap Sahira pelan penuh penekanan.

Arini terkekeh pelan kemudian menggelengkan kepalanya menatap keduanya dengan tatapan mengejek.

"Aku tidak egois Sahira, aku hanya menjaga harga diriku selama ini, aku adalah istri sah dan aku tidak akan pergi karena dibuang tapi aku akan pergi karena tali pengingat itu sudah hilang dan itu adalah janji kedua orang tua kami".

"Kau". Geram Rayhan

"Dan harusnya kalian sadar diri, Rayhan adalah seorang suami dan kamu perempuan lajang, hubungan kalian tidak pantas bagaimana pun kondisi rumah tangga kami, tapi terserah kalian, jika kalian mau hubungan ini berakhir maka Rayhan harus memutuskan nya melalui ayahnya".

Arini bangkit dari duduknya kemudian pergi dari sana meninggalkan keduanya yang mematung dan tidak percaya.

"Bagaimana ini Ray, Arini tidak mau mundur, kamu harus secepatnya menemui ayahmu untuk ini".

"Tapi kamu tahu sendiri bagaimana ayahku, dia akan menghajar ku tanpa ampun kalau tahu apa yang aku lakukan diluar selama ini".

"Terus bagaimana, aku tidak mau selalu jadi selingkuhan Ray, aku ingin menjadi satu-satunya istrimu nanti".

Rayhan menghela nafasnya, Sahira benar tentang hal itu, dia harus mengambil keputusan secepatnya

"Baiklah aku akan mencari waktu yang tepat".

Sahira tersenyum penuh kemenangan, dia harus mendapatkan Rayhan karena dia anak satu-satunya pemilik perusahaan, seburuk apapun hubungan dengan orangtuanya dia pasti akan tetap menerima perusahaan itu nanti.

Setelah mengantar Sahira pulang, Rayhan langsung pulang kerumahnya berharap bisa bertemu dengan Arini dan memaksa gadis itu untuk melepaskannya.

Tapi sesampainya dirumah, keningnya mengkerut karena rumahnya terasa sangat sepi karena mereka memang tidak menyewa pembantu karena dia tidak mau mengurusnya.

Dia bahkan tidak mau peduli darimana Arini mendapatkan uang untuk makan dirinya sehari-hari.

Saat dia menoleh disana Arini berjalan dan baru datang, dia ingin mengatakan sesuatu padanya tapi lidahnya keluh untuk mengatakannya, dia membiarkan Arini berjalan melewatinya begitu saja

Sesampainya dirumah, Arini langsung berjalan menuju kamarnya tanpa menghiraukan Rayhan yang sejak tadi menatapnya dalam diam.

Di kamarnya Arini menggenggam beberapa foto mesra yang berikan oleh ayah mertuanya sebelum pulang tadi.

"Mungkin aku sudah harus menyerah, dia tidak akan pernah menoleh kepadaku, aku harus bisa melepaskannya".

Tangisnya pecah mengingat semua itu, pertahanan dirinya selama 3 tahun ini akhirnya berakhir sekuat apapun dia berusaha, dia tidak akan bisa memenangkan hati suaminya.

"Aku sudah lelah".

Dia menuju tempat tidurnya untuk beristirahat seperti yang selalu dia lakukan untuk melupakan semuanya.

Keesokan harinya, Rayhan mengkerut kan keningnya melihat jam yang tertera diatas tembok itu, dia nyaris melompat karena kesiangan.

Matanya mengerjap beberapa kali karena biasanya Arini akan membangunkannya saat pagi hari dan saat dia menoleh kearah meja saat akan kekamar mandi disana kosong melompong

Tak ada pakaian yang biasa disiapkan Arini walau pakaian itu tidak pernah dia gunakan, dia sangat heran.

"Kenapa perempuan itu?, tumben". Pikirnya dalam hati.

Dia mengangkat bahunya tidak peduli, dia berjalan masuk kedalam kamar mandi karena dia sudah terlambat.

Setelah bersiap dia langsung keluar dari kamar menuju ruang makan untuk sarapan, hari ini dia tidak akan makan dikantor seperti biasa karena sudah terlambat.

Tapi lagi-lagi pemandangan yang tidak biasa menyambut paginya, disana Arini duduk menikmati sarapannya tanpa menoleh kearahnya bahkan dimeja bagiannya pun tak ada sama sekali sarapan hangat yang biasa disiapkan oleh Arini untuknya.

Dia seakan lupa jika dirinya tidak pernah menyentuh apapun yang disiapkan oleh perempuan yang masih sah menjadi istrinya itu

Dia melangkah mendekat mencoba menghalau rasa tidak senang tiba-tiba merayap dalam hatinya.

"Kamu tidak membuatkan sarapan untukku?". Tanyanya pelan tapi terdengar baik ditelinga Arini.

Arini yang masih sibuk dengan makanannya itu mengangkat kepalanya dan kali ini tatapannya berhadapan langsung dengan manik Rayhan yang menatapnya dengan kening mengkerut

"Aku pikir kamu tidak sarapan seperti biasa, jadi aku hanya membuat untukku sendiri, sayangkan makanannya selalu terbuang percuma, itu pemborosan ". Jawabnya santai kemudian tersenyum tipis dan kembali memakan sarapannya tanpa peduli wajah Rayhan

Degh..

Perkataan itu menghantam harga diri dan ego Rayhan sampai ke akarnya, dia menatap Arini dengan tatapan kesal dan emosi tapi dia tahan.

"Apa kamu melakukan ini karena untuk mencari perhatian Arini?, kamu tahu kalau..-".

Ucapannya terputus begitu Arini menggelengkan kepalanya sambil tertawa pelan

"Tenang saja Ray, aku tidak sedang meminta perhatianmu, lebih baik kamu cepat berangkat kekantor, mungkin kekasih tercintamu itu membuatkan mu sarapan dan menunggumu makan bersama seperti biasa".

Degh..

Mata Rayhan nyaris melompat dari tempatnya begitu mendengar perkataan Arini

Daripada wanita ini tahu dia sengaja tidak memakan semua sarapan yang dia buat karena Sahira selalu membuatkannya sarapan dan makan bersamanya.

"Bagaimana kamu tahu?". Cicitnya pelan.

Suaranya nyaris tenggelam seperti bisikan sehingga dia pikir hanya dirinya mendengar hal itu tapi ternyata Arini mendengarnya dengan jelas

Arini tersenyum tipis seperti menyerupai seringai, dia memandang Rayhan tatapan biasa saja dan itu membuat Rayhan tertegun sejenak,

Tatapan memuja dan tatapan penuh binar cinta yang biasa dia lihat dari mata Arini kepadanya saat memandang dirinya kini tidak ada terganti dengan tatapan datar dan biasa.

Tatapan itu begitu mengusik diri Rayhan sampai tidak bisa berkata apapun

"Pergilah, kamu sudah terlambat". Ucapnya pelan kemudian memakan sarapannya kembali tanpa peduli apapun tentang Rayhan.

Hatinya yang dulu bermekaran seperti bunga kini mulai layu dan nyaris mati karena sikap Rayhan sendiri dan kini perlahan dirinya membiasakan diri untuk mundur perlahan agar kelak saat dia pergi hatinya tidak merasa bersalah.

Rayhan hanya bisa mengepalkan tangannya kuat-kuat, dia tidak menyangka Arini akan bersikap seperti ini padanya padahal selama ini perempuan itu begitu memujanya seberapapun dia sakiti.

"Apa dia marah karena kejadian kemarin yah?". Ucapnya dalam hati.

"Dia hanya mau mencari perhatianku, biarkan saja toh aku akan makan bersama dengan Sahira".

Sesampainya dikantor, dia mencari keberadaan kekasih hatinya itu dan dia menemukannya, senyumnya mengambang karena dia yakin Sahira akan membawa sarapan untuknya tapi wajahnya langsung muram melihat Sahira hanya berjalan kearahnya tanpa membawa apapun.

"Kamu tidak membawa sarapan untukku?". Tanyanya pelan

1
sunaryati jarum
Benar Rin, nafkah saja sampai bercerai tidak diberi tapi malah royal pada Sahira,cari kebaikan kamu sendiri Rin
sunaryati jarum
Astaga berarti selama enam taun itu Rayhan menumpang pada Arini, sungguh pria tidak tahu malu.Maka benar harta orang tua Rayhan sebagian diberikan Arini.
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 awalnya saling mencintai yang laki pengkhianat pernikahan , perempuannya pelakor ,jadi bermusuhan karena beda tujuan
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣 syukurin , kebanyakan pelakor baik di dunia halu atau nyata yg dicari uang dan kemewahan duniawi secara instan.Nikmati penyesalanmu Rayhan
sunaryati jarum
Woww Rayhan masih mengamankan dua apartemen , mobilnya sekalian. Belum satu Minggu Penyesalan sudah datang,serta bisa melihat perangai asli wanita yang kamu agungkan,tak tak tahunya parasit raksasa
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣👋👋 Silahkan lanjutkan pertengkaran kalian di mobil.Rayhan firasat orang tua kok kamu abaikan, bagaimana? Eeenaaak,Ya
Lee Mba Young
lanjuttt
sunaryati jarum
Rayhan Sahira nanti di tempat baru cari mangsa yang lebih kaya darimu, walau jadi simpanan tidak jadi masalah asal bisa hidup mewah.Katma dan Penyedalan penyesalan kamu otw Rayhan.Up lagi Thoor /Pray//Pray/
Lee Mba Young
semoga di Pecat.. krn Kelakuan mereka yg mnjijikan.
semoga bos nya gk pilih kasih walau rayhan Salah ttp hrs di Pecat.
sunaryati jarum
Karena Viral saat kejadian di pengadilan , mempengaruhi citra perusahaan, seharusnya salah satu mengundurkan diri,jika tidak mau ya dipecat
sunaryati jarum
Sudah terlambat Rayhan ,dia mau kamu itu ya karena harta.Ingat pelakor itu hampir sama tujuannya ingin hidup enak secara instan.
Cerita ini bagus tidak bertele-tele ,tapi sayang upnya lama , hingga lupa alurnya.
Ummu Umar: maaf yah, akan di up setiap hari mulai kedepannya🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Sayang cerita bagus upnya tidak rutin
Ummu Umar: sabar yah, aku sedang menyelesaikan satu cerita dulu, aku akan up setiap hsri🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!