Indonesia
NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:877k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

" Guru, kita benar-benar akan melakukan ini?" bisik Ji Yu sambil melirik ke arah kediaman utama mewah menteri Li.

Li Zie menyeringai di balik cadarnya. "Mereka merusak tidur siangku, Ji Yu. Dalam kamusku, satu gangguan dibayar dengan satu penderitaan. Lagipula, aku dengar si centil Li Mei itu sedang menyiapkan diri untuk pernikahannya dengan Tuan Muda Wang, kan?"

Mengingat nama Tuan Muda Wang, Li Zie hanya merasa mual. Pria itu dulunya tunangan Li Zie, tapi begitu Li Zie jatuh sakit dan dibuang.

Keluarga Wang dengan cepat memutuskan pertunangan sepihak dan beralih kepada Li Mei yang dianggap lebih menguntungkan.

"Tuan Muda Wang itu tidak tahu kalau dia telah membuang berlian demi sepotong kaca pecah," gumam Ji Yu sinis.

"Biarkan saja, ada untungnya aku jatuh sakit.Jadi bisa terbebas dari pria seperti itu. Malam ini, kita beri pelajar pada Li Mei, " balas Li Zie.

Mereka menyelinap masuk melalui jendela kamar Li Mei yang tidak terkunci. Di atas meja rias yang penuh dengan perhiasan emas dan botol-botol porselen mahal, Li Zie menemukan botol bedak mutiara yang paling sering digunakan Li Mei.

Dengan gerakan anggun, Li Zie mengeluarkan bubuk halus berwarna kehijauan dari ruang dimensinya, Bubuk Gatal khusus. Ini bukan racun mematikan, tapi efeknya luar biasa, siapa pun yang memakainya akan merasa gatal luar biasa, dan jika digaruk, kulitnya akan membengkak merah seperti udang rebus selama tujuh hari tujuh malam.

"Taburkan sedikit di bedak Li Mei, dan sisa racun 'Wajah Seribu Bintik' ini taruh di bedak Selir," perintah Li Zie dengan nada dingin.

Tepat saat mereka hendak keluar, terdengar suara langkah kaki dan tawa genit Li Mei dari luar pintu. Ia tampaknya baru saja kembali dari jamuan makan malam bersama Tuan Muda Wang.

"Ah, Ibu! kakak Wang tadi memujiku sangat cantik! Dia bilang dia bersyukur tidak jadi menikah dengan kakak yang sekarat dan buruk rupa itu!" suara Li Mei terdengar begitu jelas.

Li Zie berhenti sejenak di ambang jendela, tangannya mengepal. Ia menoleh ke arah Ji Yu.

Li Zie hanya mendengus sinis mendengar tawa genit itu. Alih-alih terpancing emosi, ia justru menarik tangan Ji Yu dan memberikan isyarat untuk segera pergi.

"Biarkan saja dia tertawa sekarang, Ji Yu. Besok pagi, suara tawanya akan berubah menjadi tangisan yang lebih buruk dari suara gagak," bisik Li Zie dingin.

Keduanya melesat secepat bayangan, melompati pagar tinggi kediaman menteri dan kembali ke paviliun reot mereka di pojok terpencil. Begitu mendarat di lantai Li Zie langsung melepas jubah hitamnya dan menyimpannya ke ruang dimensi.

"Kenapa kita tidak langsung menghancurkan pernikahannya tadi, Guru?" tanya Ji Yu sambil mengatur napas, masih sedikit penasaran.

Li Zie duduk di pinggir ranjang, mengeluarkan botol Air Spiritual untuk membasuh wajahnya dari sisa penyamaran.

Li Zie berkata, "Kalau aku menghancurkannya sekarang, itu terlalu cepat. Aku ingin mereka menderita dulu. Tabib kediaman menteri itu hanya amatir. Mereka tidak akan bisa menetralkan bubuk racunku. Ujung-ujungnya, siapa lagi yang akan mereka cari kalau bukan 'Tabib Agung' yang tersohor itu?"

Li Zie menyeringai lebar, dan berkata dengan tak sabar, "Bayangkan, mereka akan merangkak memohon padaku, membayar ratusan koin emas untuk menyembuhkan wajah mereka, tanpa tahu kalau aku adalah orang yang mereka buang ke paviliun sampah ini. Itu jauh lebih manis bukan?"

Ji Yu bergidik ngeri sekaligus kagum, Ji Yu berkata dengan semangat, "Guru memang benar-benar licik... maksud saya, cerdik luar biasa!"

"Sudah, cepat tidur. Besok pagi akan ada simfoni teriakan dari kediaman utama, dan aku ingin menikmatinya sambil minum teh," kata Li Zie sambil kembali masuk ke dalam selimut bulu rubahnya yang hangat.

Benar saja, baru beberapa jam Li Zie memejamkan mata, matahari baru saja mengintip di ufuk timur ketika sebuah teriakan melengking yang membelah keheningan pecah dari kediaman utama.

"MUKAKU! IBUUU, LIHAT Wajahku! Kenapa penuh dengan bintik bernanah dan gatal sekali! AAAAKKH!"

Itu suara Li Mei. Tak lama kemudian, suara Selir juga terdengar histeris karena hal yang sama. Keributan besar terjadi para pelayan berlarian panik, dan tabib kediaman dipanggil dengan tergesa-gesa.

Li Zie yang mendengar itu dari kejauhan hanya menarik selimutnya lebih tinggi. Di bawah kain rubah itu, ia menggumam pelan, "Selamat datang di neraka kecilmu, Adikku tersayang."

Li Zie kembali terlelap dengan hati yang luas, sedangkan kerbau Ji Yu masih mendengkur halus, tak tahu apa-apa.

Li Zie menikmati kemenangan dengan tidur nyenyak sedangkan di kediaman utama. Begitu panik dan sibuk.

1
Ramla Utina
tidak jadi mati kedua kalinya
Ramla Utina
aku suka ceritanya💪
Fitria: thanks sudah mampir, kk
total 1 replies
Mera
Keren sih, lengkap komedi. Kultivasi. percintaan 😍😍😍
Rubiyata Gimba
knapa tidak menyediakan makanan terlebih dahulu lalu taruh di dimensinya supaya klau lapar tingal ambilnya
Fitria: Kan ada komedinya kakak. Jadi harus ada adegan yang amburadul nya😄
total 1 replies
Maryana Fiqa
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mera
orang penting mah gitu, nyawanya selalu dalam bahaya
Mera
walopun kadang gila. Tapi orangnya bener🤣🤣🤣
Mera
Thor, kelakuan Lizi inspirasi dari mana😭😭😭😭😭
Mera
Lizi menggila🤣🤣
Mera
Aku selalu kebayang gimana suara serak kakek pertapa😭😭😭
si Lizi ini emang kurang asem
Fitria: nah hebat bisa bayangin😁
total 1 replies
May Dwi
luar biasa
Erni andi arifuddin
padahal dia bisa makan apel sementara
Andrea
3 gunung emas🤑🤑
Erni andi arifuddin
guru hentikan guru😂😂😂
Erni andi arifuddin
bisa ngak le zie nya agak bijak dlm berkata kok perasaan karakter seorang dokter jd hilang di ganti dgn kerakusan dan kesombongan, maunya sih MC nya di bikin agak bijak dan berpendidikan atau mmg karakter dia sewaktu masih di dunia masa depan sdh kasar🙏
Erni andi arifuddin
kenapa mesti tinggal terus di situ
Sfarlett Alexana
Ceritanya bagus💪
Andrea
abu gosok🤣🤣🤣
Andrea
sungguh terlalu Shen Zie gx puas2 koin dah bnyk juga🤣🤣
Andrea
jgn pelit2 lah Shen Zie🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!