Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Manis Tuan Regan

Istri Manis Tuan Regan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Romanova

Zara Adhitama, ia dijodohkan dengan seorang pria bernama Regantara Benedict. Seharusnya perjodohan itu dilakukan oleh saudari tiri Zara, yaitu Selene namun Selene menolak keras dengan alasan takut karena Regantara terkenal kejam. Pada akhirnya mau tak mau Zara lah yang dipilih untuk menikahi pria itu.

"Selamat datang, Nyonya Benedict." ucap Regantara saat itu.

Namun ternyata kehidupan baru tidak membuat Zara menjadi sosok yang lemah, saat Regantara pergi meninggalkannya di altar waktu itu dan tak terlihat di kediaman Benedict karena ia pergi melakukan perjalanan bisnis. Zara langsung memanfaatkan waktu kekosongan itu untuk membalas dendam pada Ibu tirinya dan tentu saja saudari tirinya yang tersayang.

Bagaimana kehidupannya Zara setelah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romanova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Pagi pertama Zara di kediaman Benedict, di meja makan berkapasitas dua puluh orang yang terbuat dari kayu mahoni, Zara duduk sendirian di kursi paling ujung.

Di hadapannya, tersaji hidangan sarapan mewah ala Westernn lengkap dengan piring-piring porselen bertepi emas dan potongan buah segar.

Di dekat dinding, ada lima orang pelayan yang berdiri berbaris, mereka menunduk patuh tanpa sedikitpun suara.

Suasana itu begitu megah, namun bagi Zara terasa sangat sunyi dan asing.

Zara memegang pisau dan garpunya dengan tenang, sambil memotong sarapannya perlahan.

Ia sama sekali tidak terlihat canggung seperti semalam, Zara bisa mengendalikan situasi lebih cepat. Jika keluarga Adhitama mengira dia akan mengurung diri dan meratapi nasib di dalam kamar, mereka salah besar.

Tara melangkah mendekat dengan nampan kecil berukir emas di tangannya.

"Selamat pagi, Nyonya Zara, ada beberapa hal yang perlu saya konfirmasikan terkait kebutuhan Anda di rumah ini." ucap Tara dengan nada formal seperti semalam.

Zara meletakkan pisau dan garpunya dengan lembut ke atas piring, lalu menatap kepala pelayan itu dengan ramah.

"Selamat pagi, Bi. Silakan."

Tara menyerahkan sebuah amplop berwarna hitam tebal berlogo embos Benedict Group yang tampak mewah.

"Sebelum berangkat ke Jenewa, Tuan Regantara meninggalkan dokumen ini untuk Anda. Ini adalah akses penuh ke rekening atas nama Nyonya Benedict, kartu hitam tanpa batas limit, serta dokumen penyerahan hak penggunaan fasilitas kendaraan dan pengawalan pribadi." jelas Tara.

Zara menerima amplop itu, jemarinya sedikit gemetar saat merasakan tebalnya kertas yang pastinya berkualitas tinggi itu.

"Tuan juga menyampaikan,.bahwa Anda bebas menggunakannya untuk kebutuhan pribadi Anda. Namun, seluruh transaksi di atas nominal tertentu akan langsung terhubung ke laporan keuangan sekretaris Tuan."

Zara menyunggingkan senyum ramah.

"Regantara sepertinya ingin melihat apa yang akan aku lakukan dengan kekuasaan ini." pikir Zara dalam hati.

Pria itu sengaja memberinya senjata dan umpan untuk menguji apakah ia hanya seorang benalu yang akan memanfaatkan hartanya, atau wanita yang tahu cara bertarung di atas papan catur.

"Terima kasih, Bi dan tolong siapkan mobil dan Pak Karta jam sembilan nanti. Saya ada janji bertamu seseorang." ujar Zara lalu menyisipkan amplop itu ke dalam tas tangannya.

Tara sedikit mengangkat alisnya. "Apakah Anda ingin saya menyusun pengawalan tambahan untuk perjalanan Anda, Nyonya?" tanyanya.

"Tidak perlu, saya hanya ingin mengunjungi kerabat jauh saya untuk menanyakan kabar." jawab Zara mantap.

.

Zara tidak akan menyerang Roselin dan Selene secara terbuka, karena itu hanya akan membuat mereka waspada.

Jika ia ingin menghancurkan mereka, ia harus melakukannya secara lambat. Seperti racun yang meresap perlahan, tidak terlihat, tidak terdengar, namun berakhir mematikan.

Pukul sembilan pagi, Rolls-Royce hitam yang di bawa oleh Pak Karta berhenti di depan sebuah bangunan perkantoran klasik.

Zara melangkah keluar, ia mengenakan gaun simpel berwarna krem yang dipadukan dengan blazer hitam. Arya & Partners, sebuah firma hukum independen yang didirikan oleh Pak Arya langsung, sahabat karib sekaligus pengacara pribadi mendiang ibu kandung Zara.

Pak Karta dan dua pengawal pribadi berseragam hendak mengikutinya dari belakang, namun Zara membalikkan badan dan memberi isyarat pelan pada mereka.

"Tunggu di sini saja, Pak. Saya tidak akan lama." ucap Zara lembut.

"Baik, Nyonya." jawab Pak Karta sambil membungkuk sopan.

Zara melangkah masuk menuju lantai tiga.

Begitu pintu ruangan pribadi Pak Arya terbuka, aroma kertas dan kayu langsung menyeruak tercium. Seorang pria paruh baya berkacamata tampak terkejut saat melihat kehadirannya dan langsung berdiri menyambut Zara dengan tatapan penuh haru.

"Zara... Atau harus kupanggil Nyonya Benedict sekarang?" ucap Arya dengan nada hangatnya yang Zara rindukan.

Zara tersenyum tipis, ia melangkah mendekat dan langsung berhambur ke pelukan pria paruh baya itu. Arya tersenyum lembut sambil mengusap kepala Zara.

"Tetap panggil aku Zara, Paman Arya. Di depan Paman, aku tetap putri dari mendiang Ibu." bisiknya pedih.

Arya mendesah pelan, lalu melepaskan pelukannya dan memandu Zara untuk duduk di sofa kulit yang empuk.

"Paman sudah mendengar berita pernikahan mendadak itu kemarin. Selene yang seharusnya menikah, tapi Roselin dan Hendra malah mengorbankanmu. Paman sungguh minta maaf karena tidak bisa mencegahnya, Zara."

"Tidak perlu minta maaf, Paman. Perjodohan ini justru menjadi jalan pembuka terbaik untuk Zara." sahut Zara, matanya memancarkan keteguhan yang membuat Arya tertegun.

Arya mengernyitkan dahi.

"Apa maksudmu, Nak?"

Zara mengeluarkan amplop hitam berlogo Benedict Group dan meletakkannya di atas meja.

"Bisakah, Paman membantu Zara."

"Membantu, tentu saja Nak."

Zara terdiam sebentar.

"Ibu dan Selene pasti berpikir sekarang aku sedang mengurung diri dan menangisi nasib." ujar Zara.

"..."

"Aku ingin mempertahankan ilusi itu, biarkan mereka merasa aman dan membusungkan dada di atas angin. Sementara itu, aku ingin Paman mulai mengeksekusi rencana yang sudah aku jelaskan semalam."

Arya memperbaiki letak kacamatanya, mengangguk paham.

"Paman sudah menyiapkan seluruh berkas kepemilikan saham mendiang ibumu. Sebenarnya, tiga puluh persen saham awal Adhitama Corp milik ibumu yang diwariskan kepadamu secara sah saat kamu berusia dua puluh lima tahun atau setelah kamu menikah. Dan pernikahan kemarin secara hukum telah mengaktifkan klausul tersebut."

"Artinya... saya sudah memegang hak atas saham itu sekarang?" tanya Zara.

"Benar. Tapi jika kita memindahkan nama saham itu secara langsung sekarang, Roselin pasti akan menyadarinya dan berusaha melakukan manuver hukum." jelas Arya. "Saran Paman, kita gunakan perusahaan cangkang atas nama pihak ketiga untuk membeli sisa utang-utang Adhitama Corp yang kini dipegang oleh bank." lanjutnya.

"Itu bagus, kita bisa gunakan akses keuangan dari nama Benedict ini untuk menyokong perusahaan cangkang itu, Paman."

Arya menatap Zara dengan takjub, gadis muda yang dulu selalu mengalah dan mengadukan ketidakadilan padanya ini, sekarang telah bertransformasi menjadi wanita dewasa yang tak ingin di injak-injak.

"Ketika saatnya tiba, saat Roselin pikir perusahaan Papi sudah selamat karena suntikan dana, aku yang akan menarik ulur tali jerat di leher mereka. Aku ingin melihat wajah mereka saat menyadari bahwa sosok yang memegang hidup mati mereka adalah anak yang mereka buang."

Zara menatap ke luar jendela, dadanya bergemuruh hebat menahan perasaan bahagia yang membuncah dipadukan dengan rasa marah dan kecewa yang selama ini ia pendam.

Arya menatap Zara beberapa saat, lalu tersenyum bangga. Ia mengambil berkas-berkas warisan lama yang sudah ia siapkan selama bertahun-tahun di dalam brankasnya.

"Ibumu pasti bangga melihat betapa beraninya kamu hari ini, selama ini kita terkendala oleh kekuasaan ayahmu di perusahaan. Tapi sekarang, dengan posisimu sebagai istri Regantara Benedict, Hendra tidak punya celah hukum lagi untuk menahan hak warismu."

1
jenny
coba Zara dibawa sama kakek Sehari... kira² Regan kelabakan gak tuh?? 😄
Ipan Pratama
menarik
Ipan Pratama
lanjut dong thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!