balas dendam itu manis apalagi jika dilakukan dengan pelan pelan. seperti menelan madu dari sarang lebahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cokoxo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
Panji terkekeh mendengar kata kata risa, akans er jika jasmine bergabung "risa, bukankah ini harapan yang terlalu besar?' dia menatap risa dekat "apakah posisimu sekarang bisa di sandingkan dengan jasmine?" panji mengejek risa
Risa tersenyum pelan "tampaknya kau begitu bangga dengan jasmine?" dia membalas mengejek panji yang terdiam "kenapa? Akh dia yang membantumu untuk naik jabatan bukan?"
Panji menatap risa serius
"sayang sekali panji, yang membuatmu mendapatkan posisimu saat ini adalah aku" risa menegaskan "aku yang membuk ajalan untukmu, aku yang menuntutnmu, dan sekarang kau menyamakan aku dengan penipu tolol itu" tawa risa penuh ejekan
"tapi bagaimana bisa, jamsine sendiri yang menyerahan berkas itu"
Risa terkekeh senang dengan kebodohan panji '"bagaimanapun juga kau pasti tahu oarang eperti jasmine"
Panji terdiam, semua ingatan tentang jasmine dahulu begitu membekas, gadis itu begitu terobesesi untuk menjadi yang pertamabahkan akan menggunakan semua cara
"sudahlah" risa berka tiba tiba "untuk apa kita mengenang masalalu. fakta bahwa kau mengkhinatiku dan memilih jasmine itu tidak bisa aku maafkan"
Panji terkejut, tiba tiba pearasaan ngeri merayap dari dalam hatinya "risa, aku...." dia mendekat kearah risa dengan mata bergetar 'kau tahu sendiri posisiku saat itu, aku sedang meniti karirku dan aku butuh pendukung yang kuat'
Risa menatap panji tidak peduli "tentu aku memgerti, kau seperti rubah ini hanya akan milih yang menguntungakn untukmu" tapi sayang sekali panji kau meilih pilihan yang salah
"risa, bisakah kau melepaskanku?' panji bertanya hati hati
"aku tadi sudah berkata padamu panji, aku akan menyelamatkan kepalamu jika kau menyerahkan semua berkas berkasnya
"itu tidak mungkin, orang orang di atasku tidak akan tinggal diam"
Risa menatap panji dengan mata melengkung, apa pedulinya mereka begitu bersemangat saat melhat tumpukan berkas itu seperti serigala kelaparan, mereka tidak peduli bahkan jika kertas kertas itu berisi kebenaran atau kebohongan "itu urusanmu dan jasmine, kalian yang menggunakan berkas itu tanpa peduli dengan resikonya"
"risa jangan seperti ini, kau seperti ini sama saja dengan membunuhku"
'panji, apa kau tidak mendengar apa yang aku kataka tadi, aku akan menyelamatkan kepalamu asal kau memberikan berkas itu"
"bagiamana bisa aku percaya" panji menatap risa sangsi, gadis di depannya begitu pendendam dan panji sudah merusak kepercayaanya
"waktu berkunnjung sudah habis" seorang petugas datang, mengintrupsi pembicaraan mereka "masih ada satu pengunjung"
Risa tersenyum santai "tampaknya orag yang kau tunggu sudah datang " dia tampak mengejek "tapi sebelum aku pergi izinkan aku memberitahukan sebuah nasihat, hati hati dengan makanannya"
Dia berdiri dengan anggun, lalu kembali berbalik dan berbisik di telinga panji "ambilah, untuk berjaga jaga, kita tidak tahu apas isinya"
setelah risa pergi jasmine masuk tidak lama kemudian, panji tidak tahu apakah risa bertemu dengan jasmine atau tidak, tapi melihat ekpresinya sepertinya tidak ada pertemuan di antara mereka
Penampilan jasmine begitu spektakuler, dia bukan seperti menjenguk seoarang tahanan tapi seperti sedang merayakan sesuatu
"okh" dia memasang wajah jijik dan duduk di depan panji "aku membawakan makanan, ku pikir makanan disini tidak memuaskan'
Entah kenapa panji teringat kata kata risa, dia menatap jasmine lamat lamat, sebelum membuka mulutnya "jasmine apa kau akan mengeluarkanku darisini?"
Jasmine menatap panji sejenak tampak berpikir "aku akan mengusahakannya"
Bohong panji tahu gadis ini berbohong, bagaimanpun juga mereka rekan yang saling mengenal dengan baik, panji mengenal saat jasmine akan berbohong dia akan bersikap tenang dan pura pura peduli di banding saat dia meledak meledak seperti ekpresi aslinya
"makanlah" perintah jasmine tenang
Panji mengenggam erat pemberian rrisa seperti sebuah jimat yyang bisa menyelamatkan hidupnya
Cacat juga mata duitan, dasar perempuan 😆
Apa gak sayang, kalo sampe 2rb kata mending bagi dua 😂
ku tunggu kelanjutannya
awalnya aq baca jasmine.....eh sekarang jamsine.atau aq yg gal teliti di awal
mahesa dr dulu teramat berhati2.cukup nyimak aja🤔
pengen tau juga kab a r mahesa