Indonesia
NovelToon NovelToon
Ghost Paviliun

Ghost Paviliun

Status: tamat
Genre:Kutukan / Kumpulan Cerita Horror / Mata Batin / Horor / Tamat
Popularitas:61.3k
Nilai: 5
Nama Author: oktiyan

Milen dan temannya mengadakan acara camping akhir. Milen menunjuk paviliun yang sudah tidak di huni selama dua puluh tahun, yang ia kira akan baik baik saja.

Hingga menjadi boomerang Milen yang mempunyai mata batin kuat, ia mencari penyebab akar dari mereka tidak bisa pulang, bahkan kematian merenggut guru dan teman Milen lainnya, sehingga ini adalah awal Milen di ikuti Roh, yang meminta bantuan agar Milen melepas dunia kehidupan mereka karena mereka mati secara tidak wajar.


Mampukah Milen mengatasinya?!



Hello guys! dukung Ghost Paviliun ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktiyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hantu Mantan

"Ok! berita ini gue terima. Ini uang muka buat kalian berdua, kalian bisa kabarin saya secepatnya!" ujar pak Diva, dari kepolisian.

"Terimakasih pak." ujar Brian dan Melin pergi lebih dulu.

Satu persatu, kasus kematian keluarga polisi terungkap, setelah semalam Melin didatangi arwah. Tragisnya pembunuhan yang di alami itu motif kecemburuan, yang di amankan pelaku adalah sepupu yang cemburu karena harta dan wanita, jadi intinya istri kepolisian itu adalah mantan pelaku yang berada di rumah sakit jiwa. Ia menikah dengan sepupu dan mempunyai dua anak hidup bahagia.

"Ga habis pikir ya? ternyata motif cemburu bisa mudah hilangin nyawa. Rasanya pas bunuh itu, kok bisa mukanya datar?" tanya Brian.

"Jin, syaitan menjelma dalam wujud manusia. Intinya banyak banyak istighfar!" balas Melin.

Tak lama nada dering panggilan dari nomor salah satu dosennya. Yakni pak Brody, Melin mengangkatnya dan membuat klaim, jika jasad pak Kola dan Mira, sedikit melirik Brian. Kala Melin saat itu berbicara.

"Arah selatan! setelah beberapa hari, dua jasad pasti akan ditemukan, bapak boleh tidak percaya. Tapi ayam hitam yang mereka inginkan memang adanya! bukan saya yang mengada ngada, menurut saya dari pada bapak berkomentar aneh. Lebih baik bapak diam, dan jika hasil tes dna cocok! tanda tangani skripsi saya pak!" cetus Melin dan menutup ponselnya.

Brian yang tahu dosen gilanya kembali berulah, ia segera mengikuti Melin yang saat itu suasananya semakin pening. Brian hanya berusaha membuat mood Melin yang lelah tidak makin memburuk.

"Stop Melin!" teriak Brian.

Tak lama Brian meminta Melin diam, Melin spontan terdiam dan melihat arah sekelilingnya yang berubah menjadi hutan dengan satu rumah tua yang gelap dan berlumut. Hanya ada mereka berdua, jelas jelas tadi mereka sedang dijalan raya berjalan pulang ke rumah. Tapi entah kenapa dalam hitungan detik berubah saat mereka mengayuh sepedanya.

"Apa mau kalian sebenarnya, aku tidak mau mengikuti kalian lagi!" ujar Melin menatap arwah di depannya yang melihat tajam, dengan satu bola mata saja. Dan mata satu lagi seperti hilang.

"Ting, ting, ting..."

Dentingan yang semakin cepat menyeringai pendengaran, membuat Melin menangis bercampur rasa penasaran. Tapi sepertinya aku tidak bisa lagi lari dari sini. Brian masih berjaga di balik punggung Melin, bukan tanpa alasan ia pun sedikit pucat ada rasa ketakutan.

Baiklah, aku akan segera menyentuhnya, tapi kau diamlah dan jangan terus memotong jalan Brian! di belakang toko buku, aku mengayuh sepedaku dengan cepat menyeberang jalan, hingga seseorang mengejutkanku, dan kami sama sama terjatuh.

"Argh...."

Kami berdua segera mengangkat sepeda dan saling bertatapan. Entahlah dia seperti ketakutan dan segera pergi dari hadapanku. Aku berharap dia mau berbicara denganku.

Ya, seseorang yang menabrakku saat ini adalah cinta pertamaku. Arwah Geri yang Melin lihat, tapi hanya bayangan putih hologram seperti angin yang Brian lihat saat itu.

Geri namanya. Kami saling berpandangan jika bertemu di sekolah. Tapi, entah kenapa dia selalu kabur jika aku melewatinya. Tidak mungkin aku wanita yang memulai berkenalan dengannya. Kami sudah lama kenal sejak sekolah dasar, bahkan selalu satu kelas. Entah kenapa jika aku bertemu dengannya, aku selalu terhalang sesuatu.

"Cuman senyum aja, selalu begitu, menyebalkan." lirih Melin, membuat tatapan Brian aneh menggaruk kepala.

Melin kembali mengayuh sepeda mini dan Melin sudah sampai di rumah yang persisnya berhantu. Brian masih melirik jalan, seolah ia kembali pada rumah berlumut itu lagi, tapi Brian melihat Melin pada satu pohon yang membuat penasaran.

"Lo liat apa Melin?"

"Cowo, temen pria yang gue kenal dulu. Ia dinyatakan hilang, tapi gue lihat dia disana!" ucap Melin, membuat Brian kembali menelan saliva, yang ia tunjuk adalah satu pohon besar yang rimbun ditengah sungai.

"Siang begini, pasti tidak akan ada hantu. Mana ada hantu di siang bolong iyakan?" Gumam Brian sambil memarkirkan sepedanya.

"Melin, lo baik-baik saja?"

Dulu di sekolah, temanku yang bernama Geri akan mengadakan pesta ulang tahun di rumahnya. Ibunya adalah teman saat mamaku bersekolah. Bahkan mereka duduk satu bangku. Tapi ia hilang begitu saja, dan kini kenapa kita mau pulang, harus bertemu sosok wanita mata yang copot, dan pria teman gue yang basah kuyup pucat ke arah sana. Ucapan Melin membuat Brian merinding.

Brian yang kaku, terdiam kala Melin mulai menceritakan lagi. Brian kembali fokus, karena dengan fokus kepekaan dirinya terhadap kasat mata akan terbuka seperti Melin yang notabane indigo, ia wanita yang berbeda yang kerap selalu datang arwah meminta bantuan, hidupnya masih tidak tenang sebelum kasusnya di adilkan.

"Mel, jadi kita ga bisa pulang? apa dua arwah si mata copot, sama arwah temen lama lo yang basah kuyup itu dia meninggal di sungai itu, dan rumah tua yang kita lihat itu. Adalah gudang susu yang saat ini dibuat pabrik?"

"Brian, lo juga rasain kan. Sewaktu kita mau pulang, perjalanan kita berubah jadi hutan dan satu rumah tua aneh berlumut, mereka kasih gambaran. Kita ga bisa pulang, sebelum kita bantu mereka. Lo bawa kotak blody marry gue kan?" tanya Melin.

"Ada di tas, bentar gue keluarin dulu." gemetar Brian, yang kembali berusaha tidak takut, meski jujur ia sangat penakut.

Tbc.

1
SicantikKinyisKinyis
Semangat Kak, jangan lupa mampir di karya aku yang berjudul Takdir Cinta Twins D
Tiana
hadir
Fadly
Diyani penghuni Teluh semoga cepeg up ya
Miss GH: Hehehe ..
total 1 replies
Fadly
wah bu milen pergi demi azam anak kandungnya enggak kena bahaya.kutukannya kan kalau garis keturunan engga peka dia mati sebagai tumbal
Miss GH: Betul itu
total 1 replies
Lola ambira
ketemu bapak moga bentar lagi azam juga ketauan
Ci Gofar: metong ya kasian bener dah ah
total 2 replies
Lola ambira
dia bapak kamu itu ren, nah rumit nih si alva mantan intel kalau tau azam anak kandung milen. pada tukeran begini emang bisa ya nikah sama sama orangtua yang rumit meski kagak sedarah sih. karena reina kan anaknya alva intel ama istri sirihnya.nah azam anak milen sama rian suami pertamanya. reina enggak tau apa kalau emak aslinya bukan ibu milen.
Lola ambira
kasian banget kakinya pake heels emang lecet sih
mbak comel
siapa tuh yang dateng
Miss GH: Ayo siapa kira ya?
total 1 replies
guntur
main aja terus dek.napa mau jadi dokter kagak suka bau rumah sakit
guntur
seremnya dapat jadi bacalah
pola
panjang season seram + kejam juga
Miss GH: Thanks udah ikuti dari awal ya
total 1 replies
pola
dih reina ketagihan rudalnyasiazam kale ya😄😆 pake kode.kode segala
Miss GH: Author gak baca ah 😤🤧
total 1 replies
pola
anak buah azam menggatal belum tau aja dia
Miss GH: Iya parah bener deh 🤧
total 1 replies
pola
uwuwuwuw senyum sendiri
Miss GH: Siapa yang senyum hayo?
total 1 replies
pola
padahal biarin aja shi mau kejurang atau celaka.cewek songong dilindungi😤😤
Miss GH: Hahaha .. parah ya
total 1 replies
pola
heru anak buahnya diva pas muda masih jadi intel nih plot nya keren masuk diakal.meski berseason beranak pinak tapi alurnya cukup ngena tor.thanks udah halu mu sejauh ini
Miss GH: Iya betul, kalai dari plot season 2 ada, lengkap dengan selingkuhan Diva dengan bunda Milen yang depresi. Tapi thanks loh udah ikuti
total 1 replies
pola
reina anak kandungnya dia pasti.kan alva si diva ini nikah siri sama siapa ya lupa.pas milen depresi azam ilang kagak ditemuin.mikir keras azam anaknya bunda milen yang sekarang nikah ama laki ketiga alva muda jadi yus
Fadly
nah lo gimana ini parah kalau sedarah nantinya
Miss GH: Hehehe .. sepertinya tidak sedarah
total 1 replies
Fadly
terlalu seram milen ini di ikuti arwah mulu kasian capek kayaknya
Maria Ozawa
semoga bukan sedarah sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!