Indonesia
NovelToon NovelToon
Kian & Elora (Sahabat, Tapi Dijodohin?)

Kian & Elora (Sahabat, Tapi Dijodohin?)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikahmuda / Idola sekolah
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Mina

Dijodohin sama Kian, sahabat dari kecil yang pernah nempelin permen karet di rambut gue itu sebuah bencana.

Gue tahu betul bobroknya Kian dari A sampai Z, tahu cara mikirnya yang ajaib sampai rekor kencannya yang melebihi jumlah anggota DPR. Kalau dipikir secara logika, harusnya tanpa pikir panjang gue langsung nolak.

Tapi masalah utamanya satu, Gue suka sama Kian.

Sialan emang.

Kini, demi gengsi Kian yang terluka gara-gara ditolak di meja makan, gue jadi terjebak masa percobaan 6 bulan jadi pasangan PDKT resmi. Masa di mana gue harus bertahan di antara dada yang deg-degan parah, dan dorongan kuat buat ngeplak kepala Kian saban hari.

Sanggupkah gue bertahan tanpa kehilangan akal sehat ini?😭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Jeda di Meja Makan

Sabtu malam tiba lebih cepat dari yang gue perkirakan. Sejak sore, kamar gue udah berantakan mirip kapal pecah akibat ulah Naya dan Abel yang heboh sendiri menginvasi lemari baju gue.

"Pokoknya malam ini lu gak boleh tampil sekadarnya!" seru Abel tegas sambil memilah-milah gantungan baju. "Ini makan malam keluarga besar, Ra! Ada kerabat Kian juga. Lu harus kelihatan elegan, bukan kayak mau ke kantin kampus!"

"Gue setuju sama Abel," timpal Naya yang sibuk mengaduk-aduk kotak kosmetik gue. "Lu harus bikin bangga bawa lu ke depan keluarganya."

Setelah melewati sesi perdebatan sengit selama dua jam, gue berakhir berdiri di depan kaca rias. Gue memakai gaun a-line warna krem berbahan satin lembut dengan potongan sederhana namun elegan, dipadu riasan tipis yang natural. Rambut gue disanggul kecil di belakang, menyisakan beberapa helai yang jatuh di samping pipi.

Gue menatap bayangan diri gue sendiri di cermin. Ada perasaan aneh yang membuncah, bukan lagi rasa cemas atau ketakutan karena merasa terpaksa, melainkan desiran halus yang bikin dada gue berdebar penuh antisipasi.

Ceklek.

Pintu kamar gue terbuka. Mama melongokkan kepala, tersenyum hangat melihat penampilan gue. "Elora, Kian udah sampai di bawah tuh. Udah ditunggu Papa juga."

"Iya, Ma, sebentar," jawab gue, menghela napas panjang buat menetralkan detak jantung gue yang mulai ngaco.

Gue berjalan menuruni tangga kayu menuju ruang tamu. Suara obrolan santai antara Papa dan Kian terdengar samar dari arah bawah.

Begitu pijakan kaki gue menyentuh anak tangga terakhir, Kian yang lagi berdiri mengobrol sama Papa refleks menoleh.

Cowok itu membeku seketika.

Kian memakai kemeja batik bernuansa gelap yang sangat pas di badannya, dipadu celana kain hitam yang bikin tubuh tingginya makin kelihatan gagah. Pandangannya terkunci penuh pada gue yang melangkah mendekat. Matanya berkedip lambat, dan untuk beberapa detik, bibirnya yang biasanya selalu siap menembakkan celotehan tengil... mendadak tertutup rapat.

"Ehem!" Papa terbatuk kecil, sengaja memecah keheningan yang mendadak canggung di ruang tamu. "Kian, matanya dijaga. Belum sah lho ya."

Kian tersentak dari lamunannya. Wajahnya yang biasanya tahan banting mendadak memerah tipis di bagian telinga. Dia menggaruk tengkuknya yang gak gatal, lalu menyunggingkan senyum agak kaku.

"Maaf, Om...," gumam Kian salah tingkah. Dia menatap gue lagi, kali ini dengan pendar mata hangat yang membuat lutut gue rasanya agak lemas. "Cantik banget, Ra."

Gue menunduk tipis, berusaha menyembunyikan senyuman yang mekar di bibir gue. "Lu juga... kelihatan rapi. Tumben."

"Yee, bilang ganteng aja susah amat," cibir Kian pelan, kembali ke mode tengilnya walau raut wajahnya masih kelihatan terpesona.

Restoran bertema fine dining di daerah Jakarta Selatan itu disewa sebagian oleh keluarga Kian. Suasana di dalam ruangan bernuansa kayu hangat dengan lampu gantung kristal yang lembut. Di meja panjang berkapasitas belasan orang, Om Heru, Tante Maya, serta beberapa paman dan bibi dari keluarga Kian sudah duduk berkumpul bersama Mama dan Papa gue.

Makan malam berlangsung hangat dan riuh. Kerabat Kian sangat ramah, menanyakan soal perkuliahan gue, skripsi, dan bernostalgia tentang masa kecil kami berdua yang hobi berantem di halaman rumah.

Di tengah-tengah hidangan penutup, Om Heru menepuk-nepuk sendoknya pelan ke gelas kaca, mengambil alih perhatian seluruh meja. Suasana hening seketika.

"Terima kasih untuk semuanya yang sudah hadir malam ini," kata Om Heru dengan raut wajah berwibawa namun ramah. Matanya menatap Kian dan gue secara bergantian. "Tujuan Papa dan Mama mengumpulkan keluarga malam ini sebenarnya simpel. Soal janji enam bulan yang dulu kita sepakati."

"Masa percobaan tiga bulan pertama sudah lewat," sambung Om Heru. "Papa tahu awal mula perjodohan ini penuh penolakan dari kalian berdua. Tapi melihat bagaimana kalian saling mendukung belakangan ini... Papa cuma mau menanyakan satu hal."

Om Heru menatap gue lurus. "Elora... dari sudut pandang kamu sendiri. Apakah kamu merasa masa percobaan ini perlu dilanjutkan sampai enam bulan penuh, atau kamu sudah punya jawaban pasti malam ini?"

Seluruh pasang mata di meja panjang itu mendadak tertuju ke arah gue. Mereka menahan napas, menanti kata-kata selanjutnya keluar dari mulut gue.

"Elora..."

Gue menghela napas pelan sebelum melanjutkan, "Elora mau udahin masa percobaan ini. Elora enggak mau jadi pasangan PDKT Kian lagi."

1
ms. S
lanjut... novelnya menarik buat dibaca hingga bisa inget jaman pdkt sama gebetan. bikin deg2an juga Krena serasa jatuh cinta
ms. S
up lagi kak. novelnya kocak abis . aku sng novel yg kyk gini, lucu, sedih tapi ga mewek2 bgt, dan masih sesuai realita lha . sgra nikah yuk mereka berdua penasaran
Mina: makasih kak, seneng deh baca komennya🫰
total 1 replies
paijo londo
asli fix nih yg bloon kyaknya elora Ter la lu polos g tau kalo si kian itu udah suka elora dari lama🤭🤭🤭
paijo londo
mampir' thor🤦🤦aduh kyaknya hidup elora bakal kiamat kena serangan mental menghadapi kelakuan si kian q yg baca kok ikut2an jadi stress ya🤔🤔🤔
ms. S
ya ampun aku jadi deg2an ini kayak akunsama kian🤭🤣
Nurwana
asik asik.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!