Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
“Tolong..”setelah beberapa kali berteriak, suara gadis itu menjadi lirih dan berat..sedangkan sang pemilik suara sudah tergeletak lemas.
“Di tolong..”lirik aruna.
“Liam..tolong..”ucap gadis itu lagi.
______________________________
Di rumah mewahnya..liam sedang sarapan di maja makan bersama kedua orang tuanya..ponsel yang tergeletak di atas meja samping pria itu tiba-tiba saja berbunyi.
Aruna is calling…
Liam yang hendak menyuapi makanannya seketika terhenti..begitupun dengan kedua orang tua pria itu..liam meraih ponselnya..tapi baru bib kedua ponsel itu sudah mati.
“Loh, mati..”ucap liam..dia bangkit dari meja makan dan sedikit menjauhi orang tuanya..liam kembali menelpon aruna..tapi hanya suara operator yang menjawab.
“Tidak aktif?..”liam kembali mencoba menghubungi aruna untuk kedua kalinya..tapi hasilnya masih tetap sama..nomer gadis itu tidak aktif.
“Kenapa tidak aktif?..”liam merasa heran..dan akhirnya liam memilih mengirim pesan pada gadis itu.
“Ada apa bang?..”terdengar suara dari arah meja makan.
“Ini ma, teman aku nelpon, belum diangkat udah mati..eh ditelpon balik malah ga aktif..”ucap liam sambil berjalan kembali kemeja makan.
“Ga sengaja kepencet kali..”tambah sang ayah yang diangguki sang ibu.
“Bisa jadi pa..tapi kenapa jadi ga aktif?..”ucap liam melontarkan keherananya pada sang ayah.
“Yaudah makan aja dulu..mana tau nanti di telpon balik..”ucap sang ayah..liam akhirnya mengangguk pelan dan kembali menikmati makan malamnya.
.
.
Sedangkan di sisi diana..gadis itu juga melakukan hal yang sama..sedari sore dia sudah menghubungi aruna..tapi panggilanya tak diangkat oleh aruna..saat dia mencoba menghubngi aruna lagi malam ini nomer gadis itu malah tak aktif.
“Kemana sih dia..”cemas diana.
“Biasanya jam segini batrai ponselnya udah full dan lagi siap-siap kerja..”tambah diana..diana akhirnya memilih mengirimkan pesan..tapi pesan itu hanya centang satu yang berarti gadis itu sedang offline.
Diana semakin cemas..dia mengirim spam chat bahkan kembali menghubungi aruna lagi..tapi hasilnya masih sama, nihil.
“Jangan-jangan terjadi sesuatu sama dia..”otak diana mulai berputar ke hal-hal negatif..otaknya mulai membuat skenario yang tidak-tidak.
“Apa pamanya datang lagi..jangan bilang dia pingsan trus ga ada siapapun yang tau..”diana mulai menerka-nerka..yang sebenarnya praduga gadis itu setengahnya benar.
Diana menjadi panik..gadis itu akhirnya memilih melangkah keluar untuk mengecek langsung keadaan aruna di kosannya.
.
Cukup jauh jarak yang gadis itu tempuh untuk menuju kos aruna..apalagi rumah mereka berlawanan arah..rumah diana ke sekolah saja cukup jauh, ditambah lagi dari sekolah menuju kosan aruna, itu memakan waktu yang sangat lama.
Setengah jam lebih kemudian diana sampai di sana..dia langsung menuju kamar aruna..tapi kamar itu masih terkunci.
“Unaa..”panggil diana..tak ada respon sama sekali.
“Unaa..ini aku diana..”teriak diana lagi..tapi hasilnya sama..diana menoleh kekanan dan kekiri berharap melihat seseorang yang bisa dia tanyai..tapi kosong..kebanyakan penyewa disana adalah anak kuliahan atau sepasang kekasih yang living together..kebetulah perkuliahan sedang libur..dan para pasangan biasanya sehabis magrib langsung pergi date.
“Apa udah di tempat kerja ya?..”tanya diana pada dirinya sendiri.
Akhirnya gadis itu memutuskan untuk ke tempat kerja aruna..sesampainya di sana dia melihat pria yang berjaga sif siang sedang celingak-celingukan seperti menunggu seseorang.
“Bang, aruna nya ada?..”tanya diana mendekati pria yang berdiri di depan pintu itu.
“Diana kan?..teman nya aruna?..”tanya pria itu..diana mengangguk.
“Aruna belum datang..justru abang lagi nungguin dia nih..belum nonggol-nongol bocahnya..mana abang masih banyak revisian..”keluh pria itu.
“Belum datang bang?..kosannya ga ada loh..aku pikir udah kesini..”ucap diana cemas..pria itu jadi ikut cemas.
“Belum..kalau udah dateng abang pasti udah pulang..”ucap pria itu.
“Coba telpon gih..”suruh pria itu.
“Udah aku telpon bang, tapi ga aktif..”ucap diana semakin cemas.
“Tanya temennya coba..mana tau mempir ketempaat temannya..”ucap pria itu..diana terdiam..aruna tak memiliki teman selain dia..tiba-tiba aruna teringat pada seseorang.
“Bentar bang..”ucapnya dan mulai berjalan menjauh.
“Telpon liam..iya telpon liam..dia kan pulang sekolah tadi sama pria itu..”ucap aruna.
Karna tak memiliki nomer whatssapp liam, diana menghubungi pria itu lewat sosial media
.
.
Mendapatkan banggilan dari akun media sosialnya, liam bersikap acuh..karna sudah biasa baginya di teror begitu oleh para fans nya..tapi akun yang tadi menelponnya kembali menelponya terus menerus, membuat liam merasa kesal..apalagi dia masih merasa kesal karna aruna tak juga menghubunginya kembali.
Saat akan memblokir akun itu, liam tiba-tiba tersadar.
“Ini kan temanya aruna..”ucap liam..dia akhrinya menghubungi akun itu.
“H-h-halo..”terdengar sapaan gagap dari seberang sana..liam hanya diam tak menjawab.
“A-aruna dimana?..tadi pulang sama kamu kan?..”tanya diana..pertanyaan gadis itu membuat liam mengeryit binggung.
“Bukannya pulang bareng lo..”balas liam.
“Gak liam..aku pulang duluan..katanya dia nunggu kamu di perpustakaan..”jelas diana..ekspresi liam seketika berubah.
“Kata olla dia pulang bareng lo..”ucap liam.
“Olla?..”tanya diana..liam seketika terdiam..hal yang sama juga terjadi pada diana..mereka mulai merasakan firasat buruk.
Tut..
Liam langsung mematikan panggilanya..pria itu turun dari ranjang king size miliknya dan bergegas meraih jaket dan kunci motor..orang tua liam yang sedang menonton di ruang keluarga heran melihat langkah cepat liam..bahkan pria itu tak menyapa mereka.
“Mau kemana anak itu?..”tanya sang ibu.
“Biarkan saja..palingan nongkrong sama empat bocah itu..”ucap sang ayah.
Liam membawa motornya dengan kencang..tujuan awalnya adalah kosan aruna..entah kenapa perasaan pria itu sanggat gelisah, padahal hubungan mereka hanya berdasarkan taruhan saja.
Sesampainya di kos, liam mendapati hasil yang sama seperti diana..tak membuang waktu lama, liam berangkat ke tujuan keduanya, yaitu sekolah.
Setelah sampai disana, liam kembali mengecek kantin dan perpustakaan, takut ada yang terlewatkan..tapi setelah dicari sedemikian rinci, aruna tak juga di temukan..liam tak menyerah dia mencari di tempat lain..tak lama terlihat keempat temannya dan diana yang juga menyusul.
“Sudah ketemu?..”tanya diana..liam menggeleng pelan..diana menghela nafas pelan.
Setelah berkeliling lama..langkah liam akhirnya membawanya ke halaman belakang sekolah..mereka mulai menyusuri arena belakang sekolah itu..sampai sebuah gudang yang terkunci membuat langkah liam semakin cepat..saat membukanya, cahaya senter langsung menyorot tubuh aruna ya tergeletak di lantai.
“Aruna!!..”
.
.
.
TO BE CONTINUE………