JANGAN BAYANGKAN KISAH CINTA SEPERTI DOTS karena kenyataannya tidak akan pernah semanis itu, jika ingin mengguak akan kerasnya kehidupan pernikahan bersama om loreng.
hidup itu keras jika ingin tahu drama didalamnya, silahkan baca!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andee Rosalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Langit memang bewarna biru namun tak selamanya cerah. Ada mentari dan bulan yang selalu setia mendampinggi, namun hujan bisa datang kapan saja, terang benderang bukan berarti terik, mendung bukan berarti akan ada hujan, semua itu adalah misteri sesuai kehendak ilahi sama halnya dengan kehidupanku kini.
Flashback on
Aku tak tahu sebenarnya urat malu dari wanita ini yang rusak atau emang sarafnya yang rusak sedari lahir.
mantan dah nikah lo ini, udah baik-baik saja bersama masa depannya tapi kok masa lalu selalu gentayangan ngalahin sundel bolong yang mangkalnya cuman di pohon dan tertawa pecicilan melihat lelaki tampan itu pun ada waktunya, nah ini ngak siang, ngak malam, sore, petang hingga subuh kok masih ada aja ya? Jika dia sejenisnya setan dia termasuk dalam tipe apa sih? Ada yang bisa jadi pawangnya dia ngak ini?.
Heran aja gitu wanita seperti dia ini kata orang “sebelum jalur kuning melengkung pantang mundur” tapi jelas jelas si nenek lombeng ini dah nemu jalan buntu kok ngak mundur-mundur ya?. Jika sudah seperti ini aku atau suamiku yang lemah karena membiarkan orang lain menggusik rumah tanggaku kami.
Masalahnya di muka bumi ini tidak hanya kami bertiga tapi ada ribuan mata, jutaan bibir dan milliaran telingga yang siap mendengar gosip buruk diluaran sana yang tidak bisa ku redakan satu persatu. Jujurnya aku membenci wanita itu tapi tak punya hak untuk mengusirnya jadi dengan berlapang dada kubiarkan saja.
aku kembali mendiami bunglon dan masak seadanya juga semauku, toh bunglon akhir-akhir ini sibuk menjelang hari kemerdekaan. pria itu bisa pergi pagi dan pulangnya besok pagi. jarang sekali kami bertemu karena saat dia pulang, aku sudah berangkat ke kampus.
hal itu terjadi lebih dari 3 minggu hingga usai hari H kegiatannya, pria itu pulang dengan tubuh lemas dan wajah pucat. sungguh adegan membawa bunglon ke rumah sakit adalah drama panjang. tubuhnya saja yang kekar juga besar, ternyata selama kami menikah, dia yang lebih sering tumbang terlebih dia tidak suka dengan peralatan rumah sakit.
Sudah beberapa hari ini bunglon dinyatakan kena gejala tipes sehingga harus banyak istirahat, dia sedang berada dikamar, dikamar kulihat dirinya sedang berbaring sembari bertasbih, yag allah, aku seketika terpanah karena saat ini memang bunglon kurang enak badan walau begitu tubuh dan bibirnya tidak lepas dari perintah allah.
bolehkan aku berharap dia hanya milikku? dan bisakah aku meminta agar rasa kami disatukan hingga dialah lelaki yang menuntunku ke surgamu. Rasanya tidak ingin menggangunya namun apalah daya mbak kenangan terindah menanti jadi kudekati dia dan berkata
"Om C10H16 datang tuh"
"Aghh?" ucapnya memperhatikanku dengan dahi berkerut-kerut.
"Noh" ucapku menunjuk kearah belakang tubuhku menggunakan daguku
"Maksud kamu apa sayang? dan tadi apa C10H16 itu apa lagi?" tanyanya beruntun tanpa menggarahkan pandangannya ke arah yang kutunjuk
"MANTAN"
"Aghh?" ucapnya reflesk
"Aisss susah ngomong sama anak IPS" kataku galak dan melipat tangan didepan dada, melihat aksiku bukannya tersinggung dirinya malah terbahak dan berkata
"Kamu ini ada-ada saja, apa hubungannya coba?" katanya disertai tawa walau begitu dirinya tetap menegakkan tubuhnya lalu melangkah mendekatiku tapi aku malah melangkahkan kaki dengan arah yang berlawanan dengannya.
Mengetahui itu dirinya mencekal tangganku dan memaksa kami bersitatap lalu ditempelkannya kening kami secara lembut disusul kedua tangannya yang diletakkan di kedua pipiku.
Argggh bolehkah aku baper tuhan? ya allah salah ngak sih sayang sama suami sendiri?. tubuhku kembali kaku dan berkeringat untunglah bunglon segera memecahkan keheningan dan berkata
"Temani saya, saya tidak ingin kamu memikirkan hal yang tidak ingin kamu dengar penjelasannya ya, saya mohon" katanya lembut bahkan sangat lembut seakan terhipnotis dengan bujukannya jadilah kuikuti kehendak si bunglon.
Aku sebenarnya enggan dan masa bodoh tapi ketika selesai memberikan minuman dan juga makanan ringan untuk tamu tiba-tiba ucapan bodoh dari wanita itu membuatku bertahan, jadilah diruang tamu ada kami bertiga semua pembicaraan jelas terdengar olehku, tidak hanya itu gerak gerik dan gaya bahasa tubuh dari C10H16 tidak bisa lepas dari pengawasanku.
Jika dikatakan cemburu sih tidak tapi agak kesal iya. Wanita suci mana yang siap dimadu dengan wanita gila tak berhati? Kami sesama wanita logh egois banget dianya mana ngak ada atitut lagi meluk-meluk laki orang padahal macan betinanya ngawasin egh tetep aja, itu juga si bunglon pasrah-pasrah aja tuh malah sedang menikmati timpahan gunung kolong wewe.
Nah yang seperti ini nih yang buat aku binggung. Aku baru saja ingin mempercayakan hati tapi urusan dengan masa lalanya saja belum kelar terus dia ingin merajut masa depan denganku, dia waras ngak sih?.
Perasaan aku juga menikah dengan pilihan orangtua tapi rasanya ngak secenggeng dan sedramatis itu buktinya aku masih menjalani nasip nah dia? Boleh kunasehati dia dengan kata “malu dengan umur tante” boleh ngak?. Kalo dipikir-pikir hidupku itu seperti perkataan GUS MUS “Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana”
percakapan mereka terus berlanjut aku sudah muak dan tidak menggerti jalan pembahasan mereka dengan cara tidak sopan akhirnya aku menggusir si ibu C10H16 bahkan sangat tidak sopan menurut adab seorang tuan rumah.
Inikah yang dikatakan hebat, kuat, sehat? Bah, CEPIRIT. Tubuhnya boleh besar, tinggi berotot tapi baru juga gejala tipes udah terkapar apa lagi udah tipes beneran duhhh yakin deh udah kayak orang strok saja dianya.
Lelaki itu ternyata lemah tapi lebih lemah soal menggatasi masalah terutama menggenai perempuan buktinya aku, ibunya, dan mantannya itu, Bunglon serasa mati gaya jika sudah meghapi kami bertiga.
Kutatapi dirinya dengan segala penuh dendam tapi namanya juga rasa simpati, tanggung jawab akhirnya kuseret dirinya kembali kekamar tidur lalu dengan sedikit paksaan kubuat dirinya berbaring dengan diselimut menutuhi tubuhnya hingga di leher.
Kuhembuskan nafas secara kuat aiss ini laki-laki satu begitu merepotkan menurutku tidak sehat, tidak sakit sama-sama menyusahkannya.
Kubacakan ayat kursi sebanyak tiga kali lalu meniup ubun-ubunnya sebanyak tiga kali pula, dughh ku harap dedemitnya ibu mantan pergi ya! Bulu kuduku rasanya berdiri tidak tahan dengan keawatiranku aku segera kedapur untuk memanaskan air.
udah manja dan keras kepala
saya selalu rindu mungkin karena saya orang Bugis JD apa yang diceritakan di dalamnya terasa nyata karena sering melihat seperti itu