Indonesia
NovelToon NovelToon
Yellow Flag

Yellow Flag

Status: sedang berlangsung
Genre:Office Romance / Mafia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Adel Marash

Winona mengira dirinya gadis pejuang—tak akan runtuh hanya karena pria red flag yang pergi menghilang. Setidaknya, itu yang selalu ia yakini.
Namun cinta yang ia anggap terlelap, justru kembali berdenyut saat Jacob kembali ke kehidupannya.
Jacob pergi bukan tanpa alasan. Dan bukan cinta yang mengikat mereka saat itu.
Hanya obsesi untuk saling memiliki.
Masalah semakin rumit ketika Gema—suami Sepia, sahabat Winona—terus mengganggunya. Terjebak rasa bersalah, Winona mengambil keputusan paling berbahaya demi menyelamatkan rumah tangga sahabatnya! Ia berpura-pura bertunangan dengan Jacob!
Bagi Winona, ini hanya sandiwara. Namun bagi Jacob, ini kesempatan kedua untuk mendapatkan Winona kembali.
Winona memasang Yellow Flag—hati-hati dengan perhatian Jacob!
Akankah Jacob berubah menjadi Green Flag?
Atau justru kembali membuktikan dirinya sebagai Red Flag?

Note: 2 Pov, Winona & Jacob.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adel Marash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Paradoks

Lalu lalang orang-orang yang tak dikenal membuatku gelisah. Aku merasa seorang diri di tengah keramaian ini. Beban emosionalku semakin menumpuk seiring detak waktu yang bergulir. Aku membutuhkan seseorang untuk berada di sampingku. Seseorang yang membuatku merasa terkoneksi.

Aku menghela napas pelan. 

Setidaknya, Gema tampak mengacuhkanku. Tadi, dia duduk di sana, menopang dagu dengan tangan di meja bar. Gema tak menatapku. Mata kami tak beradu pandang. Ekspresi di wajahnya tampak ceria seperti biasa. Dia mengobrol santai dengan bartender seolah tak mengenalku. 

Apa menggandeng Jacob di hadapan pria itu membuatnya sadar diri? Apa strategi Jacob berhasil?

Harusnya aku merasa lega. 

Namun mengapa, aku merasa ada yang salah? Seharusnya, bukan begini. Bukan Jacob yang membuat Gema sadar diri. Seharusnya, fakta bahwa ia sudah memiliki seorang istri yang cantik–ditambah sang istri tengah hamil, menjadi alasan kuat baginya untuk mengekang hasrat. 

Aku mengusap kening, menghilangkan keringat dingin di sana. Jantungku kembali bergemuruh oleh rasa anxiety.

Hm, apa tadi sebaiknya aku ikut dengan Jacob untuk mengambil makanan? Dia baru pergi, dan aku sudah hilang rasa kepercayaan diri.

Tak lama aku merutuki diri, aroma parfume manis nan memikat tercium mendekat. “Lo serius balik sama Jac?” 

Suara lembut itu sudah lama tidak aku dengar. “Sepia,” ujarku spontan, lalu menoleh ke arah datangnya suara. 

Aku masih saja mengagumi selera fashion Sepia. Gaun hitam panjang tanpa lengan yang ia kenakan memeluk tubuh rampingnya. Perutnya sedikit buncit, wajar saja jika tidak lagi datar. Rambutnya dicepol rapi. Make-up elegan dengan sentuhan smoke eye mempertajam mata monolidnya. 

“Lo udah ketemu Aleia ‘kan?” tanyanya penasaran. 

Lantunan musik pelan berakhir. Volume dinaikkan perlahan, diiringi dentuman yang membuat jantungku ikut berdegub kencang. 

Sepia mendekat, bahu kami bersentuhan. 

Ah, aku ingat perkataan Aleia mengenai Sepia. “Jadi Aleia, dokter yang menangani kandungan lo?”

“Nggak penting dia dokter apa. Yang penting lo harus tahu fakta ini.” Suara Sepia menajam. 

Aku menoleh, memperhatikan ekspresi yang terpancar di wajah photogenic itu. 

“Aleia pernah pacaran dengan Gema. Hubungan mereka bertahan tak lebih dari dua bulan. Sebulan setelahnya, peristiwa lamaran itu.”

“Kapan mereka pacaran?” tanyaku penasaran. 

“Dari awal tahun.”

Keningku mengernyit dalam, memikirkan betapa singkat waktu bergulir pada kehidupan romansa Gema. Awal tahun mereka pacaran, berakhir di bulan Februari. Acara lamaran itu terjadi di bulan Maret. Lalu awal April, Gema dan Sepia menikah. Sekarang, masih Juni, dan Gema sudah berani bermain api denganku!

Bajingan sekali dia!

“Mereka putus karena keluarga Aleia menjodohkannya dengan Jacob. Sekarang malah Jacob mencampakkan Aleia, dan memilih lo. Jelas Gema nggak terima. Cepat atau lambat, dia akan cari masalah dengan Jacob.” Sepia menaikkan dagu. Sorot matanya tertuju pada satu tempat.

Aku mengikuti sorot mata itu. 

Jacob sedang menata makanan di piring. Di sebelah kanan pria tegap itu, sosok yang menjadi biang keladi di hidupku mengangkat ladle.

“Jadi, mau lo apa? Sebelum itu, masalah lo sama gue apa? Kenapa surat yang Jacob titipkan, nggak lo kasih ke gue!” Emosiku pecah. Suaraku meninggi, namun kalah oleh musik disko, yang seolah menjadi backsound peredam amarahku.

Sepia mengatupkan bibinya rapat. Ia menghindari tatapanku. 

“Gue nggak mau bahas itu sekarang!”

“Terus kapan? Lo emang punya waktu buat gue?” Aku mendengus muak. “Lo sibuk `kan! Katakan saja, lo itu nggak nyaman ngobrol sama gue.” 

Sekarang, mataku terbuka. Sepia yang berada di hadapanku bukan sahabat yang kukenal. Dia berubah. Takdir mengubah hidupnya. Dan dia sekarang menjadi perempuan getir yang mencoba menyalahkan orang lain atas pilihan hidupnya sendiri. 

“Surat itu juga nggak ngubah keadaan sekarang. Lo dan Jacob sudah balikan `kan! Tidak ada yang bisa mengganggu hubungan romantis ideal kalian.” Sepia tersenyum miring. “Sekarang masalah lo Aleia! Dia cantik, mandiri dan pintar. Keluarga mereka setuju dengan hubungan Jacob dan Aleia.”

Sepia tak sepenuhnya benar. Bukan Aleia yang menjadi sumber masalahku, tapi Gema!

“Ketika Gema dan Aleia pacaran dulu pun, bukan karena cinta. Hubungan mereka cuman untuk melampiaskan hasrat seksual.” Sepia menyenggol lenganku. Alisnya sedikit terangkat. Senyum tanggungnya terkesan canggung. “Sedangkan senjata lo… being virgin in her 25.”

Aku melupakan hubungan Aleia dan Gema. Tak penting bagiku. Namun Sepia menyinggung masalah pilihan hidupku? Aku tak pernah memandang rendah dirinya, di saat aku tahu dulu gaya pacarannya yang bebas. Sekarang Sepia membahas tentang tubuhku? 

Dia tak memiliki hak untuk memandang rendah idealismeku!

“Lo masih anggap gue sahabat… forget it!” Aku tetawa mencemooh. “Lo anggap gue apa, Sep? Rival cinta lo kah? Dulu Jacob, sekarang Gema!”

Mata Sepia membulat lebar. “Sama Jacob gue tahu nggak ada kesempatan! Tapi sekarang, meski gue udah berstatus nyonya Arkana, yang ada di pikirannya itu lo!” Sepia menghela napas berat. 

Gema Prasetya Arkana, itu nama bajingan yang menebar perang dingin di antara hubunganku dan Sepia. 

“Gue bisa apa Sep? Itu perasaannya sendiri! Lo tau gue orangnya kek gimana.”

“Justru karena gue tahu lo, makanya itu yang bikin gue kesal!” Sepia menghela napas berat. “Kenapa harus lo! Kenapa harus sahabat gue sendiri!” Suaranya bergetar. Sepia menutup wajah dengan tangannya. 

Aku merentangkan tangan, ingin memeluk sahabatku. Namun aku merasa kikuk. Di lain sisi, aku merasa kesal padanya. Aku kesal karena ia menyudutkanku. Di lain hal, Sepia tampak tersiksa dengan situasi ini.

Bagiku, keberadaan Gema mengganggu ketenangan hidupku. Bagi Sepia, ketidakpedulian Gema membuatnya merasa tak dicintai. Jika seperti itu, untuk apa mereka mempertahankan rumah tangga?

Aku tidak bisa membayangkan, apa yang aku lakukan jika berada di posisi Sepia. Apa aku akan marah pada Gema? Jika aku marah pun, apa bisa mengubah sifat pria itu? Apalagi sekarang Sepia hamil! Anak di kandungannya membutuhkan Gema sebagai seorang ayah!

“Gue nggak bisa benci lo seutuhnya. Gue nggak berdaya Wio.” Sepia mengusap pipinya. Ia kembali menatapku dengan sorot getir. “Aleia nggak akan menyerah semudah itu. Gue udah tanya ke dia saat gue cek kandungan. Dia nggak akan lepasin Jacob.” 

Jantungku rasanya berhenti berdetak barang sedetik. Aku tak tahu, mengapa aku merasa tak rela. Jacob bukan milikku. Perhatiannya padaku bisa saja bentuk dari rasa bersalah.  

“Aleia bisa memberikan apa pun untuk Jacob. Tapi lo?” Sepia mengambil napas tajam. “Gue bukannya ingin menyuruh lo untuk melanggar batasan privasi, tapi lo harus paham hasrat pria. Jacob sudah pernah merasakan hangatnya dekapan wanita.” Ia tertawa pelan. “Aleia ternyata tidak sepolos rupanya. Sedangkan lo…” Sepia menggamit daguku. Mata itu menyiratkan perhatian yang tertahan. “Sampai batas mana lo bisa memberi Jac perhatian?”

Lidahku terasa kelu. Aku tak mampu menjawab pertanyaan itu. 

Ah, aku teringat satu hal. 

“Bukannya gue benar-benar kembali dengan Jacob. Kita cuman pura-pura agar Gema jauhin gue.” 

Sepia mencengkram pergelangan atasku. Matanya kembali berkilat marah sebelum berujar, “Lo nggak bisa kek gini! Gema nggak akan berhenti deketin lo, sebelum dia dapetin apa yang dia inginkan dari lo! Dia gil…”

Prang! Bruk!

Suara gaduh memutus kalimat itu. 

Orang-orang mulai memusatkan perhatian dan langkah mereka ke arah keributan. 

Aku meletakkan tangan di mulut. Jantungku berdetak kencang saat mengetahui apa yang terjadi. 

Saat hendak melangkah, Sepia menahan pergelanganku. “Kalau lo disentuh sama Jacob, Gema akan melepaskan lo,” bisik Sepia.

Kalimat itu membuat keringat dingin merambat di punggungku. Suara riuh di sekitar seolah hilang, hanya ada satu suara –kalimat Sepia– yang bergema di kepala. 

1
Blueberry Solenne
Yah hatinya yang mulai goyah lagi...
Blueberry Solenne
Wah kaya banget nih
Wawan
2x iklan biar semangat ✍️
Adel: wah, terimakasih ya kak
total 1 replies
Wawan
Hadir nengok buaya 😀
Adel: Terimakasih ya kk🐊
total 1 replies
Aimi.。*♡🌸
Tidak bisa berkata-kata.... tapi klo jadi jacob juga kesel sihain dijodhin dan kartu aksesnya dikasih ke orang lain
Aimi.。*♡🌸
Jacob sa ae ide gilanya, sekalian modus pasti sih ini
Aimi.。*♡🌸
Masih bingung sama Jacob. Dia tuh sebenernya cinta sama Wio apa enggak sih. Kadang manis banget, kadang yang hhhh
Aimi.。*♡🌸
Heran sama Gema...sok pede amat ngelamar di muka umum. Udah tau Wio ngehindar terus...
Adel: Narsistik sih suka gitu aowkw
total 1 replies
Aimi.。*♡🌸
Emosi sama Jacob....dia tuh kek gak ada empati tapi baper waktu Wio dingin ke dia
Aimi.。*♡🌸
Nano-nano chapter kali ini thor rasanya. Owalah Sephia, pantes 'malam ini aku tak akan pulang', kamu jahat sih di belakang
Phoenix Ikki
Jangan biarkan reader terlalu lama menanti, cepat update ya thor!
Adel: Hokay, dukung terus ya, like dan vota sangat berarti
total 1 replies
Beerus 🎉
cerita ini seperti menyediakan pelukan hangat untukku yang merasa kesepian. Aku terhibur banget setelah membacanya. ❤️
Adel: Terimakasih ya, seneng kamu suka bacanya🫶🏻
total 1 replies
Thảo thân thiện thông thái
Keren abis, pengen baca lagi!
Adel: Terimakasih udah baca dan komentar
total 1 replies
Aimi.。*♡🌸
Jacob jacob, padahal tadinya keplek2 kangen Wio. Endingnya masih punya ego dan nganggep Wio cuman masa lalu. Grawww!!
Aimi.。*♡🌸
Asli ikut merinding pas Gema tepe tepe gitu... Syukur ada Jacob, tapi yah gitu wkwkkwk. Suka sih sama Wio yang jujur masih kesel sama Jacob huvt
Adel: Tunngguin ke posesifan jacob awowkk
total 1 replies
Mar Briyith ER
Ngapain kelamaan? Segera update supaya bisa senang-senang lagi!
Adel: Update tiap hari ya🤍
total 1 replies
Kovács Natália
Jalan ceritanya dapet banget, tiap konflik bikin hati deg-degan.
Adel: Dag dig dug, terimakasih sudah baca dan komentar✨
total 1 replies
Devan Wijaya
Keren abis
Adel: Wah terimakasih ya udah baca
total 1 replies
Otra Mas Aqui
Gak bisa berhenti baca deh! 🔥
Adel: Terimakasih udah baca😇
total 1 replies
minato
Bagus banget sampe nangis-nangis 😭
Adel: Emang sad ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!