bagaimana jika dua insan saling mencintai,dan tidak di restui oleh orang tuanya karena perbedaan kasta.apakah mereka akan berjuang?
beberapa rintangan harus mereka lalui untuk menerjang badai untuk mempertahankan cinta mereka.
"ternyata kamu masih hidup?"
"lepaskan aku"
akankah mereka bisa kembali bersama dan bahagia?
yuk simakk ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon queeen novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31
Malam hari pun tiba kini para lelaki di sebuah rumah sederhana sedang duduk di teras sambil berbincang ringan.sedangkan para wanita sedang sibuk di dapur untuk membuat minuman dan camilan untuk menemani suasana malam mereka.
Ya mereka adalah Sinta beserta keluarga nya yang tampak selalu harmonis dan bahkan tidak pernah menjadi bahan gunjingan karena memang keluarga mereka terlihat harmonis dan kompak sedari dulu.
"Sinta bawa minuman nya dan ana bawa camilan nya ya"ucap ana dan langsung di setujui oleh mereka.
"makanan datang"ucap Sinta girang dan membuat mereka semua tersenyum senang melihat nya
"ayo silahkan di nikmati nak vino"ucap ambar karena supaya vino tidak sungkan
"iya buk"ucap vino dan mulai mengambil pisang goreng untuk di nikmati
Para wanita pun duduk di sebelah para suami mereka dan ikut bergabung bersama suami-suami mereka
"pada ngobrolin apa kelihatan nya seru sekali"ucap ana mulai berbicara
"ini neng,tadi nak vino berencana untuk memperluas sawah"ucap arman
"emm pak,Sinta boleh ya main ke rumah Lilis"ucap Sinta
"izin sama suami mu neng"ucap arman pada putri bungsu nya
"boleh kan mas"ucap Sinta kini beralih menatap ke arah suami nya yang memang sedang menatap nya
"boleh"ucap vino
"kalau menginap juga boleh kan mas"ucap Sinta membuat mereka kaget
"kamu ini ada-ada saja neng,kamu itu sudah punya suami"ucap ambar menasehati putri bungsu nya itu
"kan sesekali buk,lagian juga kedepan nya gak bakal bisa tidur bareng lagi sama Lilis"ucap Sinta
"boleh ya mas"ucap Sinta dan vino pun menghela nafas nya
"iya,tapi hanya untuk kali ini saja"ucap vino sambil tersenyum lalu karena melihat binar di mata istri nya itu
"terima kasih"ucap Sinta
"kalau begitu Sinta Langsung kerumah Lilis ya, assalamu'alaikum"ucap Sinta lalu segera bergegas pergi menuju ke rumah Lilis
Mereka yang berada di situ pun menggelengkan kepala nya melihat kelakuan Sinta yang terkesan kekanakan
"maaf kan Sinta ya nak vino jika dia merepotkan mu selama ini dengan segala tingkah nya"ucap ambar merasa sungkan pada menantu nya
"tidak apa-apa buk, justru vino sangat bahagia dengan tingkah Sinta"ucap vino sambil tersenyum tulus
"ya sudah kalau begitu kembali lah ke kamar masing-masing,dan vino tidak apa-apa ya malam ini tidur sendiri dulu"ucap arman dengan nada menggoda atau mengejek suami anaknya itu
vino yang mendengar godaan dari ayah mertua nya hanya tersenyum menanggapi nya.walau rasa nya berat jika tidur tanpa istri nya tapi itu demi kebahagiaan istri nya.
Sementara itu di kediaman rumah Lilis para saudara nya sudah ada yg berdatangan dan menginap di rumah Lilis.
"assalamu'alaikum bik paman"ucap Sinta pada kedua orang tua Lilis
"wa'alaikum salam Sinta,kapan datang"ucap ibu Lilis langsung memeluk Sinta
"tadi siang bik,bibi apa kabar?"ucap Sinta
"Alhamdulillah baik neng,kamu makin geulis ya"ucap ibu Lilis
"bibi teh bisa saja"ucap Sinta malu-malu
"EHEMM, apakah tidak ingat dengan paman"ucap seseorang yang tak lain adalah bapak lilis
"paman,apa kabar?"ucap Sinta menyalami bapak lilis
"Alhamdulillah baik neng,kamu bagaimana?"tanya bapak lilis
"Alhamdulillah Sinta baik-baik saja paman"ucap Sinta
"kamu mau menemui Lilis kan?,sok dia nya ada di dalam kamar"ucap ibu Lilis dan sinta pun langsung bergegas menuju kamar Lilis
"assalamu'alaikum"ucap Sinta setelah pintu kamar nya ia buka
"wa'alaikum salam SINTAAAA,kapan nyampe?"ucap Lilis kaget karena kedatangan sahabat nya
"tadi siang Lis,dan aku akan menginap di sini malam ini"ucap Sinta membuat Lilis terkejut
"serius sin,nanti kau di marahin suami kamu"ucap lilis
"tenang saja,aku sudah di izin kan"ucap Sinta membuat binar di mata Lilis muncul
"ya sudah ayo kita tidur sekarang"ucap Lilis mengajak Sinta dan mereka berdua pun berbaring
"gak terasa ya Lis, bentar lagi kamu jadi istri orang"ucap Sinta sambil menatap langit-langit kamar lilis
"iya,dan sekarang kamu sudah menjadi istri orang"ucap Lilis yang sama dengan Sinta yang menatap langit-langit kamar nya
"semoga anak-anak kita kelak bisa terus bersahabat ya seperti kita"ucap Lilis lagi
"iya Lis,"ucap Sinta dan mereka pun langsung terlelap dalam tidur mereka
Pagi hari pun menyapa seluruh manusia dan mereka pun di sibuk kan dengan aktivitas yang menyapa mereka.saat ini keluarga Lilis sedang di sibukan dengan acara pernikahan lilis.begitu pun dengan Sinta yang di sibukan dengan mengurus suaminya karena itu memang kebiasaan nya setiap pagi
"mas tadi malem gak bisa tidur sayang"ucap vino manja sambil memeluk istri nya itu.aneh sekali vino bukan baru saja di tinggal 1 malam sudah begini kelakuan nya
"mas lebay,kan cuma 1 malem"ucap Sinta
"orang beneran juga di bilang lebay"ucap vino pura-pura merajuk
"udah deh mas, sekarang cepet pakai baju nya dan kita keluar untuk sarapan gak enak kalau kita telat sedangkan Sinta tadi gak bantuin ibuk dan mbak ana masak"ucap Sinta dan vino pun akhirnya melepaskan pelukan nya pada tubuh Sinta
setelah selesai bersiap vino dan Sinta pun segera menuju ruang makan dan ikut bergabung dengan yang lain nya
"pulang jam berapa dek?"tanya Aldi pada adik nya
"subuh tadi mas"ucap Sinta dan mereka pun segera menikmati sarapan pagi bersama dengan khidmat
"ya sudah sekarang kalian siap-siap soalnya bentar lagi acaranya Lilis di mulai"ucap ibu setelah mereka selesai makan
"memang calon suami nya Lilis Sudah datang Bu?"tanya ana
"sudah dari jam 7 tadi"ucap ambar
Setelah selesai makan mereka pun menuju kamar masing-masing untuk bersiap ke acara pernikahan nya Lilis dan Andra.
Setelah bersiap mereka pun langsung menuju kediaman Lilis dan benar saja Andra dan keluarga nya sudah datang
setelah sampai di kediaman Lilis Sinta pun langsung menuju ke kamar Lilis dan sekarang Lilis sudah selesai di rias
"Masya Allah kamu cantik sekali Lis"ucap Sinta
"terima kasih sin,"ucap Lilis dengan mata berkaca-kaca
"eh kenapa nangis"ucap Sinta yang melihat Lilis menangis
"aku bahagia akhirnya kita berdua Menikah dengan orang yang kita cintai, mungkin setelah ini kita akan jarang main bareng"ucap Lilis.
"sudah jangan nangis nanti riasan mu rusak"ucap Sinta sambil menghapus air mata Lilis yang sudah terjatuh......