Adika Adnan Hanafie begitu kaget saat mendapati istrinya berselingkuh dengan atasannya, ia tak menyangka jika wanita yang di cintainya tega berkhianat hanya karena ia seorang dokter magang yang belum memiliki penghasilan.
Bahkan agar Dona sang istri tega membunuh Dika agar bisa menikah dengan selingkuhannya.
Namun siapa sangka keajaiban datang dan membuat Dika hidup kembali.
Mampukah Dika membalas dendam kepada Dona dan selingkuhannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bantuan Fani
*Deg!
Dika merasakan dadanya berdegup kencang saat melihat wajah cantik Fani dari dekat.
Sebagai lelaki normal tentu saja ia tertarik dengan wanita itu. Apalagi saat mengetahui Fani begitu care kepadanya.
Dika yang sedang patah hati karena dikhianati tentu saja begitu terharu saat mengetahui ada seseorang yang begitu peduli dan perhatian kepadanya.
Entah itu cinta atau hanya perasaan kagum saja, kepada Fani. Apalagi dia begitu kesepian sekarang. Bagaimanapun juga ia yang terbiasa berbagi kasih dengan sang istri mulai merasa kesepian saat wanita itu meninggalkannya.
Rasa rindu bercampur dendam membuat hatinya hampa. Tentu saja itu yang membuat hatinya lebih mudah terharu saat ada seseorang yang peduli dengannya. Karena bagaimanapun ia membutuhkan cinta untuk mengisi hatinya yang hampa.
Dika tak menampik jika dirinya mulai menyukai Fani. Namun pria itu masih berhati-hati dan tak mau gegabah mengumbarnya. Mungkin karena ia masih trauma dengan pengkhianat yang dilakukan oleh sang istri.
[ Ding
Pembaharuan Status]
Nama pengguna : Adika Adnan Hanafie
Usia : 30 tahun
Skill dokter Cinta : 90 %
Skill Appearance Boster : 80 %
Kekuatan Fisik : 100 %
Performa : 80 %
Dana : 145.000.000
Level : D]
Seketika netra pria tampan itu membulat sempurna saat melihat perubahan statusnya.
Bagaimana bisa kekuatan fisikku naik sampai 100 persen padahal aku belum melakukan apapun?.
[Itu karena kau memiliki motivasi baru] jawab sistem dokter cinta yang hanya di dengar oleh Dika.
"Motivasi baru, apa itu?" jawab Dika
Ia begitu penasaran apa yang sudah membuat kekuatannya meningkat pesat padahal ia tidak melakukan apapun.
[Sebuah penyemangat hidup yang membuat player bahagia hingga membuat kekuatan fisiknya meningkat 100 persen. Penyemangat ini biasanya berupa orang-orang yang terkasih seperti kekasih, istri, orang tua, anak atau sahabat]
"Orang-orang terkasih, apa itu berarti Fani?"
Dika menghela nafas dan tersenyum mendengar jawaban sistem. Tidak mungkin kan jika Fani yang membuat kekuatan fisiknya bertambah. Lagipula wanita itu bukanlah kekasih ataupun wanita yang sedang dekat dengannya.
Namun seketika wajah Dika memerah saat tahu sistem bisa melacak perasaannya.
[Tidak perlu malu, semua itu normal. Bahkan seorang kekasih bisa menjadi kekuatan lain player yang tidak di duga oleh lawan]
"Ok Sistem thanks infonya,"
Memang tidak bisa dipungkiri jika Fani sudah membuat hari-harinya lebih berwarna. Wanita itu memang membawa perubahan bagi dirinya yang sebenarnya sudah tidak percaya lagi dengan cinta.
Pembawaan Fani yang ceria dan perhatian kecil darinya selalu membuatnya tersenyum bahagia. Bahkan jujur Dika mengagumi Fani bukan saja dari parasnya yang cantik namun karena ia pandai mengambil hatinya. Membuat kejutan kecil yang belum pernah ia dapatkan dari mantan istrinya. Dan itulah yang membuat Dika mulai menyukai gadis itu.
Tidak lama Fani menghampiri Dika sambil membawakan makanan. Seperti biasa Fani memang paling bisa mengambil hati Dika hanya dengan makanan.
"Apa kau tahu berita terbaru hari ini?" tanya Fani menghampiri pria itu
Dika langsung menggeleng. Fani meletakan makanan yang dibawanya diatas meja dan menyuruhnya untuk duduk.
"Sandra mengajukan banding atas keputusan yang diterima sang ayah dan ia juga melaporkan mu dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah!" jawab Fani dengan mata melotot mengekspresikan kemarahannya
"Pencemaran nama baik siapa, terus aku Fitnah siapa lagi?" jawab Dika masih tak mengerti
"Nama baik dialah sama suaminya Dio?" jawab Fani kemudian mengambil sendok dan mengelapnya dengan tisu
"Wah dia benar-benar culas, padahal aku menyampaikan semua itu berdasarkan fakta, kalau memang mereka tidak bersalah Maka tidak perlu kebakaran jenggot seperti ini. Tinggal berikan bukti yang cukup dan kesaksian saja pasti semuanya clear. Bukan malah seperti ini, main lapor-lapor segala. Memangnya dia siapa sampai berusaha ingin menjegal ku. Sekarang kita lihat saja siapa yang akan menang dalam kasus ini!" pekik Dika begitu marah.
Fani kemudian menyendok makanannya dan menyuapi Dika saat pria itu selesai bicara.
"Sudahlah jangan marah-marah dulu, sebaiknya kamu makan dulu lalu luapkan kemarahan mu di ruang sidang nanti, ok!" jawab Fani kembali menyuapi pria itu dengan penuh cinta.
Dika hanya menurut seperti bayi yang yang tengah disuapi oleh sang ibu. Namun amarahnya kembali meledak-ledak saat ia mendapatkan pesan dari pengacaranya untuk menghadiri sidang dengan agenda pencemaran nama baik yang diajukan oleh Sandra.
*Braakkk!!
Fani tersentak kaget saat tiba-tiba Dika menggebrak meja makan.
"Dasar wanita iblis, dia benar-benar menguji kesabaran ku kali ini. Bahkan satu kasus belum selesai, ia sudah menambah kasus lain. Apa ia sengaja membuat konsentrasi nku terpecah agar aku melupakan kasus Raisya, benar-benar licik!" teriak Dika
Dika yang masih terbakar amarah berjanji tidak akan mengalah melawan Sandra kali ini. Ia juga berjanji akan mengungkapkan identitas dokter anastesi yang sengaja menggunakan nama seorang pengganti. Ia yakin benar jika nama dokter ini terungkap maka kebenaran akan terungkap juga.
"Tenang saja Dik, aku pasti akan selalu mendukung mu," jawab Fani berusaha meredam emosi Dika yang meluap-luap
Wanita itu tersenyum simpul sembari menggenggam erat jemari Dika seolah memberikan kekuatan kepada pemuda itu agar tetap semangat melawan Sandra dan juga ayahnya dokter Husein.
"Sabar ya dok, aku yakin semua akan indah pada waktunya seperti hubungan kita. Aku harap kamu bisa menyikapi masalah ini dengan kepala dingin dan jangan terpancing dengan apapun yang dibuat oleh Sandra,"
"Tentu saja Fan, anyway thanks ya sudah mau membantu ku selama ini," jawab Dika
"Tapi bantuanku gak gratis ya, pokoknya kalau kamu menang kamu janji harus mengajakku kencan!" jawab Fani seketika membuat bola mata Dika nyaris keluar dari tempatnya.
"Kencan??" jawab Dika tak percaya
Ia bahkan tersedak saat mendengar Fani mengajaknya berkencan di sebuah tempat yang sudah ia rencanakan.
"Pokoknya kali ini aku mau beneran kencan ya, bukan cuma kulineran bareng apalagi cuma jalan-jalan di mall!" seru Fani
Dika hanya diam mendengarkan wanita itu yang terus berceloteh tentang rencananya untuk melakukan first datingnya dengan dirinya.
Ia bahkan sempat senyum-senyum sendiri saat membayangkan dirinya dan Fani benar-benar berkencan.
"Apa kata dunia, jika kita be kencan??" tanya Dika
"Tentu saja kita ini pasangan yang serasi, yang cowok tampan dan yang cewek cantik. Udah gitu dua-duanya dokter lagi kan seru!" ucap Fani dengan ekspresi wajah gemas
"Ok kamu atur saja semuanya Fan, tapi untuk sekarang sepertinya aku harus fokus mencari bukti-bukti dulu. Kali ini aku tidak mau kalah untuk kedua kalinya saat menghadapi Sandra. Aku ingin mengalahkan wanita iblis itu dan menjebloskannya ke penjara apapun caranya," jawab Dika
bikin tersenyum sendiri. lanjut