Indonesia
NovelToon NovelToon
Rahasia Kalung HW

Rahasia Kalung HW

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Action / Dark Romance / Tamat
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Sejak kecil, Ice Meng selalu menjadi orang yang berkorban untuk keluarganya. Membayar utang judi ayahnya, membantu biaya pernikahan kakaknya, hingga menanggung kuliah adiknya.

Di tengah hidup yang penuh tekanan, ia hanya memiliki sebuah kalung berinisial HW, hadiah dari pria asing yang pernah ia selamatkan beberapa bulan lalu.

Tidak lama kemudian Ice menyadari kalung itu bukan benda biasa.
Orang-orang yang ingin menyakitinya mendadak mundur saat melihatnya.

Dan seorang pria bernama Howard Wang perlahan kembali hadir dalam hidupnya.

Saat Ice mulai jatuh hati, ia menemukan fakta mengejutkan.

Kalung HW yang selama ini ia kenakan ternyata bukan sekadar hadiah ucapan terima kasih, melainkan simbol yang membuat banyak orang ketakutan.

Lalu... siapakah sebenarnya Howard Wang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Keesokan harinya.

Ice telah mengenakan pakaian pasien dan bersiap menjalani operasi transplantasi kornea.

Perawat mendorong ranjangnya keluar dari kamar VIP menuju ruang operasi.

Elvis, Mark, dan beberapa dokter berjalan di sampingnya.

"Ice, jangan takut. Aku dan Mark akan menunggumu di luar ruang operasi. Kau tidak sendirian," kata Elvis.

Ice tersenyum tipis.

"Paman, terima kasih. Apakah Howard sudah berangkat?"

Elvis mengangguk pelan.

"Iya. Howard sudah berangkat. Sebelum pergi, dia berpesan agar aku menemanimu. Apa pun yang kamu butuhkan, katakan saja padaku."

Mark ikut tersenyum.

"Nona, Bos pasti akan segera kembali. Jadi jangan khawatir."

Ice mengangguk pelan.

"Aku percaya padanya."

Meski begitu, di dalam hatinya masih ada rasa rindu.

Tak terasa, sudut bibirnya membentuk senyum kecil.

"Aku benar-benar tidak menyangka. Selama ini keluarga angkatku tidak pernah peduli padaku. Tetapi justru orang-orang yang tidak memiliki hubungan darah denganku selalu berada di sisiku saat aku paling membutuhkan mereka."

Tidak lama kemudian, rombongan tiba di depan ruang operasi.

Dokter menghentikan ranjang Ice.

"Tuan Huang, kami akan mulai melakukan operasi."

Elvis mengangguk.

"Tolong lakukan yang terbaik."

Dokter membalas dengan anggukan.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin."

Pintu ruang operasi perlahan terbuka.

Perawat mulai mendorong ranjang Ice masuk ke dalam.

Sebelum pintu tertutup, Elvis berkata dengan suara lembut, "Ice, saat kau bangun nanti, semuanya akan menjadi lebih baik."

Ice mengangguk sambil tersenyum.

"Terima kasih, Paman."

Sesaat kemudian, pintu ruang operasi tertutup rapat.

Lampu bertuliskan OPERASI BERLANGSUNG pun menyala.

Elvis dan Mark hanya bisa berdiri di luar, menunggu dengan penuh harapan agar operasi Ice berjalan lancar

Elvis terus mondar-mandir di depan ruang operasi.

Tatapannya tidak pernah lepas dari lampu merah bertuliskan OPERASI BERLANGSUNG.

Mark yang berdiri di sampingnya berkata pelan, "Tuan, operasi transplantasi kornea biasanya memakan waktu beberapa jam."

Elvis mengangguk, tetapi tetap tidak bisa duduk.

"Aku sudah menunggu putriku selama dua puluh tahun. Menunggu beberapa jam lagi bukanlah masalah."

Waktu terus berlalu.

Satu jam...

Dua jam...

Tiga jam...

Akhirnya lampu merah di atas pintu ruang operasi padam.

Pintu ruang operasi perlahan terbuka.

Dokter yang memimpin operasi keluar sambil melepaskan masker.

Elvis dan Mark segera menghampirinya.

"Dokter, bagaimana keadaan putriku?" tanya Elvis dengan wajah tegang.

Dokter tersenyum.

"Selamat, Tuan Huang. Operasi transplantasi kornea berjalan dengan sukses."

Elvis langsung mengembuskan napas lega.

"Benarkah?"

"Ya. Proses transplantasi berjalan lancar dan tubuh pasien menerima kornea donor dengan baik. Namun, mata pasien masih harus diperban selama beberapa hari untuk memantau proses pemulihan."

"Lalu... apakah dia bisa melihat lagi?" tanya Elvis.

"Jika masa pemulihannya berjalan baik dan tidak terjadi penolakan pada kornea donor, kemungkinan besar penglihatan Nona Ice akan kembali."

Mata Elvis langsung berkaca-kaca.

"Terima kasih, Dokter."

"Ini sudah menjadi tugas kami."

Tidak lama kemudian, Ice didorong keluar dari ruang operasi menuju ruang VIP. Kedua matanya masih tertutup perban dan ia masih tertidur karena pengaruh obat bius.

Elvis berjalan di samping ranjang sambil menggenggam lembut tangan putrinya.

"Snow... papa akan menunggumu sampai kau membuka mata dan melihat dunia kembali."

Hari mulai beranjak malam.

Elvis duduk di samping ranjang sambil menggenggam tangan putrinya.

Sementara itu, Mark berdiri di dekat jendela dengan ponsel di tangannya.

Tatapannya beberapa kali tertuju ke layar ponsel.

Namun...

Tidak ada satu pun panggilan ataupun pesan dari Howard.

Mark mengernyit.

"Aneh... biasanya Bos selalu memberi kabar setelah tiba di markas."

Ia kembali mencoba menghubungi Howard.

Nomor itu masih tidak dapat dihubungi.

Elvis yang sejak tadi menemani putrinya perlahan berdiri. Ia menyelimuti tubuh Ice, lalu berjalan keluar dari ruang VIP.

Begitu pintu tertutup, ia melihat Mark berdiri sendirian di ujung lorong sambil menatap layar ponselnya.

"Mark," panggil Elvis.

Mark segera menoleh.

"Tuan."

Elvis menghampirinya.

"Sedang menunggu kabar Howard?"

Mark mengangguk pelan.

"Iya, Tuan. Sampai sekarang Bos belum memberi kabar."

"Sudah kauhubungi?"

"Sudah berkali-kali, tetapi tidak bisa tersambung."

Elvis mengernyit.

"Howard tidak pernah seperti ini?"

Mark menggeleng.

"Tidak pernah. Ke mana pun Bos pergi, beliau selalu memberi kabar kepada saya. Apalagi kali ini beliau pergi menghadapi musuh terbesar kami."

Ekspresi Elvis ikut berubah serius.

"Musuh yang memperebutkan wilayah itu?"

"Iya, Tuan."

Mark mengepalkan ponselnya.

"Saya khawatir sesuatu telah terjadi."

Elvis menatap lorong rumah sakit yang sunyi.

"Howard berjanji akan kembali sebelum perban di mata Ice dibuka."

Mark mengangguk.

"Itulah yang membuat saya semakin cemas. Bos bukan orang yang mudah mengingkari janjinya."

"Seberapa besar kekuatan lawan kali ini?" tanya Elvis.

Mark menarik napas panjang.

"Mereka memiliki sangat banyak anak buah, Tuan. Hanya dalam waktu beberapa menit, hampir delapan puluh persen wilayah kami berhasil mereka kuasai."

Elvis mengernyit.

"Berarti mereka sudah mempersiapkan semuanya sejak lama."

Mark mengangguk.

"Iya. Tujuan mereka hanya satu, yaitu merebut rahasia yang selama ini tersembunyi."

"Rahasia yang ada di Kalung HW?" tanya Elvis.

"Iya, Tuan."

Mark menundukkan kepalanya sejenak.

"Sebelum berangkat, Bos sudah mengatakan bahwa misi kali ini jauh lebih berbahaya dari biasanya."

"Apa lagi yang dia katakan?" tanya Elvis.

Mark terdiam beberapa saat sebelum menjawab.

"Bos berpesan... kalau saja beliau tidak kembali, saya harus memastikan Nona Snow tetap selamat.Beliau juga meminta saya menjadi pengawal Nona Snow dan melindunginya dengan nyawa saya."

Mendengar itu, Elvis terdiam.

Tatapannya mengarah ke pintu kamar VIP tempat Ice sedang beristirahat.

"Howard sudah memikirkan kemungkinan terburuk..."

"Iya, Tuan," jawab Mark pelan. "Bos tidak pernah takut menghadapi musuh. Tetapi kali ini beliau takut tidak bisa kembali menemui Nona Snow."

Elvis menghela napas panjang.

"Aku akan mengirim orang untuk mencari tahu keadaan Howard..Aku percaya dengan kemampuannya. Dia mampu menyelesaikan banyak masalah. Tetapi musuh kali ini pasti sudah menyiapkan jebakan untuk menghadapinya."

Mark mengangguk.

"Terima kasih, Tuan."

Elvis menepuk bahu Mark.

"Tidak perlu berterima kasih. Sebelum aku menemukan Snow, Howard-lah yang selalu melindunginya..Dia telah melakukan begitu banyak hal untuk putriku tanpa mengharapkan balasan."

Elvis tersenyum tipis.

"Aku hanya memiliki satu harapan."

"Apa itu, Tuan?" tanya Mark.

"Aku berharap Howard kembali dengan selamat. Dan setelah semua ini berakhir... Aku ingin melihat Howard dan Snow menikah."

Mark ikut tersenyum.

"Itu juga harapan saya, Tuan."

Keduanya kembali memandang ke arah pintu kamar VIP, berharap pria yang telah berjanji akan kembali itu segera muncul dengan selamat.

1
Maria Mariati
cerita bagus saya suka
Maria Mariati
yaaaa ko gituu 😁😁😁
Kinara Widya
yaaa tamat aja
Maria Mariati
Howard pasti kembali snow sabar lahh 😍😍😍
Maria Mariati
Howard pasti kembali snow sabar lahhh 😍😍😍
Kinara Widya
lanjut...semoga howard masih hidup
Kinara Widya
pasti kembali howard
Lily
ya udh meninggal ibu nya snow
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
harus kembali dunk, thor please Howard kembali dengan selamat ya,
aq kecewa klo trjd apa apa sama Howard
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
semoga setelah ini snow atw ice bahagia dan trnyata jodohnya g jauh jauh ada Howard yg dr kecil sdh di jodohkan
Dessy Caroline
Good 👍👍👍
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
dari byknya pengawal Howard masa g ada yg jaga ice🥺
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
deg degan
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
tanpa basa-basi ya Howard
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
makin penasaran thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
HW ada hubungan apa sama ice

dan kenapa ice yg jadi tulang punggung. apa ice bukan anak kandung nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir tgor
Maria Mariati
pas Elvis datang si lulu masih di situ, ikan datang, Elvis cepat so ice lagi di rudung sama lulu, selamatin dia
Melinda Cen
lanjut kk, biar semua terbongkar, ice bisa ketemu Bpk nya
Kinara Widya
makin seru kak...lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!