Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Anak Kesayangan Mafia Kejam Dan Sadis

Transmigrasi Menjadi Anak Kesayangan Mafia Kejam Dan Sadis

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Mafia / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: ocha Via

Maya dikhianati, difitnah, dan dibunuh oleh anak angkat yang direbut kasih sayang serta hartanya. Saat keluarganya sadar dan meminta maaf, semuanya sudah terlambat.

Namun Maya terbangun sebagai Chelsea putri kesayangan seorang penguasa yang ditakuti. Di kehidupan baru ini, ia dicintai dan dilindungi sepenuh hati. Musuh masih mengancam, tapi Maya tidak lagi lemah. Dengan pengalaman masa lalu dan kekuatan yang baru, ia bangkit untuk melawan kejahatan dan melindungi keluarga barunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Di Balik Kasih Sayang Seorang Ayah

Bab 32

Pagi itu aku terbangun karena cahaya matahari yang lembut menyentuh kelopak mataku melalui celah tirai jendela. Udara di dalam ruangan terasa segar dan wangi seolah olah baru saja dibersihkan dan diganti sepenuhnya sejak semalam. Aku membuka mata perlahan dan seketika itu juga teringat di mana aku berada. Bukan di kamar sempit yang dingin di dunia lamaku melainkan di ruangan yang luas dan nyaman ini tempat di mana aku diterima dan dicintai sepenuh hati. Hatiku terasa hangat sekali saat menyadari kenyataan itu. Aku bangkit perlahan dari tempat tidurku yang empuk dan melangkah mendekati jendela. Saat aku membuka tirai lebar lebar pemandangan yang tampak di hadapanku sungguh luar biasa indah. Di bawah sana terhampar taman yang sangat luas penuh dengan bunga bunga berwarna warni yang bermekaran indah di bawah sinar matahari pagi. Udara yang sejuk berhembus lembut membawa aroma wangi bunga dan rumput yang segar membuat napas terasa ringan dan hati terasa damai seketika.

Belum lama aku berdiri menikmati pemandangan itu pintu kamarku diketuk pelan. Dua orang pelayan yang kemarin melayaniku masuk dengan senyum yang ramah dan sopan. Mereka membungkuk hormat saat melihatku lalu melangkah mendekat membawa air bersih dan pakaian yang tampak sangat indah dan halus. Salah satu dari mereka berbicara dengan suara yang lembut kepada aku selamat pagi Nona. Bagaimana keadaan Nona pagi ini? Apakah Nona sudah merasa lebih segar? Aku tersenyum kepada mereka berdua lalu menjawab dengan lembut selamat pagi. Aku merasa jauh lebih baik hari ini. Terima kasih. Mereka tampak senang mendengar jawabanku dan segera bersiap membantu aku bersiap diri. Mereka memandikanku dengan penuh perhatian dan kelembutan seolah olah takut menyakiti kulitku sedikit pun. Mereka memakaikan pakaian yang terbuat dari kain lembut berwarna putih bersih yang terasa nyaman sekali di tubuhku lalu menyisir dan merapikan rambutku dengan penuh ketelitian.

Setelah semuanya selesai mereka membawaku menuju ruang makan yang luas dan megah di lantai bawah. Saat aku melangkah masuk ke ruangan itu ayahku sudah menunggu di sana. Ia berdiri di dekat jendela besar yang menghadap ke taman sambil memandang ke luar dengan tatapan yang tampak tenang namun penuh wibawa. Saat mendengar langkah kakiku ia segera berbalik dan wajahnya yang tadi tampak tegas seketika berubah menjadi lembut dan penuh senyuman menyambut kedatanganku. Ia berjalan mendekat lalu meraih kedua tanganku dan menatapku lekat lekat dari ujung rambut hingga ujung kaki seolah olah ingin memastikan bahwa aku benar benar sehat dan baik baik saja pagi ini. Setelah melihatku tersenyum dan tampak segar wajahnya tampak sangat bahagia dan lega. Ia menuntunku duduk di kursi yang empuk di sebelah kursinya lalu berkata dengan lembut lihatlah putriku Ayah merasa sangat bahagia melihatmu segar kembali pagi ini. Mari kita sarapan bersama.

Selama sarapan ayahku terus mengisi piringku dengan makanan yang lezat dan bergizi sambil sesekali bercerita tentang hal hal yang menyenangkan. Ia berbicara dengan nada yang lembut dan penuh perhatian seolah olah takut jika suaranya sedikit saja meninggi aku akan merasa takut atau terganggu. Namun di balik kelembutan itu aku bisa merasakan kekuatan yang besar dan wibawa yang luar biasa terpancar dari dirinya. Cara pandang matanya yang tajam namun terkendali cara bicaranya yang tegas dan jelas serta cara orang orang di rumah ini bersikap sangat hormat dan segan kepadanya semuanya menunjukkan bahwa ia bukanlah orang biasa. Ia adalah seseorang yang sangat dihormati dan ditakuti di tempat ini. Namun anehnya rasa takut itu sama sekali tidak pernah ia tunjukkan kepadaku. Kepadanya ia selalu tampak lembut hangat dan penuh kasih sayang tanpa sedikit pun ada rasa takut atau tekanan yang ia berikan kepadaku.

Setelah selesai sarapan ayahku mengajakku berjalan jalan di taman yang kulihat dari jendela kamarku tadi. Ternyata taman itu jauh lebih indah dan luas daripada yang terlihat dari atas. Kami berjalan berdampingan menyusuri jalan setapak yang tertata rapi di antara hamparan bunga yang bermekaran indah. Angin pagi yang sejuk berhembus lembut menerpa wajah kami membuat perasaanku terasa sangat tenang dan damai. Ayahku berjalan pelan menyesuaikan langkahku sambil sesekali menunjuk ke arah bunga atau pohon tertentu dan menceritakan hal hal kecil yang menyenangkan kepadaku. Ia bercerita dengan sabar seolah olah ingin aku mengenal setiap sudut tempat ini dengan rasa nyaman dan bahagia.

Saat kami berhenti sejenak di dekat kolam ikan yang airnya jernih sekali aku memberanikan diri bertanya kepada ayahku. Ayah. Mengapa semua orang di rumah ini terlihat begitu hormat dan segan kepada Ayah? Dan mengapa mereka berkata dengan sangat sopan dan berhati hati setiap kali berbicara dengan Ayah? Ayahku berhenti bercerita lalu menoleh menatapku dengan senyum yang lembut namun ada sedikit keraguan yang melintas sekejap di matanya. Ia mengusap kepalaku perlahan lalu berkata dengan suara yang tenang dan rendah hati Ayah memang memiliki kedudukan yang cukup tinggi di tempat ini sayang. Banyak orang yang menghormati Ayah namun ada juga yang takut kepada Ayah. Namun hal itu tidak penting bagimu Maya. Yang penting kau tahu bahwa di mata Ayah kau hanyalah putri kesayangan Ayah. Tidak ada jabatan atau kekuasaan apa pun yang mengubah perasaan Ayah kepadamu. Kau tetaplah anak kecil yang harus Ayah lindungi dan sayangi seumur hidup. Jangan pernah takut kepada Ayah ya. Dan jangan pernah merasa tertekan oleh apa pun yang kau lihat atau kau dengar dari orang lain di luar sana. Selama kau berada di sini di rumah ini kau bebas untuk tersenyum bebas untuk tertawa dan bebas untuk menjadi dirimu sendiri. Tidak ada yang boleh menyakiti hatimu sedikit pun.

Mendengar kata kata itu hatiku terasa hangat sekali sekaligus timbul rasa penasaran yang semakin besar di dalam dadaku. Aku merasa ada sesuatu yang sedang disembunyikannya dariku bukan karena niat buruk melainkan karena ia ingin melindungiku dari segala hal yang berat dan menakutkan di dunia luar. Namun aku juga menyadari bahwa aku tidak boleh bersikap penasaran berlebihan atau menuntut penjelasan yang belum siap ia berikan kepadaku. Aku hanya perlu bersabar dan menunggu waktu yang tepat untuk mengetahui segalanya secara perlahan.

Hari itu berlalu dengan sangat menyenangkan. Ayahku terus menemaniku berkeliling rumah dan taman menceritakan segala hal yang perlu kuketahui agar aku merasa nyaman dan betah tinggal di sini. Ia memperkenalkan aku kepada setiap orang yang bekerja di rumahnya memastikan bahwa mereka semua menghormatiku dan melayaniku dengan sebaik baiknya. Setiap kali ada orang yang datang melaporkan sesuatu kepadanya dengan wajah yang tegang dan penuh rasa segan ayahku akan segera meminta mereka menunggu sebentar atau menyelesaikannya nanti karena ia sedang menemaniku. Ia seolah olah ingin memberikan seluruh waktunya kepadaku hari ini seolah olah takut jika ia meninggalkanku sesaat aku akan menghilang kembali seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Saat matahari mulai terbenam dan langit berubah warna menjadi jingga yang indah kami duduk bersama di beranda rumah sambil menikmati udara sore yang sejuk. Ayahku tampak sedikit lelah namun ia tetap tersenyum menatapku dengan penuh kasih sayang. Ia menggenggam tanganku erat lalu berkata dengan suara yang lembut namun penuh tekad yang kuat Maya. Ada hal yang harus Ayah katakan kepadamu agar kau selalu ingat dan percaya. Di luar sana banyak hal yang menakutkan dan berbahaya. Banyak orang yang memiliki niat buruk dan banyak hal yang bisa menyakiti hatimu. Namun kau jangan pernah takut selama Ayah masih hidup. Biarlah Ayah yang menghadapi segala kegelapan dan bahaya di luar sana. Biarlah Ayah yang menjadi pelindung bagimu agar kau tetap bisa tumbuh dengan hati yang bersih bahagia dan penuh kasih sayang. Kau tidak perlu tahu seberapa gelap dunia luar itu. Yang perlu kau tahu hanyalah bahwa Ayah akan selalu berdiri di depanmu melindungimu dari segala keburukan dunia ini.

Aku menatap matanya lekat lekat dan di saat itulah aku menyadari sepenuhnya. Di balik kelembutan dan kasih sayangnya yang luar biasa itu ia menyembunyikan beban yang sangat berat dan bahaya yang besar. Ia adalah seorang pemimpin yang ditakuti banyak orang namun ia sengaja memisahkan dunia yang gelap dan berbahaya itu dari kehidupanku. Ia membangunkan dunia yang penuh cahaya kehangatan dan kebahagiaan khusus untukku sendirian. Ia rela menanggung segala beban dan bahaya sendirian asalkan aku tetap hidup tenang dan bahagia di dalam pelindungannya. Air mataku perlahan menetes mendengar pengakuan tulus yang tersirat dari kata katanya. Aku merangkul lengannya dengan erat lalu berkata dengan suara yang tulus dan penuh perasaan terima kasih Ayah. Aku mengerti. Aku akan mendengarkan kata kata Ayah. Dan aku berjanji akan menjadi anak yang baik dan membanggakan Ayah.

Ayahku tersenyum bahagia lalu menarikku ke dalam pelukannya yang hangat dan aman. Ia mengusap rambutku dengan lembut sambil menatap ke arah langit yang mulai gelap. Di pelukannya itu aku merasa begitu aman begitu dicintai dan begitu terlindungi dari segala sesuatu yang menakutkan di dunia ini. Aku menyadari bahwa aku belum mengetahui siapa sebenarnya ayahku dan seberapa besar kekuatan serta kekuasaannya di tempat ini. Namun aku sudah mengetahui satu hal yang paling penting di dunia ini. Bahwa ia adalah ayah yang menyayangiku dengan segenap jiwanya. Bahwa ia rela menghadapi seluruh dunia sendirian asalkan aku tetap selamat dan bahagia. Dan kasih sayang tulus itulah yang menjadi kekuatan terbesarnya bagiku.

Malam itu sebelum aku kembali ke kamarku ayahku mengantarkanku hingga ke depan pintu kamar. Sebelum masuk ia berhenti sejenak lalu menatapku dengan tatapan yang penuh perhatian dan kasih sayang. Tidurlah yang nyenyak sayang. Jangan takut pada apa pun di dalam mimpimu sekalipun. Ayah akan tetap terjaga menjagamu dari segala bahaya. Selamat malam putriku. Aku tersenyum kepadanya lalu mengangguk pelan. Selamat malam Ayah. Terima kasih untuk semuanya. Setelah pintu kamarku tertutup aku berdiri sejenak di belakang pintu itu dengan perasaan yang penuh kehangatan dan syukur. Aku berjanji di dalam hatiku sendiri bahwa aku akan menjaga kepercayaan dan kasih sayang ini sebaik baiknya. Aku akan belajar menjadi putri yang berbakti dan membanggakan baginya. Dan kelak saat aku sudah cukup kuat dan siap aku akan berdiri di sampingnya bukan lagi sebagai anak kecil yang harus dilindungi melainkan sebagai putrinya yang siap membantunya menanggung beban berat yang selama ini ia pikul sendirian demi kebahagiaanku.

 

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!