Indonesia
NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Mawar Hitam

Balas Dendam Sang Mawar Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Bertahun-tahun setelah sebuah pembantaian menghapus keluarga Black Rose dari dunia mafia, Elena kembali dengan identitas sebagai seorang pelayan.

Tidak seorang pun tahu siapa dirinya atau alasan sebenarnya ia memasuki keluarga Bianchi.

Namun, putra pertama keluarga Bianchi, Leon mulai mencurigai wanita itu. Kebiasaan aneh dan tato yang wanita itu miliki, membangkitkan potongan ingatan dari masa lalu yang tidak pernah bisa ia pahami.

Sampai sebuah kesalahpahaman memaksa mereka untuk menikah.

Leon melihat kesempatan untuk mengawasi Elena lebih dekat. Sementara Elena menerima pernikahan itu demi satu tujuan yaitu membalas dendam.

Dua orang dengan tujuan tersembunyi terikat dalam satu pernikahan.

Dan, tanpa mereka sadari, pernikahan itu akan membuka rahasia yang menghubungkan masa lalu mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permainan Elena

Leon masih berdiri di tempatnya setelah Elena menghilang dari pandangannya. Tatapannya beberapa saat tertahan di tangga, sebelum akhirnya ia menghembuskan napas panjang.

Tapi, rasa penasaran di dalam dirinya belum juga hilang.

Ia baru menyadari, jika Elena memang hanya pergi berbelanja, seharusnya tidak ada alasan bagi para pelayan dan bodyguard untuk terlihat gugup seperti itu.

Leon beralih menatap dua pelayan dan tiga bodyguard yang pergi bersama Elena.

"Apa benar tadi kalian hanya pergi belanja?" tanyanya.

Pertanyaan sederhana itu langsung membuat mereka saling pandang.

Salah seorang pelayan tampak menelan ludah sebelum akhirnya mengangguk cepat.

"Be-benar, Tuan."

Leon menyipitkan mata. "Tidak pergi ke tempat lain? Atau, mungkin Elena bertemu seseorang?"

Kali ini tidak ada yang langsung menjawab.

Kedua pelayan saling pandang. Salah satu dari mereka bahkan terlihat kebingungan, seolah sedang berusaha mengingat sesuatu.

Beberapa detik kemudian, keduanya menggelengkan kepala.

"Ka-kami rasa tidak, Tuan."

Leon terdiam.

Jawaban itu terdengar terlalu ragu untuk membuatnya percaya.

Tatapannya beralih kepada tiga bodyguard yang berdiri di belakang mereka. Ketiganya juga tidak memberikan reaksi berarti.

Leon menghembuskan napas pendek. "Ya sudah."

Ia berbalik, hendak pergi.

Bersamaan dengan itu, para pelayan dan bodyguard mulai membawa seluruh barang belanjaan menuju dapur.

Leon baru berjalan beberapa langkah saat sudut matanya menangkap beberapa kantong belanja yang mereka bawa.

Langkahnya terhenti. Ia menoleh, dengan mata yang menyipit, menatap kantong-kantong belanjaan yang terlihat cukup banyak. Tapi, ada sesuatu yang terasa tidak beres.

Leon mengerutkan kening. Nama dan tulisan cetakan di kantong belanjaan, berbeda dari biasanya.

Walaupun, ia tidak pernah ikut berbelanja, tapi dia tahu jika ibunya selalu belanja di tempat yang sama. Bahkan, saat menyuruh pelayan pun, beliau akan meminta mereka berbelanja di tempat tersebut.

Lalu, kenapa kalian ini mereka berbelanja di tempat berbeda?

Leon terdiam. Ia teringat kembali bagaimana Elena pulang dengan wajah tenang, bahkan sempat mencium pipinya seolah sengaja ingin mengalihkan perhatiannya.

Hal itu membuat kecurigaan Leon semakin kuat.

Tanpa membuang waktu, ia langsung melangkah menuju meja dapur.

Para pelayan yang sedang meletakkan barang-barang tersebut di meja langsung tersentak saat Leon meraih salah satu kantong belanja.

Pria itu melihat bagian sisi kantong tersebut lalu, melihat bagian dalam. Ia tidak langsung menemukan sesuatu yang mencurigakan, tetapi instingnya mengatakan ada sesuatu yang terlewatkan.

Para pelayan dan bodyguard yang melihat tindakan itu langsung mundur beberapa langkah sambil menundukkan kepala.

"Di mana kalian berbelanja?" tanya Leon.

Hening, tidak ada jawaban. Hal itu membuat suasana semakin menekan.

Leon mengangkat wajah, menatap kelima orang itu.

Mereka hanya saling pandang, tetapi tidak ada satu pun yang berani mengangkat kepala.

Leon mulai kehilangan kesabaran.

"JAWAB!" Bentaknya menggema hingga membuat tubuh mereka tersentak.

Dalam hitungan detik, mereka langsung berlutut dengan tubuh gemetar.

"Ma-maafkan kami, Tuan. Kami tidak tahu."

Leon mengerutkan kening. "Tidak tahu?"

Ia melangkah mendekat. "Apa maksud kalian tidak tahu, hah? Bukannya kalian pergi bersamanya?"

Salah seorang bodyguard menundukkan kepala semakin dalam.

"I-itu... Kami tidak ingat," ucapnya dengan suara yang terdengar terbata-bata.

Leon membeku.

Kalimat itu membuat pikirannya seketika dipenuhi berbagai kemungkinan.

Ia menatap mereka satu per satu dari kelima orang tersebut. Tapi, semuanya memberikan jawaban yang sama-sama tidak masuk akal.

Leon menggenggam erat kantong belanja di tangannya. Tatapannya berubah dingin.

"Bagaimana mungkin kalian tidak ingat?"

Leon berjongkok di hadapan salah satu bodyguard. "Kalian pergi bersama, menggunakan mobil yang sama. Dan, kalian tidak tahu ke mana mobil itu pergi?"

Bodyguard tersebut terdiam cukup lama sebelum menggeleng pelan.

Leon berdiri kembali. Jantungnya berdetak semakin cepat.

Ini bukan sekadar kemana mereka pergi berbelanja. Tapi, ada sesuatu yang terjadi selama empat jam itu. Dan, yang lebih mengkhawatirkan, bukan hanya Elena yang menyembunyikannya.

Para pengawalnya pun seolah kehilangan bagian penting dari ingatan mereka.

"Cepat ceritakan, apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa kalian tidak ingat di mana kalian berbelanja?"

Kelima orang itu saling pandang. Tubuh mereka bergetar, keringat dingin menetes dari pelipisnya.

"JAWAB!" bentak Leon.

Mereka tersentak. Salah satu bodyguard akhirnya buka suara. "Ma-maafkan kamu, tuan. Tapi, kami benar-benar tidak ingat di mana kami berbelanja."

"Be-benar, tuan," sahut bodyguard lainnya. "Sa-saya hanya ingat saat kami melewati jalanan yang sepi, ada mobil yang berhenti tiba-tiba di depan mobil kami."

Leon tertegun. Wajahnya mulai menegang. "Maksudmu, ada mobil yang menghadang kalian?"

"I-iya, tuan. Tapi, saat kami hendak keluar untuk memeriksa, tiba-tiba kami mencium sesuatu yang membuat kepala kami pusing dan, pandangan kami juga kabur. Setelah itu, kami tidak ingat apapun."

Empat orang lainnya, mengangguk membenarkan.

"Saat kami bangun, semua belanjaan ini sudah ada di dalam mobil. Kami tidak tahu siapa yang berbelanja karena, saat itu nona Elena belum sadarkan diri."

Leon mengepalkan tangannya erat. Kali ini, tatapannya jauh lebih serius.

"Elena..."

Nama itu keluar dari bibirnya seperti sebuah peringatan.

Wanita itu jelas sedang bermain-main dengannya. Dan, ia tidak suka berada dalam posisi sebagai orang yang tidak tahu apa-apa.

1
🇦 🇵 🇷 🇾👎
leon dtg
Fey mldn
mungkinkah orang yang datang Leon dan asistennya 🤔🤔🤔
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp kh
🇦 🇵 🇷 🇾👎
hbt🤣🤣🤣🤣
Fey mldn
hebat elena........ matikan semua orang yang telah menghancurkan keluarga mu
baby una 😼(😽)
lanjut kak
Kustri
siapa pria misterius itu😩
apa dia orgtua leo?
Fey mldn
bagus 👍👍👌
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu, kak 💜
total 1 replies
Kustri
nungguin up, qu baca 'rose of the underworld' lumayan u/selingan gk kecewa koq
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: 💜💜💜💜💜💜💜
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
dy dkt sm xan
🇦 🇵 🇷 🇾👎: el dan singa🤣
total 2 replies
Kustri
lanjuuuut thor
Kustri
kau terlalu cerdik el, beli brg" lelang dgn uang hasil nyuri
disinilah jackson dibunuh
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ky x kau el🤣🤣🤣
Kustri
eumm... seberapa kaya kau elena🤔🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Duit hasil nyolong/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Kustri
nyogok pkai☕ biar crazyup🤣
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: /Applaud//Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kok bs
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Bisa/Grin/
total 1 replies
Kustri
kasian emily dong jd tersangka
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Tenang aja, Aman😌
total 1 replies
Kustri
jgn bilang penari itu elena ya thor
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Yessss, jempol untuk kakak👍🏻
total 1 replies
sakura
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!