Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Rival

Menikah Dengan Rival

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rii_Risa

"Lo pasti juga nggak mau terima perjodohan ini, kan?!"

"Mau."

Jawaban singkat pria itu sukses membuat mata Kara membelalak sempurna.

Hanya karena ingin menjadi pengangguran yang kaya raya, Lengkara Anasera nekat menerima perjodohan yang di buat oleh orang tuanya, tanpa mencari tahu terlebih dahulu siapa calon suaminya itu.

Sialnya, pria itu adalah Erlangga Bumi Maheswara, musuh bebuyutannya sejak kecil.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Akankah Kara nekat membatalkan perjodohan ini? Atau ia justru bertahan demi mewujudkan cita-citanya menjadi pengangguran yang kaya raya? Mengingat Erlangga adalah sosok pria tajir melintir yang selama ini ia cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rii_Risa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

"Jadi, Rafael tadi pagi minta tolong sama Erlangga untuk menjemput Kimberly di bandara," ujar Erlangga.

Lalu ia melangkah mendekat, dan mendaratkan tubuhnya tepat di samping Kara, yang berhadapan langsung dengan keempat orang tua mereka.

Erlangga menatap bergantian ke arah Lisa dan Ridwan. "Rafael ada meeting mendadak yang tidak bisa ditinggal. Mama sama Papa pasti tahu sendiri, kan, seberapa manja dan merepotkannya wanita itu kalau ditinggal sendirian?"

Kara yang duduk di sebelah Erlangga langsung menaikkan sebelah alisnya, kepalanya sedikit dimiringkan ke samping karena ia masih merasa asing dan bingung dengan nama-nama yang disebutkan oleh Erlangga itu.

Ridwan yang menangkap sorot kebingungan di mata menantunya itu langsung berdehem pelan. Pria paruh baya itu sedikit memajukan tubuhnya, dan mencoba menjelaskan dengan nada yang selembut mungkin.

"Oh ya, jadi begini, Kara... Rafael itu keponakan Papa yang selama ini tinggal di Australia. Dan Kimberly itu adalah tunangannya. Wajar sekali kalau kamu sampai salah paham tadi siang."

Mendengar penjelasan itu, ketegangan di pundak Lesmana langsung runtuh. Ia menyandarkan punggungnya ke sofa sambil menghembuskan napas lega.

Namun, sedetik kemudian, ia menatap Erlangga dan Kara secara bergantian dengan tatapan jengkel.

"Jadi ini semua benar-benar hanya salah paham, kan? Ck..." Lesmana langsung berdecak, lalu melipat kedua tangannya di depan dada. "Makanya, kalian berdua itu ngobrol! Apa sih susahnya komunikasi?! Kalian kan sudah menikah, harusnya bisa saling terbuka satu sama lain, bukan malah mengedepankan ego seperti ini."

Erlangga langsung menundukkan kepalanya sedikit. "Maaf, Om. Ini semua salah Erlangga," jawabnya

"Oke, masalah Kimberly sudah clear," sela Lisa. Lalu ia menatap ke arah putranya dengan mata yang menyipit tajam. "Sekarang Mama tanya hal lain sama kamu. Kenapa kamu meninggalkan Kara sendirian di kamar tadi pagi?!"

Mendengar pertanyaan itu, tubuh Erlangga langsung menegang. Dahinya berkerut dalam, dan sorot matanya yang tadinya mulai tenang, sekarang berubah menjadi tajam lagi.

Dengan gerakan cepat, ia langsung menolehkan kepalanya ke samping, menatap ke arah Kara yang tengah duduk santai tepat di sebelahnya.

"Lo... ngadu semuanya ke Mama gue?!" tanya Erlangga.

Kara langsung menoleh, membalas tatapan Erlangga dengan kernyitan yang tidak suka. "Nggak kok! Ngapain juga gue ngadu-ngadu segala, kurang kerjaan banget!"

"Kara nggak ngadu apa pun ke Mama, Erlangga. Justru Kara tadi menelepon Mama karena dia kebingungan, dia tidak tahu caranya keluar dari rumah kamu!" bela Lisa.

Erlangga langsung tersenyum sinis, ia menatap Kara dengan tatapan yang menantang, seolah ia siap menguliti wanita itu. "Lo atau gue yang jelasin?!"

Jantung Kara langsung berdegup sangat kencang. "Mampus! Kalau sampai Erlangga jujur dia ngambek karena gue kurung dia di kamar mandi, bisa tamat riwayat gue."

Otak Kara langsung berputar cepat. Detik berikutnya, ia langsung berdiri tegak dari sofa, yang membuat semua orang langsung terkejut melihatnya.

"Ini... nggak perlu dijelasin kok. Iya kan, Erlangga?" ucap Kara dengan senyum kaku yang dipaksakan, matanya melotot memberi isyarat tajam kepada suaminya itu.

"Lah, kenapa nggak usah dijelasin, Kara?" tanya Sonya, ibunya, dengan dahi yang berkerut heran.

"Karena... karena ini menyangkut privasi rumah tangga kami. Benar kan?" jawab Kara gugup, sambil menyenggol kaki Erlangga dengan kakinya.

Erlangga hanya mengendikkan bahunya acuh. Ia begitu menikmati kepanikan yang tergambar jelas di wajah istrinya itu.

"Privasi apa, Kara? Erlangga berbuat kasar sama kamu?" tanya Lisa, suaranya langsung naik satu oktaf.

"Sama sekali nggak kok, Ma! Yang jelas semuanya udah beres sekarang. Jadi, Kara dan Erlangga pamit undur diri dulu ya!" ucap Kara cepat-cepat.

Tanpa menunggu jawaban, Kara langsung membungkuk, dan menyalami tangan keempat orang tua mereka satu persatu dengan gerakan cepat.

Setelah itu, ia segera mencengkeram kuat pergelangan tangan Erlangga dan menarik paksa suaminya itu.

"Kami pulang dulu."

Setelah itu, Kara langsung berlari sambil menyeret Erlangga keluar dari rumahnya, meninggalkan keempat orang tua mereka yang hanya bisa melongo heran saat melihat tingkah absurd sepasang pengantin baru itu.

Ridwan langsung menghembuskan nafas sambil menggelengkan kepalanya, lalu mengendikkan bahunya santai. "Mungkin Erlangga ngambek karena nggak dikasih jatah semalam," ucapnya enteng.

Lesmana langsung terkekeh geli. "Dari raut wajah Erlangga sih, sudah terlihat jelas seperti itu," timpalnya dengan diiringi tawa kecil.

Lisa dan Sonya hanya bisa saling pandang, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya maklum saat melihat kelakuan anak-anak mereka.

Sementara itu, Kara yang baru saja tiba di depan mobil Erlangga langsung menghela nafas lega. Ia segera melepaskan cengkeramannya dari tangan sang suami, lalu mengatur nafasnya yang sedikit terengah-engah karena berlari tadi.

"Untung kita cepat kabur. Kalau nggak, bakal disuruh jelasin terus tuh."

"Lo takut?" tanya Erlangga sambil tersenyum sinis.

"Ya lo pikir deh?" Kara langsung melipat kedua tangannya di depan dada, lalu menatap ketus ke arah Erlangga. "Tadi pagi lo marah ke gue karena gue kunciin lo di kamar mandi, kan? Terus masa gue harus jelasin ke mereka apa alasannya sih."

Erlangga langsung menaikkan sebelah alisnya. "Emang apa alasannya lo kunciin gue di kamar mandi?"

"Astaga masa lo nggak tau sih?! Ya karena lo mesum, Erlangga!" teriak Kara kesal.

Erlangga langsung terdiam sejenak. "Jadi lo kunciin gue di kamar mandi karena itu? Emang sialan lo!"

"Biarin! Lagian salah sendiri jadi orang mesum banget!" balas Kara sengit, sambil melotot galak.

Erlangga tidak membalas lagi. Pria itu justru melangkah maju, mengikis jarak di antara mereka hingga membuat Kara reflek mundur selangkah sampai punggungnya membentur pintu mobil.

Dengan senyum miring yang terlihat menyebalkan, Erlangga langsung berbisik pelan di telinga Kara, "Gue nggak mesum, Kara. Gue cuma minta hak gue sebagai suami lo. Dan asal lo tahu... utang lo yang semalam, bakal gue tagih berkali-kali lipat begitu kita sampai di rumah nanti."

Mendengar bisikan itu, mata Kara langsung membelalak sempurna. Belum sempat ia memprotes, Erlangga sudah lebih dulu membuka pintu kemudi, lalu meninggalkan Kara yang mendadak terdiam membayangkan apa yang akan terjadi di rumah nanti.

1
Mia Camelia
Aksa pinter banget siasat nya🤭
Rii_Risa: Iya, dia tahu kelemahan Kara
total 1 replies
Rii_Risa
Siap, nanti biar di kasih pelajaran sama Erlangga
Mia Camelia
plis kara turunin gengsi nya dong🤣🤣🤣klo erlangga udh muak pasti nyesel deh, aplgi ada calon pebinor nih 😨
Rii_Risa: Hmm... pebinor nya mulai bereaksi 🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ngliat tingkah kara jadi kesel deh, makin lama gak ada perasaan ke erlangga, 😔
thor tolong kasih pelajaran ke kara🤣🤣🤣
Fulayah Haddad
Bagus & seru jg nih ceritanye, penasaran nih..............👍👍😲🤨🤨 lanjut lg dong Thor double upnye, ditungguuu..............👌👌🤗🫰🫰🙏
Rii_Risa: Oke kak 🙏
total 1 replies
Maseni Maseni
ternyata aksara dan erlangga tuh rival dari jaman sekolah ya...... tapi ga mungkin tuh kara akan jatuh cinta ma aksa

yg ada kara takut kehilangan erlangga

lanjut double up kak
Rii_Risa: Hehe, siap kak, akan author usahain double bab ya 🙏
total 1 replies
Fulayah Haddad
Bikin penasaran nih keren & bagus............🤨👍👍🤗 lanjut lg dong Thor jngan lm", ditunggu double upnyeee................👌👌😁🫰🫰🙏
Rii_Risa: Siap, di tunggu ya 😊
total 1 replies
Rii_Risa
Terimakasih 🙏
Mom Yara
bagus
Maseni Maseni
hehehe erlangga👍cinta tapi rapi... mendidik kara dengan cara yg unik

lanjut kak
Rii_Risa: Siap kak
total 1 replies
Maseni Maseni
biar dapat jatah dengan sukarela erlangga harus membuat kara jatuh cinta dan takut kehilangan.....untuk membuat kara jatuh cinta kayaknya harus lewat anya lsahabat kara tuh ang

lanjut kak
Rii_Risa: Siap kak 😅
total 1 replies
Maseni Maseni
wuih cintanya airlangga cukup aneh😀....belum nikah dah mirip KDRT

lanjut kak
Rii_Risa: Emang aneh mereka berdua tuh 😅
total 1 replies
Fulayah Haddad
Bagus, keren & kocak................👍👍🤗😉😉 lanjut lg dong, ditunggu upnyeee............👌🫰🫰🙏
Rii_Risa: Hehe, trimakasih, di tunggu ya 😊
total 1 replies
Rii_Risa
Terimakasih, tunggu ya bab selanjutnya 🙏😊
Fulayah Haddad
Bagus, Amazing..........👍👍🤗😉😉 lanjut lg dong Thor, ditungguuu.............😉👌👌🫰🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!