Axelo adalah anak dari pasangan Sela dengan Presdir Axel sedangkan Adrian adik sepupu Axelo anak dari pasangan Seli dengan Presdir Albert.
Dua pemuda tampan mempunyai sifat yang sangat mirip kejam dan anti dengan para wanita yang mendekati dirinya.
Axelo di jebak rekan bisnisnya hingga akhirnya melakukan cinta satu malam dengan seorang gadis yang menjadi kekasihnya.
Adrian yang mempunyai kekasih ternyata selingkuh dan melarikan diri dengan rival bisnisnya hingga suatu ketika Adrian bertemu seorang gadis yang mirip dengan kekasihnya. Dendam Adrian membuat Adrian melakukan cinta satu malam.
Masing-masing orang tua Axelo dan Adrian meminta mereka untuk menikahi gadis tersebut.
Bagaimanakah pernikahan mereka? Apakah berakhir perceraian atau bertahan ketika kekasih masa lalu mereka datang untuk memintanya kembali dengan sejuta penyesalan.
Ikuti novelku yang ke 33
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tuan Toni
Ketika Riri membuka matanya dirinya sangat terkejut dan matanya langsung membulat sempurna ketika melihat seorang pria paruh baya sedang menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang.
Hal itu membuat Riri berteriak sambil mendorong tubuh pria tersebut namun tenaganya kalah jauh dari pria paruh baya tersebut.
Plak
"Berisik!" Bentak pria paruh baya tersebut kemudian menampar Riri.
"Sekali lagi berteriak aku tidak segan-segan mencekik mu." sambung pria paruh baya tersebut dengan nada mengancam.
Riri yang ketakutan hanya bisa pasrah tubuhnya dimasuki hingga beberapa saat Riri terhanyut dengan permainan pria paruh baya tersebut.
"Ahhhhhhhh ..."
Suara merdu keluar dari mulut mereka berdua tanda mereka mendapatkan pelepasan. Pria paruh baya tersebut hanya tersenyum menyeringai karena ternyata Riri menikmatinya.
"Mulai sekarang dan seterusnya jika aku menginginkan tubuhmu maka kamu harus bersedia jika kamu berani menolaknya aku akan laporkan kekasihmu." ancam pria tersebut sambil mencengkram ke dua pipi Riri.
"Baik." Jawab Riri sambil menahan amarahnya.
Pria paruh baya itu pun langsung menarik tombak saktinya kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket tanpa memperdulikan isakan Riri yang kehilangan mahkota yang dijaganya selama ini.
"Akhhhhhhhh... Si*l, kenapa aku minum anggur terlalu banyak? Gara - gara meminum anggur terlalu banyak aku tidak sadarkan diri dan berakhir seperti ini." Ucap Riri dengan nada frustrasi.
"Kalau tahu begini jadinya aku tidak akan mau minum anggur. Aku harus cari cara untuk menyingkirkan pria yang sudah bau tanah itu." Sambung Riri sambil berfikir untuk menyingkirkan pria tersebut.
Ceklek
Pria paruh baya tersebut keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar dengan menggunakan handuk bersamaan pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang
"Masuk." Ucap pria paruh baya tersebut.
Ceklek
Seorang pria yang sudah berumur yang selisih tiga tahun membuka pintu sambil membawa paper bag. Pria tersebut adalah adik kandung pria paruh baya tersebut.
"Ini kak pakaian yang Kakak minta." Ucap adiknya sambil menyerahkan paper bag tersebut.
"Terima kasih." Jawab Kakak nya sambil menerima paper bag tersebut kemudian memakainya di depan mereka.
"Sama-sama Kak." Jawab adiknya sambil melirik ke arah ranjang.
Adiknya melihat Riri sedang berbaring sambil menutupi tubuh polosnya dengan menggunakan selimutnya membuat adik kecilnya menegang.
"Kak, boleh aku pakai?" Tanya adiknya.
"Silahkan saja, Kakak mau pergi kerja dulu karena ada janji dengan kekasih wanita itu Tuan Adrian." Ucap pria paruh baya tersebut sambil memasang dasinya.
"Apakah Kakak akan memberitahukan kalau Kakak habis memakainya?" tanya adiknya kepo sambil melepaskan satu persatu pakaiannya.
"Kalau wanita itu tidak melayani kita maka Kakak akan memberitahukan ke kekasihnya kalau wanitanya selingkuh dan bermain dengan banyak pria." Jawab Kakaknya.
"Maksud Kakak, Kakak akan memperkerjakan wanita ini ke pria hidung belang?" Tanya adiknya.
"Tentu saja." Jawab kakaknya sambil membuka pintu.
"Apakah Kakak tidak ingin memakainya lagi?" Tanya adiknya.
"Kalau ingin pakai ya tinggal pakai kalau tidak ya tidak." Jawab kakaknya kemudian keluar dari kamar tersebut dan pergi meninggalkan mereka berdua yang sedang melakukan hubungan suami istri.
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda Adrian duduk di lobby hotel untuk menemui rekan bisnisnya hingga hampir lima belas menit akhirnya rekan bisnisnya datang.
"Tuan Toni, akhirnya anda datang juga." Ucap Adrian sambil menahan kesal karena baru kali ini dirinya menunggu klien bisnisnya sangat lama dan membuang waktunya.