Indonesia
NovelToon NovelToon
Bukan Cinta Pertama

Bukan Cinta Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa
Popularitas:18.7k
Nilai: 5
Nama Author: SnowBall

Tita, gadis periang namun pekerja keras. Karena suatu insiden yang tak terduga, dia bertemu dengan seorang ceo yang terkenal kejam dan dingin. Tapi siapa disangka, ternyata dia bekerja di perusahaan ceo tersebut. Apakah Tita mampu bertahan bekerja dengan ceo itu, ataukah dia menyerah. Tapi ada sisi lain dari ceo itu yang tidak banyak diketahui orang lain, hanya terlihat saat bersama Tita.

Tidak hanya pekerjaan yang membuat pusing Tita. Tapi kehidupan asmara ceo yang menyeret Tita, dan juga merubah kehidupan Tita. Tapi apakah itu menuju kehidupan yang lebih baik, ataukah semakin mempersulit kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SnowBall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertengkar

Tita mengusap dahinya yang berkeringat. Walaupun AC di ruangan itu sudah dingin, tapi keringat tetap keluar dari setiap pori tubuhnya. Sudah hampir satu jam Tita mengelap daun – daun di ruangan Rey, setelah sebelumnya membersihkan ruangan itu sampai 3 kali. Tita terduduk di lantai setelah menyelesaikan pekerjaannya. Dia meregangkan tubuhnya yang pegal, dan mengipasi wajahnya dengan tangan. Matanya mengitari penjuru ruangan seakan mencari sesuatu, dan senyum tercetak lebar di bibirnya saat menemukan sesuatu yang dia cari. Tita berdiri lalu berjalan menuju ke arah nakas di samping sofa, dia mengambil sebuah remot dan menimangnya penuh sayang.

“ Kamulah penyelamatku.” Tita mencium remot itu berulang kali. Tita mengarahkan remot itu ke AC dan menyetelnya ke suhu yang lebih rendah.

Tita berdiri di bawah AC itu dengan senyum yang terkembang. “ Segarnya.” Ucap Tita memejamkan matanya. Cukup lama Tita di posisi itu, dia begitu santai menikmati dinginnya AC sampai tidak menyadari ada yang berdiri di belakangnya.

Tita membuka matanya saat merasakan suhu AC yang berubah menjadi normal, dia menengok kanan kiri,  ketika menengok belakang dia terperanjat.

“ Astaghfirullah.” Tita memegang dadanya, jantungnya berdetak kencang. “ Jantung saya hampir copot presdir. Kenapa masuk tidak ada suaranya sih?” Protes Tita.

“ Terserah saya, ruangan – ruangan saya. Kenapa harus minta ijin kamu kalau ingin masuk.” Jawab Rey pedas.

“ Memang ruangan presdir. Tapi kalau masuk tanpa ada suara terus tiba – tiba berdiri di belakang saya, kan horor presdir. Terus kalau jantung saya sampai copot, presdir mau tanggung jawab?” Tanya Tita.

“ Kamu yang tanggung nanti saya yang jawab.” Jawab Rey santai. Dia berjalan meninggalkan Tita dan duduk di meja kerjanya.

Mendengar jawaban Rey, membuat Tita sebal dan mengerucutkan bibirnya. Dia memandang Rey tajam dan dengan mulut yang komat – kamit. Sedangkan Rey hanya menyipitkan matanya melihat tingkah Tita yang menurutnya aneh itu.

“ Kenapa? Mau protes?” Tanya Rey.

Tita berjalan mendekat dan berdiri tepat di depan meja Rey.

“ Presdir kenapa bisa menyebalkan sekali? Dulu tante Silvi ngidam apa sih sampai bisa lahirin anak kaya presdir? Apa jangan – jangan ngidam cabai setan ya, makanya presdir kalau ngomong bisa pedas sekali.” Tanya Tita tanpa rasa takut.

Sontak mata Rey membola mendengar pertanyaan Tita. Dia segera berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Tita. Rey berdiri di depan Tita dan menatap dengan tatapan membunuh ke arah gadis yang ada di depannya

itu. Karena tingginya melebihi Tita, dia sampai harus menunduk untuk menatap gadis yang menurutnya sangat menyebalkan. Tita juga tidak mau kalah, dia mendongakkan kepala dan memelototkan matanya pada Rey. Dan tiba – tiba Rey menyentil keras dahi Tita.

PLETAK

“ Auww.” Tita memegang dahinya yang memerah karena sentilan Rey. Dia menatap kesal pada Rey yang menyunggingkan senyum di ujung bibirnya.

Dan tanpa di duga Rey, Tita menarik rambutnya dengan keras. Rey terkejut dan juga merasakan sakit di kepalanya, dia berusaha melepaskan tarikan tangan Tita di rambutnya. Tapi Tita yang sedang emosi, seakan mendapat kekuatan lebih. Dia menarik rambut Rey sekuat tenaga, menyalurkan emosinya pada kedua tangannya.

“ Lepaskan rambut saya kucing gila!!” Teriak Rey memegang kedua tangan Tita di rambutnya.

“ Gak mau. Saya akan mencabuti rambut presdir sampai botak.” Tita juga berteriak.

“ Dasar kucing gila.” Teriak Rey kesal. Karena Tita tidak mau melepaskan rambutnya, membuat Rey memikirkan jalan lain. Dia melepaskan tangan Tita, dan detik berikutnya terdengar teriakan Tita memenuhi ruangan itu.

“ Presdir lepasin rambut saya.” Tita berteriak dengan memiringkan kepalanya. Rey memilih menarik rambut Tita juga.

“ Tidak. Kalau saya botak, kamu juga harus botak.” Ucap Rey.

Kepala mereka berdua sama – sama miring, karena tarikan yang kencang pada rambut masing – masing. Saat itu terdengar pintu di buka, dan terdengar terikan seorang wanita.

“ REY, TITA!!! Apa – apaan kalian!!”

**********

Rey dan Tita duduk di sofa dengan rambut yang acak – acakan. Mereka saling melirik dan juga membuang muka bersamaan. Nyonya Silvi yang duduk di depan mereka hanya menggelengkan kepalanya.

“ Kenapa kalian bertengkar?” Tanya Nyonya Silvi namun tidak ada jawaban dari Rey maupun Tita.

Nyonya Silvi menatap Rey dan menghela nafas. “ Umur kamu berapa Rey? Apa kamu tidak mau bertengkar

dengan Tita seperti itu? Apa kata karyawanmu kalau sampai tahu? Seorang CEO Mahendra Grup bertengkar sampai Tarik – tarikan rambut dengan karyawannya sendiri.” Tanya Nyonya Silvi menggelengkan kepalanya.

 “ Kalau dia laki – laki sudah aku tonjok mi.” Ucap Rey lirih.

Nyonya Silvi terkejut mendengar jawaban Rey. Sedangkan Tita yang ada di sampingnya langsung menoleh

dan memberi tatapan membunuh pada Rey. Dia mengepalkan kedua tangannya, dan menghembuskan nafasnya kasar. Rey kaget ketika tiba – tiba Tita menggeser duduknya dan merapatkan tubuhnya pada Rey.

“ Ini kalau mau tonjok presdir. Mau pipi kanan apa pipi kiri?” Tita menarik tangan Rey dan menepuk – nepukkan di pipinya.

“ Lepaskan tangan saya.” Rey berusaha melepaskan tangannya yang dipegang Tita. Setelah terlepas dia

berdiri dan melangkah menuju ruangan pribadinya.

Nyonya Silvi memijat kepalanya melihat kelakuan dua orang di depannya. Dia tidak habis pikir kenapa Rey bisa melakukan tindakan kekanak – kanakan seperti itu. Nyonya Silvi berdiri dan duduk di samping Tita. Dia membuka tasnya dan mengambil sebuah sisir. Nyonya Silvi menyuruh Tita mendekat dan mulai menyisir rambut Tita yang berantakan.

“ Maafin Rey ya. Dia biasanya tidak begitu.” Ucap Nyonya Silvi sambil menyisir lembut rambut Tita.

“ Gak apa – apa tante. Tita sudah biasa lihat tingkah presdir yang aneh.” Jawab Tita. Dia merasa tidak enak pada Nyonya Silvi.

“ Oh ya? Memang tingkah Rey yang aneh seperti apa?”

Tita pun menceritakan semua perlakuan Rey padanya. Nyonya Silvi terkejut mendengar cerita Tita, dia sesekali tertawa saat ada cerita Tita yang lucu. Dari cerita Tita, Nyonya Silvi jadi tahu kalau putranya mempunyai sisi jahil yang tidak pernah diperlihatkan. Rey yang biasanya kaku dan dingin, bisa bersifat kekanakan pada Tita. Nyonya Silvi sudah tidak sabar ingin menceritakan pada suaminya. Tentu reaksi suaminya tidak akan jauh beda seperti dirinya saat mendengarnya. Bila tidak melihat dan mendengarnya sendiri, tentu dia tidak akan percaya.

“ Tita, kamu sudah punya pacar?” Tanya Nyonya Silvi setelah selesai merapikan rambut Tita.

“ Sudah tante.” Tita menjawab malu – malu.

“ Wah sayang sekali.” Jawab Nyonya Silvi.

“ Sayang kenapa tante?” Tanya Tita heran.

“ Gak apa – apa?” Nyonya Silvi tersenyum dan membelai rambut Tita. “ Pacar kamu orangnya gimana? Ganteng

gak?” Nyonya Silvi menyenggol lengan Tita. Wajah Tita merona mendengar pertanyaan itu.

“ Ayo ceritakan sama tante.” Desak Nyonya Silvi yang penasaran.

“ Dia salah satu satpam di sini mi.”

Nyonya Silvi dan Tita kompak menoleh ke arah sumber suara. Terlihat Rey yang tengah duduk di kursinya

memegang sebuah berkas di tangan. Nyonya Silvi menyipitkan matanya menatap ke arah Rey. Rey yang merasa ditatap maminya, meletakkan berkas dan balas menatap maminya.

“ Rey melihat kucing gila itu sedang bergandengan tangan dengan satpam itu di lobby.” Jawab Rey.

1
Muslicha
ko Cerita nya ngegantung gt sih thor...
Putra Baja
lanjut torrrr up nya 😀😀
m4510man
akhirnya up juga.
tq Thor 🤗
Zami Heryadi: bolak balik liatin nih novel up lagi thor..aduh kmn yah
total 1 replies
Putra Baja
lanjut torrr
Izza Arrozi
lope2 sekebon... sehat selalu y thor...😘🥰
Izza Arrozi
seru!!! up yg banyak2 thor!! jgn lama2. q penggemar karyamu sedang menanti kelnjutan ceritanya. semangat! semangat! semangat!!!!!
m4510man
kenapa belum di up 🤔
Izza Arrozi
alur dan kata2nya bgus thor... semangat!!!

lanjut!!!
SnowBall
maaf temen2 blm bisa up, othor baru opnam. semoga bisa segera up ya🥰🥰
Izza Arrozi
up dong thor..semangat..
Putra Baja
lanjut tor ceritanya bagus
booksandpeonies
Kak jangan lupa jaga kesehatan, biar tetep bisa berkarya! Aku menunggumu~
morelight
lanjuttt thorrr semangat ,jangan lupa jaga kesehatan ,dan jangan lama lama upnya ok😘👌💪
Madu Yang Luar Biasa
Sip karyanya udah masuk rak buku! Lanjut thor~
Eja Drajat Adriansyah
Thor, please bagi tips gimana caranya biar bisa keren gini ceritanya!!
Drone Ground
Udah berapa kali aku ngulang-ngulang bacanya, karena seseru itu!
CupcakeHugs
semangat thor,ceritanya bagus,..crazy up dong
m4510man
semangat Thor ditunggu kelanjutannya ✊🏻✊🏻✊🏻
m4510man
bener ini mah kalo Arum dijodohkan dengan Agung
m4510man
mungkin maminya pernah lihat Grace dengan pria lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!