Deva Liana Collins, hari pertama nya sebagai siswa pindahan membuat Dave William Collins teringat dengan adik kembar nya yang sudah lama terpisah
dari awal pertemuan pertama nya membuat terbongkar nya rahasia besar dimana ibu yang selalu mengasari nya bahkan tidak pernah mengurus Deva ternyata bukan ibu kandung nya sendiri
bagaimana reaksi deva setelah tahu orang yang di bela nya ternyata bukan ibu kandung nya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momie all, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32
Kecewa, marah, takut menjadi satu yang di rasakan Ana kali ini menatap wanita di hadapan nya yang dulu Ana bela mati-matian, yang dulu sangat Ana harapkan, yang dulu sangat dia sayangi walaupun wanita di hadapan nya tidak pernah sedikitpun menyanyangi nya
"dimana ibu saya?" tanya Ana dingin
Rebecca terkekeh mendengar nada dingin dari anak gadis yang selama ini selalu bersimpuh terhadap nya
"ibu kamu?" jeda nya terkekeh "heh.. Mungkin saat ini dia sudah bahagia bersama orang yang menyayangi nya" lanjut nya
"Dimana?"ulang Ana dingin
Rebecca menghendikan bahu nya acuh mendapat nada dingin lagi dari Ana
Kenan yang berada di samping Ana mulai was-was saat Rebecca mencondongkan kepala nya mendekati Ana
"atau ibu kamu stres menjadi orang gila setelah kedua bayi nya saya ambil paksa"kata nya sambil tertawa keras
Ana menatap wanita di depan nya dengan penuh marah, tatapan memohon yang dari dulu dia layangkan kini berubah dengan sorot penuh amarah
"apa tujuan mu menghancurkan hidup ibu ku?" tanya Ana
Rebecca berbalik dan menatap mata gadis yang selama ini selalu memelas padanya menjadi sorot dingin
"ibu kamu yang menghancurkan hidup ku" bentak nya pada Ana
"Rebecca cukup" bentak Kenan
Sebagai seorang ayah, kenan tidak terima anak nya di bentak, apalagi di depan mata nya
Ana menahan tangan sang ayah, selama hidup nya sudah tidak asing dengan bentakan Rebecca selama ini, tapi kali ini Ana hanya ingin tau apa tujuan Rebecca menghancurkan kehidupan ibu nya dan juga diri nya
Lantas kenapa dirinya yang di bawa seolah olah menjadi anak nya?
"dan kamu" tunjuk nya pada Ana
"wajah kamu yang menyerupai dirinya malah membuat saya semakin muak pada kamu" bentak nya lagi
"saya ingin kamu juga merasakan gimana hancur nya saya dulu karena ibu kamu" tambah nya
Kenan tak tahan, dengan tanpa persetujuan dari anak nya langsung membawa anak gadis nya itu keluar dari ruang penjara Rebecca
Di peluk nya erat anak gadis yang baru baru ini dia temui, seberapa sakit hidup nya tanpa kehadiran diri nya, sungguh Kenan sangat merutuki kebodohan nya dahulu yang tidak curiga sama sekali pada Rebecca
"hiks... Papa bersumpah nak, mama kamu gak salah.. Wanita gila itu yang salah" gumam nya
Ana tak tau harus menjawab apa? kenapa semua nya harus Ana yang rasakan?
Kenapa dari masalah ibu nya malah Ana yang mendapatkan masalah nya?
Tanpa membalas pelukan papa Kenan, namun air mata Ana juga ikut menangis, luka fisik dan psikis nya lebih Ana rasakan setelah mendapat alasan dari kehidupan nya
"papa akan buktikan sama kamu, maafin papa nak.." kata kenan yang masih menangis di pelukan anak gadis nya itu
"Ana mau pulang"
Kenan langsung melepaskan pelukan nya, suasana hati Ana sekarang sangat lah buruk, kenan tau itu
"ke rumah ya?" bujuk nya
"mama litha" kata Ana
Papa Kenan hanya mengangguk mengiyakan keinginan putri nya itu
"Liana.. jika suatu hari nanti langit merestui kita untuk bisa bertemu dengan mama kamu, papa harap kamu dengarkan versi mama kamu dan kita bisa berkumpul kembali" ucap papa kenan
Ana hanya mengangguk, jauh di dalam hati nya Ana ingin di sayang seperti di sayang mama litha namun bagai mana pun nanti dia bertemu dengan mama nya, Ana akan terima
"minggu depan papa akan Fokus mencari mama kamu, papa titip kamu samu mama mama litha, do'akan papa supaya bisa cepat bawa mama kamu nak" kata papa Kenan
Ana mendongak? Memang sesusah itu mencari ibu nya? Bukan nya papa nya itu orang kaya, pasti mudah untuk menemukan ibu nya pikir Ana
Papa Kenan mengajak anak gadis nya itu untuk pulang, pihak polisi langsung memproses semua bukti dan keterangan langsung dari Ana
Bahkan polisi mendatangkan langsung dokter ahli psikiologi untuk membaca raut wajah Ana
Di depan rumah sederhana itu, Ana sudah di tunggu oleh papa Danu dan mama litha
"mama" seru nya berlari menuju mama litha
Dengan menenteng banyak makanan yang di mintai Ana, papa Kenan juga ikut turun menemui keluarga yang sangat banyak membantu Ana
"gimana pa? Lancar semua nya?" tanya papa Danu setelah mereka berjabat tangan ala kaum papa
"Alhamdulillah lancar, kesalahan nya sudah sangat berlapis-lapis" jawab papa Kenan
Papa Danu mendengar dengan cermat hasil dari pemeriksaan keterangan dari korban, netra nya langsung melihat anak gadis yang tengah di suapi oleh istrinya tidak jauh dari mereka tengah bicara
"tidak sia-sia saya memindahkan Ana sekolah, meskipun dengan biaya yang mahal" gumam Papa Danu
Papa kenan mendengar gumaman dari laki laki yang tulus menyanyagi putri nya
keluarga dari biasa-biasa saja, namun mereka tulus menyayangi Ana
Beberapa bulan ke belakang Ana tersandung fitnah dari teman nya yang membuat Ana di D.O
Dengan berani nya keluarga dari biasa-biasa ini membela orang yang bukan anak kandung nya, namun di sayang melebihi putra kandung nya