Indonesia
NovelToon NovelToon
PENGUASA DEWA NAGA

PENGUASA DEWA NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

"Mo Ling'er! Kau berjanji memberiku tiga tahun!" raungnya seperti harimau yang terluka. "Sekarang baru dua tahun! Kenapa kau lakukan ini padaku! Kenapa?!"

Mo Ling'er menyeringai, tersenyum penuh penghinaan.

"Menunggumu? Hmmph!

"Kau tidak pantas!"

Kalimat itu menghantam arena seperti petir.

"Aku dulu buta karena menganggapmu istimewa," kata Mo Ling'er sengaja lantang, biar semua orang mendengar.

"Kau memang Tuan Muda Ketiga Keluarga Feng, tapi selama enam belas tahun apa yang kau raih?"

"Jiwa Bela Diriku Peringkat Enam! Aku jenius Keluarga Mo, sekaligus jenius nomor satu di antara rekan-rekan di Kota Wushuang! Sementara kau hanya Peringkat Dua, apa hakmu menyuruhku menunggu?

"Hari ini, kau juga hanya sanggup membangkitkan Jiwa Bela Diri diperingkat Dua. Perempuan saja bahkan lebih baik darimu!"

"Dasar sampah!"

Seketika hati Feng Wuchen terasa seperti ditusuk ribuan pisau.

Enam belas tahun kenangan indah mereka terlintas di benaknya. Tawa, senda gurau, janji, kebersamaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Rahasia di Balik Qi Sejati

Nyala api kebiruan menari di atas telapak tangan Feng Wuchen, memancarkan panas yang begitu nyata hingga udara di dalam kamar perlahan menghangat.

Untuk beberapa saat ia hanya menatapnya tanpa berkedip, masih sulit mempercayai apa yang baru saja terjadi.

Qi Sejati yang sebelumnya tidak menunjukkan satu pun atribut ternyata dapat berubah hanya dengan mengikuti kehendaknya.

“Berhasil...” gumam Feng Wuchen. Kekecewaan yang beberapa saat lalu memenuhi dadanya seketika lenyap. “Ini benar-benar atribut api.”

Ling Xiaoxiao yang berdiri di dekatnya juga tampak gembira. “Aku sudah menduga Qi Sejati Kakak Feng tidak mungkin sesederhana itu.”

Namun setelah kegembiraan awal mereda, Feng Wuchen justru memandang gadis itu dengan penuh selidik. Ada sesuatu yang sejak tadi mengganggu pikirannya.

Bahkan ingatan dan pengalaman Dewa Naga Jahat tidak memberikan penjelasan mengenai Qi Sejati aneh miliknya, tetapi Ling Xiaoxiao justru mengetahui cara membangkitkan atributnya.

“Xiaoxiao, dari mana kau mengetahui metode tadi?”

Ling Xiaoxiao tampak sudah menduga pertanyaan itu akan muncul. Ia tersenyum ringan sebelum menjawab, “Aku pernah membaca kitab kuno milik ayahku. Di sana disebutkan tentang sejenis Qi Sejati kebiruan milik Klan Naga yang disebut Napas Dewa Naga. Berbeda dari Qi Sejati biasa, Napas Dewa Naga dapat berubah menjadi berbagai atribut sesuai kehendak pemiliknya.”

“Napas Dewa Naga?”

Feng Wuchen menatap api di telapak tangannya dengan ekspresi serius.

Baru saja Kekuatan Dewa Naga terbangun di dalam tubuhnya, sekarang Qi Sejatinya ternyata memiliki hubungan dengan Klan Naga. Anehnya, ingatan Dewa Naga Jahat sama sekali tidak memiliki pengetahuan mengenai Napas Dewa Naga tersebut.

Semakin dipikirkan, semakin banyak pertanyaan yang muncul.

Bukan hanya tentang dirinya.

Feng Wuchen juga semakin penasaran terhadap Ling Xiaoxiao.

Pengetahuan mengenai Klan Naga jelas bukan sesuatu yang dapat ditemukan dalam kitab biasa. Bahkan sebagian besar kultivator di Kota Wushuang mungkin menganggap Klan Naga hanya sebagai legenda.

Kalau keluarga Ling Xiaoxiao memiliki kitab kuno yang mencatat rahasia seperti ini, asal-usul gadis itu pasti jauh lebih besar daripada yang selama ini ia tunjukkan.

Terlebih lagi, Feng Wuchen masih tidak mampu melihat batas kultivasinya dengan jelas.

Ling Xiaoxiao seolah memiliki suatu metode khusus untuk menyembunyikan aura.

Menyadari tatapan Feng Wuchen yang semakin tajam, Ling Xiaoxiao buru-buru mengubah topik pembicaraan.

“Kakak Feng, daripada memikirkannya terus, kenapa tidak mencoba atribut lain? Kalau catatan yang kubaca benar, seharusnya bukan hanya api.”

Feng Wuchen tahu gadis itu sengaja menghindari pertanyaannya, tetapi ia tidak memaksa. Ling Xiaoxiao menghormati rahasianya, maka ia juga akan melakukan hal yang sama.

Ia kembali memusatkan pikiran.

Kali ini yang dibayangkannya adalah es.

Api kebiruan di telapak tangannya padam. Dalam beberapa tarikan napas, hawa dingin menggantikannya. Lapisan tipis embun beku bahkan mulai terbentuk di sekitar jemarinya.

Mata Feng Wuchen langsung berbinar.

Ia mencoba lagi.

Air, tanah, kayu, angin, hingga petir.

Apa pun atribut yang dibayangkannya, Qi Sejati kebiruan itu mampu berubah mengikuti kehendaknya. Tidak ada hambatan, seolah seluruh atribut tersebut memang telah menjadi bagian dari dirinya sejak awal.

Barulah Feng Wuchen benar-benar memahami betapa mengerikannya Napas Dewa Naga.

Kultivator biasa harus menyesuaikan teknik bela diri dengan atribut Qi Sejati yang mereka miliki. Seseorang yang memiliki atribut air akan kesulitan mempelajari teknik api, begitu pula sebaliknya. Feng Wuchen tidak memiliki batasan semacam itu.

Selama tubuhnya mampu menanggungnya, ia bisa mempelajari teknik dari atribut apa pun.

Lebih penting lagi, atribut api berarti jalan alkimia dan pemurnian senjata milik Dewa Naga Jahat tidak lagi tertutup baginya.

“Menarik.”

Feng Wuchen kembali memunculkan api kebiruan di telapak tangannya. Kali ini senyum puas terlihat jelas di wajahnya.

Ling Xiaoxiao ikut tersenyum, tetapi jauh di dalam hatinya muncul kebingungan lain.

Kekuatan Dewa Naga telah bangkit.

Napas Dewa Naga juga muncul.

Namun mengapa garis keturunan Feng Wuchen belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan?

Ia pernah mendengar ayahnya berbicara tentang Tubuh Dewa Naga, sebuah keberadaan yang bahkan di kalangan Klan Naga sendiri dianggap hampir mustahil muncul.

Dugaan bahwa Feng Wuchen memilikinya terdengar tidak masuk akal, tetapi berbagai keanehan yang terjadi di hadapannya semakin sulit dijelaskan dengan cara lain.

“Xiaoxiao, ayo ikut denganku.”

Suara Feng Wuchen membuyarkan pikirannya.

Tanpa banyak berpikir, Feng Wuchen meraih tangannya dan membawanya keluar kamar. Gerakannya begitu alami hingga baru setelah beberapa langkah Ling Xiaoxiao menyadari tangan mereka masih saling menggenggam.

Pipinya langsung memerah.

Namun ia tidak menarik tangannya.

Ketika keduanya melewati halaman depan, pemandangan itu kebetulan tertangkap mata Xiao Qingqing. Wanita itu segera menghentikan langkah dan diam-diam memperhatikan mereka dari balik pilar, senyum lebar perlahan muncul di wajahnya.

“Anak ini akhirnya membuat kemajuan juga.”

“Apa yang sedang kau lakukan?”

Suara Feng Zhengxiong dari belakang membuatnya hampir terkejut.

Xiao Qingqing buru-buru menempelkan telunjuk ke bibir. “Pelankan suaramu.”

Feng Zhengxiong mengikuti arah pandang istrinya dan melihat putra mereka berjalan keluar sambil menggandeng Ling Xiaoxiao.

Ia menggeleng kecil. “Hanya begitu saja membuatmu bersembunyi seperti pencuri?”

“Apa maksudmu hanya begitu?” Xiao Qingqing menatapnya tajam. “Jangan ikut campur urusan Chen'er.”

Feng Zhengxiong hendak membalas, tetapi perhatiannya mendadak tertuju pada aura putranya.

Senyum di wajahnya menghilang, digantikan keterkejutan.

“Dia menerobos.”

Xiao Qingqing berkedip. “Apa?”

“Chen'er sudah mencapai Alam Pengumpulan Qi Tingkat Satu.”

Kali ini Xiao Qingqing benar-benar melupakan urusan Ling Xiaoxiao. Ia segera memperhatikan aura Feng Wuchen yang semakin menjauh dan memang merasakan keberadaan Qi Sejati dari tubuh putranya.

“Baru tiga hari...”

Nada suaranya dipenuhi ketidakpercayaan.

Feng Zhengxiong pun tidak jauh berbeda. Dalam pikirannya, semua itu pasti berhubungan dengan guru misterius yang diceritakan Feng Wuchen.

Namun apa pun alasannya, perkembangan putranya merupakan kabar baik bagi Klan Feng.

Di jalan utama Kota Wushuang, Feng Wuchen dan Ling Xiaoxiao berjalan berdampingan. Sejak berbagai kejadian belakangan ini tersebar, sikap penduduk terhadap Tuan Muda Ketiga Klan Feng telah berubah sepenuhnya.

Orang yang dahulu dikenal sebagai pemilik Jiwa Bertarung Tingkat Dua kini menjadi pemuda yang mengalahkan Yang Tiansen ketika kultivasinya masih lebih rendah, menyembuhkan Racun Dingin Tetua Su, dan bahkan mendapatkan perlakuan istimewa dari Paviliun Wanbao.

Setiap kali berpapasan dengannya, para pedagang dan penduduk menyapa dengan jauh lebih hormat.

Dalam perjalanan, Feng Wuchen berhenti di sebuah kios perhiasan. Matanya tertarik pada tusuk rambut berwarna ungu dengan ukiran sederhana namun elegan.

Ia membelinya tanpa banyak bicara, kemudian menyerahkannya kepada Ling Xiaoxiao.

“Untukmu.”

Ling Xiaoxiao menerima tusuk rambut itu dengan kedua tangan. Kebahagiaan di matanya jauh lebih besar daripada yang diperkirakan Feng Wuchen.

“Terima kasih, Kakak Feng.”

“Tidak perlu begitu senang. Ini hanya tusuk rambut biasa.” Feng Wuchen tersenyum. “Nanti, setelah kemampuanku cukup, aku akan membuatkan yang lebih bagus untukmu sendiri.”

Ling Xiaoxiao memeluk lengannya dengan gembira. “Kalau begitu aku akan menunggu.”

Tidak lama kemudian mereka tiba di toko obat milik Klan Feng.

Bai Yunqi, pemimpin penjaga Klan Feng yang bertugas di sana, segera datang menyambut. Kultivasinya telah mencapai Alam Pengumpulan Qi Tingkat Enam dan auranya menunjukkan tanda-tanda mendekati terobosan.

“Tuan Muda Ketiga, ada yang bisa kubantu?”

“Aku membutuhkan beberapa bahan obat.”

Feng Wuchen menyerahkan bilah bambu yang telah dipersiapkannya.

Bai Yunqi membaca daftar tersebut sekilas. Sejak kabar keberhasilan Serbuk Pengumpul Qi Tujuh Harta tersebar di kalangan internal Klan Feng, ia sangat bersemangat setiap kali melihat daftar bahan obat.

“Apakah ini untuk Tetua Agung?”

“Bukan. Aku yang membutuhkannya.”

Bai Yunqi tidak bertanya lebih jauh. Ia segera masuk dan menyiapkan semua bahan sesuai jumlah yang tertulis.

Ling Xiaoxiao menatap Feng Wuchen dengan penuh minat. “Kakak Feng ingin mulai memurnikan pil?”

Feng Wuchen mengangguk. “Sekarang aku sudah memiliki Qi Sejati atribut api, tidak ada alasan untuk menunggu lagi.”

“Dengan kekuatan jiwamu, memang seharusnya tidak menjadi masalah.”

Feng Wuchen meliriknya sambil tersenyum.

Sekali lagi gadis ini melihat sesuatu yang tidak mampu dilihat orang biasa.

Namun ia sudah mulai terbiasa.

Setelah menerima bahan obat, mereka melanjutkan perjalanan menuju Paviliun Wanbao.

Zhang Han segera menyambut begitu melihat kedatangan mereka.

“Salam, Tuan Muda Feng. Apa yang Anda perlukan hari ini?”

“Aku mencari Inti Binatang Buas atribut api.”

Zhang Han sedikit terkejut. “Tingkat berapa?”

“Yang terbaik yang tersedia.”

“Baik. Mohon tunggu sebentar.”

Sementara Zhang Han mencari barang tersebut, Feng Wuchen menemui Yu Wanxiong di bagian belakang Paviliun Wanbao. Ini merupakan pengobatan ketiga sekaligus terakhir untuk Racun Api dalam tubuh Ketua Paviliun itu.

Prosesnya berjalan jauh lebih lancar dibanding sebelumnya.

Setelah Feng Wuchen menarik sisa Racun Api terakhir, wajah Yu Wanxiong terlihat jauh lebih sehat. Namun sebelum sempat mengucapkan terima kasih, ia merasakan sesuatu dari aura Feng Wuchen.

“Kau... sudah menerobos Alam Pengumpulan Qi?”

“Baru saja,” jawab Feng Wuchen santai.

Yu Wanxiong terdiam sesaat.

Ia masih mengingat dengan jelas tingkat kultivasi Feng Wuchen ketika pertama kali mereka bertemu. Kecepatan perkembangan seperti ini terlalu mengerikan untuk seorang pemuda dengan Jiwa Bertarung Tingkat Dua.

“Tuan Muda Feng benar-benar membuat orang tua ini semakin sulit mempercayai matanya.”

Feng Wuchen tertawa kecil. “Ketua Paviliun terlalu memujiku.”

Tak lama kemudian Zhang Han kembali membawa sebuah kotak.

“Tuan Muda Feng, aku sudah memeriksa persediaan. Inti Binatang Buas atribut api terbaik yang kami miliki hanya Tingkat Dua.”

“Cukup.”

Yu Wanxiong yang mendengar percakapan mereka tampak penasaran.

“Tuan Muda Feng membutuhkan Inti Binatang Buas atribut api untuk kultivasi?”

Feng Wuchen menggeleng.

“Aku akan meleburkannya ke dalam Pedang Api. Kalau ditambah Besi Murni Xuan, kualitas dan kekuatannya seharusnya meningkat cukup banyak.”

Yu Wanxiong menatapnya beberapa saat.

“Melebur Inti Binatang Buas ke dalam senjata?”

Itu bukan pekerjaan yang bisa dilakukan sembarang orang.

Hanya pemurni senjata yang memiliki kemampuan seperti itu.

Masalahnya, di seluruh Kota Wushuang tidak ada satu pun pemurni senjata yang diketahui memiliki kemampuan memadai untuk melakukannya.

“Apakah ada pemurni senjata yang datang ke Kota Wushuang?” tanyanya hati-hati.

Feng Wuchen tidak menjawab pertanyaan tersebut. Ia hanya mengambil kotak dari tangan Zhang Han dan tersenyum.

“Untuk Inti Binatang Buas ini, masukkan saja ke dalam utangku. Beberapa bulan lagi akan kubayar semuanya sekaligus.”

Setelah berpamitan, ia meninggalkan Paviliun Wanbao bersama Ling Xiaoxiao.

Yu Wanxiong masih berdiri di tempatnya sambil memandang pintu.

Zhang Han mendekat dan menurunkan suara.

“Ketua Paviliun... jangan-jangan Tuan Muda Feng sendiri seorang pemurni senjata?”

Yu Wanxiong tidak langsung menjawab.

Sebulan lalu, kalau seseorang mengatakan hal semacam itu kepadanya, ia pasti akan tertawa.

Sekarang ia tidak lagi berani melakukannya.

Setiap kali merasa sudah mulai memahami Feng Wuchen, pemuda itu selalu memperlihatkan sesuatu yang membuat seluruh penilaiannya harus dimulai dari awal.

Yu Wanxiong akhirnya menghela napas.

“Entahlah.”

Tatapannya tetap tertuju ke arah Feng Wuchen pergi.

“Tapi aku mulai merasa... Apa yang Kita lihat pada dirinya selama ini, itu belum ada apa-apanya."

......................

Bersambung...

1
Ed Troivan
Lanjutkan thorku 🤭
Ed Troivan
lanjutkan thorku😊🤭💪
Ed Troivan
lanjut
Ed Troivan
Shuuuyyyt👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!