Indonesia
NovelToon NovelToon
You Lost I Got You

You Lost I Got You

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: EnhaShahena

Dunia terlalu luas untuk sekedar dilihat dan terlalu bising untuk sekedar didengar. Bukankah itu terdengar sedikit tidak adil?. Oleh karna itu akan kuseimbangan dengan berusaha membuat dunia melihat dan mendengarku.


Seseorang yang dapat dilihat dan didengarkan setiap saat menampakkan diri pada dunia tapi ada saat dimana magnet keterpikatannya tidak mampu menarik sama sekali apabila dihadapkan dengan satu orang yang berhasil mengalihkan dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EnhaShahena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 31

Hidup itu tentang bertahan, siapa yang mampu bertahan maka dialah pemenang sejati. Tapi hidup bukanlah ajang perlombaan antar semua orang sebab setiap orang bertarung dengan hidupnya sendiri, bukan dengan orang lain. Itulah faktanya dan begitulah cara kerja hidup. Terlepas dari itu setiap orang memiliki cara pandang tersendiri tentang hidup. Namun tugas utama kita hadir di dunia itu semua yakni menjalani hidup.

Layaknya orang-orang yang menjalani hidup sesuai cara dan pilihannya, begitu pula yang terjadi pada Xie. Ia selalu punya cara tersendiri dalam melakukan dan memilih langkahnya.

Setiap mengambil keputusan Xie lebih dulu mempertimbangkan segala hal walau tak jarang keputusannya kian kurang tepat dan seringnya merugikan dirinya. Namun baginya alangkah lebih baik kalau ia yang terluka daripada orang sekitarnya yang merasakan luka atas tindakannya.

Seusai pertemuannya dengan Shana, Xie terbayang-bayang rasa bersalah. Untuk kali pertama ia menolak membantu Kakak dan Kakak iparnya. Tetapi dalam hati kecilnya ia sudah yakin akan keputusannya.

Lama bergelut dengan pikiran sendiri. Xie memutuskan dalam waktu dekat akan ke kantor L'Millian Corp, ia berpikiran mungkin akan lebih baik jika membahas tawaran kerja sama itu secepatnya.

Ketika Xie akan menelpon seseorang, sontak saja ponselnya lebih dulu menampakkan panggilan masuk dari seseorang yang sangat ia kenal. Panggilan dari Brace rupanya.

"Halo apa kabar our Ace Charming? Jawab Xie menerima panggilannya.

"Hai my Xixie, aku tidak baik tidak buruk juga".

"Ada apa kau menelepon di jam sebelas malam begini hm?

"Aku merindukanmu my Xixie".

"Hee?. Baru saja aku mengadakan live untuk kau dan Lieve's lainnya kemarin kan?

"Huhft aku rindu Xixie ku bukan Xieclark Dilara. Aku rindu kau yang menasehati ku dan mendengar ceritaku seperti dulu".

"Kau masih bisa melakukannya jika ingin, jangan lesu seperti itu, nanti charming mu bisa luntur".

"Tidak akan luntur, ini kan permanent. Oh iya besok ulang tahun Amadora, bagaimana kalau kita memberinya kejutan".

"Oh ya?. Wah aku tidak sadar besok ulang tahunnya ternyata. Kalau begitu kita rayakan saat event pekan depan bersama Lieve's".

"Terlalu lama Xixie, kita adakan di apartemenku bagaimana? usul Brace.

"Haa tapi a... ucapan Xie terpotong

"Aku paham, kau selalu berusaha untuk berlaku adil untuk Lieve's. Tenang saja, besok aku akan cosplay dan menjemputmu agar tidak ketahuan Lieve's lainnya. Lagipula Amadora selalu saja membahasmu, saat kita latihan pun pembahasannya hanya kau terus".

"Hm Amadora atau kau hayo?. Goda Xie bercanda.

"Iya iya aku dan Amadora. Oh iya aku juga mau bilang kalau khas Lieve's sudah cukup banyak jadi kita bisa adakan Lieve's event bersamaan dengan acara berbagi kepada anak-anak yang membutuhkan".

"Aku bangga pada kalian, kalian semua orang luar biasa. Semoga kalian semua sehat dan bahagia selalu".

"Itu juga berkat dirimu My Xixie, kau yang menggerakkan hati kami semua".

"Aku terharu. Oh iya aku ingin mengatakan sesuatu meski sudah sangat terlambat tapi selamat atas juaranya beberapa hari lalu dan terima kasih karna kau dan Amadora selalu peruntukkan gaji dan hadiah kalian ke khas Lieve's. Lain kali gunakan hasil kerja keras kalian untuk berdua diri sendiri".

"Aku dan Amadora tidak kekurangan Xixie, kami melakukan itu karna ikhlas dan bahagia bisa berbuat hal baik untuk orang yang membutuhkan".

Setelah berbincang beberapa menit, akhirnya panggilan di akhiri dengan Xie meminta Brace untuk tidur lebih dulu.

Sebenarnya Brace sangat senang berbincang lebih lama lagi dengan Xie namun Xie justru memintanya untuk tidur jadi ia menurut saja.

Xie tersenyum kecil saat kembali lagi teringat dengan Amadora yang tadi sempat dibahas oleh bersama Brace.

Tidak terasa gadis kecil yang masih mengenakan seragam putih biru saat lalu pertama kali Amadora ditemui Xie, kini sebentar lagi akan bertambah usia.

Ia masih mengingat jelas awal pertemuannya dengan Amadora tidak terbilang manis bahkan bisa dikatakan sedih.

Amadora yang merasa hampa pada hidupnya kemudian dengan nekat akan mengakhiri hidupnya. Takdir berkata lain, detik terkahir Xie menolong Amadora yang hampir melukai pergelangan tangannya, untungnya hanya goresan meneteskan sedikit darah.

Tentang kejadian tersebut entah apakah keluarga atau orang dekat Amadora ada yang tahu tapi yang jelas Xie lah yang paling tahu. Saat itu Amadora masih lengkap dengan seragam sekolahnya, wajah lugu yang cantik terlihat murung dan ternyata ia mengalami kesedihan mendalam atas ketiadaan orang tuanya.

Amadora tinggal bersama pamannya yang setiap hari sibuk, perlahan kehampaan dirasakan gadis kecil itu sehingga memutuskan mengakhiri hidupnya. Berkat Xie Amadora kembali menjalani hidup dengannya baik dan mulai bersemangat lagi.

Keesokan harinya Xie menyambut matahari pagi ketika bangun tidur, beranjak dari tempat tidur dan berjalan membuka tirai guna matahari bisa leluasa menembus jendela.

Gerakan Xie terhenti saat matanya tidak sengaja menangkap seseorang sedang berolahraga tepat disamping rumahnya.

Xie sedikit terkejut lalu memperhatikan orang tersebut, mencoba mengingat apakah ia mengenali orang itu atau tidak. Jawaban yang ia temukan adalah tidak sama sekali mengenal sosok itu. Xie memilih mengabaikannya setelah itu lanjut memulai kegiatannya.

Beberapa saat berlalu hingga waktu menunjukkan pukul sebelas tiga puluh dan pas juga Xie sudah menyiapkan kotak-kotak makan siang yang tersusun rapi.

Xie tidak berlama-lama langsung bergegas mengantarkan makanan itu ke Amber Books

Amber Books, Xie dengan telaten menyusun kotak makan siang lantai tiga Amber Books. Daru arah belakang kehadiran bibi Amber sedikit mengagetkannya.

"Apa kau tidak kewalahan masih mengurus catering sementara kau sudah kembali ke pekerjaanmu nak?. Tanya bibi Amber, beliau ini memang sudah berumur tapi ia sangat update dengan sosial media sehingga ia bisa tahu kalau Xie sudah kembali ke publik.

"Tidak bibi, aku juga senang bisa melakukan pekerjaan ini. Nanti kalau aku kewalahan aku akan bilang pada bibi ya".

Bibi Amber tersenyum dengan jawab wanita cantik didepannya. Ingin rasanya ia punya anak seperti Xie yang sama-sama wanita bisa jadi sahabatnya, apalah daya ia di anugerahi anak seorang pria yang kini telah dewasa.

"Oh iya nak, bibi mau minta tolong padamu"

"Minta tolong apa bibi?

"Untuk kotak makan siangku tolong bawakan ke rumahku. Aku sudah kenyang karna tadi sempat breakfast meeting jadi sarapanku double heheh. Titip bawakan untuk anakku dirumah ya nak. Dia baru saja pulang dari luar negeri, jangan sampai memesan makanan diluar lagi".

"Baiklah bibi akan aku bawakan untuknya".

Xie undur diri pulang setelah itu, ia langsung kembali kerumah. Sebelum masuk kerumahnya ia berjalan kerumah sebelah terlebih dahulu.

Xie mengetuk pintu sebanyak tiga kali kemudian terbuka menampakkan seorang pria dewasa yang bisa Xie tebak usianya sekitar tiga puluhan atu hampir tiga puluh tahun.

Perawakannya terbilang tampan diatas rata-rata dan tubuhnya cukup atletis. Sekilas posturnya mirip Ezekiel bahkan tingginya pun terlihat sama tetapi wajahnya jauh berbeda.

Pria didepannya tampan tapi bagi Xie lebih menawan lagi Leander. Entah mengapa otak Xie akhir-akhir ini dipenuhi Leander. Akan tetapi anggapan Xie barusan memang benar adanya, pria dihadapannya cukup tampan tapi dibanding Leander ia kalah tampan. Secara fisik Leander jauh diatas rata-rata, itulah kenapa Vivien dan Yocelyn terang-terangan mengejarnya ditambah background Leander yang luar biasa dalam karir.

"Ekhm maaf saya ingin mengantarkan makan siang anda".

"Oh iya terima kasih" jawab orang itu sambil menerima kotak makan siang tersebut.

"Kalau begitu aku pamit, selamat siang".

"Eh tunggu, aku sepertinya tidak asing denganmu. Kau ini pernah kulihat sebelumnya tapi Diaman ya?. Ia mencoba menerka ingatannya.

"Di Sosial media ibu anda mungkin" tebak Xie karna ia sangat kalau pernah mengambil foto bersama bibi Ambar beberapa kali. Ingat saja Bibi Amber adalah Ibu-Ibu yang ikut trend dan update.

"Ah ya benar, kau ini kreator bijak itu kan?

"Heheh aku tidak sebijak itu. Kenalkan aku Xieclark Dilara. Panggil Xie" Xie mengulurkan tangan memperkenalkan diri.

"Aku Hazel, senang bertemu denganmu. Kau lebih menarik di asli daripada foto".

"Ah biasa saja, oh iya rumah saya disamping. Kita bertetangga. Tadi pagi saya tidak sengaja melihat anda olahraga tapi saya tidak menyapa karna mengira anda hanya orang lewat olahraga yang kebetulan lewat di area tempat ini".

"Wow pantas saja kau dekat dengan ibuku, rupanya bertetangga. Kau tidak perlu formal, panggil saja Hazel dan aku boleh kan memanggilmu Lara?

"Tidak boleh !. Dunia mengenalnya Xie, maka kau harus memanggilnya Xie juga" Suara bariton terdengar menegur Hazel dengan nada tegas.

@enhashahena

1
anggita
Amadora..😘 Xie
anggita
ikut ng👍like aja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!