Indonesia
NovelToon NovelToon
The Delinquents Secret Light

The Delinquents Secret Light

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:923
Nilai: 5
Nama Author: Stealth

Raito Hikari adalah remaja 18 tahun yang hidup dalam bayang-bayang keluarga yang hancur dan reputasi buruk di SMA Amanogawa. Karena tatapannya yang tajam dan keahlian beladirinya, ia ditakuti dan dijauhi sebagai "berandal" sekolah. Di balik itu semua, ia berjuang sendirian bekerja paruh waktu di sebuah minimarket—sebuah rahasia besar, karena sekolah melarang keras siswanya bekerja.

Di sore hari, rahasia itu terbongkar saat gadis paling populer di sekolah, Okunaka Koyomi, masuk ke minimarket tempatnya bekerja. Bukannya melaporkan Raito, Koyomi justru memberikan tawa hangat dan setuju untuk menjaga rahasia tersebut. Pertemuan tak terduga ini mulai meruntuhkan tembok dingin di hati Raito, perlahan mengubah dunianya yang gelap menjadi lebih berwarna sejak kehadiran Koyomi dalam hidupnya.

update: Setiap minggu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stealth, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32 - Kiryu's Mansion Infiltration

Pada malam hari yang sunyi di mansion Kiryu, para penjaga yang menjaga halaman depan mansion menjaga dengan ketat mansion Kiryu. Namun tiba-tiba, satu persatu dari mereka mati terkena tembakan padahal tidak ada suara tembakan sama sekali.

Ternyata, itu adalah Tendou yang dari balik semak semak di dekat pintu gerbang masuk mansion Kiryu menembak dengan tepat sasaran. Pistol Dessert Eagle nya itu dipasangi peredam sehingga bunyi tembakan tidak terdengar. Para anggota Vaizard pun masuk ke dalam mansion saat para penjaga di halaman luar mansion dihabisi oleh Tendou, saat membuka pintu utama, mereka bersembunyi di samping kanan dan kiri pintu. Saat para penjaga di dalam keluar, satu persatu dari mereka di habisi dengan cepat.

Saat tak ada lagi penjaga yang keluar, mereka semua lari masuk dan berpencar ke seluruh mansion. Di sisi lain, Uruki melemparkan Koyomi dan Levina kembali ke ruangan tahanan mereka.

"Sialan... Apa kau menunggu kami untuk keluar dan sengaja tidak mengunci pintunya?"

tanya Levina dengan kesal sambil bangun dan berdiri setelah di lempar Uruki.

"Kalian beruntung karena perintah tuan Kiryu adalah jangan melukai kalian. Diamlah disini dan jangan kemana mana, melawan tidak ada gunanya,"

ucap Uruki dengan dingin dan wajah datarnya itu. Mendengar nama Kiryu, Koyomi yang baru saja bangun dan berdiri pun kaget, begitu juga dengan Levina. Mereka terdiam sesaat, mengingat Raito pernah menyebut nama Kiryu ini.

"Meski begitu, aku tidak akan menyerah semudah itu. Aku akan terus mencari jalan untuk keluar dari tempat ini dan pulang!"

ucap Koyomi dengan tegas dan wajahnya yang penuh keyakinan itu.

"Hmph... Omong kosong,"

ucap Uruki dengan tangannya di saku nya itu.

"Bukan omong kosong, kalau Koyomi sudah berkata dengan seyakin itu, maka pasti akan kejadian. Persiapkan saja dirimu untuk dimarahi bos mu karena telah membiarkan kami kabur nanti,"

ucap dan ejek Levina kepada Uruki sambil tersenyum percaya diri.

"Tugasku hanya untuk menjaga kalian tetap di ruangan ini, coba saja untuk kabur kalau bisa, meski itu tidak ada gunanya,"

ucap Uruki dengan dingin dan menutup pintu keluar. Kemudian di sisi lain mansion Kiryu, Kirino sedang berlari mencari Kiryu sambil membunuh para penjaga yang menghalangi nya dengan cepat. Lalu tiba-tiba, dia dihadang oleh Tsukuyomi Yuki. Yuki berdiri diam menatap Kirino yang mendadak berhenti setelah melihat Yuki di depannya.

"Maaf, tapi anda tidak bisa lewat dari sini,"

ucap Yuki.

"Mata itu... Katarak? Apa kau tidak bisa melihat? Dan juga seragam itu, apa kau Eksekutif Kiryu yang baru?"

tanya Kirino.

"Tsukuyomi Yuki, divisi 5, The Miracle. Salam kenal,"

ucap Yuki sambil menunjukkan tattoo beruang berbentuk nomor lima di tangannya.

"Hehh... Jadi kau pengganti divisi 5 setelah aku ya? Yah, setidaknya pengganti ku masih sejenis denganku,"

ucap Kirino dengan senyum percaya dirinya. Kemudian di sisi lain lagi di Mansion Kiryu, Tendou berlari memasuki ruangan yang penuh dengan pilar pilar tinggi, tiba-tiba dia melihat ada pantulan cahaya dari salah satu pilar itu. Saat itu juga dia sadar bahwa pantulan cahaya itu adalah sniper, dia langsung bergerak dengan cepat dan bersembunyi saat peluru dari sniper itu melesat mengenai lantai. Ternyata itu adalah Yokoshima Ryuken menggunakan senjata AWP dengan peredam.

"Oi, oi, gak ada perkenalan atau basa basi dulu gitu? Langsung masuk ke intinya saja ya?"

ucap Tendou sambil bersembunyi. Ia pun mengeluarkan bom asap untuk berpindah tempat. Kemudian di sisi lain lagi di mansion Kiryu, Saat Jun ingin memasuki sebuah ruangan, tiba-tiba ada yang melempar pedang katana dan pedang itu menempel di lantai tepat sebelum Jun masuk ke ruangan itu.

"Yo, mau kemana tikus kecil?"

ucap dari seseorang di sampingnya. Ternyata itu adalah Ryuen Sakashima.

"Biar kutebak, kau divisi 6 pengganti ku?"

tanya Jun.

"Ding, ding, benar sekali... Ryuen Sakashima, divisi 6, The Lion,"

jawab Ryuen dengan senyum percaya dirinya itu. Kemudian di sisi lain lagi Karin bertemu dengan Nanase Ishikawa, mereka sedang beradu pedang dengan dingin dan diam. Kemudian di sisi lain lagi, Kensei bertemu dengan Nozoraki Honda.

"Datang untuk membalas dendam? Kensei?"

tanya Honda sambil tersenyum.

"Kalau kujawab iya, emang kenapa?"

jawab Kensei sambil mengeluarkan katana nya dari sarungnya, begitu juga dengan Honda.

"Kalau begitu aku, Nozoraki Honda, divisi 7, The Beast. Akan dengan senang hati melayanimu!"

ucap Honda. Lalu di sisi lain lagi, saat Shun sedang berlari, tiba-tiba ia ditendang oleh seseorang dari samping yang membuat dirinya terpental. Ternyata itu adalah pria botak Raikiri Renju.

"Yo, kuharap kau seseorang yang sangat kuat,"

ucap Renju sambil tersenyum. Shun pun bangun dan berdiri, ia kemudian melakukan sedikit pemanasan dan langsung mengeluarkan pistolnya dan menembak Renju, namun langsung menghindar sebelum Shun menarik pelatuk pistolnya. Lalu di sisi lain lagi, Sarugaki bertemu dengan John Smithfield.

"Sorry, but i can't let you pass,"

ucap John dalam bahasa inggris yang berarti "Maaf, tapi aku tidak bisa membiarkanmu lewat."

"Well, i guess i'll just have to beat you then,"

ucap Sarugaki dalam bahasa inggris juga yang berarti "Kalau begitu, aku tak ada pilihan lain lagi selain mengalahkan mu." Kemudian di sisi lain lagi, Hirako di hadang oleh Gintoki.

"Minggir Gintoki, aku cuma punya urusan dengan Kiryu,"

ucap Hirako.

"Kalau aku ngebiarin sampeyan lewat terus ketemu sama bos Kiryu, mau apa sampeyan? Sampeyan mau coba ngebunuh bos Kiryu, ya? Kayaknya gak mungkin terjadi lho itu,"

ucap Gintoki sambil memiringkan kepalanya. Senyumnya melebar sambil menatap Hirako, mansion yang tadinya megah itu kini bergetar. Suara dentingan pedang, dentuman tembakan sniper, hingga ledakan bom asap memenuhi setiap sudut lorong. Kedelapan anggota Vaizard telah menemukan lawan mereka masing-masing, sebuah reuni berdarah antara masa lalu dan masa kini.

Sementara itu, dari balik semak semak di depan pintu gerbang mansion Kiryu, Rauto dan yang lainnya baru saja sampai di sana.

"Para penjaga nya sudah... Mati?"

gumam Arata.

"Bagus bukan? Ini malah menjadi kesempatan bagi kita untuk menyelamatkan Koyomi dan Levina,"

ucap Sosuke dengan santainya.

"Heh, tidak ada guannya bersembunyi begini. Aku akan pergi bertamu dulu,"

ucap Banjou sambil berdiri dan berjalan ke pintu masuk mansion Kiryu yang sedikit terbuka.

"Oi, Banjou!"

panggil Raito. Banjou pun kemudian menendang pintu masuk ke mansion Kiryu itu.

"PUNTEN!!"

ucap Banjou sambil menendang pintunya dan tersenyum. Ia kemudian langsung berlari masuk, tentu saja untuk mencari musuh yang kuat. Suara debuman pintu yang ditendang Banjou bergema di seluruh aula utama yang megah, memantul di antara pilar marmer dan lampu kristal. Teriakan 'Punten!'-nya seolah menantang maut, menarik perhatian setiap penjaga yang tersisa.

Sedangkan Raito dan yang lainnya tak bisa berkata kata setelah melihat Banjou melakukan itu, Raito hanya menghela nafasnya sebelum kemudian ia pergi masuk, begitu juga dengan Yuna, Yachiru, Arata, Sosuke, dan Shinji. Di lorong yang sunyi menuju ruang bawah tanah, Uruki menyandarkan kepalanya ke tembok. Suara teriakan Banjou dan ledakan bom asap Tendou terdengar samar dari lantai atas.

1
demo123@163.com
demo123@
Reumen Husby
eaaa keren om ceritanya🗿
Reumen Husby: semangatz buatz lanzutin ceritanya ya omz
total 2 replies
Firefly husband
Luxu banget Raito tsundere🤣
Ambu Iroh
ceritanya menarik dan bagus bgt
kikyoooo
bagus kak ceritanya. yuk saling support penulis baru... 😍🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!