Sehari sebelum pernikahan, Selena Anderson ditinggalkan tunangannya. Ethan Carter pergi ke luar negeri tanpa berpamitan hanya meninggalkan pesan bahwa ia belum siap menikah.
Ketika kepergian Ethan mengancam nama baik dua keluarga besar, Jason Carter, kakak Ethan datang dengan sebuah tawaran yang tak pernah Selena bayangkan. Ia bersedia menggantikan Ethan di altar.
Selena akhirnya menikah dengan pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya.
Namun kehidupan bersama Jason perlahan mengubah segalanya. Di balik sikap dinginnya, Selena menemukan perhatian yang tidak pernah ia dapatkan dari Ethan.
Sampai Ethan kembali. Dan ingin mendapatkan Selena kembali. Sayangnya, perempuan yang dulu ia tinggalkan kini telah menjadi istri kakaknya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Ethan bahkan tidak menunggu ayahnya selesai berbicara. Ia langsung menatap Richard dengan wajah serius, seolah kedatangannya ke ruang kerja itu bukan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, melainkan menyampaikan tuntutan.
"Ayah, aku ingin Jason dan Selena bercerai."
Richard terdiam sesaat, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Jason yang berdiri di sampingnya langsung menoleh tajam ke arah Ethan.
"Kau masih punya keberanian membicarakan perceraian Kakakmu?" suara Jason terdengar dingin.
Ethan mengabaikan kakaknya. "Pernikahan mereka memang tidak seharusnya dipertahankan. Selena tidak mencintai Jason, dan..."
"Diam!" bentak Richard, membuat Ethan terpaksa menghentikan ucapannya.
Richard menatap putra bungsunya dengan kemarahan yang semakin sulit ditahan. "Kau masuk ke kamar kakak iparmu dalam keadaan mabuk, memaksanya melakukan sesuatu yang tidak dia inginkan, lalu sekarang kau meminta mereka bercerai? Apa sebenarnya yang ada di kepalamu?"
Rahang Ethan mengeras. "Aku hanya ingin Selena mendapatkan kehidupan yang lebih baik."
"Menurutmu, kehidupan yang lebih baik adalah bersama seseorang yang telah melanggar batasnya sendiri?" Richard membalas tajam. "Kau bahkan tidak memberinya kesempatan untuk menentukan apa yang dia inginkan."
Ethan mengepalkan tangan. "Ayah tidak mengerti."
"Kalau begitu, jelaskan." Richard menunjuknya dengan tegas. "Apa alasan sebenarnya kau begitu menginginkan perceraian mereka? Jangan berani-berani menggunakan kebahagiaan Selena sebagai alasan jika yang kau pikirkan sebenarnya hanya dirimu sendiri."
Jason tetap diam, tetapi tatapannya tidak pernah lepas dari Ethan. Ia ingin mendengar sendiri jawaban adiknya, terutama setelah keberaniannya mencampuri pernikahan mereka sampai sejauh ini.
Ethan terdiam beberapa saat sebelum akhirnya mengangkat wajahnya. "Karena pernikahan itu seharusnya menjadi milikku, Ayah. Bukan milik Jason."
Richard mengernyit. Ia sudah mengetahui kisah di balik pernikahan kedua putranya itu. Dulu, Ethan dan Selena hampir menikah, tetapi keadaan berubah pada saat-saat terakhir hingga Jason yang akhirnya menggantikan posisi adiknya sebagai pengantin pria karena ulah Ethan sendiri yang kabur di hari pernikahannya.
"Ayah tahu sejak awal aku dan Selena seharusnya menikah," lanjut Ethan dengan nada penuh ketidakpuasan. "Tapi pada akhirnya, Jason yang menikahinya. Aku kehilangan Selena begitu saja, sementara kakakku mendapatkan sesuatu yang seharusnya menjadi milikku."
Jason menatap Ethan dengan wajah dingin. "Jadi, setelah sekian lama, kau masih menganggap Selena sebagai sesuatu yang bisa kau miliki?"
"Aku tidak sedang berbicara denganmu!" balas Ethan tajam.
"Sudah cukup!" Richard membentak sebelum pertengkaran mereka semakin memanas. Ia menatap Ethan dengan kecewa. "Ayah memang tahu kalian hampir menikah. Ayah juga tahu bagaimana akhirnya Jason menggantikanmu. Tapi keputusan itu sudah berlalu, Ethan. Jason dan Selena sekarang adalah suami istri."
"Tapi aku masih mencintainya!"
Richard membalas tegas. "Itu tidak memberimu hak untuk memaksanya melakukan sesuatu yang tidak dia inginkan?"
Ethan terdiam, tetapi ekspresinya masih menunjukkan penolakan.
Richard menghela napas panjang, berusaha mengendalikan amarahnya. "Kalaupun kau merasa pernikahan itu seharusnya menjadi milikmu, kau tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan menuntut mereka bercerai. Apalagi setelah perbuatanmu tadi malam."
Jason akhirnya angkat bicara. "Aku tidak peduli apa yang kauinginkan, Ethan. Selena bukan milikmu, dan kau tidak berhak menentukan masa depannya."
Ethan menatap Jason dengan rahang mengeras. Namun, sebelum kakaknya sempat menjawab, ia kembali menghadap Richard.
"Ayah, ada satu hal lagi yang perlu Ayah ketahui." Ethan menarik napas, lalu berkata tanpa ragu, "Selena sedang mengandung anakku."
Ruangan itu seketika hening. Richard menatap Ethan, seolah perlu memastikan bahwa ia tidak salah dengar. Sementara itu, wajah Jason berubah tegang. Ia sama sekali tidak menyangka Ethan akan mengungkapkan kehamilan Selena pada Ayah nya.
"Apa yang baru saja kaukatakan?" tanya Richard dengan suara rendah.
"Selena hamil anakku," ulang Ethan. "Karena itulah aku meminta Ayah membuat Jason menceraikannya. Aku ingin menikahi Selena dan bertanggung jawab atas anak itu."
Jason langsung mencengkeram kerah baju Ethan.
"Kau pikir dengan mengungkapkan kehamilannya, kau bisa seenaknya menentukan hidup Selena?"
Ethan menepis tangan Jason. "Anak itu darah dagingku! Aku berhak..."
"Berhak atas apa?" potong Jason tajam. "Kau bahkan tidak menghormati ibunya!"
"Jason, lepaskan adikmu!" perintah Richard.
Jason akhirnya melepaskan kerah Ethan, meskipun tatapannya masih dipenuhi kemarahan.
Richard mengalihkan pandangan kepada putra bungsunya. "Drama macam apa ini?"
Ethan terdiam sesaat. "Aku mendengarnya sendiri ketika dia berbicara dengan Jason."
Richard mengernyit. "Kau membuat segalanya semakin rumit, Ethan." Richard merasa frustasi dengan kelakuan anaknya itu. "Apa yang nanti harus aku katakan pada orang tua Selena?"
"Aku hanya ingin bertanggung jawab atas anakku!"
"Kalau benar begitu, seharusnya kau memikirkan keadaan Selena terlebih dahulu, bukan langsung menuntut agar dia menjadi istrimu." Richard menatapnya tajam. "Kau tidak berhak memutuskan perceraian Kakakmu dan Selena."
Ethan mengepalkan tangannya. "Lalu Ayah ingin aku melakukan apa? Membiarkan anakku tumbuh dengan Jason sebagai ayahnya?"
"Yang harus kau lakukan sekarang adalah menghadapi akibat perbuatanmu sendiri," jawab Richard tegas. "Dan jangan pernah menganggap kehamilan itu sebagai alasan untuk memaksa Selena memilihmu."
Jason tidak lagi mengatakan apa-apa. Pikirannya tertuju pada Selena, yang selama ini memohon agar rahasia tersebut tidak sampai diketahui Ethan. Kini, rahasia itu telah terbuka, dan Ethan sendiri yang menghancurkan kepercayaan Selena.