Indonesia
NovelToon NovelToon
Tak Ada Cinta Yang Abadi

Tak Ada Cinta Yang Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:20.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nhad

Airin seorang wanita yang sederhana dan tidak pernah berharap sesuatu secara berlebihan, suatu ketika kebahagiaannya datang melalui seseorang lelaki yang di idam-idamkan semua wanita, namun dibalik kebahagiaannya tersimpan penderitaan yang tak kunjung usai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nhad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 33 Dimana Airin?

Mobil Bastian malam itu melaju ke suatu tempat.

Di tangannya terdapat catatan berisi alamat kost Mba Tika perawat Airin.

Bastian ingin memastikan terlebih dahulu apakah Mba Tika tahu Airin pergi kemana.

Mba Tika sendiri sebenarnya direkrut oleh Bastian melalui Rudi asistennya. Saat itu Airin sangat kepayahan di bulan-bulan pertama kehamilannya. Akhirnya Rudi yang tahu bahwa ada kenalannya yang pernah dirawat Mba Tika merekomendasikan Mba Tika ini. Setelah Mba Tika bekerja dan merawat Airin. Sedikit demi sedikit Airin belajar mengatasi kendala mual dan muntah di awal-awal bulan kehamilannya.

Setelah memasuki bulan ke-4 nanti rencananya Airin akan kembali bekerja di museum, sedangkan Mba Tika di bebaskan untuk memilih oleh Airin dan Bastian. Bahkan jika Mba Tika mau ikut ke kota J Airin sangat senang.

Namun Mba Tika telah menyatakan kesanggupan akan mengurus Airin jika nanti kehamilan Airin sudah diatas tujuh bulan.

Dari Rudi pula Bastian mendapatkan alamat Mba Tika.

Jarak antara rumah Bastian dengan kost Mba Tika ternyata tidak terlalu jauh, hanya 7 km. Rumah kost yang bertingkat dua ini di malam hari tampak ramai.

Bastian menyapa salah satu penghuni kost yang sedang duduk diteras bersama seorang temannya.

"apakah benar ini rumah kostnya Mba Tika?"

"iya benar, ini kostnya Mba Tika, siapa ya? Ada perlu apa nyari Mba Tika?" tanya salah seorang penghuni kost.

"Saya Bastian, Mba Tika kerja sama istri Saya"

"Mba Tikanya ada?" Bastian kembali bertanya.

"oo gitu, Kami sudah lama tidak melihat Mba Tika Pak."

"Eh ada deh, dua hari yang lalu orangnya pulang, terus pergi lagi naik motor" salah seorang penghuni kost menimpali ucapan temannya.

"iya benar kalau tidak salah, beberapa hari sebelumnya dia nginap di rumah majikan yang dia rawat deh".

"Jadi Mba Tika belum pernah pulang semenjak dua hari yang lalu?" tanya Bastian.

"Iya Pak, kamarnya juga udah dua hari ini mati lampunya, berarti orangnya belum pulang."

"atau bisa jadi sih dia pulang kampung juga"

"Ada yang tahu dimana kampung halaman Mba Tika?"

Teman-teman kostnya kompak menjawab tidak mengetahui kampung halaman Mba Tika, karena Mba Tika juga belum satu tahun ngekost di rumah kost tersebut.

"ooh begitu, kalau begitu Saya permisi. Tapi jika ada yang tahu kabar terbaru Mba Tika, tolong kabarin ke nomor ini ya" Bastian memberikan kartu namanya dan pamit keluar rumah kostnya Mba Tika.

Di mobilnya Bastian tambah kalut, memikirkan Airin dimana sekarang. Apakah Airin pergi berdua dengan Mba Tika ke kampung halaman perawatnya ini, sehingga tidak bisa dihubungi. Bastian akhirnya tidak pulang kerumahnya malam itu, malah langsung menuju ke kantornya.

Di kantornya Bastian berpikir keras, apakah dia perlu menghubungi teman-teman kantornya Airin untuk bertanya juga. Yang menjadi pertanyaan Bastian apa yang mendasari sehingga Airin harus keluar rumahnya.

Mereka tidak pernah bertengkar juga, atau jangan-jangan Yura mencari gara-gara selama dia dinas ke amerika.

Bastian harus mencari tahu ini.

Malam itu Bastian tidak bisa tidur dan memikirkan Airin dimana.

Keesokan harinya Bastian melaporkan menghilangnya Airin ke polisi. Ini sudah hari ke-3 Airin menghilang. Belum ada tanda-tanda keberadaannya. Setelah selesai melaporkan ke Polisi, Bastian yang saat itu pulang untuk berganti baju bertemu dengan Tn. Wibi yang baru saja pulang dari rutinitas berobatnya di singapura.

Tn. Wibi yang dilaporkan oleh Bastian hanya bisa mengangkat bahu dan menjawab bahwa jangan-jangan Airin kabur setelah mengambil sesuatu di rumah ini.

Bastian mendadak kesal sekali dengan jawaban Papanya ini.

"Jawaban Papa mengada-ngada sekali"

"Mana mungkin Airin bersikap begitu"

"Airin bukan wanita seperti itu Pa. Papa tidak ada rasa kehilangan sama sekali ya? Airin sedang mengandung cucunya Papa!"

Seolah tak peduli Papanya hanya menatap Bastian dan menjawab "Iya bisa saja, coba saja kamu cari barang-barang kamu mungkin ada yang hilang" Tn. Wibi menyambung kembali kata-katanya.

Bastian mendengus kesal tidak percaya Papanya akan berkata begitu, Bastian meninggalkan Papanya tanpa berpamitan.

Dalam mobil saat menuju ke kantornya kembali Bastian tiba-tiba mendapatkan panggilan telepon dari teman kostnya Mba Tika.

Teman kost Mba Tika mengabarkan bahwa ada polisi yang datang ke kostnya dan bertanya tentang alamat kampung halaman Mba Tika. Karena teman-teman kostnya tidak ada yang tahu alamat asli keluarga Mba Tika mereka akhirnya menghubungi Bastian.

Mendapat informasi ini Bastian menuju ke kantor polisi, waktu kemarin kekantor polisi Bastian memang hanya melaporkan Airin yang menghilang. Sedangkan Mba Tika, Bastian masih berpikir dia kembali ke kampung halamannya.

Sesampainya di kantor polisi, Bastian langsung mencari polisi yang mencari info tentang keluarga Mba Tika.

Polisi tersebut tahu bahwa kemarin Bastian habis melaporkan istrinya yang menghilang, menjadi curiga apa hubungannya dengan dia yang mencari keluarga Mba Tika.

Bastian menjelaskan bahwa Mba Tika saat ini masih bekerja di keluarga dia, dan Mba Tika yang merawat istrinya Bastian.

Setelah mendapatkan informasi dari Bastian, polisi akhirnya memberitahukan bahwa kemarin mereka telah menemukan sesosok mayat yang mengapung di pinggir sungai.

Kemudian terhadap mayat tersebut dilakukan autopsi dan pengecekan sidik jari. Dari hasil pengecekan sidik jari tersebut polisi menyimpulkan bahwa mayat tersebut adalah mba Tika perawatnya Airin.

Alangkah terkejutnya Bastian mendengar penjelasan dari polisi ini.

"mau apa perawat istri Saya ke sungai itu?"

"Terus bagaimana bisa perawatnya istri Saya ini tenggelam disungai. Daerah itu jauh dari rumah Saya". Bastian masih tidak percaya.

"iya Pak, kami masih menyelidiki penyebab meninggalnya, makanya kami butuh informasi tentang keluarga dari jenazah ini, untuk memastikan bahwa jenazah ini adalah Nyonya Tika perawat Istrinya Pak Tian."

"Sungainya sudah disusuri kan? Yang ketemu jenazah perawat istri Saya saja?" Bastian bertanya dengan khawatir.

"betul Pak, yang ketemu cuma satu jenazah saja Pak, sejauh ini kami masih belum punya informasi apapun tentang istri anda" jawab Polisi tersebut.

Setelahnya Bastian menghubungi Rudi asistennya dan meminta agar menyusul Bastian ke kantor polisi.

Rudi sangat terkejut bosnya ada di kantor polisi, dia bergegas menuju kantor polisi.

Setelah mengetahui yang terjadi di kantor polisi, ternyata Rudi tahu alamat kampung halaman Mba Tika. Saking kalutnya Bastian malah tidak bertanya kepada Rudi alamat daerah asal Mba Tika ini. Setelah Rudi memberitahu alamat keluarga Mba Tika kepada polisi. Polisi langsung menghubungi keluarga Mba Tika.

Keluarga Mba Tika yang terdiri dari ibu dan kedua adiknya akhirnya sampai di kota B keesokan harinya. Mereka ditemani oleh Bastian dan Rudi langsung menuju rumah sakit tempat jenazah yang diduga adalah Mba Tika disimpan.

Betapa pedihnya hati mereka setelah melihat jenazah yang disimpan itu adalah memang Mba Tika. Melihat jenazah anaknya, Ibunya Mba Tika langsung tidak sadarkan diri, sedangkan kedua adiknya Mba Tika menangis meratapi kepergian kakaknya ini.

Melihat hal ini hati Bastian terenyuh dan sangat sedih.

Bastian meminta Rudi mengurus pemakaman jenazah Mba Tika, dia meminta Rudi menemani keluarga tersebut sampai proses pemakamannya selesai.

Sebelumnya polisi telah mengautopsi jenazah Mba Tika, namun hasilnya belum keluar hari itu. Langkah autopsi ini dilakukan polisi karena waktu ditemukan jenazah ini masih tanpa identitas. Polisi berhak bertindak cepat untuk melakukan langkah autopsi.

Setelah proses penyidikan tahap awal polisi selesai mereka memperbolehkan keluarga Mba Tika membawa pulang jenazah Mba Tika pulang dan menguburkan jenazah tersebut secara layak di kampung halamannya.

Rudi ditugaskan oleh Bastian untuk mengantar dan menemani sampai proses pemakaman jenazah Mba Tika selesai. Bastian bertekad akan menanggung perekonomian keluarga tersebut. Segala kebutuhan keluarga ini menjadi tanggung jawab Bastian, termasuk membiayai sekolah adik-adiknya Mba Tika. Bastian berjanji dan memastikan itu sendiri kepada Ibunya Mba Tika waktu di rumah sakit.

Saat ini Bastian masih sibuk mencari Airin di kota B. Bu Santoso rutin menelepon bertanya apakah ada informasi terbaru tentang Airin anaknya.

Bastian juga telah mengkonfirmasi tentang Airin ke teman-teman di kantor Airin. Dan sama seperti Bu Santoso mereka hanya tahu info Airin akan kembali bekerja setelah Bastian pulang dari dinasnya di amerika.

Pikiran Bastian menjadi buntu memikirkan Airin dimana? Semua petunjuk tentang Airin tidak ada yang membantunya menemukan Airin. Sudah hampir satu minggu Airin menghilang dan belum juga ada tanda-tanda keberadaannya.

1
Endro
Lanjutannya dong
Endro
Bastian nyari Airin lg ga tuh
Endro
Alvin jahil amat, suka sma airin kyknya
Endro
Kasihan Airin
Endro
Tambh seru
Endro
Ksihan airin
Endro
Yura ini nyebelin bnget
Endro
Maraton dari episode 1 seru juga
Endro
Seru juga
Viva/Vivian
Jangan berhenti menulis!
Nhad: terima kasiih😊
total 1 replies
kuia 😍😍
Terima kasih sudah menghibur! 😊
Nhad: terima kasiih😊
total 1 replies
veragarden ✷
Penuh emosi deh!
Nhad: terima kasiih😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!