Eliza gadis cantik berusia 25tahun . bekerja sebagai asisten manajer dan juga seorang sabeumnim. Yang hadir Dalam kehidupan Daniel , seorang bos mafia tampan tapi kejam dan dingin , hari-hari Daniel berubah menjadi hangat dan penuh cinta dengan kehadiran Eliza . Daniel sang bos mafia mempunyai banyak musuh sehingga tak ada hari tanpa teror atau ancaman .Eliza adalah cinta pertama bagi Daniel. Semua yang dilakukan bersama Elisa adalah yang pertama baginya. apakah Daniel bisa melindungi Eliza dari para musuhnya, apakah cinta mereka bisa bersatu?
Yuk ikuti perjalan kisah cinta mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengorbanan dan Perpisahan
"Kamu terlalu ingin tahu setiap aku memberikan tugas ," ucap Dave
"Maaf tuan karena saya akan membunuh sesuai standar kejahatan orang tersebut, semakin kejahatan atau kesalahannya tinggi ,saya akan semakin sadis," ucap Johan.
"Sebenarnya dia tidak salah. Kesalahannya adalah masuk kedalam kehidupan arza orang yang akan aku jadikan monster pembunuh berdarah dingin. Jika arza mempunyai orang yang dia cintai dia akan berubah,usahaku akan sia sia. "Ucap Dave.
Deg
(Tidak ini tidak benar, aku harus membunuh orang tak bersalah. Perempuan itu kekasih tuan muda ? Kekasih Sahabatku sendiri. Bagaimana aku harus melakukannya?) ," Johan masih bergelut dengan hati dan fikirannya meski wajahnya tenang tapi tidak dengan hatinya.
"Kenapa kamu diam ,apa kamu tak sanggup melakukan tugasmu kali ini,"ucap Dave.
"Baiklah tuan saya akan melaksanakan tugas ini sebaik mungkin, saya permisi tuan," ucap Johan ,dia membungkuk lalu pergi dari hadapan Dave.
"Apakah aku harus membunuh orang tak bersalah? Ini tidak benar ,apa yang harus aku lakukan. Apalagi dia kekasih tuan muda. Arggghh bagaimana ini ,kalau aku tak bisa membunuhnya aku yang akan mati di tangan tuan Dave," Johan sedang berada di kamarnya . Dia Bingung akan tugasnya kali ini. Dia tidak bisa membunuh andina tapi dia juga tak ingin mati di tangan Dave sang bos mafia yang terkenal kejam .
*****
"Davin papa mau minta tolong sama kamu , sepertinya hanya kamu yang bisa menghubungi adikmu, papa menyesal selama ini telah menyia-nyiakannya, papa ingin meminta maaf padanya, bukankah dia sebentar lagi akan mempunyai anak, bagaimana pun juga itu cucuku bawalah adikmu kesini aku akan meminta maaf padanya" ucap Dave pada Davin saat mereka sedang makan bersama. Lily yang mendengar itu sangat bahagia.
"Apa papa serius, papa tidak ada rencana tersembunyi pada adik dan iparku kan?" Ucap Davin curiga pada papanya .
"Tidak nak papa benar-benar menyesal "ucap Dave dengan wajah memelas .
"Baiklah aku akan menjemput arza kemari," ucap Davin.
Dave tersenyum senang
****
Pagi pagi sekali Davin berangkat untuk menjemput arza. Saat malam sebelumnya dia sudah menghubungi adiknya untuk memberitahukan bahwa ayahnya sudah menyesal dan ingin arza kembali.
(Ikuti Davin, dia akan menunjukkan padamu tempat persembunyian arza selama ini),"ucap Dave pada pesan yang dia kirim untuk Johan.
(Baik tuan)" balas Johan.
Arza sudah bersiap untuk berangkat ke rumah utama. Dia sangat menantikan hari ini, hari dimana papanya menerima nya.
"Sayang kamu beneran gak mau ikut ? Papa juga ingin ketemu kamu," ucap arza yang melihat Andina lemas hari ini karena selalu muntah dari semalam.
"Sampaikan maafku untuk papa, juga salamku untuk mama. Aku benar-benar minta maaf karena tak bisa ikut," ucap Andina.
"Apa aku batalkan saja janji dengan papa hari ini,aku akan menemanimu di rumah," ucap arza
"Gapapa sayang kamu berangkat saja ,aku akan baik-baik saja. Ini yang kita tunggu-tunggu selama ini kan?Aku gak kuat pergi jauh sekarang, lain kali aku akan ikut," ucap Andina
"sebenarnya aku sangat khawatir pada keadaanmu," ucap arza lagi.
"Tak apa, berangkatlah. sepertinya kakak sudah sampai ,ayo aku antar kedepan ," ucap Andina .
"Tunggu" Cup cup cup cup ,arza mencium kening pipi dan bibir andina lalu mengelus perut Andina dan menciumnya. Arza meneteskan air mata.
"Hei kenapa kamu menangis kita cuma berpisah beberapa jam saja," ucap Andina menenangkan sang suami yang sangat di cintainya itu.
"Kenapa aku merasa kita tak akan bertemu lagi, perasaan ku mengatakan bahwa ini terakhir kalinya aku melihat mu,"ucap arza dengan wajah sedih.
"Tenanglah sayang,ini hanya ketakutanmu saja," tak bisa di pungkiri perasaannya pun sama ,dia merasa hari ini adalah hari terakhir mereka bertemu. Sebenarnya andina ingin melarang sang suami pergi,tapi dia cukup takut untuk melakukan itu .
"Aku mencintaimu Andina"
"Aku juga mencintaimu arza"
"Cupp"
"mmhhh"
Andina dan arza berciuman cukup lama, mereka melepaskan kegundahan di hati mereka .
"Bawa kalung ini bersamamu aku sengaja memesannya untuk anak kita nanti," arza memberikan kalung berliontin hati didalamnya ada foto arza dan Andina .
"Hmm ,aku akan menjaganya, sekarang pergilah kakak sudah lama menunggu." Ucap Andina lagi.
Andina mengantar arza kedepan untuk menemui sang kakak yang sudah menunggu lama.
"Kenapa adik ipar tak ikut?" Tanya Davin
"Saya lagi kurang enak badan kak, lain kali saja saya ikut,"ucap Andina sopan.
"Baiklah kami pergi dulu, kamu gapapa dirumah sendiri?" Tanya Davin.
"Iya kak gapapa "ucap Andina lagi
" Aku pergi dulu ya sayang" ucap arza sambil mengecup lembut kening Andina,lalu mengelus perut Andina " jaga mama ya nak " ucapnya lagi.
Davin dan arza berangkat menuju rumah utama Dave dirgantara di iringi lambaian tangan Eliza.
"Kamu kenapa za ? Sepertinya kamu banyak fikiran?"tanya Davin .
"Aku gapapa kak,hanya saja aku kepikiran Andina di rumah sendirian," ucap arza.
Satu jam kemudian terdengar seseorang mengetuk pintu rumah Andina .
"Ya siapa"ucap Andina saat membuka pintu.
"Maaf nona , saya anak buah tuan Dave ,ingin memberikan kabar bahwa tuan arza mengalami kecelakaan sekarang sedang berada di rumah sakit," ucap Anak buah Dave yang tak lain adalah Johan.
Dia mengarang bahwa arza kecelakaan untuk membawa Andina dengan mudah tanpa mengundang perhatian Tetangga . Dia menunggu selama satu jam untuk melakukan aksinya agar tak di curigai
"Ap-apa, bagaimana keadaannya sekarang," ucap Andina panik sambil menangis. Apakah ini tentang fikirannya tadi yang mengatakan mereka tak akan bertemu kembali.
"Mari saya antar nona," ucap Johan.
Johan membawa Andina dengan mudah tanpa melakukan kekerasan. Kini Johan melajukan mobilnya menuju arah hutan.
"Ini bukan arah ke kota ini arah ke hutan . Siapa kamu sebenarnya "ucap Andina panik.
"Maafkan saya nona,saya hanya menjalankan perintah."ucap Johan sambil mengeluarkan sebuah pistol dari dalam bajunya yang dia selipkan di pinggang.
"Si-siapa yang memerintahkanmu?"Tanya Andina sambil menangis, tubuhnya juga bergetar hebat.
Johan hanya terdiam tak menjawab sepatah kata pun
"Apakah tuan Dave??"Tanya Andina lagi.
"Jadi benar dia yang melakukan ini"melihat Johan tak menjawab berarti benar jika tuan dave-lah pelakunya.
Andina menangis tersedu-sedu,
"Dia menipu ku dan suamiku, dia menipu kakak ipar, dia menipu kami semua. Dia berkata manis akan menerimaku dan calon cucunya. aku yang bodoh aku malah memaksa suamiku untuk kesana. Apa suamiku akan selamat?" Tanya Andina pada Johan, dia tak memikirkan keadaannya sekarang,dia malah memikirkan arza.
"Saya kurang tau nona , dari dulu tuan Dave berambisi menjadikan tuan muda arza menjadi monster untuknya." Jawab Johan
"Nona apakah anda sedang hamil," tanya Johan.
Andina mengangguk.
Johan dan Andina terdiam
"Nona, saya ingin memperkenalkan diri . Nama saya Johan. Saya orang kepercayaannya tuan Dave . Saya seorang penembak jitu yang selalu di perintahkan untuk membunuh musuh-musuh tuan Dave. Saya sahabat tuan muda arza ,sejak kecil kami bersama." Johan menarik nafas panjang lalu menatap ke arah Andina .
"Nona , saya ditugaskan untuk membunuh Anda , jika tidak berhasil saya yang akan di bunuh oleh tuan Dave ." Ucap Johan Sambil tetap mengamati ekspresi Andina yang sedikit ketakutan.
"Saya tidak bisa membunuh Anda, selain anda sedang hamil anda juga orang yang sangat dicintai sahabat saya. Apa saya tega melakukan itu? Tapi jika bukan oleh tangan saya anda tetap akan di bunuh oleh orang lain . Anda tetap tak akan selamat dari rencana pembunuhan yang di rencanakan tuan Dave." Ucap Johan.
"Lalu apa kamu punya cara agar kita bisa selamat?" Tanya Andina.
"Ada satu cara, tapi anda akan kehilangan semuanya , semua yang anda punya disini termasuk tuan arza." Ucap Johan.
Deg
"Aku tak bisa kehilangan dia Johan" ucapnya sambil menangis.
"Jika anda mengikuti perasaan, anda akan kehilangan nyawa dan calon bayi kalian . Anda harus berkorban nona. Tuan arza adalah orang yang kuat,jika dia selamat dia akan mencari anda. Jika dia tak selamat setidaknya anak kalian selamat" Ucap Johan.
"Apa rencana mu ,"tanya andina masih terus menangis.
"Kita harus membuang barang yang sekiranya bisa di lacak . Kita juga harus mengganti identitas dan membuat sebuah kecelakaan seolah kita berdua telah tewas." Ucap Johan
"Baiklah Johan aku mengerti " Andina menyetujui semua yang dikatakan Johan
Mereka meninggalkan semua barang di dalam mobil Johan. Mereka hanya mengambil uang cas untuk perjalanan melarikan diri. Andina tak membawa apapun kecuali kalung pemberian arza.
Mereka membuat tragedi kecelakaan hingga mobil mereka terjatuh ke jurang dan meledak.
Johan membawa Andina ke kampung terpencil di sebuah pulau. Mengganti identitas Andina menjadi Ina, dan Johan menjadi Lee (mr.lee) Johan mengaku sebagai kakak Andina.
Mereka berdua bertemu nenek Salma yang seorang janda sebatang kara di kampung itu. Karena kegigihan Johan dalam bekerja menghidupi adiknya yang sedang hamil, membuat nenek Salma terenyuh dan mengangkat mereka menjadi keluarga.